Kenangan Manis Bersama KH Uzairon

Bismillah. Atas permintaan beberapa kawan muhibbin Almarhum, dari sekian banyak kenangan yang saya masih sangat ingat, saya tuliskan 3 peristiwa yg menunjukkan ketegasan beliau memegang prinsip, yang tersembunyi dibalik kelembutan beliau.

1. Saat ijtima seluruh Indonesia di Temboro, Maulana Mustaqim diputus sebagai petugas bayan Maghrib dalam bahasa Arab, almarhum sebagai penerjemah. Maulana menceritakan kisah nabi Musa as saat dipanggil ke bukit Thursina. Beliau sampaikan bahwa karena selama ini hanya belajar teori, belum terjun ke lapangan, maka Nabi Musa AS ketakutan melihat ular jelmaan tongkat beliau. Dengan detail yang panjang…. Almarhum tidak mau terjemahkan itu. Selesai bayan, beberapa orang -termasuk penulis- menanyakan point yang terlewat tadi. Beliau jawab, saya tidak lupa. Tapi sengaja tidak saya terjemahkan. Almarhum Kyai Uzairon sampaikan…. Mending kena marah Maulana Mustaqim daripada dimarahin Nabi Musa di akhirat nanti. Itu ada unsur yang bisa difahami merendahkan Nabi Musa.Seingat Saya dalam rekaman Bayan Kyai Uzairon beliau bilang ngomong bahwa Nabi Musa ketakutan lihat ular itu tidak adab sama sekali Nabi Musa.

2. Dalam ijtima Indonesia di BSD 2009. Setelah Maulana Saad bayan di terjemah Ustadz Luthfi Salah seorang syuro Maka almarhum bertanya pada penerjemah, “antum terjemah tadi yakin ga ada yang meleset?” “InsyaAllah tidak,” jawab Ustadz Luthfi yakin. “Kenapa kyai?” Tanya beliau pada Almarhum. “Nabi Musa itu ya Nabi. Pasti ma’shum, ga mungkin salah. Cerita tadi kalau kedengaran para kyai pesantren bisa jadi masalah besar. Nabi Musa menghadap ke Thursina itu dalam ketaatan pada Allah. Bagaimana itu disalahkan, dianggap sebagai penyebab kesesatan Bani Israil.”

3. Saat Ijtima kawasan di Praya Lombok.Maulana Mustaqim bayan, penulis diputus sebagai penerjemah. Dalam bayan beliau. Sampaikan kisah fabel tentang perebutan kekuasaan di dalam hutan antara harimau dan kancil. Dengan pendekatan pada nyamuk (simbol kelompok buruh), kancil bisa memenangkan pemilu..dst. Selesai bayan, Almarhum berkomentar, “Bayan itu ga sesuai dengan tabligh. Bertentangan dengan Ushul dakwah. Bahaya itu, kalau ada orang pemerintah bisa sangat tersinggung. Dan itu ga baik untuk dakwah. “Beberapa syuro langsung membantah, “Kyai, itu Maulana Mustaqim yang bayan. Beliau pasti lebih memahami dakwah daripada kita.” Almarhum menjawab, “Ga bisa, siapa pun harus taat pada aturan dakwah. Ushul dakwah itu sudah jelas. Ga boleh nyentuh politik. Itu tadi politik.” Dijawab lagi oleh sebagian syuro, “Kyai nampaknya belum kenal betul dengan Maulana Mustaqim, beliau itu wali. Ga mungkin bicara sembarangan.” Almarhum tetap bertahan di nada lembut, “Ga bisa. Pokoknya yang hebat dalam dakwah itu ya Ushul dakwahnya ini. Siapa pun ga nurut ya salah.” Dijawab lagi, “Kyai, beliau datang sebagai utusan Nizamudin. Diputus Maulana Sa’ad..ga mungkin Maulana Sa’ad memutuskan sembarang orang..” Beliau jawab lagi, “Yg hebat itu Maulana Ilyas. Yg memulai dakwah. Beliau letakkan Ushul dakwah sebagai pedoman..maka siapa pun harus taat. Sudah terbukti, karena Ushul dakwah yg dijaga, dakwah berkembang dan terpelihara di mana2 dr zaman Maulana Ilyas sampai sekarang..” Perdebatan masih berlanjut. Daripada seperti pelanduk yg mati di tengah pertarungan gajah, penulis menjauh. Semoga Allah SWT curahkan rahmatNya pada beliau selalu.

Bandung, 26 April 2019.A. Harun Al Rosyid

Tanggapan pembaca : Saya seorang muhibbin Kyai UZAIRON yang sangat mencintai beliau. Banyak mendapat bimbingan ruhani dari beliau. Baik dalam dakwah. Thoriqoh maupun kehidupan sehari hari. Sungguh bersyukur atas tulisan ini sebagai salah satu bentuk pembelaan kepada almarhum atas fitnah yang berkembang bahwa beliau adalah orang yg memerintahkan agar Para pekerja dakwah istiqomah Dengan ajaran ajaran Maulana Saad. Itu tidak benar Sama sekali. Yang benar adalah bahwa beliau mengarahkan supaya Kita selalu berpegang teguh kepada ushul ushul dakwah dan selalu sejalan dengan pendapat jumhur ulama.Ikhtilaf MS Dan SA sekarang ini dipicu oleh pandangan dan pendapat maulana Saad yang bertentangan dengan jumhur ulama maupun dengan guru guru nya sendiri seperti maulana yaqub, maulana Ibrahim Dan maulana Ahmad lath.Hal itu sudah diketahui masyarakat umum.Yang menarik dari tulisan kenangan di atas adalah bahwa ternyata Kyai Uzairon adalah syuro Indonesia yang pertama kali menyadari penyimpangan Bayan maulana Saad ketika syuro lain belum menyadari nya. Dan itu terjadi jauh sebelum ikhtilaf SA dan MS meledak ke permukaan. Bahkan syuro lain yang sekarang ikut dalam syuro alami (SA) pun protes kepada Almarhum Karena tidak mau menerjemahkan yang Kyai anggap menyimpang tersebut.jadi Kyai Uzairon adalah ORANG indonesia pertama yang berani menyatakan kekeliruan isi bayan dan penyimpangan tersebut sebelum Deoband mengeluarkan fatwa koreksi atas bayan bayan serupa. SEBUAH FAKTA SEJARAH KYAI UZAIRON ADALAH ULAMA BESAR YANG TERUJI SELALU PEGANG ERAT USHUL USHUL DAKWAH. DAN BERANI BERBEDA SIKAP DENGAN MAULANA SAAD DAN LAINNYA SEJAK DULU KETIKA PEMAHAMAN TSB BERTENTANGAN DENGAN PEMAHAMAN JUMHUR ULAMA.

7Agus Yakfi and 6 others

Categories: Bayan | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: