Author Archives: Abu Al Arif

About Abu Al Arif

Herry Syafrial bin Ali Abuzar. Lahir di Kertapati Palembang, tumbuh besar di Jakarta Utara. Suka Olah raga, Agama Islam, Administrasi, Dunia Pendidikan, Jalan-Jalan, Taklim, Dzikir Ibadah, dan Dakwah.

Pengumuman Banglades


MashaAllah Bangladesh 22nd Sept Announcements
Wazahati Jod (Clarification gathering )

➡No separate ijtema will be allowed at any distrcts of Bangladesh without #Kakrail_Markaz Mashwera & world international Tongi ijtima Will be in two phases InshaAllah
➡Saad Kandhalvi will not be allowed to enter Bangladesh Ijtima 2019 also until he convince his Elders teachers & Dar Uloom Deoband Ulama

These are the two decisions & Announcement among many which were discussed in the presence of Bangladesh Minister of religious affairs Mr. Muti Ur Rehman the special guest.the need of these two announcements is very crucial because since past weeks false statements & fake letters attributed towards Bangladesh government circulating by Saadiyani community claiming that government provides equal rights to saadiyani community at every Markaz & they will be allowed to organize separate ijtema in bangladesh against Tongi, these all are baseless claims which minister of religious affairs denied Alhamdulillah.

On 22nd September 2018

Categories: Hasil Musyawarah | Tag: , | Tinggalkan komentar

Buku Baru


Buku Tentang Sejarah Jamaah Tabligh dan Ikhtilaf

Categories: Tertib Dakwah | Tag: , , , | 2 Komentar

Nasihat KH Ma’ruf Amin kepada Syuro Alami Tabligh Indonesia


Kanigoro.com –  Syuro Alami Tabligh Indonesia awal Januari 2018 berkunjung ke kediaman Ketua MUI KH Ma’ruf Amin. Kunjungan silaturahim empat tokoh Tabligh Indonesia yang dipimpin oleh KH Muslihudin Jafar untuk meminta nasihat dan arahan dari Kyai Ma’ruf menjelang Ijtima Tabligh Indonesia.

Tradisi silaturahim kepada ulama merupakan tradisi Tabligh Indonesia sesuai nasihat Tokoh Tabligh, Maulana Ilyas Rah Alaih . Salah satu pesan penting Maulana Ilyas Rah Alaih, kepada para penerusnya agar gerakan dakwah harus dijalankan di bawah bimbingan dan pengawasan ulama. Oleh karena itu di manapun gerakan dakwah Tabligh harus berkonsultasi dan mendapat bimbingan ulama.

Untuk Indonesia, Tabligh menjadikan Majelis Ulama Indonesi (MUI) menjadi tempat untuk berkonsultasi dan mendapat bimbingan untuk menghindari penyimpangan dalam dakwah dan penyimpangan dalam ajaran Islam.

Kepada Tabligh Indonesia, Kyai Ma’ruf Amin menyampaikan nasihat dan bimbingan agar perjuangan dakwah mengutamakan kolektifitas dan jamaah dan senantiasa berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ada empat hal disampaikan Kyai Ma’ruf kepada Tabligh Indonesia:
Pertama, Perjuangan dakwah ini jangan jalan sendiri sendiri, tetapi senantiasa harus berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kedua, Negara Indonesia didirikan atas dasar kesepakatan dan Indonesia bukan negara Islam dan bukan pula negara sekuler. Kegiatan dakwah umat Islam Indonesia tidak ada amir seperti zaman sejarah peradaban Islam. Oleh karena itu dakwah dikoordinasikan oleh amir kelembagaan. Maka MUI melakukan pendekatan perwakilan kelembagaan yang berhimpun di dalamnya perwakilan dari berbagai lembaga keagamaan. “Kita tidak memiliki amir tapi kita memiliki pemimpin lembaga yang memimpin dakwah dengan dasar musyawarah”.

Ketiga, Kyai Ma’ruf mengharap kepada Syuro Alami Tabligh Indonesia agar menjaga ukhuwah Islamiyah dan menghindari konflik dan perpecahan.

Keempat, Lembaga Musyawarah harus betul-betul berfungi menjadi lembaga yang dapat memberikan arahan dalam berbagai kegiatan dakwah

Ijtima Tabligh Indonesia
Tanggal 16- 17 Februari 2018, Tabligh Indonesia menggelar Ijtima Tabligh Indonesia di Islamic Center Jakarta, yang dihadiri sekitar 10 ribu perwakilan dan aktivis Tabligh dari Jawa, Banten, DKI dan utusan dari beberapa negara asing termasuk perwakilan dari Madinah dan Mekkah.

Ijtima Tabligh Indonesia juga dihadiri perwakilan MUI dan mengukuhkan nasihat Kyai Ma’ruf dengan melakukan Ijtima Tabligh Indonesia di beberapa derah seperti Pulau Kalimantan bertempat di Kalimantan Selatan dibuka oleh MUI Kalimantan Selatan, Ijtima di Papua meliputi Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat bertempat di Papua Barat dan dibuka MUI Papua Barat. Ijtima untuk kawasan NTT, Bali dan NTB bertempat di NTB yang dibuka oleh MUI NTB dan Ijtima untuk wilayah Sulawesi yang diselenggarakan di Makassar dan dibuka Ketua MUI Sulawesi Selatan.

Tabligh Indonesia merupakan gerakan dakwah yang memiliki karakteristik sebagai satu gerakan dakwah yang lembut, memiliki kesabaran dan begitu tinggi ikromul muslimin (melayani dan pengabdian sesama muslim) serta mengutamakan kasih sayang sesama umat.

Tabligh Indonesia juga menjadi salah satu gerakan dakwah yang mandiri dimana semua aktivitas dan kegiatan dakwah diselenggarakan secara mandiri dan tidak membebankan dana kepada masyarakat tapi menjadi beban dari individu yang hadir dan menjadi penggerak dakwah.

Disamping silaturahim umat Islam, Ijtima Tabligh juga dilanjutkan dengan mengirimkan rombongan-rombongan dakwah ke dalam dan ke luar negeri dengan biaya masing-masing Kegiatan dakwah ini berlangsung selama 40 hari dan 4 bulan dengan target untuk memperbaiki diri sekaligus mengajak umat Islaam untuk meningkatkan ketaatan kepada Allah Swt.

Ribuan Umat Islam mengikuti Ijtima Tabligh Indonesia di Islamic Center Jakarta, 16-17 Februari 2018/ ist

Pembukaan Ijtima Tabligh
Mewakili Ketua MUI Pusat, KH Zulfa Mustafa, MUI menyambut gembira penyelenggaraan
Ijtima-ijtima di Indonesia di tujuh kawasan. Apalagi ijtima tersebut juga mengeluarkan keputusan untuk mengirimkan rombongan dakwah di dalam maupun luar negeri.

Menurut KH Zulfa Mustafa, hasil nyata dengan usaha dan gerakan Dakwah Tabligh yakni meningkatnya kesadaran Umat Islam untuk mengamalkan Islam dalam kehidupan sehari-hari dan masjid-masjid yang kosong menjadi makmur kembali.

“Jika dakwah ini hanya dibebankan kepada ulama dan para kyai maka tidak akan cukup, maka sudah benar Dakwah Tabligh ini adalah tanggungjawab setiap Muslim. Dakwah Tabligh adalah fardu kifayah bagi umat Islam”, kata Kyai Zulfa.

Kyai Zulfa juga mengajak para dai agar selalu belajar ilmu agama dan ilmu pengetahuan sebagai bekal berdakwah di masyarakat. Kyai Zulfa Mustafa juga membuka secara resmi kegiatan Ijtima Tabligh, mewakili Ketua MUI.

Tausyiah Kyai Muslihudin
Sementara itu Kyai Muhammad Muslihudin mewakili Syuro Indonesia menyatakan, Ijtima adalah pertemuan Umat Islam dan atas nama Islam sebagai bagian dari Umat Islam. Ijmita bertujuan untuk menyeru, mengimbau kepada umat manusia untuk saling menghargai, menghormati, dan menyayangi sesama manusia. Sebagamana firman-Nya:

يا ايها الناس انا خلقناكم من ذكر والانثى وجعلناكم شعوبا وقباءل لتعارفوا ان اكرمكم عند الله اتقاكم.

Perbedaan gender, suku bangsa, agama dan pemahaman sesama umat beragama, supaya jangan menjadi perselisihan dan permusuhan. Tapi hendaknya saling menghormati, menyayangi, dan hidup berdampingan secara damai.

لكم دينكم ولي دين

Khusus kepada umat Islam, Kyai Muslihudin mengajak untuk meningkatkan amalan ibadah dan da’wah. Karena dengan ibadah akan mencapai kemakmuran dan kesejahteraan sebagaimana cita-cita bangsa Indonesia. Seperti dalam firman-Nya:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰٓ ءَامَنُوا۟ وَاتَّقَوْا۟ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَالْأَرْضِ

Kyai Muslihudin mengingatkan dengan meluangkan waktu untuk berdakwah, maka akan turun hidayah. Keutamaan dakwah lainnya, semenjak pagi hingga petang untuk berdakwah di jalan Allah itu lebih baik daripada untuk mengejar dunia dan segala isinya. Karena amalan dan pengorbanan harta sewaktu berdakwah, akan digandakan pahala sampai dengan 700.000 x lipat dan berbagai keutamaan lainnya.

Kyai Muslihudin menambahkan dalam dakwah untuk mencegah penyimpangan maka kita harus selalu meminta bimbingan dan arahan para Ulama. **

Disadur dari lamam https://www.kanigoro.com/duniaislam/nasihat-kh-maruf-amin-kepada-syuro-alami-tabligh-indonesia/

Categories: Kisah Dakwah, Laporan Dakwah | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Pondok Pesantren Dakwah


Referensi Pondok Pesantren yg menghidupkan Usaha Dakwah ke Seluruh Alam

1. Sragen pondok Alm. Kyai Abdul Halim
2. PP Addakwah Beji Batu Malang Ust. Syafri
3. PP Al Ihsan Mufti Lutfi Yusuf Al Banjari
4. PP Payaman, Kyai Mukhlisun beserta cabangnya di seluruh Indonesia
5. PP Takmirul Islam Solo KH. M Halim
6. PP Darul Musthofa, Tawangmangu, Habib Soleh al Jufri
7. PP Al IBANAH, Purwantoro Wonogiri KH. Muhyiddin.
8. PP Al Ihsan Ust Abu Bakar Colomadu, Boyolali Solo.
9. PP Pawening Qolbu, Ustd Haidar Tasikmadu Karangayar
10. PP Nurul Furqon 1 (Prog. Rizal & Nissa) Ust. Rosyid Alhafidz Cibinong Bogor
11. PP Nurul Furqon 2 Ust. Ubaidillah Cimanggu Bogor.
12. PP Nurul Furqon 3 prog. Tahfidz (Rizal & Nissa) Ust. Zubair Medan, Ust. Zubair Betawi. Markaz Gunung Batu Bogor
13. Pesantren Tahfizh-‘Alim Ummul Mu’minin Lil Banat (khusus putri) Komplek MARGACIPTA KAV. AA BODOGOL CIWASTRA            BANDUNG
14. Ponpes Madukawan dekat markaz Palpettok Pamekasan Madura Kyai Abdussattar.
15. Ponpes Maulana Thoha, Tangerang.
16. PP Tambun Selatan 3 ustd Ja’far Tambun Bekasi
17. Pondok Pesantren Tahfidz & nahwu putri an-nur Pakis Magelang
Kyai Syamsul Ma’arif
18. Pondok Pesantren Takhassus Nahwu putra an-Nur Pakis, Magelang
Kyai syamsul ma’arif santri kh mukhlisun
19. Pondok pesantren takhassus Fiqih as Syafi i putra al Munir, pangkat, Magelang
Kh abdul aziz santri+sepupu Kyai Mukhlisun
20. Pondok pesantren tahasus ihya ulumuddin, Grabak, Magelang
Kyai Shoim santri KH Mukhisun
21. PP Darul Huffaz. Ust. Sobur Kerincing. Cibanteng BOGOR
22. PP..h.Mymoon purwokerto Maulana Khudry
23. PP Maulana Ilyas & M. Rais Kemiri Kutoarjo
24. PP Al Widha Seragen, cabang Solo.
25. PP Darul Dakwah Kartosuro Solo
26. Ponpes putri Bait ath Thohiroh Psr Kliwon Habib Sholeh
27. Vila penghafal Qur’an ALHAAFIDZ (ust Aziz dan ust Akhlis) Ciseeng parung
28. Pesantren alaminiyah kunciran Tangerang (tempat ust Yudha mengajar)
29. Pondok perkemas beranti lampung selatan
30. PP Sunanul Husna, KH. NADJIB AL-AYYUBI, Kel. Pondok Ranji, Kec. Ciputat Timur, Tangerang Selatan…..
31. PP.Dliya ul Fatihin, Markaz Pekalongan, Kiai Taufiq Al Karofy.
32. PP.Raudlatut Tholibin, Pasir Kramat Kraton,Pekalongan Maulana Choirul Chuluq.
33. PP.Darul Mukhlasin, Desa Sengon, Subah, Batang, Ustad Muhammad Agus Yasir.
34. PP.Ash Habussuffah , Desa Reban, Kec. reban, Kab Batang.
35. PP.JAAMI’AH MANBA’UL ‘ULUM..DURI 13 Dumai-RIAU pengasuh Maulana Mus’af
36. PP. Tahfiz Putra DARUL MUKHLASIN Poso. Pengasuh : Abdul Syukur
37. PP Darul Quran As-Syafiiyah, Maulana mahmud ciputat.
38. Ponpes Darut Tafsir Al-Husaini pengasuh Maulana Syarif, Duren Mekar, Bojong Sari -Depok
39. Ponpes AR-ROYYAAN, ust. Abdurrahman Ahmad Cirebon
40. ponpes wadi muqoddas, ust.abdul wahid jambi.
41. ponpes kasyiful ulum, ust.zakariya jambi.
42. ponpes sirojul muklasin,ust.nashir jambi.
43. Ponpes Ummahatul Mukminin, Ust Abdul Bari, Jambi.
44. PP Darul ulum, Kubang. Pekanbaru Maulana Hamdan

45. PP Darul Muchlasin Pekanbaru, Ust. Abdullah Suyuti (cabang Payaman)
46. Pp Baitul Hamdi Putra_Putri Lampung Tengah Pengasuh. Kyai Abu Dzar
47. PP AL HUDA Lebani Waras Wringin Anom Gresik Maulana Irsyad alumni Murid Kyai Mukhlisun
48. Pondok Maulana Abu Bakar Jayapura
49. Pondok Maulana Fauzi Nabire
50. Ponpes (tahfidz Putri) Al Mubarok, sama ponpes modern Tursina, Samarinda. Pengasuh Maulana Arief
51. PP Daarul Qur’an Al Barakah, Bojong Sari Baru. Ustadz Falhudin dan H. Abu

Categories: Lain-lain | Tag: | Tinggalkan komentar

Al Ikhtilaf versi Bahasa Arab


Makalh Al Ikftilaf versi Bahasa Arab

Baca lebih lanjut

Categories: Kisah Dakwah | Tag: | Tinggalkan komentar

Penjelasan Syaikh Fadhil (Penanggung Jawab Makkah) di Islamic Center Jakarta


Pada Ahad Pagi hari terakhir Ijtimak 7 Kawasan di Jakarta, Syaikh Fadhil memberikan penjelasan mengenai ikhtilaf yang terjadi kepada ahbab Jakarta. Bayan dalam bahasa Arab dan diterjamahkan oleh Mufti Lufti Al Banjary. Audio bisa di cari di Youtube di https://www.youtube.com/watch?v=3IyCRBMmZgI&t=8266s.

Kita bersyukur karena Allah pilih kita untuk buat ini kerja. Syaikh Ilyas banyak menangis. Tangisan beliau Allah hargai. Di Multazam dia berdoa dengan 3 doa dan Allah kabulkan:

  1. Ya Allah terimalah (jagalah) ini kerja.
  2. Ya Allah terimalah (jagalah) orang yang buat ini kerja dengan ushul yang benar.
  3. Ya Allah Siapa pun yang merubah ini kerja, hancurkan dia sehancur-hancurnya.

Beliau juga datang ke Mufti Kifayatullah, dengan membawa pedang besar. Lalu beliau minta kepada Mufti untuk menilai kerja yang akan Beliau kerjakan. Maka setelah mengkaji, Mufti katakan bahwa ini semua bersumber dari Al Quran, Sunnah, dan kehidupan para shahabat RA. Namun adakah orang yang mau melakukan kerja besar ini. Lalu Syaikh Ilyas katakan kalau kerja ini benar, maka saya akan buat dengan berhusnudzan kepada Allah, agar Allah pilih umat ini untuk buat ini kerja.

Syaikh Ibrahim katakan kepada Syaikh Ghassan bagaimana mungkin ada orang yang akan merubah ushul dibandingkan dengan pengorbanan, tangisan, risau dan fikir Maulana Ilyas.

Orang lama juga datang ke Madinah dari Reiwind menyampaikan ushul-ushul dakwah dan datang juga orang lama dari Nizamuddin menyampaikan ushul-ushul dakwah yang berbeda. Lalu ahbab Makkah minta kepada Syaikh Fadhil untuk bertanya kepada Maulana Zubair atau Maulana Saad. Lalu Syaikh datang kepada Maulana Zubair, dan bertanya apakah saya boleh bertanya kepada Syaikh Saad, maka Maulana Zubair katakan bahwa Maulana Saad tidak akan mau mendengarkan. Ketika Maulana In’amul Hassan akan wafat beliau membentuk jamaah syura yaitu: Mufti Zainal Abidin, Bhay Wahhab, Maulana Zubairul Hassan, Maulana Izhar, Bhai Afzal, Maulana Umar Palanpury, H. Abdul Muqit, 8 orang. Lalu Syaikh Khalid Siddiqy datang kepada Maulana In’amul Hasan untuk ditambah 2 untuk menjaga hati orang Mewat atas kedekatan mereka dengan Syaikh Ilyas yaitu Meiji Mihrab dan Maulana Saad.

Setelah wafatnya Maulana In’amul Hassan, 10 orang ini bermusyawarah dan saya sendiri ada di sana waktu mereka bermusyawarah selama 3 hari tiga malam memikirkan bagaimana untuk melanjutkan ini kerja dan memutuskan bahwa di Nizamuddin dibuat 3 orang Faisalah yang bergantian tiap hari yaitu:

  1. Maulana Izhar,
  2. Maulana Zubairul Hassan, dan
  3. Maulana Saad

Kemudian Maulana In’amul Hassan sebelum Beliau berangkat akan melakukan safar ke 8 negara termasuk ke Indonesia dan Dr Noor sudah siap menyambut kedatangan Hadraji ke Indonesia. Tahun 1996 di Australia diusulkan Faisalah ditambah 2 yaitu: Maulana Umar Palanpury dan Meiji Mihrab. Jadi 5 orang yang menjadi Faisalah bergantian tiap hari di Nizamuddin.

Baca lebih lanjut

Categories: Bayan | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Laporan Ijtimak 7 Kawasan Indonesia


Categories: Laporan Dakwah | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Islamnya Thufail Bin Amru Ad Dausy


“Ya Allah, berikanlah sebuah bukti kepadanya atas kebaikan yang dia niatkan.”
(Dari doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuknya)

Ath-Thufail bin Amru ad-Dausi adalah kepala kabilah Daus di masa jahiliyah, salah seorang pemuka orang-orang Arab yang berkedudukan tinggi, satu dari para pemilik muru’ah yang diperhitungkan orang banyak.

Panci miliknya tidak pernah turun dari api karena senantiasa dipakai untuk memasak dalam rangka menjamu tamu dan pintu rumahnya tidak pernah tertutup dari tamu yang mengetuk untuk bermalam.

Dia adalah potret manusia yang memberi makan orang yang lapar, memberi rasa aman bagi orang yang takut, dan memberi perlindungan kepada orang yang memerlukan perlindungan.

Di samping itu, dia adalah seorang sastrawan cerdik lagi ulung, seorang penyair dengan ilham besar dan perasaan lembut, mengenal dengan baik kata-kata yang manis dan pahit, dimana kalimat berperan padanya layaknya sihir.

Ath-Thufail meninggalkan kampung halamannya di Tihamah[1] menuju Mekah pada saat terjadi pertentangan antara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  dengan orang kafir Quraisy, di saat Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam berusaha menyampaikan dakwah Islam kepada penduduknya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyeru mereka kepada Allah, senjata beliau adalah iman dan kebenaran. Sementara orang-orang kafir Quraisy memerangi dakwah beliau dengan segala macam senjata, menghalang-halangi manusia darinya dengan berbagai macam cara.

At-Thufail melihat dirinya masuk ke dalam pertentangan ini tanpa persiapan, menerjuni lahannya tanpa dia kehendaki sebelumnya.

Dia tidak datang ke Mekah untuk tujuan tersebut, perkara Muhammad dan orang-orang Quraisy tidak pernah terbesit dalam pikirannya sebelum ini.

Dari sini ath-Thufail bin Amru ad-Dausi mempunyai kisah dengan pertentangan ini yang tidak terlupakan. Kita simak kisah tersebut, karena ia termasuk kisah yang sangat menarik.

Ath-Thufail berkisah,

Aku datang ke Mekah, begitu para pembesar Quraisy melihatku, mereka langsung menghampiriku, menyambutku dengan sangat baik dan menyiapkan tempat singgah yang terbagus bagiku.

Kemudian para pemuka dan pembesar Quraisy mendatangiku sembari berkata, “Wahai Thufail, sesungguhnya kamu telah datang ke negeri kami, dan laki-laki yang menyatakan dirinya sebagai nabi itu telah merusak urusan kami dan memecah-belah persatuan kami serta mencerai-beraikan persaudaraan kami. Kami hanya khawatir apa yang menimpa kami ini akan menimpamu sehingga mengancam kepemimpinanmu atas kaummu. Oleh karena itu, jangan berbicara dengan laki-laki itu, jangan mendengar apa pun darinya, karena dia mempunyai kata-kata seperti sihir, memisahkan seorang anak dari bapaknya, seorang saudara dari saudaranya, seorang istri dari suaminya.”

Baca lebih lanjut

Categories: Kisah Dakwah | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Menyingkap Kabut


MENYINGKAP

KABUT

 

JAMAAH DAKWAH DAN TABLIGH DALAM LINTASAN SEJARAH

 

Penyusun :

Abdurrahman Ahmad Assirbuny

 

DAFTAR ISI :

  1. Muqaddimah
  2. Maklumat
  3. Bab : Kronologis Ikhtilaf di Nizhamuddin
  4. Bab : Kronologis Ikhtilaf di Indonesia
  5. Bab : Syubhat dalam Masalah Ikhtilaf
    •  Membuka Aib
    • Pribadi Maulana Saad
    • Darul Ulum Deoband D.  Rujuk Maulana Saad E.   Keamiran
    • Pemimpin dari Quraisy G.  Arahan Jangan Dengar H.  Muntakhab Ahadits
    • Bani Tamim
    • Sanad Dakwah
    • Da’i Akan Dijaga Sampai Tujuh Keturunan
    • Bay’at
    • Mengapa Pada Masa Maulana Zubairul Hasan Tidak Muncul
    •  Dakwah Ta’lim Istiqbal
    • Karomah Nizhamuddin
    • Maulana Yasin Mewati
    • Siapakah Masyaikh yang Masih Tinggal di Nizhamuddin
    • Siapakah Masyaikh yang Keluar dari Nizhamuddin
    • Mufaraqah
    • Musyawarah
    • 6. Kesimpulan dan Jalan Keluar

Baca lebih lanjut

Categories: Kisah Dakwah, Laporan Dakwah, Muzakarah Dakwah | Tag: , , , | 1 Komentar

Ijtima’ di 7 Kawasan Indonesia


Semoga Sukses dengan banyaknya jamaah yang dikeluarkan.

Categories: Religion | Tag: , , | Tinggalkan komentar