Author Archives: Abu Alkayyis

About Abu Alkayyis

Seorang umat akhir zaman yang mencoba bertahan hidup sesuai dengan aturan penciptanya.

Agenda Acara Musyawarah Nasonal 8 – 10 Desember 2017


Bismillahirrahmanirrahiim.
AGENDA MUNAS ANCOL 8-10 DESEMBER 2017

  • Jum’at, 8 Desember 2017 
    ▪Ba’da Shalat Jum’at Mukhtasar Bayan : H. Muslihuddin
    ▪Ba’da Ashar dilanjutkan Ba’da Maghrib : Zihin Karghozari : Ust. Luthfie Yusuf
    Pemandu Karghozari Amal Dakwah dan Umum : Habib Husein
    Mutakallim diambil setiap Kawasan yang mengadakan Ijtima’.
    ▪Ba’da Isya’ : Musyawarah Para Penanggung Jawab Daerah.
    ▪Bayan Shubuh : Ust. Luthfie Yusuf

 

  • Sabtu, 9 Desember 2017
    ▪Pkl.09.00 – 11.00 Wib
    Mudzakarah Arah Kerja (5 Amal Maqomi dan Kerja Ulama) : H.Muslihuddin
    ▪Ba’da Dzuhur kumpul Alumni Pakistan
    ▪Ba’da Ashar
    Mudzakarah Kerja Pelajar dan Mahasiswa dan Jord Profesi : Abdullang Awang
    ▪Bayan Maghrib : Ust.Luthfi Yusuf
    ▪Ba’da Isya : Musyawarah Penanggung Jawab Daerah
    ▪Bayan Shubuh : KH. Mukhlisun

 

  • Ahad, 10 Desember 2017
  • Pkl.09.00 pagi
  • Pembentangan Takaza : H. Abdullah Trimoro
  • Pembacaan Surat dan Keputusan : H. Aminuddin
  • Nasehat dan Do’a : KH. Mukhlisun
  • Ba’da Dzuhur Bayan Hidayah : H. Abdullah Trimoro

Imam : Ust. ABDUL AZIZ BIN AQIL (Lombok)
Muadzin : Abdul Aziz

✍🏿 Hasil Keputusan Musyawarah, Amir Faisalah H. Aminuddin.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Iklan
Categories: musyawarah | Tag: , , , | 1 Komentar

Bayan Pak H. Cecep Firdaus Setelah Tabayyun


Assalamu’alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh

Setelah Pujian dan pembukaan… dan Membaca ayat Al Quran.

Pembicaraan ini hanya untuk penanggungjawab saja. Kita sebagai negara terbesar di dunia berhubungan dengan adanya perselisihan ingin memberi pendapat atas pergaduhan para masyaikh. Maka kami datangi Maulana Saat di Ijtimak Tongi Banglades, saya katakan bahwa kami cinta Maulana Saad, Cinta Nizamuddin, dan Cinta kepada para masyaikh, keinginan kita orang Indonesia sangat ingin seluruh masyaikh yang keluar agar bisa kembali ke Nizamuddin, dan segala sesuatunya dimusyawarahkan. Maulana Saad menjawab, kami juga ingin begitu, ingin seluruh masyaikh kembali ke Nizamuddin. Tapi tidak mau kalau mereka kembali dengan syarat. Syaratnya itu agar Maulana Saad menerima Syura Alami. Lantas kami memohon kepada Maulana Saad, bolehkah kalau kami yang meminta mereka untuk kembali ke Nizamuddin? Ketika itu mereka sedang berada di South Afrika. Lalu diberi saran untuk menjumpai mereka ketika pertemuan orang-orang lama di Ijtima Reiwind. Disini mereka semua akan berkumpul. Lalu kami syura Indonesia bermusyawarah dan sepakat untuk menjumpai para masyaikh di pertemuan orang lama di Reiwind. Setibanya di Reiwind saya meminta waktu agar bisa berjumpa dengan para masyaikh. Saya katakan bahwa kami cinta kepada para masyaikh dan ingin para masyaikh untuk kembali ke Nizamuddin? Dijawab kami juga sangat ingin kembali ke Nizamuddin tapi Maulana saad tidak mau menerima syarat yang kami ajukan untuk menerima Syura Dunia yang telah dimusyawarahkan. Lalu kami pun memberi saran bagaimana kalau para masyaikh kembali saya dulu lalu diperbaiki dan dimusyawarahkan secara internal permasalahan ini. Para masyaikh menjawab bahwa kami sudah bertahan 21 tahun untuk permasalahan ini tapi permasalahan tidak kunjung selesai. Kalau kami tetap di Nizamuddin kemungkinan besar bisa terjadi clash fisik oleh pengikut-pengikut Maulana Saad yang dari Mewat, untuk menghindari hal ini maka kami keluar dari Nizamuddin. Lalu kami minta permohonan kepada mereka, bahwa kami orang Indonesia tidak mau pecah hati. Kami ingin Indonesia tetap satu hati. Kami ingin tertib kerja dakwah di Indonesia tidak ada perubahan, supaya tidak ada kebingungan di diri para pekerja agama. Tertib yang sudah ada tetap dijalankan. Permohonan kami ini diterima oleh para masyaikh setelah dimusyawarahkan. Yang diinginkan oleh para Masyaikh agar tertib kerja sebagaimana tertib kerja di zaman Maulana Ilyas, Maulana Yusuf, dan Maulana Inamul Hasan. Kalau ada tertib baru harus dimusyawarahkan. Maulana Saad banyak membuat tertib yang tidak ada di zaman dahulu dan tidak dimusyawarahkan terlebih dahulu. Misalnya taklim dengan kitab Muntakhab Ahadits, Taklim rumah dengan halakah Quran, Dakwah Taklim Istiqbal. Yang sudah jalan di Indonesia kami minta izin untuk tetap berjalan, tapi kami (syura Indonesia) tidak memberikan targhib lagi untuk menjalankannya. Dan semua itu diizinkan dan disetujui. Lalu kami minta juga untuk jamaah Negeri Jauh, yang kemampuan tafaqudnya kurang, kemampuan bahasanya kurang, yang biasanya keputusannya menunggu keputusan Nizamuddin, yang kadang lama dan tiba-tiba dari usulan ke Kamboja lalu diputus ke Amerika yang jadi memberatkan jamaah NJ yang akan berangkat, karena sekarang di Nizamuddin yang level orang lamanya tinggal Maulana Saad, selain Beliau tinggal orang-orang markaz Nizamuddin yang levelnya dibawah. Karena Maulana Ahmad Lat, Maulana Ismail, Maulana Faruq, Maulana Ibrahim telah meninggalkan Nizamuddin. Kami usul agar rutenya dimusyawarahkan oleh syura Indonesia dan hasilnya dilaporkan ke Nizamuddin? Dan oleh syura Dunia sepakat dan dikabulkan juga. (Majmak: “Allah Akbar”). Syura Dunia hanya memberikan daftar rute negara-negara yang menjadi takaza Indonesia. Alhamdulillah disetujui. Lalu masalah negara jiran yang dahulu tidak boleh jamaah NJ kesana lalu kami minta diperbolehkan kembali, karena ada keluhan dari Negara Malaisya, Siangpura, Filiphina sangat sedikit jamaah yang datang kesana. Alhamdulillah usulan kami juga dikabulkan para masyaikh. Kemudian masalah-masalah penting kita minta dimusyawarahkan dengan para masyaikh syura Dunia. Dan kita akan ada musyswarah 4 bulanan tanggal 13 April di Cikampek, dan kami juga mengundang para Syura Alami untuk dapat membimbing kami pada musyawarah tersebut. Lalu mereka bermusyawarah dan memanggilkan kami, bisa tidak tanggalnya digeser, karena pada tanggal yang sama ada ijtimak di Australia dan New Zealand. Bisa. Musyawarah Cikampek jadi tanggal 20 sd 23 April, setelah mereka selesai dari Australia tanggal 19 mereka akan ke Indonesia. Yang akan hadir diantaranya: Maulana Abdurrahman, Prof. Sanaullah yang dahulu pertama kal membuka Francis, Rektor Alighar Muslim University, dan satu lagi orang lama yang sekarang berkewarganegaraan Amerika yaitu Maulana Saad. Alhamdulillah kami semua SYURA INDONESIA SEPAKAT. Bahwa musyswarah waktunya menjadi tanggal 20-23 April dan dibimbing oleh utusan SYURA DUNIA. Belum selesai…

Lanjutan….

Bapak yang mulia, ijtimak Reiwind banyak yang hadir dan banyak jamaah yang dikeluarkan dari ijtimak tersebut. Terus ada bisik-bisik, ini bukan keputusan. Alhamdulillah para penanggungjawab negeri lain mendatangi kita terus, terakhir penanggungjawab dari Thailand datang ke kita pada malam terakhir setelah bicara dengan Syura Saudi mengatakan bahwa banyak negara yang sekarang susah mendapatkan Visa Pakistan. Mereka ada pikir dan usulan, ini bisik-bisik nih belum berupa keputusan masyaikh. Bahwa Ijtimak Dunia akan dipindahkan ke Indonesia. (Majmak: Allahu Akbar). Bagaimana Indonesia, siap tidak. Pak Cecep jawab: Welcome. Negara-negara ASEAN mendukung juga usulan ini, Ijtimak Dunia di Tongi untuk di pindah ke Indonesia. Kerja dakwah ini kerja besar, kerja Allah. Kita sangka baik kepada Allah. Bisa saja dengan pengorbanan nanti usaha dakwah terbesar akan terjadi di Indonesia. Tinggal kita ini mau berkorban atau tidak, kalau kita lihat bayan-bayan di Reiwind, majunya usaha dakwah ini bukan karena Bayan, Kepandaian, Mudzakarah, tapi yang memajukan usaha dakwah ini adalah PENGORBANAN. Kalau kita lihat sahabat-sahabat Nabi, Ajiib. Sebelum sahabat Nabi datang ke Yaman. Tidak ada seorang pun penduduk Yaman yang beragama Islam. Begitu juga sebelum datang ke Yordan, ke Mesir… Tidak ada yang mengenal Allah disana. Tapi dengan pengorbanan sahabat datang ke Yaman, Ramai orang Yaman masuk Islam. Sahabat datang ke Mesir, ke Yordan, mereka ramai-ramai masuk Islam. Bukan hal yang mustahil juga jika orang Indonesia buat pengorbanan dan risau seperti sahabat maka orang Amerika ramai-ramai masuk Islam. Para masyaikh berharap besar agar umat Islam Indonesia bisa bangkit untuk menyebarkan Islam ke seluruh dunia. Walaupun kita lemah-lemah, miskin-miskin, tapi oleh beri kita tugas kenabian. Tugas Nabi yang pertama adalah memperkenalkan Allah kepada umatnya, Nabi-nabi terdahulu mengenalkan Allah hanya ke kaumnya saja, namun umat ini mempunyai kelebihan untuk mengenalkan Allah ke seluruh dunia. Kita harus ada sifat risau, kasihan dengan orang yang tidak mengenal Allah dan meninggal dalam keadaan tidak mengenal Allah. Bukan kita menbunuh, mengebom orang kafir, tapi kita ada rasa kasih sayang kepada mereka. Walau hidayah di tangan Allah, namun jika ada usaha dan pengorbanan, insya Allah mereka akan mendapat hidayah dari Allah SWT. Amal dakwah ini adalah amal yang HAQ. Kita harus tawajjuh kepada amal. Sibukkan diri kita dalam amal. Kita di Indonesia tetap bersatu.

Categories: Bayan, Hasil Musyawarah, Tertib Dakwah | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

PEMBENTUKAN SYURA DUNIA & PERBEDAAN SYURA MALAYSIA DAN INDONESIA MENYELESAIKAN KONFLIK


Pembentukan Syura Dunia
=====================

Assalamualaikum wbt,

Kepada rekan-rekan seusaha yang di kasihi, pertama sekali hendaklah kita yakin bahwa setiap sesuatu yang berlaku dengan izin Allah SWT. Setiap peristiwa dalam dunia tidak terjadi dengan sendiri.

Apabila berlaku sesuatu Allah SWT ingin melihat sejauh mana tindak tanduk kita dan setiap tindak tanduk kita akan ada perhitungan di akhirat. Sama ada kita mengikut hawa nafsu maupun kepentingan diri.

Di akhirat besok ditakuti apa yang kita buat selama ini kosong di sisi Allah swt seandainya tiada keikhlasan dan bukan dibuat untuk keridhaan Allah SWT. Allah kurniakan kita akal yang sehat untuk berfikir atas kebenaran.

Kebenaran tak boleh diatasi dengan emosi dan hawa nafsu. Hati manusia sentiasa berkata benar dan tak pernah berbohong walaupun dia seorang kafir. Kita ada pengalaman bila kita buat silap dalam hati kita rasa bersalah iaitu guilty conscious.

Saya menyeru rekan-rekan seusaha seluruh negara membaca keterangan ini dan berfikir sedalam-dalamnya dan selepas itu buatlah keputusan sendiri dan simpan dalam hati tak perlu ajak paksa orang lain supaya berpendirian seperti anda.

Setelah kematian Maulana Zubair rah. syura yg dilantik oleh Hazrat ji rah. Maulana Inamul Hasan hanya tinggal dua orang iaitu Muhtaram Bhai Abd Wahab shb dan Maulana Saad db. Maka kebanyakan orang-orang lama India berpendapat perlu untuk ditambah kembali untuk mengisi kekosongan yang ada.

Pada ijtimak Raiwind 2015 satu mesyuarat diadakan di Raiwind yang dihadiri oleh kebanyakan orang lama India, Pakistan dan Bangladesh. Maka satu keputusan telah dibuat untuk menambah syura menjadi 13 org iaitu 11 yang baru serta 2 yang lama. Syura baru 4 org dari Pakistan, 4 orang dari Nizamudin dan 3 orang dari Kakril. Keputusan itu telah ditandatangani bersama oleh semua orang lama termasuk Hj. Abd Wahab sab.

Satu keputusan penting dibuat iaitu tidak ada apa-apa penambahan usul dibuat tanpa persetujuan mayoritas syura. Cuma Maulana Saad saja yang tidak setuju.

Setelah ijtimak Bhopal ada musyawarah old workers India di Nizamuddin, Maulana Saad sendiri dipihaknya telah melantik 4 orang syura iaitu anaknya Maulana Yusuf yang berumur 20 tahun, Miaji Azmat Mewati, Maulana Abr. Sattar Mewati dan Dr. Abd Alim Aligarh.

Biasanya di Nizamudin kalau Maulana Saad tiada, kerja dikendalikan oleh Maulana Yaakub seterusnya Maulana Ibrahim dan Maulana Ahmad Lat. Seandainya mereka semua tiada, barulah maulana yang ranking lebih bawah mengendalikan kerja. Tetapi bila Maulana Saad keluar safar, beliau melantik Maulana Sharif sebagai pemangku Amir. Begitulah seterusnya bila ketiadaan beliau.

Pertama-tama sekali telah berlaku masalah di Nizamuddin setelah kematian Maulana Zubair. Usaha ini menjadi kelam kabut sehinggalah berlaku perkara yang tidak diingini. Ketika hayat Maulana Zubair juga perasan tak puas hati di kalangan orang lama telah wujud tetapi berjaya dikekang oleh Maulana Zubair iaitu segalanya under control.

Banyak pembaharuan yang dibuat oleh Maulana Saad dalam usaha ini tidak dimusyawarahkan secara ijtimai menyebabkan berlakunya perbedaan cara usaha di kalangan rekan-rekan seusaha. Kalau kita ambil zaman Hazratji Maulana Inamul Hasan Amir yang ketiga yang mana sebahagian besar orang awalin Malaysia sempat bersama beliau lebih kurang 20 tahun.

Semasa Ustaz Rauf memperkenalkan tertib baru dalam usaha antaranya dua setengah jam dalam masjid saja bayan tak perlu tasykil sehingga nenyebabkan rakan seusaha berpecah belah di Malaysia dan perkara ini telah dibawa ke Nizamuddin.

Kalau diperhatikan setiap tahun bila ada musyawarah Malaysia di Nizamuddin kita akan lihat Bhai Wahab, Mufti Zainal Abidin, Bhai Afzal dari Raiwind akan hadir dan juga Hj Abd Muqith Bangladesh akan hadir. Ketika masalah tertib dua jam setengah yang diperkenalkan Ustaz Rauf bawa perpecahan di Malaysia, Hazratji telah meminta orang-orang lama bermuzakarah melibatkan orang Nizamuddin, Maulana Umar Palampuri, Meaji Mehrab, Bhai Wahab, Mufti Zainal Abidin, Hj Abd Muqith maka telah dipersetujui oleh Hazratji tertib 5 amal jemaah masjid iaitu dua setengah jam solid untuk dakwah zikir quran dikira infiradi amal. Musyawarah harian taklim rumah dan Masjid, dua gast, pembentukan jemaah 3 hari bulanan dari tiap masjid.

Tertib ini telah disepakati dan diamalkan di seluruh dunia.Tetapi di zaman Maulana Saad beberapa perkara yang dibawa tapi tak dimusyawarahkan di kalangan eldest antaranya Dakwah, Taklim, Istiqbal bacaan Muntakhab hadis maka perkara ini tidak diamalkan di seluruh dunia dan menyebabkan perpecahan di seluruh dunia malah mengikut Muntakhab tidak di baca di masjid sekitar Basti Nizamudin, Pakistan, England, South Africa tidak membaca Muntakhab. Ada beberapa jemaah Malaysia yang keluar di Pakistan bergaduh dengan jemaah Pakistan yang dibentuk bersama orang Malaysia.

Keadaan di Nizamuddin semakin tidak stabil bila Maulana Saad menolak keputusan Raiwind 2015 malah penyokong Maulana Saad mula mengancam melalui telefon untuk menggunakan kekerasan seandainya mereka yang menandatangani keputusan Raiwind 2015 datang ke Nizamudin.

Sehinggalah pada bulan ramadan 2016 berlaku pertumpahan darah di Nizamudin melibatkan penggunaan gangster. Peristiwa ini telah keluar dalam akhbar-akhbar utama india dan pihak polis telah masuk ke markas membuat siasatan dan menyoal elders kita.

Di bulan ini jugalah elders kita mula meninggalkan Nizamudin iaitu Maulana Yaakub, Maulana Ibrahim dan Maulana Ahmad Lat serta kebanyakan mukimin yang telah buat usaha dari zaman Maulana Yusof rah. meninggalkan markas tetapi mereka tidak meninggalkan usaha ini.

Mereka mengadakan mesyuarat dua bulan sekali di kalangan orang lama India bersama syura baru yang di lantik. Dalam mesyuarat dua bulan sekali ini jemaah dibentuk untuk foreign country dan interstate tanpa melalui Nizamudin. Mereka dipanggil syura alami, sebenarnya tiada nama cuma utk membezakan kedua kumpulan.

Cara Syura Indonesia Menyelesaikan Konflik
=================================

Marilah kita perhatikan sikap syura Msia dan Indonesia dalam menangani isu ini. Apabila perkara ini berlaku, syura Indonesia telah berhimpun dengan semua orang tanggungjawab dari propinsi membincangkan secara terbuka, masing-masing di beri peluang mengutarakan pandangan masing-masing secara bebas dan akhirnya Pak Cecep telah membuat keputusan iaitu kita anggaplah perbalahan ini seperti ibu dan ayah dan kita anak-anak tidak berhak untuk menyebelahi mana-mana.

Sebagai anak juga kita tak boleh mengeluarkan kenyataan yang tidak elok kepada mak bapak kita. Kemudian rombongan Nizamudin datang ke Indonesia dan menerangkan keadaan yang berlaku bagi pihak Nizamudin di Jakarta.

Kemudian mereka bermesyuarah lagi dan membuat keputusan utk mendengar di pihak syura alami. Mereka buat keputusan untuk hadir jord karkun lama bulan Mac 2017 untuk mendengar hujah di pihak syura alami. Biasalah kalau berlaku apa-apa perselisihan kita kena dengar kedua-dua belah pihak untuk berlaku adil.

Setelah jord Raiwind, mereka menjemput syura alami untuk hadir dalam mesyuarah nasional mereka di Cikampek Jakarta pada penghujung april 2017 supaya semua orang tanggungjawab dan fikirman dapat dengar dari syura alami.

Selepas mesyuarah nasional, mereka telah bermesyuarah dan membuat keputusan untuk merujuk masalah negara mereka kepada syura alami dan mereka tak kan kembali ke Nizamudin selagi elders tidak bersatu.

Buat masa ini negara-negara Indonesia, Filipina, Singapura, Australia, New Zealand, Fiji, South Africa dan beberapa negara afrika, England, Pakistan telah membuat keputusan untuk merujuk masalah mereka kepada syura alami, tidak lagi Nizamudin sehinggalah Maulana Saad bersetuju untuk menerima syura yang di bentuk di Raiwind pada 2015.

Cara Syura Malaysia Menyelesaikan Konflik
================================

Senario syura Malaysia, zaman Hazrat ji Maulana Enamul Hasan perlantikan syura Malaysia dibuat di Nizamudin. Hazrat ji telah minta semua orang lama Malaysia dan syura negeri menulis di atas kertas nama-nama yang dicadangkan kemudian berdasarkan cadangan tersebut keputusan diambil.

Pada awal 90an, 5 orang ahli syura baru dilantik: Dr. Nasuha, Hj. Arshad, Ustaz Mat Said, Sheikh Salem dan Khalid Bhai. Semua orang puas hati tidak ada sesiapa pun protes. Sheikh Salem meninggal dunia begitu juga Khalid Bai. Maka perlantikan dibuat di Tonggi. Empat orang baru dilantik: Ust. Abd Hamid, Hj. Zaid, Mohd Myidin dan Abdullah Chong. Perlantikan yang penuh kontroversi kerana dibuat di Tonggi dan syor orang-orang lama dan syura negeri tidak diambil kira.

Apabila berlaku krisis Nizamudin, Maulana Saad telah menelefon Mohd Mydin dan Abdullah Chong untuk datang ke Nizamudin meminta mereka beri sokongan kepada Maulana Saad. Maulana Syamim pernah berkata orang Malaysia ni kalau dua orang ni bergabung, semua Malaysia akan ikut sebab syura-syura lain jadi pak turut dan kebanyakan syura negeri yes man tak berani berbeza pendapat dengan syura Malaysia.

Zaid, Mydin, Abdullah Chong pergi safar ke Amerika bila balik mereka singgah ijtimak Raiwind tapi tidak tunggu international mesyuarah yang mana kebiasaannya mereka tunggu. Selepas Raiwind mesyuarah, dimesyuarat Malaysia tidak ada slot pun untuk karkuzari keputusan Raiwind.

Selepas mesyuarat Malaysia, Abdullah Chong telah bawa 20 orang kafilah Malaysia termasuk Maulana Seri Petaling yang selalu naik mimbar untuk bayan, malah ada orang sponsor free tiket untuk ke Nizamuddin. Bila balik mereka panggil mesyurat tergempar seluruh Malaysia.

Dalam mesyuarat itu ada fikirman syorkan untuk bentang keputusan Raiwind, tetapi mereka tidak benarkan malah Maidin kata syura alami tak valid/sah dan semua arahan mereka tak valid. Ustaz-ustaz Seri Petaling jadi panglima, mereka bayan mula menjurus kepada kempen Maulana Saad Hazratji dan hanya Nizamudin yang perlu ditaati.

Bayan six point dan akhirat sudah tidak ada, Syura-syura negeri yang di Sabah yang tidak bersetuju dengan mereka dipecat. Tabligh sudah jadi seperti sebuah parti politik.

Dari Fxxxxxxxxx
__________________________________

Semoga Allah swt tunjukkan perkara yang haq

Categories: Tertib Dakwah | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Keputusan Ijtimak Raiwind 5 November 2017


Penjelasan Syura kepada ahbab dari berbagai negara semasa mereka membentangkan Agenda mereka di hadapan Masyaikh di Ijtimak Raiwind pd 05 November 2017.

  1. Taklim
    Maulanal Yusuf (r.a.) telah memastikan perkara-perkara ini ditulis bahwa hanya kitab berikut yang dibaca ketika taklim: “Fadhaailul A’maal” yang disusun oleh Syaikhul Hadits Maulana Zakariya (r.a.) yang di dalamnya terdapat Hikayat Sahabah, Fadhilah Quran, Fadhilah Shalat, Fadhilah Tabligh, Fadhilah Zikir, kedua bagian dari Fadhilah Sedekah, dan Fadhilah Haji dan Fadhilah Ramadhan ketika Haji & Ramadhan semasa Haji dan Ramadhan (Tambahan penyadur: Fadhilah Ramadhan dibaca mula 1 Sya’ban sampa dengan akhir Ramadhan, dan Fadhilah Haji dibaca mulai Syawal sampai dengan Akhir Dzulhijjah) dan buku “Kemerosotan Muslim dan Satu²nya Pemulihan” oleh Maulana Ihtisham. Terjemahan kitab-kitab tersebut akan dibaca dalam bahasa-bahasa lain. Untuk Arab memakai kitab “Riyadhus al-Salihin”, “Delapan Bab Terpilih Mishkaat al Masaabih”, “Hayat al-Sahabah” dan “Al-Adab al-Mufrad” adalah ditertibkan.
  2. Halakah Taklim di Rumah, Bersama dengan Halakah Taklim di Masjid, perlu ada juga taklim di rumah supaya wanita-wanita terdorong untuk mengerjakan amal dan kemudiannya mereka bertanya masalah-masalah Agama melalui orang laki dari Ulama supaya mereka menjalani 24 jam kehidupannya menurut kehendak agama. Bersama dengan taklim selalu ada muzakarah 6 sifat supaya setiap orang di rumah menjadi dai.
  3. Usaha Harian, buat jemaah-jemaah kecil untuk mendatangi setiap rumah uutuk jumpa orang-orang laki di tempat kita dan pujuk rayu mereka untuk keluar di jalan Allah degan membuat muzakarah iman dan akhirat, menjelaskan kepada mereka tentang kepentingan dakwah. Ahbab-ahbab juga harus pujuk rayu mereka untuk terlibat dalam usaha dakwah tempatan yang dijalankan di masjid.
  4. Berapa lama sepatutnya jamaah tinggal dalam masjid ketika keluar? Ahbab-ahbab yang keluar di jalan Allah dan orang-orang tempatan harus bersama-sama membuat program untuk menghidupkan usaha tempatan. Secara umum, sebuah jemaah tinggal di satu masjid tidak melebihi 3 atau 4 hari.
  5. Shabguzari (malam markaz) Mingguan. Jamaah masjid harus berkumpul bersama dengan membawa sendiri peralatan tidur dan makanan mereka mulai Ashar sampai dengan waktu Isyraq. Mereka harus membawa orang-orang baru yang mereka usahakan dan diharapkan dapat memenuhi tuntutan-tuntutan usaha (takaza markaz).
  6. Tertib keluar tahunan untuk negara-negara. Setiap ahbab harus beri masa tahunan keluar di dalam negeri, tahun depannya keluar ke India/ Pakistan/Banglades, dan tahun ke-3 keluar di negara-negara lain sesuai takaza dan keputusan musyawarah.
  7. Muzakarah dengan wanita-wanita yang buat usaha agama (Masturat). Sekali atau 2 kali dalam setahun, ahbab-ahbab suatu kota/halaqah boleh mengadakan muzakarah untuk beberapa jam dengan wanita-wanita yang sudah pernah keluar masturah selama 40hari dan 10/15 hari.
  8. Dalam Itjimak dan Jord yang diadakan di berbagai negara, Orang Tua Jamaah tempatan (Ahli Syura Negara) harus dijadikan faisalah (pemimpin)  musyawarah. Jamaah dari India, Pakistan, dan Banglades yg terlibat dalam perhimpunan tersebut boleh memberikan usulan-usulan mereka.

Di atas adalah terjmahan sebuah dokumen dimana yg asalnya dari Bahasa Urdu yang telah ditandatangani oleh:

(1) Shaykh Abdul Wahhab,

(2) Shaykh Ibrahim Dewla,

(3) Shaykh Muhammad Ya’qub,

(4) Shaykh Ahmad Lat,

(5) Shaykh Muhammad Zuhayrul Hasan,

(6) Shaykh Nadhrur Rahman,

(7) Shaykh Ubaydullah Khursheed,

(8) Shaykh Ziaul Haq

Categories: Hasil Musyawarah | Tag: , , , | 1 Komentar

Pertemuan_Pertemuan Profesi.


Categories: Kisah Dakwah | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Terjemahan Surat Maulana Yaqoob Sb. (DB)


Kepada sekalian saudara-saudara pekerja Agama,
Di Nizamuddin saya telah menggunakan masa lebih dari 15 tahun bersama Maulana
Yusuf (Rah.) dan setelah itu hampir 30 tahun bersama Maulana Inamul Hasan
(Rah.). Selama masa yang panjang 50 tahun tersebut, Allah telah merahmati saya
dengan pertemanan yang penuh barokah dengan kedua ‘orang tua’ itu, dan saya
telah berkesempatan, berulang kali, baik dalam khuruj maupun di Nizamuddin,
menikmati masa bersama beliau-beliau. Allah swt. telah memberi kesempatan
kepada saya mengambil bagian dalam usaha agama yang mulia ini di bawah
bimbingan dan pengawasan kedua ‘orang tua’ itu. Berdasarkan keikutsertaan saya
yang terus-menerus ini, saya dapat menyatakan dengan penuh keyakinan bahwa
usaha ini sekarang telah diselewengkan dari jalur dimana usaha ini telah dibangun
oleh para ‘orang tua’ pendahulu itu.
Meskipun, kedua ‘orang tua’ itu secara bulat suara diakui sebagai Amir di masa
mereka masing-masing, namun mereka sendiri tidak pernah menuntut keamiran
tersebut, dan tidak pernah berbicara dengan nada ‘penguasa’. Mereka tidak pernah
memaksakan pandangan atau pendapat pribadi mereka. Mereka selalu mentaati
musyawarah. Hari ini, keadaan sudah benar-benar terbalik. Terdapat pemaksaan
keamiran yang diproklamirkan diri sendiri, dan barangsiapa yang tidak menerimanya,
akan dipaksa menerimanya dengan berbagai macam cara. Akibatnya, timbul
kekacauan yang sedemikian rupa di dalam Nizamuddin sehingga berujung
pertengkaran, caci maki, bahkan sampai penganiayaan yang brutal.
Nizamuddin, yang dahulunya pusat untuk fikir Ummat, pusat islah diri dan persiapan
akhirat, dimana setiap orang dapat menggapai sifat-sifat tersebut, suasana tempat
mulia ini telah berubah menjadi suasana menggunjing, kecurigaan, dan fitnah.
Perencanaan terus-menerus dibuat untuk menjatuhkan dan menjelekkan siapa pun
yang berupaya menjalankan usaha ini cara yang benar (Manhaj). Suatu gagasan
sedang dipropagandakan kepada ummat bahwa keselamatan (dunia & akhirat)
hanya dengan tunduk kepada Ameer (yang memproklamirkan dirinya sendiri) (tidak
mengapa selepas itu amal anda seperti apa). Jika anda tidak mau tunduk patuh, atau
memiliki pendapat yang berbeda, kamu tidak akan selamat dunia/akhirat.
Suasana memperbaiki diri, persiapan untuk akhirat, dan pencapaian Fikr/risau
Ummat telah menghilang dari Nizamuddin. Sebagai gantinya, suasana diktator,
penguasa tunggal, dan keinginan manfaat duniawi telah diwujudkan.
Atas maksud baru ini sistim bai’at massal sudah ditetapkan. Padahal, Syura yang
dibentuk selama hayatnya Hadratji Maulana In’amul Hassan (Rah.) secara bulat suara
telah memutuskan dan menghentikan ba’at ini, bukti tertulis tersedia dengan
tandatangan seluruh Syura itu yang dibentuk semasa hayat Hadratji (Rah.).
Inovasi-inovasi yang tidak ada selama masa kedua ‘orang tua’ dahulu, yang saat
sedang disebarluaskan tanpa musyawarah adalah:
Pertama: ‘Da’wah-Taklim-istiqbal’, ini adalah istilah baru yang diada-adakan, yang
tidak ada di zaman ‘orang tua’ da’wah kita sebelumnya. Sekalipun sekarang
namanya dirubah menjadi ‘Tamer-e-masjid’ namun konsepnya sama, dan akibatnya
kepentingan usaha harian dari pintu ke pintu dan jaulah umumi sudah menipis.
Kedua: Membatasi usaha atas ‘khawas’ dan berbagai ‘taqbat’ (kelompok khusus)
dari Ummat ini, yang merupakan amalan yang lazim pada masa ‘orang tua’ kita. Para
Khawas dan orang dari berbagai kelompok khusus itu, biasanya, lambat laun akan
bergabung dalam amal maqomi di Masjid mereka masing-masing. Dalam upaya
membatasi kerja atas kelompok khusus dan mengarahkan kerja kepada ide ‘tamere-
masjid, telah disimpulkan penafsiran yang keliru terhadap Al-Quran, Hadith dan
kehidupan para Sahabat.
Ketiga: Muntakhab Ahadith. Maulana Yusuf (Rah.) tidak pernah memberi indikasi,
langsung maupun tidak langsung, untuk taklim ijtimaiyat dengan kitab ini. Terdapat
upaya menyusup taklim ijtimaiyat dengan kitab Muntakhab Ahadith dengan sekaligus
menggantikan dan menghilangkan taklim ijtimaiyat dengan kitab Fadhilah Amal dan
Fadhilah Sedekah.
Keempat: Lima amal masturat. Para ahbab dibuat bingung secara terus-menurus
dengan ide-ide seperti ini.
Barangsiapa yang tidak menyebarluaskan hal-hal tersebut, dan dimana saja hal-hal
itu tidak di ikuti, semuanya dianggap melawan perintah Nizamuddin. Padahal, semua
hal-hal baru ini mulai oleh hanya satu orang, Molvi Muhammad Saad Sb.
Sekalian perkumpulan di Nizamuddin dikhususkan demi menyebarluaskan ide-ide
ini. Nizamuddin telah diambil alih oleh sekelompok orang baru yang tidak
mendapatkan kehormatan bertemu dan berkumpul bersama para ‘orang tua da’wah’
dan mereka ini hanya hari-hari sibuk mengacaukan kepahaman para ahbab da’wah.
Mereka berkata, “Jangan mendengar para penanggung jawab propinsi / halaqah
anda, karena orang itu tidak menyebarluaskan tertib baru yang ngetren dari
Nizamuddin. Hatta jamaah-jamaah yang dikeluarkan diberi arahan untuk
menyebarluaskan tertib baru ini.
Sebab inilah bayan hidayah di Nizamuddin dan Ijtima-Ijtima, hanya diberi tugas
kepada mereka-mereka yang akan menyampaikan ide-ide baru ini. Ini telah
berakibat pecah hati di setiap tempat dan berkembang keadaan dengan dua
kepahaman. Orang baru dalam usaha agama ini berpikir bahwa orang lama dan para
penanggungjawab di daerahnya tidak mengikuti tertib Nizamuddin. Orang lama
mengalami dilemma bagaimana caranya menjalankan tertib-tertib baru ini yang
dimusyawarahkanpun tidak, tambah pula menyimpang dari asas-asas kerja
sehingga sudah terseleweng dari pola kerja yang benar (manhaj). Dimana-mana
terjadi perpecahan, kekacauan dan kebingungan. Fikir Akhirat, kerisauan agama dan
Ummat, perbaikan diri dan aspek tarbiyah yang menjadi ruh usaha ini dihilangkan.
Kini, Molvi Saad Sb., dikelilingi sekelompok orang yang tidak pernah ber-syu’bah
dengan para ‘orang tua’ da’wah. Demi kepentingan pribadi mereka sendiri semata,
kelompok ini membenarkan dan mengiyakan setiap ide baru yang muncul dari Molvi
Saad Sb sehingga beliau terus berada dalam kesalahpahaman terhadap usaha ini,
yang tidak pernah menjadi kepahaman para ‘orang tua’ da’wah baik sekarang
maupun dahulu. Ketika Molvi Saad Sb menjelaskan ide-ide barunya ini, beliau
berkata bahwa beliau sedang menjelaskanya berdasarkan Al-Quran, Hadits dan
Sirah dan ingin menegakkan usaha ini diatas Al-Quran, Hadith dan Sirah. Apakah ini
berarti bahwa segala upaya dan usaha ‘orang tua’ kita dalam da’wah sebelumnya
bukan dari Al-Quran, Hadith dan Sirah?
Kini, bayan-bayan bermuatan menyalahkan orang, mengkritik, merendahkan, nada
penguasa, kesimpulan-kesimpulan dan penjelasan-penjelasan baru, yang
berlawanan dengan pola ‘orang tua’ da’wah kita. Setiap hari ada saja ide baru yang
dimunculkan. Para Ulama dan Mashaikh terkejut dan cemas, apa yang sedang
terjadi? Jika usaha ini mengikuti arah seperti ini terus, maka tidak lama lagi para
Ulama akan menentang usaha ini dan mereka-mereka yang memiliki kerisauan tinggi
tentang keadaan Ummat akan terasingkan dan menjauh dari usaha ini.
Pada Bulan Nopember 2015, di tengah kehadiran sekalian ahbab lama dari seluruh
dunia, Syuro yang dibentuk pada zaman Hadratji (Rah.) telah dilengkapi demi
menjaga ijtimaiyat dan manhaj usaha ini. Saya sendiri hadir disaat itu, namun saya
terheran-heran kenapa Molvi Saad Sb menolak penyempurnaan syuro ini tanpa
alasan yang jelas.
Tidak ada satupun institusi Islam, baik bersifat pendidikan atau terkait bagaimanapun
dengan komunitas muslim, atau suatu upaya berjamaah untuk kemaslahatan
Ummat Islam yang dapat berfungsi atau bisa dijalankan tanpa pengawasan,
tuntunan dan bimbingan dari majelis syuro. Merupakan situasi teramat kritis dan
berbahaya menyerahkan usaha besar kepada satu orang untuk menjalankan usaha
mulia ini menurut pemikirannya sendiri. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang
terlepas dari kekurangan yang sejak awal ada pada kita semua ditambah mudharat
godaan hawa nafsu. Barangkali sebab itulah Maulana Ilyas (Rah.) berkata “Di masa
akan datang, usaha ini akan dijalankan dibawa pengawasan Syuro” (rujukan “surat-surat
terakhir Maulana Ilyas (rah.) yang disusun oleh Maulana Abul Hasan Ali Nadwi
(Rah.)).
Saya menulis surat ini karena tanggung jawab dan takut saya kepada hisab dari Allah
swt. Semoga Allah swt, mengampuni kita dan memberi kita Taufiq untuk
mengerjakan usaha agama ini sesuai pola kerja dari ‘orang tua’ kita dan
menyelamatkan kita dari inovasi-inovasi dalam usaha ini. Amin.
Wassalam
Hamba Muhammad Yaqub, Agustus 23, 2016.

Categories: Kisah Dakwah | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Sejarah Singkat Dakwah Di Indonesia


Awalnya zaman Nabi Muhammad saw pusat dakwah adalah di Makkah. Lalu Baginda ingin menjadikan Thaif sebagai pusat dakwah namun ditolak oleh penduduk kota Thaif. Lalu baginda mengirim sekitar 70 orang sahabat ke Habasyah (Ethiopia) yang dipimpin oleh Raja Kristen yang terkenal Adil dan bijaksana. Kaum muslimin yang hijrah diterima dengan baik, namun tidak ada kerjasama dalam amal dakwah, sehingga akhirnya baginda Hijrah ke Yasrib atau Madinah Munawwarah dan menjadi Markaz dakwah. Setelah itu Markaz dakwah berpindah-pindah, di Kufah, Damaskus, Baghdad, Cordova, dan Istambul Turki sampai runtuhnya Dinasti Turki Utsmany tahun 1926. Setelah itu dilakjutkan dakwah ini oleh Syaikh Maulana Muhammad Ilyas Al Kandahlawy di Masjid Banglawali Basti Nizamuddin, New Delhi India.

Rombongan pertama masuk ke Indonesia tahun 1952. Di zaman Syaikh Maulana Muhammad Yusuf Al Kandahlawy. Adapun keamiran dan markaz dakwah adalah sebagai berikut:

  1. Syaikh Muhsin bin Mahri, keturunan Arab tinggal Krukut dan Markaznya di Masjid Al Mubarok, Kampung Arab di Krukut.
  2.  Haji Zarisan Khan, Keturunan Pakistan dan markaznya di Masjid Al Huda, Jalan Industri.
  3.  H. Ahmad Zulfakar Keturunan Indonesia di Masjid Jami’ Kebon Jeruk Jalan Hayam Wuruk No 83 mulai tahun 1974 mulai jadi Markaz.
  4. Sistem Syura mulai November 1996 di Ijtimak Raiwind. Syura sebanyak 13 orang syura Indonesia. 6 orang sudah meninggal (Dr. Andi Noor Al Jufri, Pak Samsudin, Syaikh Uzairon Thaifur, H. Ahmad Zulfakar, K.H. Abdul Halim, H. Hasan Basri) mohon maaf jika salah sebut.
  5. Tahun 2017 pecah menjadi 2.
    1. Amir H. Cecep Firdaus, salah satu syura Indonesia yang mengikuti seorang Masyaikh Maulana Muhammad Saad yang mengangkat dirinya sebagai Amir dakwah sedunia yang biasa disebut Hadraji. Namun tidak diangkat dan dilantik oleh para Masyaikh. Markaznya di Masjid Jami’ Kebon Jeruk.
    2. Sistem Syura Indonesia yang tinggal 7 dikurang Pak H. Cecep Firdaus. 6 Syura Indonesia adalah Andi Aminuddin Noor, Muhammad Muslihuddin Jafar, H. Suaib Gani, K.H. Akhmad Mukhlisun, Mufti Lutfie Yusuf, dan Pak Jamil Solo. Markaznya di Masjid Al Muttaqien, Ancol.
Categories: Kisah Dakwah | Tag: , , , , , , | Tinggalkan komentar

Dokumen Penting


Categories: Hasil Musyawarah | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Pertemuan Perdana Pelajar, Mahasiswa, dan Santri


Pada hari Ahad, 20 Agustus 2017 diadakan Pertemuan Perdana Pelajar, Mahasiswa, dan Santri di Masjid Al Muttaqien, Jalan RS Paru Ancol, Jakarta Utara. Mulai jam 09.00 diadakan taklim, lalu sharing pengalaman kerja dibuka oleh Mustafa Australi dan dipandu oleh Pak Ismet. Mahasiswa Tarumanegara, STM, STAN, dan Santri Ciledug memberikan pengalaman mereka berkenalan dengan usaha dakwah.

Selanjutnya arahan oleh Habib Hussein Aldjufri, yang mengatakan tujuan usaha pelajar, mahasiswa dan santri ini adalah untuk:

  1. membuat lingkungan yang Islami,
  2. memperbaiki akhlak anak muda terhadap orangtuanya,
  3. memperbaiki akhlak anak muda terhadap para guru, dosen, dan ustadz.
  4. memperbaiki akhlak anak muda terhadap teman sebaya.

Adapun kunci untuk mewujudkannya adalah harus memiliki Indeks Prestasi (IP)/prestasi akademik yang baik.

Kegiatannya sempat berhenti selama 13 tahun, dan sekarang akan dimulai lagi. Acara ini hanya pembukaan dan perkenalan, rencananya setiap bulan akan dibuat pertemuan seperti ini mulai dari Jakarta Utara, lalu bisa saja Timur, Pusat, Barat, dan Selatan. Bahkan ditambah dengan Bekasi, Tangerang, Depok, dan Bogor. Hal ini akan dimusyawarahkan dan dijadwalkan.

Terakhir Mufti Lutfi AlBanjari memberikan nasihat singkat dan doa.

Jam 11.00 acara selesai lalu makan bersama di halaman depan Masjid. Acara ini dihadiri oleh 371 pelajar/mahasiswa dan didampingi oleh 200 orang tua dan penanggung jawab halakah.

Categories: Laporan Dakwah | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Masyaikh Jamaah Tabligh


Muhtaram H. Abdul Wahab Sab DB

Haji Abdul Wahhab, DB.

H. Abdul Wahab Sab lahir pada 1922 (95 thn) di New Delhi. Menamatkan pengajian di Islamia College Lahore dan bertugas sebagai majistret di bagian kutipan cukai sehingga tahun 1944 dimana beliau telah bersohbah dengan pengasas Tabligh Maulana Muhammad Ilyas Kandhalawi Rah.

Beliau antara 5 orang pertama yg berbaiat utk memberi seluruh kehidupan dalam usaha Tabligh. Beliau juga adalah Khalifah 4 tarekat kepada Maulana Shah Abdul Qadir Raipuri iaitu ulama besar India dan juga masyaikh Jamaah Tabligh.

Beliau antara masyaikh Tabligh yg sempat bersohbah dengan tiga Hadraji iaitu Maulana Muhammad Ilyas, Maulana Muhammad Yusuf, Maulana In’amul Hasan Kandahlawi Rah.

Beliau menggantikan H. Muhammad Basyir sebagai amir jamaah Tabligh Pakistan sehingga ke hari ini. Beliau juga adalah ahli majlis syura alami (syura dunia) yg pertama dalam Jamaah Tabligh yg terdiri drp 8 orang yg dilantik oleh Maulana In’amul Hasan Rah iaitu:

  1. Maulana Said Ahmad Khan, Rah.A.
  2. Maulana Izhar, Rah.A.
  3. Maulana Umar Palampuri, Rah.A.
  4. Maulana Mufti Zainal Abidin, Rah.A.
  5. H. Abdul Wahab, DB
  6. Maulana Zubairul Hasan, Rah.A.
  7. H. Muqit, Rah.A.
  8. Bhai Afzal, Rah.A.

Dan ditambah lagi 2 orang atas Usulan orang-orang lama iaitu:

  1. Miaji Mehrab, Rah.A.
  2. Maulana Saad Kandahlawi, DB.

Pada tahun 2014, beliau disenaraikan sebagai orang yg 10 dalam The Muslim 500 iaitu 500 org islam yg berpengaruh dalam dunia Islam sekarang kerana penglibatan beliau dalam Jamaah Tabligh.

Pada tahun 2015, Hj Abdul Wahab sebagai faisala dalam musyawarah orang-orang lama di Raiwind telah memutuskan untuk menyempurnakan ahli syura alami (syura dunia) selepas 8 org syura dunia telah meninggal dunia kepada 13 orang yang terdiri daripada:

  1. Muhtaram Hj Abdul Wahab DB (Raiwind)
  2. Maulana Saad Kandahlawi DB (Nizamudin)
  3. Maulana Ibrahim Dewla DB (Nizamudin)
  4. Maulana Yaakob DB (Nizamudin)
  5. Maulana Ahmad Lat DB (Nizamudin)
  6. Maulana Zuhairul Hasan DB (Nizamudin)
  7. Maulana Nazrur Rahman DB (Raiwind)
  8. Maulana Abdurahman DB (Raiwind)
  9. Maulana Ubaidullah Khursyid DB (Raiwind)
  10. Maulana Ziaul Haq DB(Raiwind)
  11. Qari Zubair DB (Kakrail)
  12. Maulana Rabiul Haq DB (Kakrail)
  13. Bhai Wasiful Islam DB (Kakrail)

Semoga Allah SWT memanjangkan umur H. Abdul Wahab Sab yang merupakan permata bagi umat ini.

 

Categories: Tokoh Dakwah | Tag: , , | Tinggalkan komentar