Musyawarah Indonesia


AGENDA MUSYAWARAH INDONESIA
Masjid Al Muttaqien, Ancol, 14-16 Desember 2O18

Faisalat Musyawarah Indonesia saat ini diputus H Muslihuddin,

Zihin singkat oleh Ustadz Luthfi Yusuf Al Banjari

Jumat, 14 Desember 2O18
Zihin Musyawarah ba’da ashar oleh KH Luthfi Al Banjari

Di lanjut Karguzari lepas Zihin di sambung ba’da Maghrib sampai selesai,

Pemandu ba’da ashar : H Syuaib Ghani,

Pemandu Ba’da Maghrib
Pak Abdullah Trimoro

Sabtu, 15 Desember 2O18
Bayan subuh
“Sikap & Sifat Da’i”
Mubayyin : KH Luthfi Al Banjari

Sabtu pagi jam 09.00 Sambung Karguzari
Pemandu : Habib Husain Al Jufri

Sabtu ba’da ashar Mudzakarah Kerja atas pelajar & Mahasiswa serta Jord profesi
Petugas : KH Syarif Hidayatullah & Dr H Ismet Isnaini

Bayan Maghrib Maulana Harun Ar Rasyid

Sabtu malam ba’da isya Membahas persiapan pelaksanaan Jord Qudama 2019

Ahad, 16 Desember 2O18
Bayan Shubuh
“Pentingnya sifat ikhlas”
Petugas : KH Mukhlishun

Pembentangan Takaza
Petugas : Habib Husein Al Jufri & Pak Musthofa Australia

Pembacaan dan penjelasan hasil musyawarah :
H Muslihuddin

Nasehat & Do’a :
KH Luthfi Al Banjari

Categories: Bayan | Tinggalkan komentar

Catatan Seorang Santri


File PDF bisa di download disini:

Categories: Bayan | Tinggalkan komentar

Kronologis Versi Saady


Categories: Bayan | Tinggalkan komentar

Kronologis Ikhtilaf


Categories: Bayan | Tinggalkan komentar

Surat Haji Abdul Wahhab


Madrasah Arabiyah Raiwind. 3 Syawal 1438 – 28 Juni 2017

Untuk Mulwi Luthfi dan kawan kawan

Assalamu’alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakaatuh

Harapan pada Allah  semoga Anda sekalian dalam keadaan sehat wal afiyat. Dan sibuk dalam usaha agama yang kokoh ini siang malam. Semoga Allah  menerima usaha kalian dan memutuskan Hidayah untuk seluruh alam.  Amiin.

Adalah kemurahan besar dari Allah  yang telah memberikan Taufiq kepada kalian untuk belajar dan menyebarkan usaha Anbiya alaihimus salam yang penuh berkah ini. lni adalah usaha untuk menyebarkan keyakinan kepada Dzat Allah  memperbaiki cara kehidupan agar sesuai dengan teladan Nabi Muhammad,  mewujudkan hakekat ibadah, menyebarnya nur ilmu dan hidupnya hati dengan mengingat Allah.  Dengan ini semua, disertai mahabbah dan saling ikram, berjalan dengan musyawarah, akan maju dalam kerja ini. Usaha Nabi Muhammad ini adalah tanggung jawab seluruh ummat. Siapkan setiap individu ummat untuk mengerjakannya. Nabi Muhammad menjadikan setiap orang sebagai penanggung jawab atas seluruh ummat dan seluruh ummat adalah penananggung jawab atas setiap orang. Manusia selalu ditimpa berbagai keadaan dari Allah. Terkadang keselesaan dan kemudahan, terkadang kesusahan dan mujahadah. Dalam menghadapi berbagai keadaan itu, sibuk menunaikan perintah Allah  dengan cara Nabi Muhammad. ltulah kerja kita. Dalam keadaan apa pun, senantiasa sibuk dalam usaha agama, menunaikan perintah Allah dengan cara Nabi Muhammad. Itulah maksud dan tujuan kita.

Dalam usaha ini, setiap orang selalu dilingkupi dua sisi keadaan: pertolongan atau mujahadah. Bila datang pertolongan, kita tidak bersuka ria, dan bila mujahadah yg datang, kita tidak berputus asa. Datangnya pertolongan adalah utk menghibur kita. Sedangkan mujahadah datang untuk peningkatan. Dalam rintangan akan meningkat keikhlasan, kemurnian amal hanya untuk Allah. Sesuai kadar keikhlasan dan pengorbanan. seseorang akan menjadi asbab tersebarnya Nur Hidayah di dunia.

Allah  adalah Dzat yang sangat Halim dan Karim. Setiap keadaan yang Dia adakan pastilah untuk manfaat kita Dia adakan.  Dalam setiap keadaan. hendaknya kita selalu kembali dan bertaubat padaNya. Kita berdoa dengan rengekan dan kerendahan padaNya.

Dalam usaha ini, penyelesaian segala kesulitan adalah dalam kerja umumi. Meniadakan kemampuan pribadi. Di jalan ini, keadaan susah juga terkadang datang dari kawan-kawan sendiri. Hal-hal yang tidak menyenangkan. Supaya Allah ridho, demi hidupnya agama dan untuk usaha agama. Kita bertahan menghadapi perkara-perkara itu, maka kesusahan-kesusahan  itu akan menjadi asbab Ridho dan kesukaan Allah. ljtimaiyah sesama adalah tali yang Allah perintahkan supaya dipegang teguh. Dan perkara yang tidak menyenangkan karena perjalan bersama-sama, itu lebih baik daripada kegembiraan dalam kesendirian.

Bila kita kerjakan dengan menjaga cara kerja khusus dakwah ini, serta usul kesatuan hati dan arah kerja, maka kerja ini akan merubah dunia.

Selain itu, hendaknya bersikap lembut pada sesama kawan. Kelembutan dan tawadhu akan menyatukan semuanya. Jangan ada ghibah sama sekali. Tingkatkan Jkram pada kawan-kawan. Bila hati menyatu, walaupun pendapat berbeda, maka akan saling menginginkan kebaikan bagi yang lain. Bahkan akan berkorban untuk yang lain. Dalam keadaan yang keras dan susah pun akan ada kelembutan.

Tapi bila sifat berubah. Usul-usul kesatuan retak, akan muncul perselisihan dan tercabik kesatuan.

Surat Anda tertanggal 24 Juni 2017 telah kami terima. Anda tuliskan keadaan Markaz Jakarta. Kami memikirkan surat tersebut. Para syura di sini maupun di India juga memikirkannya. Semuanya sepakat bahwa hendaknya dalam kerja ini kita hindari segala bentuk perselisihan/persaingan  sekecil apa pun. Karena itu, jangan kumpulkan ahbab pada l Juli 2017 nanti. Pada masa mendatang, dengan melihat keadaan nanti, baru difikirkan lagi.

Dan hendaknya para syura berfikir meningkatkan kesatuan dan ijtimaiyah dengan tetap menjaga manhaj dan cara khusus kerja ini. Bila Anda sekalian sudah menyiapkan rancangan, beri tahu kami.

Hendaknya perbanyak doa pada Allah supaya kita dan saudara-saudara kita bisa diberi Taufiq untuk melalui ujian ini, dipelihara dari kejatuhan dan tetap maju dalam kerja. Amiin.

Saudaraku,

lngat, cinta sesama muslim itu satu keharusan. Jangan ada keinginan balas dendam sedikitpun.

Maulana Muhammad Ilyas rah.a mengatakan: kenikmatan dan amal paling utama setelah kecintaan pada Allah adalah mencintai sesama muslim. Tolong sampaikan salam dan harapan doa pada semua Ahbab.

Wassalaam,

Hamba: Muhammad Abdul Wahhab.

Categories: Bayan | Tag: | 1 Komentar

Bayan Maulana Thariq Jamil tentang Ijtima’ I Raiwind Th 1953.


Bayan Maulana Yusuf Rah tentang Markaz Raiwind :

Pada tanggal 9 Juli 1953, Ijtima’ pertama diadakan di Raiwind Pakistan yang mana Maulana Yusuf Rah pun hadir, Sejak tahun 1951 Masjid Raiwind sudah ada halaman, namun majma’ yang hadir di Ijtima’ masih sedikit.

Setelah Ijtima selesai, Maulana Yusuf Rah
mengumpulkan orang-orang lama kemudian beliau Bayan;

“Bahwa ini adalah Markaz dan Markaz akan ramai dengan Pengorbanan, Markaz mana saja yang dihidupkan dengan uang maka Markaz itu akan jadi sebab kesesatan, dan Markaz mana saja yang dihidupkan dengan pengorbanan maka di kemudian hari akan jadi Asbab Hidayah.”

“Dan Markaz ini harus dihidupkan oleh orang-orang yang siap bai’at pada saya sampai maut, Sebab ini bukan kerja 4 bulan ataupun 40 hari. Kalau di bilang ini kerja 4 bulan 40 hari, artinya semua waktu untuk Usaha Dunia, nanti kalau ada sisa masa baru saya akan keluar. Hari ini kita jadikan Tabligh seperti mana peminta-peminta, kasihlah saya satu rupee, kasih saya satu rupee. Maka kadang ada yang datang minta 40 hari, kita pun kasih 40 hari kepada orang tabligh yang meminta itu.”

Maulana Yusuf Rah mengatakan ;

“Ini kerja bukan 4 bulan 40 hari, tapi ini adalah kerja seumur hidup untuk Ummat ini, maka kalian harus bawa ummat dalam kerja ini. Untuk itu harus ada beberapa orang yang siap berbaiat pada saya, sampai mati tidak akan meninggalkan Markaz ini, kalau kelaparan maka tidak ada roti, dan kalau kehausan maka bukan tanggung jawab kami untuk menyediakan air, kalau sampai sakit maka bukan tanggung jawab kami untuk bawa obat, dan tidak akan lari dari sini dan tidak akan pergi kemanapun tanpa musyawarah, dan tidak goyang dari sini maka siapa yg siap?”

Ini tasykilan yang sangat luar biasa dari Maulana Yusuf Rah maka ada 18 orang telah catat nama, di saat mereka berdiri, maka yang pertama kali berdiri adalah Syaikh Muhtaram Haji Abdul Wahab Sahb Rah.

Subhanallah Ajiiibbb…….

Inilah pengorbanan orang tua kita yg sekarang sudah tidak ada lagi dan sekarang tidur panjang sampai hari kiamat ditemani oleh amal-amal kebaikannya dan Bidadari-Bidadari Syurga yang menemaninya, sudah sepatutnya kita mencontoh pengorbanan beliau Masyaikh kita Al-Marhum Syaikh Muhtaram Haji Abdul Wahab Shab Rah dan semoga ALLAH Azza Wa Jalla kumpulkan kita dengan pejuang-pejuang Agama ALLAH seperti Sahabat, Tabi’in, Para Waliyullah, Para Da’i dan orang kita yang telah mendahului kita dalam kerja ini…

Aamiin Ya ALLAH…

Categories: Bayan | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Wafatnya Syaikh Abdul Wahhab DB.


Setelah shalat Subuh jam 6.20 am waktu Pakistan -Ahad, 18 November 2018 yang bertepatan dengan 10 Rabiul Awal 1439 H, Syaikh Abdul Wahhab DB meninggal dunia di usia 96 tahun setelah menghabiskan bagian besar waktunya untuk meninggikan Agama Allah dari zaman Maulana Ilyas, Maulana Yusuf, Maulana In’amul Hassan, hingga system kesyuraan yang telah berjalan dari tahun 1995. Sebelum wafatnya beliau juga menyempurnakan kembali susunan Syura Dunia untuk mengawal kerja dakwah yang mulia ini.

 

Syaikh Abdul Wahhab DB

Haji Saheb pesan pada maulana Fahim sampaikan wasiatnya jika dia telah meninggal dunia.
“Siapa yg mencintai saya (Haji Saheb), siapa yg sayang pada saya.
Hendaklah dia mengorbankan segala-galanya kemampuan dan kebolehannya dalam usaha tabligh. Insya Allah nabi Muhammad saw dan Allah swt akan mencintaimu.”

Categories: Bayan | Tag: , , , | 1 Komentar

Pengumuman Banglades


MashaAllah Bangladesh 22nd Sept Announcements
Wazahati Jod (Clarification gathering )

➡No separate ijtema will be allowed at any distrcts of Bangladesh without #Kakrail_Markaz Mashwera & world international Tongi ijtima Will be in two phases InshaAllah
➡Saad Kandhalvi will not be allowed to enter Bangladesh Ijtima 2019 also until he convince his Elders teachers & Dar Uloom Deoband Ulama

These are the two decisions & Announcement among many which were discussed in the presence of Bangladesh Minister of religious affairs Mr. Muti Ur Rehman the special guest.the need of these two announcements is very crucial because since past weeks false statements & fake letters attributed towards Bangladesh government circulating by Saadiyani community claiming that government provides equal rights to saadiyani community at every Markaz & they will be allowed to organize separate ijtema in bangladesh against Tongi, these all are baseless claims which minister of religious affairs denied Alhamdulillah.

On 22nd September 2018

Categories: Hasil Musyawarah | Tag: , | Tinggalkan komentar

Buku Baru


Buku Tentang Sejarah Jamaah Tabligh dan Ikhtilaf

Categories: Tertib Dakwah | Tag: , , , | 2 Komentar

Nasihat KH Ma’ruf Amin kepada Syuro Alami Tabligh Indonesia


Kanigoro.com –  Syuro Alami Tabligh Indonesia awal Januari 2018 berkunjung ke kediaman Ketua MUI KH Ma’ruf Amin. Kunjungan silaturahim empat tokoh Tabligh Indonesia yang dipimpin oleh KH Muslihudin Jafar untuk meminta nasihat dan arahan dari Kyai Ma’ruf menjelang Ijtima Tabligh Indonesia.

Tradisi silaturahim kepada ulama merupakan tradisi Tabligh Indonesia sesuai nasihat Tokoh Tabligh, Maulana Ilyas Rah Alaih . Salah satu pesan penting Maulana Ilyas Rah Alaih, kepada para penerusnya agar gerakan dakwah harus dijalankan di bawah bimbingan dan pengawasan ulama. Oleh karena itu di manapun gerakan dakwah Tabligh harus berkonsultasi dan mendapat bimbingan ulama.

Untuk Indonesia, Tabligh menjadikan Majelis Ulama Indonesi (MUI) menjadi tempat untuk berkonsultasi dan mendapat bimbingan untuk menghindari penyimpangan dalam dakwah dan penyimpangan dalam ajaran Islam.

Kepada Tabligh Indonesia, Kyai Ma’ruf Amin menyampaikan nasihat dan bimbingan agar perjuangan dakwah mengutamakan kolektifitas dan jamaah dan senantiasa berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ada empat hal disampaikan Kyai Ma’ruf kepada Tabligh Indonesia:
Pertama, Perjuangan dakwah ini jangan jalan sendiri sendiri, tetapi senantiasa harus berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kedua, Negara Indonesia didirikan atas dasar kesepakatan dan Indonesia bukan negara Islam dan bukan pula negara sekuler. Kegiatan dakwah umat Islam Indonesia tidak ada amir seperti zaman sejarah peradaban Islam. Oleh karena itu dakwah dikoordinasikan oleh amir kelembagaan. Maka MUI melakukan pendekatan perwakilan kelembagaan yang berhimpun di dalamnya perwakilan dari berbagai lembaga keagamaan. “Kita tidak memiliki amir tapi kita memiliki pemimpin lembaga yang memimpin dakwah dengan dasar musyawarah”.

Ketiga, Kyai Ma’ruf mengharap kepada Syuro Alami Tabligh Indonesia agar menjaga ukhuwah Islamiyah dan menghindari konflik dan perpecahan.

Keempat, Lembaga Musyawarah harus betul-betul berfungi menjadi lembaga yang dapat memberikan arahan dalam berbagai kegiatan dakwah

Ijtima Tabligh Indonesia
Tanggal 16- 17 Februari 2018, Tabligh Indonesia menggelar Ijtima Tabligh Indonesia di Islamic Center Jakarta, yang dihadiri sekitar 10 ribu perwakilan dan aktivis Tabligh dari Jawa, Banten, DKI dan utusan dari beberapa negara asing termasuk perwakilan dari Madinah dan Mekkah.

Ijtima Tabligh Indonesia juga dihadiri perwakilan MUI dan mengukuhkan nasihat Kyai Ma’ruf dengan melakukan Ijtima Tabligh Indonesia di beberapa derah seperti Pulau Kalimantan bertempat di Kalimantan Selatan dibuka oleh MUI Kalimantan Selatan, Ijtima di Papua meliputi Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat bertempat di Papua Barat dan dibuka MUI Papua Barat. Ijtima untuk kawasan NTT, Bali dan NTB bertempat di NTB yang dibuka oleh MUI NTB dan Ijtima untuk wilayah Sulawesi yang diselenggarakan di Makassar dan dibuka Ketua MUI Sulawesi Selatan.

Tabligh Indonesia merupakan gerakan dakwah yang memiliki karakteristik sebagai satu gerakan dakwah yang lembut, memiliki kesabaran dan begitu tinggi ikromul muslimin (melayani dan pengabdian sesama muslim) serta mengutamakan kasih sayang sesama umat.

Tabligh Indonesia juga menjadi salah satu gerakan dakwah yang mandiri dimana semua aktivitas dan kegiatan dakwah diselenggarakan secara mandiri dan tidak membebankan dana kepada masyarakat tapi menjadi beban dari individu yang hadir dan menjadi penggerak dakwah.

Disamping silaturahim umat Islam, Ijtima Tabligh juga dilanjutkan dengan mengirimkan rombongan-rombongan dakwah ke dalam dan ke luar negeri dengan biaya masing-masing Kegiatan dakwah ini berlangsung selama 40 hari dan 4 bulan dengan target untuk memperbaiki diri sekaligus mengajak umat Islaam untuk meningkatkan ketaatan kepada Allah Swt.

Ribuan Umat Islam mengikuti Ijtima Tabligh Indonesia di Islamic Center Jakarta, 16-17 Februari 2018/ ist

Pembukaan Ijtima Tabligh
Mewakili Ketua MUI Pusat, KH Zulfa Mustafa, MUI menyambut gembira penyelenggaraan
Ijtima-ijtima di Indonesia di tujuh kawasan. Apalagi ijtima tersebut juga mengeluarkan keputusan untuk mengirimkan rombongan dakwah di dalam maupun luar negeri.

Menurut KH Zulfa Mustafa, hasil nyata dengan usaha dan gerakan Dakwah Tabligh yakni meningkatnya kesadaran Umat Islam untuk mengamalkan Islam dalam kehidupan sehari-hari dan masjid-masjid yang kosong menjadi makmur kembali.

“Jika dakwah ini hanya dibebankan kepada ulama dan para kyai maka tidak akan cukup, maka sudah benar Dakwah Tabligh ini adalah tanggungjawab setiap Muslim. Dakwah Tabligh adalah fardu kifayah bagi umat Islam”, kata Kyai Zulfa.

Kyai Zulfa juga mengajak para dai agar selalu belajar ilmu agama dan ilmu pengetahuan sebagai bekal berdakwah di masyarakat. Kyai Zulfa Mustafa juga membuka secara resmi kegiatan Ijtima Tabligh, mewakili Ketua MUI.

Tausyiah Kyai Muslihudin
Sementara itu Kyai Muhammad Muslihudin mewakili Syuro Indonesia menyatakan, Ijtima adalah pertemuan Umat Islam dan atas nama Islam sebagai bagian dari Umat Islam. Ijmita bertujuan untuk menyeru, mengimbau kepada umat manusia untuk saling menghargai, menghormati, dan menyayangi sesama manusia. Sebagamana firman-Nya:

يا ايها الناس انا خلقناكم من ذكر والانثى وجعلناكم شعوبا وقباءل لتعارفوا ان اكرمكم عند الله اتقاكم.

Perbedaan gender, suku bangsa, agama dan pemahaman sesama umat beragama, supaya jangan menjadi perselisihan dan permusuhan. Tapi hendaknya saling menghormati, menyayangi, dan hidup berdampingan secara damai.

لكم دينكم ولي دين

Khusus kepada umat Islam, Kyai Muslihudin mengajak untuk meningkatkan amalan ibadah dan da’wah. Karena dengan ibadah akan mencapai kemakmuran dan kesejahteraan sebagaimana cita-cita bangsa Indonesia. Seperti dalam firman-Nya:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰٓ ءَامَنُوا۟ وَاتَّقَوْا۟ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَالْأَرْضِ

Kyai Muslihudin mengingatkan dengan meluangkan waktu untuk berdakwah, maka akan turun hidayah. Keutamaan dakwah lainnya, semenjak pagi hingga petang untuk berdakwah di jalan Allah itu lebih baik daripada untuk mengejar dunia dan segala isinya. Karena amalan dan pengorbanan harta sewaktu berdakwah, akan digandakan pahala sampai dengan 700.000 x lipat dan berbagai keutamaan lainnya.

Kyai Muslihudin menambahkan dalam dakwah untuk mencegah penyimpangan maka kita harus selalu meminta bimbingan dan arahan para Ulama. **

Disadur dari lamam https://www.kanigoro.com/duniaislam/nasihat-kh-maruf-amin-kepada-syuro-alami-tabligh-indonesia/

Categories: Kisah Dakwah, Laporan Dakwah | Tag: , , , | Tinggalkan komentar