Nasihat KH Ma’ruf Amin kepada Syuro Alami Tabligh Indonesia


Kanigoro.com –  Syuro Alami Tabligh Indonesia awal Januari 2018 berkunjung ke kediaman Ketua MUI KH Ma’ruf Amin. Kunjungan silaturahim empat tokoh Tabligh Indonesia yang dipimpin oleh KH Muslihudin Jafar untuk meminta nasihat dan arahan dari Kyai Ma’ruf menjelang Ijtima Tabligh Indonesia.

Tradisi silaturahim kepada ulama merupakan tradisi Tabligh Indonesia sesuai nasihat Tokoh Tabligh, Maulana Ilyas Rah Alaih . Salah satu pesan penting Maulana Ilyas Rah Alaih, kepada para penerusnya agar gerakan dakwah harus dijalankan di bawah bimbingan dan pengawasan ulama. Oleh karena itu di manapun gerakan dakwah Tabligh harus berkonsultasi dan mendapat bimbingan ulama.

Untuk Indonesia, Tabligh menjadikan Majelis Ulama Indonesi (MUI) menjadi tempat untuk berkonsultasi dan mendapat bimbingan untuk menghindari penyimpangan dalam dakwah dan penyimpangan dalam ajaran Islam.

Kepada Tabligh Indonesia, Kyai Ma’ruf Amin menyampaikan nasihat dan bimbingan agar perjuangan dakwah mengutamakan kolektifitas dan jamaah dan senantiasa berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ada empat hal disampaikan Kyai Ma’ruf kepada Tabligh Indonesia:
Pertama, Perjuangan dakwah ini jangan jalan sendiri sendiri, tetapi senantiasa harus berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kedua, Negara Indonesia didirikan atas dasar kesepakatan dan Indonesia bukan negara Islam dan bukan pula negara sekuler. Kegiatan dakwah umat Islam Indonesia tidak ada amir seperti zaman sejarah peradaban Islam. Oleh karena itu dakwah dikoordinasikan oleh amir kelembagaan. Maka MUI melakukan pendekatan perwakilan kelembagaan yang berhimpun di dalamnya perwakilan dari berbagai lembaga keagamaan. “Kita tidak memiliki amir tapi kita memiliki pemimpin lembaga yang memimpin dakwah dengan dasar musyawarah”.

Ketiga, Kyai Ma’ruf mengharap kepada Syuro Alami Tabligh Indonesia agar menjaga ukhuwah Islamiyah dan menghindari konflik dan perpecahan.

Keempat, Lembaga Musyawarah harus betul-betul berfungi menjadi lembaga yang dapat memberikan arahan dalam berbagai kegiatan dakwah

Ijtima Tabligh Indonesia
Tanggal 16- 17 Februari 2018, Tabligh Indonesia menggelar Ijtima Tabligh Indonesia di Islamic Center Jakarta, yang dihadiri sekitar 10 ribu perwakilan dan aktivis Tabligh dari Jawa, Banten, DKI dan utusan dari beberapa negara asing termasuk perwakilan dari Madinah dan Mekkah.

Ijtima Tabligh Indonesia juga dihadiri perwakilan MUI dan mengukuhkan nasihat Kyai Ma’ruf dengan melakukan Ijtima Tabligh Indonesia di beberapa derah seperti Pulau Kalimantan bertempat di Kalimantan Selatan dibuka oleh MUI Kalimantan Selatan, Ijtima di Papua meliputi Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat bertempat di Papua Barat dan dibuka MUI Papua Barat. Ijtima untuk kawasan NTT, Bali dan NTB bertempat di NTB yang dibuka oleh MUI NTB dan Ijtima untuk wilayah Sulawesi yang diselenggarakan di Makassar dan dibuka Ketua MUI Sulawesi Selatan.

Tabligh Indonesia merupakan gerakan dakwah yang memiliki karakteristik sebagai satu gerakan dakwah yang lembut, memiliki kesabaran dan begitu tinggi ikromul muslimin (melayani dan pengabdian sesama muslim) serta mengutamakan kasih sayang sesama umat.

Tabligh Indonesia juga menjadi salah satu gerakan dakwah yang mandiri dimana semua aktivitas dan kegiatan dakwah diselenggarakan secara mandiri dan tidak membebankan dana kepada masyarakat tapi menjadi beban dari individu yang hadir dan menjadi penggerak dakwah.

Disamping silaturahim umat Islam, Ijtima Tabligh juga dilanjutkan dengan mengirimkan rombongan-rombongan dakwah ke dalam dan ke luar negeri dengan biaya masing-masing Kegiatan dakwah ini berlangsung selama 40 hari dan 4 bulan dengan target untuk memperbaiki diri sekaligus mengajak umat Islaam untuk meningkatkan ketaatan kepada Allah Swt.

Ribuan Umat Islam mengikuti Ijtima Tabligh Indonesia di Islamic Center Jakarta, 16-17 Februari 2018/ ist

Pembukaan Ijtima Tabligh
Mewakili Ketua MUI Pusat, KH Zulfa Mustafa, MUI menyambut gembira penyelenggaraan
Ijtima-ijtima di Indonesia di tujuh kawasan. Apalagi ijtima tersebut juga mengeluarkan keputusan untuk mengirimkan rombongan dakwah di dalam maupun luar negeri.

Menurut KH Zulfa Mustafa, hasil nyata dengan usaha dan gerakan Dakwah Tabligh yakni meningkatnya kesadaran Umat Islam untuk mengamalkan Islam dalam kehidupan sehari-hari dan masjid-masjid yang kosong menjadi makmur kembali.

“Jika dakwah ini hanya dibebankan kepada ulama dan para kyai maka tidak akan cukup, maka sudah benar Dakwah Tabligh ini adalah tanggungjawab setiap Muslim. Dakwah Tabligh adalah fardu kifayah bagi umat Islam”, kata Kyai Zulfa.

Kyai Zulfa juga mengajak para dai agar selalu belajar ilmu agama dan ilmu pengetahuan sebagai bekal berdakwah di masyarakat. Kyai Zulfa Mustafa juga membuka secara resmi kegiatan Ijtima Tabligh, mewakili Ketua MUI.

Tausyiah Kyai Muslihudin
Sementara itu Kyai Muhammad Muslihudin mewakili Syuro Indonesia menyatakan, Ijtima adalah pertemuan Umat Islam dan atas nama Islam sebagai bagian dari Umat Islam. Ijmita bertujuan untuk menyeru, mengimbau kepada umat manusia untuk saling menghargai, menghormati, dan menyayangi sesama manusia. Sebagamana firman-Nya:

يا ايها الناس انا خلقناكم من ذكر والانثى وجعلناكم شعوبا وقباءل لتعارفوا ان اكرمكم عند الله اتقاكم.

Perbedaan gender, suku bangsa, agama dan pemahaman sesama umat beragama, supaya jangan menjadi perselisihan dan permusuhan. Tapi hendaknya saling menghormati, menyayangi, dan hidup berdampingan secara damai.

لكم دينكم ولي دين

Khusus kepada umat Islam, Kyai Muslihudin mengajak untuk meningkatkan amalan ibadah dan da’wah. Karena dengan ibadah akan mencapai kemakmuran dan kesejahteraan sebagaimana cita-cita bangsa Indonesia. Seperti dalam firman-Nya:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰٓ ءَامَنُوا۟ وَاتَّقَوْا۟ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَالْأَرْضِ

Kyai Muslihudin mengingatkan dengan meluangkan waktu untuk berdakwah, maka akan turun hidayah. Keutamaan dakwah lainnya, semenjak pagi hingga petang untuk berdakwah di jalan Allah itu lebih baik daripada untuk mengejar dunia dan segala isinya. Karena amalan dan pengorbanan harta sewaktu berdakwah, akan digandakan pahala sampai dengan 700.000 x lipat dan berbagai keutamaan lainnya.

Kyai Muslihudin menambahkan dalam dakwah untuk mencegah penyimpangan maka kita harus selalu meminta bimbingan dan arahan para Ulama. **

Disadur dari lamam https://www.kanigoro.com/duniaislam/nasihat-kh-maruf-amin-kepada-syuro-alami-tabligh-indonesia/

Categories: Kisah Dakwah, Laporan Dakwah | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Pondok Pesantren Dakwah


Referensi Pondok Pesantren yg menghidupkan Usaha Dakwah ke Seluruh Alam

1. Sragen pondok Alm. Kyai Abdul Halim
2. PP Addakwah Beji Batu Malang Ust. Syafri
3. PP Al Ihsan Mufti Lutfi Yusuf Al Banjari
4. PP Payaman, Kyai Mukhlisun beserta cabangnya di seluruh Indonesia
5. PP Takmirul Islam Solo KH. M Halim
6. PP Darul Musthofa, Tawangmangu, Habib Soleh al Jufri
7. PP Al IBANAH, Purwantoro Wonogiri KH. Muhyiddin.
8. PP Al Ihsan Ust Abu Bakar Colomadu, Boyolali Solo.
9. PP Pawening Qolbu, Ustd Haidar Tasikmadu Karangayar
10. PP Nurul Furqon 1 (Prog. Rizal & Nissa) Ust. Rosyid Alhafidz Cibinong Bogor
11. PP Nurul Furqon 2 Ust. Ubaidillah Cimanggu Bogor.
12. PP Nurul Furqon 3 prog. Tahfidz (Rizal & Nissa) Ust. Zubair Medan, Ust. Zubair Betawi. Markaz Gunung Batu Bogor
13. Pesantren Tahfizh-‘Alim Ummul Mu’minin Lil Banat (khusus putri) Komplek MARGACIPTA KAV. AA BODOGOL CIWASTRA            BANDUNG
14. Ponpes Madukawan dekat markaz Palpettok Pamekasan Madura Kyai Abdussattar.
15. Ponpes Maulana Thoha, Tangerang.
16. PP Tambun Selatan 3 ustd Ja’far Tambun Bekasi
17. Pondok Pesantren Tahfidz & nahwu putri an-nur Pakis Magelang
Kyai Syamsul Ma’arif
18. Pondok Pesantren Takhassus Nahwu putra an-Nur Pakis, Magelang
Kyai syamsul ma’arif santri kh mukhlisun
19. Pondok pesantren takhassus Fiqih as Syafi i putra al Munir, pangkat, Magelang
Kh abdul aziz santri+sepupu Kyai Mukhlisun
20. Pondok pesantren tahasus ihya ulumuddin, Grabak, Magelang
Kyai Shoim santri KH Mukhisun
21. PP Darul Huffaz. Ust. Sobur Kerincing. Cibanteng BOGOR
22. PP..h.Mymoon purwokerto Maulana Khudry
23. PP Maulana Ilyas & M. Rais Kemiri Kutoarjo
24. PP Al Widha Seragen, cabang Solo.
25. PP Darul Dakwah Kartosuro Solo
26. Ponpes putri Bait ath Thohiroh Psr Kliwon Habib Sholeh
27. Vila penghafal Qur’an ALHAAFIDZ (ust Aziz dan ust Akhlis) Ciseeng parung
28. Pesantren alaminiyah kunciran Tangerang (tempat ust Yudha mengajar)
29. Pondok perkemas beranti lampung selatan
30. PP Sunanul Husna, KH. NADJIB AL-AYYUBI, Kel. Pondok Ranji, Kec. Ciputat Timur, Tangerang Selatan…..
31. PP.Dliya ul Fatihin, Markaz Pekalongan, Kiai Taufiq Al Karofy.
32. PP.Raudlatut Tholibin, Pasir Kramat Kraton,Pekalongan Maulana Choirul Chuluq.
33. PP.Darul Mukhlasin, Desa Sengon, Subah, Batang, Ustad Muhammad Agus Yasir.
34. PP.Ash Habussuffah , Desa Reban, Kec. reban, Kab Batang.
35. PP.JAAMI’AH MANBA’UL ‘ULUM..DURI 13 Dumai-RIAU pengasuh Maulana Mus’af
36. PP. Tahfiz Putra DARUL MUKHLASIN Poso. Pengasuh : Abdul Syukur
37. PP Darul Quran As-Syafiiyah, Maulana mahmud ciputat.
38. Ponpes Darut Tafsir Al-Husaini pengasuh Maulana Syarif, Duren Mekar, Bojong Sari -Depok
39. Ponpes AR-ROYYAAN, ust. Abdurrahman Ahmad Cirebon
40. ponpes wadi muqoddas, ust.abdul wahid jambi.
41. ponpes kasyiful ulum, ust.zakariya jambi.
42. ponpes sirojul muklasin,ust.nashir jambi.
43. Ponpes Ummahatul Mukminin, Ust Abdul Bari, Jambi.
44. PP Darul ulum, Kubang. Pekanbaru Maulana Hamdan

45. PP Darul Muchlasin Pekanbaru, Ust. Abdullah Suyuti (cabang Payaman)
46. Pp Baitul Hamdi Putra_Putri Lampung Tengah Pengasuh. Kyai Abu Dzar
47. PP AL HUDA Lebani Waras Wringin Anom Gresik Maulana Irsyad alumni Murid Kyai Mukhlisun
48. Pondok Maulana Abu Bakar Jayapura
49. Pondok Maulana Fauzi Nabire
50. Ponpes (tahfidz Putri) Al Mubarok, sama ponpes modern Tursina, Samarinda. Pengasuh Maulana Arief
51. PP Daarul Qur’an Al Barakah, Bojong Sari Baru. Ustadz Falhudin dan H. Abu

Categories: Lain-lain | Tag: | Tinggalkan komentar

Al Ikhtilaf versi Bahasa Arab


Makalh Al Ikftilaf versi Bahasa Arab

Baca lebih lanjut

Categories: Kisah Dakwah | Tag: | Tinggalkan komentar

Penjelasan Syaikh Fadhil (Penanggung Jawab Makkah) di Islamic Center Jakarta


Pada Ahad Pagi hari terakhir Ijtimak 7 Kawasan di Jakarta, Syaikh Fadhil memberikan penjelasan mengenai ikhtilaf yang terjadi kepada ahbab Jakarta. Bayan dalam bahasa Arab dan diterjamahkan oleh Mufti Lufti Al Banjary. Audio bisa di cari di Youtube di https://www.youtube.com/watch?v=3IyCRBMmZgI&t=8266s.

Kita bersyukur karena Allah pilih kita untuk buat ini kerja. Syaikh Ilyas banyak menangis. Tangisan beliau Allah hargai. Di Multazam dia berdoa dengan 3 doa dan Allah kabulkan:

  1. Ya Allah terimalah (jagalah) ini kerja.
  2. Ya Allah terimalah (jagalah) orang yang buat ini kerja dengan ushul yang benar.
  3. Ya Allah Siapa pun yang merubah ini kerja, hancurkan dia sehancur-hancurnya.

Beliau juga datang ke Mufti Kifayatullah, dengan membawa pedang besar. Lalu beliau minta kepada Mufti untuk menilai kerja yang akan Beliau kerjakan. Maka setelah mengkaji, Mufti katakan bahwa ini semua bersumber dari Al Quran, Sunnah, dan kehidupan para shahabat RA. Namun adakah orang yang mau melakukan kerja besar ini. Lalu Syaikh Ilyas katakan kalau kerja ini benar, maka saya akan buat dengan berhusnudzan kepada Allah, agar Allah pilih umat ini untuk buat ini kerja.

Syaikh Ibrahim katakan kepada Syaikh Ghassan bagaimana mungkin ada orang yang akan merubah ushul dibandingkan dengan pengorbanan, tangisan, risau dan fikir Maulana Ilyas.

Orang lama juga datang ke Madinah dari Reiwind menyampaikan ushul-ushul dakwah dan datang juga orang lama dari Nizamuddin menyampaikan ushul-ushul dakwah yang berbeda. Lalu ahbab Makkah minta kepada Syaikh Fadhil untuk bertanya kepada Maulana Zubair atau Maulana Saad. Lalu Syaikh datang kepada Maulana Zubair, dan bertanya apakah saya boleh bertanya kepada Syaikh Saad, maka Maulana Zubair katakan bahwa Maulana Saad tidak akan mau mendengarkan. Ketika Maulana In’amul Hassan akan wafat beliau membentuk jamaah syura yaitu: Mufti Zainal Abidin, Bhay Wahhab, Maulana Zubairul Hassan, Maulana Izhar, Bhai Afzal, Maulana Umar Palanpury, H. Abdul Muqit, 8 orang. Lalu Syaikh Khalid Siddiqy datang kepada Maulana In’amul Hasan untuk ditambah 2 untuk menjaga hati orang Mewat atas kedekatan mereka dengan Syaikh Ilyas yaitu Meiji Mihrab dan Maulana Saad.

Setelah wafatnya Maulana In’amul Hassan, 10 orang ini bermusyawarah dan saya sendiri ada di sana waktu mereka bermusyawarah selama 3 hari tiga malam memikirkan bagaimana untuk melanjutkan ini kerja dan memutuskan bahwa di Nizamuddin dibuat 3 orang Faisalah yang bergantian tiap hari yaitu:

  1. Maulana Izhar,
  2. Maulana Zubairul Hassan, dan
  3. Maulana Saad

Kemudian Maulana In’amul Hassan sebelum Beliau berangkat akan melakukan safar ke 8 negara termasuk ke Indonesia dan Dr Noor sudah siap menyambut kedatangan Hadraji ke Indonesia. Tahun 1996 di Australia diusulkan Faisalah ditambah 2 yaitu: Maulana Umar Palanpury dan Meiji Mihrab. Jadi 5 orang yang menjadi Faisalah bergantian tiap hari di Nizamuddin.

Baca lebih lanjut

Categories: Bayan | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Laporan Ijtimak 7 Kawasan Indonesia


Categories: Laporan Dakwah | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Islamnya Thufail Bin Amru Ad Dausy


“Ya Allah, berikanlah sebuah bukti kepadanya atas kebaikan yang dia niatkan.”
(Dari doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuknya)

Ath-Thufail bin Amru ad-Dausi adalah kepala kabilah Daus di masa jahiliyah, salah seorang pemuka orang-orang Arab yang berkedudukan tinggi, satu dari para pemilik muru’ah yang diperhitungkan orang banyak.

Panci miliknya tidak pernah turun dari api karena senantiasa dipakai untuk memasak dalam rangka menjamu tamu dan pintu rumahnya tidak pernah tertutup dari tamu yang mengetuk untuk bermalam.

Dia adalah potret manusia yang memberi makan orang yang lapar, memberi rasa aman bagi orang yang takut, dan memberi perlindungan kepada orang yang memerlukan perlindungan.

Di samping itu, dia adalah seorang sastrawan cerdik lagi ulung, seorang penyair dengan ilham besar dan perasaan lembut, mengenal dengan baik kata-kata yang manis dan pahit, dimana kalimat berperan padanya layaknya sihir.

Ath-Thufail meninggalkan kampung halamannya di Tihamah[1] menuju Mekah pada saat terjadi pertentangan antara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  dengan orang kafir Quraisy, di saat Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam berusaha menyampaikan dakwah Islam kepada penduduknya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyeru mereka kepada Allah, senjata beliau adalah iman dan kebenaran. Sementara orang-orang kafir Quraisy memerangi dakwah beliau dengan segala macam senjata, menghalang-halangi manusia darinya dengan berbagai macam cara.

At-Thufail melihat dirinya masuk ke dalam pertentangan ini tanpa persiapan, menerjuni lahannya tanpa dia kehendaki sebelumnya.

Dia tidak datang ke Mekah untuk tujuan tersebut, perkara Muhammad dan orang-orang Quraisy tidak pernah terbesit dalam pikirannya sebelum ini.

Dari sini ath-Thufail bin Amru ad-Dausi mempunyai kisah dengan pertentangan ini yang tidak terlupakan. Kita simak kisah tersebut, karena ia termasuk kisah yang sangat menarik.

Ath-Thufail berkisah,

Aku datang ke Mekah, begitu para pembesar Quraisy melihatku, mereka langsung menghampiriku, menyambutku dengan sangat baik dan menyiapkan tempat singgah yang terbagus bagiku.

Kemudian para pemuka dan pembesar Quraisy mendatangiku sembari berkata, “Wahai Thufail, sesungguhnya kamu telah datang ke negeri kami, dan laki-laki yang menyatakan dirinya sebagai nabi itu telah merusak urusan kami dan memecah-belah persatuan kami serta mencerai-beraikan persaudaraan kami. Kami hanya khawatir apa yang menimpa kami ini akan menimpamu sehingga mengancam kepemimpinanmu atas kaummu. Oleh karena itu, jangan berbicara dengan laki-laki itu, jangan mendengar apa pun darinya, karena dia mempunyai kata-kata seperti sihir, memisahkan seorang anak dari bapaknya, seorang saudara dari saudaranya, seorang istri dari suaminya.”

Baca lebih lanjut

Categories: Kisah Dakwah | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Menyingkap Kabut


MENYINGKAP

KABUT

 

JAMAAH DAKWAH DAN TABLIGH DALAM LINTASAN SEJARAH

 

Penyusun :

Abdurrahman Ahmad Assirbuny

 

DAFTAR ISI :

  1. Muqaddimah
  2. Maklumat
  3. Bab : Kronologis Ikhtilaf di Nizhamuddin
  4. Bab : Kronologis Ikhtilaf di Indonesia
  5. Bab : Syubhat dalam Masalah Ikhtilaf
    •  Membuka Aib
    • Pribadi Maulana Saad
    • Darul Ulum Deoband D.  Rujuk Maulana Saad E.   Keamiran
    • Pemimpin dari Quraisy G.  Arahan Jangan Dengar H.  Muntakhab Ahadits
    • Bani Tamim
    • Sanad Dakwah
    • Da’i Akan Dijaga Sampai Tujuh Keturunan
    • Bay’at
    • Mengapa Pada Masa Maulana Zubairul Hasan Tidak Muncul
    •  Dakwah Ta’lim Istiqbal
    • Karomah Nizhamuddin
    • Maulana Yasin Mewati
    • Siapakah Masyaikh yang Masih Tinggal di Nizhamuddin
    • Siapakah Masyaikh yang Keluar dari Nizhamuddin
    • Mufaraqah
    • Musyawarah
    • 6. Kesimpulan dan Jalan Keluar

Baca lebih lanjut

Categories: Kisah Dakwah, Laporan Dakwah, Muzakarah Dakwah | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Ijtima’ di 7 Kawasan Indonesia


Semoga Sukses dengan banyaknya jamaah yang dikeluarkan.

Categories: Religion | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Agenda Acara Musyawarah Nasonal 8 – 10 Desember 2017


Bismillahirrahmanirrahiim.
AGENDA MUNAS ANCOL 8-10 DESEMBER 2017

  • Jum’at, 8 Desember 2017 
    ▪Ba’da Shalat Jum’at Mukhtasar Bayan : H. Muslihuddin
    ▪Ba’da Ashar dilanjutkan Ba’da Maghrib : Zihin Karghozari : Ust. Luthfie Yusuf
    Pemandu Karghozari Amal Dakwah dan Umum : Habib Husein
    Mutakallim diambil setiap Kawasan yang mengadakan Ijtima’.
    ▪Ba’da Isya’ : Musyawarah Para Penanggung Jawab Daerah.
    ▪Bayan Shubuh : Ust. Luthfie Yusuf

 

  • Sabtu, 9 Desember 2017
    ▪Pkl.09.00 – 11.00 Wib
    Mudzakarah Arah Kerja (5 Amal Maqomi dan Kerja Ulama) : H.Muslihuddin
    ▪Ba’da Dzuhur kumpul Alumni Pakistan
    ▪Ba’da Ashar
    Mudzakarah Kerja Pelajar dan Mahasiswa dan Jord Profesi : Abdullang Awang
    ▪Bayan Maghrib : Ust.Luthfi Yusuf
    ▪Ba’da Isya : Musyawarah Penanggung Jawab Daerah
    ▪Bayan Shubuh : KH. Mukhlisun

 

  • Ahad, 10 Desember 2017
  • Pkl.09.00 pagi
  • Pembentangan Takaza : H. Abdullah Trimoro
  • Pembacaan Surat dan Keputusan : H. Aminuddin
  • Nasehat dan Do’a : KH. Mukhlisun
  • Ba’da Dzuhur Bayan Hidayah : H. Abdullah Trimoro

Imam : Ust. ABDUL AZIZ BIN AQIL (Lombok)
Muadzin : Abdul Aziz

✍🏿 Hasil Keputusan Musyawarah, Amir Faisalah H. Aminuddin.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Categories: musyawarah | Tag: , , , | 1 Komentar

Bayan Pak H. Cecep Firdaus Setelah Tabayyun


Assalamu’alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh

Setelah Pujian dan pembukaan… dan Membaca ayat Al Quran.

Pembicaraan ini hanya untuk penanggungjawab saja. Kita sebagai negara terbesar di dunia berhubungan dengan adanya perselisihan ingin memberi pendapat atas pergaduhan para masyaikh. Maka kami datangi Maulana Saat di Ijtimak Tongi Banglades, saya katakan bahwa kami cinta Maulana Saad, Cinta Nizamuddin, dan Cinta kepada para masyaikh, keinginan kita orang Indonesia sangat ingin seluruh masyaikh yang keluar agar bisa kembali ke Nizamuddin, dan segala sesuatunya dimusyawarahkan. Maulana Saad menjawab, kami juga ingin begitu, ingin seluruh masyaikh kembali ke Nizamuddin. Tapi tidak mau kalau mereka kembali dengan syarat. Syaratnya itu agar Maulana Saad menerima Syura Alami. Lantas kami memohon kepada Maulana Saad, bolehkah kalau kami yang meminta mereka untuk kembali ke Nizamuddin? Ketika itu mereka sedang berada di South Afrika. Lalu diberi saran untuk menjumpai mereka ketika pertemuan orang-orang lama di Ijtima Reiwind. Disini mereka semua akan berkumpul. Lalu kami syura Indonesia bermusyawarah dan sepakat untuk menjumpai para masyaikh di pertemuan orang lama di Reiwind. Setibanya di Reiwind saya meminta waktu agar bisa berjumpa dengan para masyaikh. Saya katakan bahwa kami cinta kepada para masyaikh dan ingin para masyaikh untuk kembali ke Nizamuddin? Dijawab kami juga sangat ingin kembali ke Nizamuddin tapi Maulana saad tidak mau menerima syarat yang kami ajukan untuk menerima Syura Dunia yang telah dimusyawarahkan. Lalu kami pun memberi saran bagaimana kalau para masyaikh kembali saya dulu lalu diperbaiki dan dimusyawarahkan secara internal permasalahan ini. Para masyaikh menjawab bahwa kami sudah bertahan 21 tahun untuk permasalahan ini tapi permasalahan tidak kunjung selesai. Kalau kami tetap di Nizamuddin kemungkinan besar bisa terjadi clash fisik oleh pengikut-pengikut Maulana Saad yang dari Mewat, untuk menghindari hal ini maka kami keluar dari Nizamuddin. Lalu kami minta permohonan kepada mereka, bahwa kami orang Indonesia tidak mau pecah hati. Kami ingin Indonesia tetap satu hati. Kami ingin tertib kerja dakwah di Indonesia tidak ada perubahan, supaya tidak ada kebingungan di diri para pekerja agama. Tertib yang sudah ada tetap dijalankan. Permohonan kami ini diterima oleh para masyaikh setelah dimusyawarahkan. Yang diinginkan oleh para Masyaikh agar tertib kerja sebagaimana tertib kerja di zaman Maulana Ilyas, Maulana Yusuf, dan Maulana Inamul Hasan. Kalau ada tertib baru harus dimusyawarahkan. Maulana Saad banyak membuat tertib yang tidak ada di zaman dahulu dan tidak dimusyawarahkan terlebih dahulu. Misalnya taklim dengan kitab Muntakhab Ahadits, Taklim rumah dengan halakah Quran, Dakwah Taklim Istiqbal. Yang sudah jalan di Indonesia kami minta izin untuk tetap berjalan, tapi kami (syura Indonesia) tidak memberikan targhib lagi untuk menjalankannya. Dan semua itu diizinkan dan disetujui. Lalu kami minta juga untuk jamaah Negeri Jauh, yang kemampuan tafaqudnya kurang, kemampuan bahasanya kurang, yang biasanya keputusannya menunggu keputusan Nizamuddin, yang kadang lama dan tiba-tiba dari usulan ke Kamboja lalu diputus ke Amerika yang jadi memberatkan jamaah NJ yang akan berangkat, karena sekarang di Nizamuddin yang level orang lamanya tinggal Maulana Saad, selain Beliau tinggal orang-orang markaz Nizamuddin yang levelnya dibawah. Karena Maulana Ahmad Lat, Maulana Ismail, Maulana Faruq, Maulana Ibrahim telah meninggalkan Nizamuddin. Kami usul agar rutenya dimusyawarahkan oleh syura Indonesia dan hasilnya dilaporkan ke Nizamuddin? Dan oleh syura Dunia sepakat dan dikabulkan juga. (Majmak: “Allah Akbar”). Syura Dunia hanya memberikan daftar rute negara-negara yang menjadi takaza Indonesia. Alhamdulillah disetujui. Lalu masalah negara jiran yang dahulu tidak boleh jamaah NJ kesana lalu kami minta diperbolehkan kembali, karena ada keluhan dari Negara Malaisya, Siangpura, Filiphina sangat sedikit jamaah yang datang kesana. Alhamdulillah usulan kami juga dikabulkan para masyaikh. Kemudian masalah-masalah penting kita minta dimusyawarahkan dengan para masyaikh syura Dunia. Dan kita akan ada musyswarah 4 bulanan tanggal 13 April di Cikampek, dan kami juga mengundang para Syura Alami untuk dapat membimbing kami pada musyawarah tersebut. Lalu mereka bermusyawarah dan memanggilkan kami, bisa tidak tanggalnya digeser, karena pada tanggal yang sama ada ijtimak di Australia dan New Zealand. Bisa. Musyawarah Cikampek jadi tanggal 20 sd 23 April, setelah mereka selesai dari Australia tanggal 19 mereka akan ke Indonesia. Yang akan hadir diantaranya: Maulana Abdurrahman, Prof. Sanaullah yang dahulu pertama kal membuka Francis, Rektor Alighar Muslim University, dan satu lagi orang lama yang sekarang berkewarganegaraan Amerika yaitu Maulana Saad. Alhamdulillah kami semua SYURA INDONESIA SEPAKAT. Bahwa musyswarah waktunya menjadi tanggal 20-23 April dan dibimbing oleh utusan SYURA DUNIA. Belum selesai…

Lanjutan….

Bapak yang mulia, ijtimak Reiwind banyak yang hadir dan banyak jamaah yang dikeluarkan dari ijtimak tersebut. Terus ada bisik-bisik, ini bukan keputusan. Alhamdulillah para penanggungjawab negeri lain mendatangi kita terus, terakhir penanggungjawab dari Thailand datang ke kita pada malam terakhir setelah bicara dengan Syura Saudi mengatakan bahwa banyak negara yang sekarang susah mendapatkan Visa Pakistan. Mereka ada pikir dan usulan, ini bisik-bisik nih belum berupa keputusan masyaikh. Bahwa Ijtimak Dunia akan dipindahkan ke Indonesia. (Majmak: Allahu Akbar). Bagaimana Indonesia, siap tidak. Pak Cecep jawab: Welcome. Negara-negara ASEAN mendukung juga usulan ini, Ijtimak Dunia di Tongi untuk di pindah ke Indonesia. Kerja dakwah ini kerja besar, kerja Allah. Kita sangka baik kepada Allah. Bisa saja dengan pengorbanan nanti usaha dakwah terbesar akan terjadi di Indonesia. Tinggal kita ini mau berkorban atau tidak, kalau kita lihat bayan-bayan di Reiwind, majunya usaha dakwah ini bukan karena Bayan, Kepandaian, Mudzakarah, tapi yang memajukan usaha dakwah ini adalah PENGORBANAN. Kalau kita lihat sahabat-sahabat Nabi, Ajiib. Sebelum sahabat Nabi datang ke Yaman. Tidak ada seorang pun penduduk Yaman yang beragama Islam. Begitu juga sebelum datang ke Yordan, ke Mesir… Tidak ada yang mengenal Allah disana. Tapi dengan pengorbanan sahabat datang ke Yaman, Ramai orang Yaman masuk Islam. Sahabat datang ke Mesir, ke Yordan, mereka ramai-ramai masuk Islam. Bukan hal yang mustahil juga jika orang Indonesia buat pengorbanan dan risau seperti sahabat maka orang Amerika ramai-ramai masuk Islam. Para masyaikh berharap besar agar umat Islam Indonesia bisa bangkit untuk menyebarkan Islam ke seluruh dunia. Walaupun kita lemah-lemah, miskin-miskin, tapi oleh beri kita tugas kenabian. Tugas Nabi yang pertama adalah memperkenalkan Allah kepada umatnya, Nabi-nabi terdahulu mengenalkan Allah hanya ke kaumnya saja, namun umat ini mempunyai kelebihan untuk mengenalkan Allah ke seluruh dunia. Kita harus ada sifat risau, kasihan dengan orang yang tidak mengenal Allah dan meninggal dalam keadaan tidak mengenal Allah. Bukan kita menbunuh, mengebom orang kafir, tapi kita ada rasa kasih sayang kepada mereka. Walau hidayah di tangan Allah, namun jika ada usaha dan pengorbanan, insya Allah mereka akan mendapat hidayah dari Allah SWT. Amal dakwah ini adalah amal yang HAQ. Kita harus tawajjuh kepada amal. Sibukkan diri kita dalam amal. Kita di Indonesia tetap bersatu.

Categories: Bayan, Hasil Musyawarah, Tertib Dakwah | Tag: , , , | Tinggalkan komentar