Kenangan Manis Bersama KH Uzairon


Bismillah. Atas permintaan beberapa kawan muhibbin Almarhum, dari sekian banyak kenangan yang saya masih sangat ingat, saya tuliskan 3 peristiwa yg menunjukkan ketegasan beliau memegang prinsip, yang tersembunyi dibalik kelembutan beliau.

1. Saat ijtima seluruh Indonesia di Temboro, Maulana Mustaqim diputus sebagai petugas bayan Maghrib dalam bahasa Arab, almarhum sebagai penerjemah. Maulana menceritakan kisah nabi Musa as saat dipanggil ke bukit Thursina. Beliau sampaikan bahwa karena selama ini hanya belajar teori, belum terjun ke lapangan, maka Nabi Musa AS ketakutan melihat ular jelmaan tongkat beliau. Dengan detail yang panjang…. Almarhum tidak mau terjemahkan itu. Selesai bayan, beberapa orang -termasuk penulis- menanyakan point yang terlewat tadi. Beliau jawab, saya tidak lupa. Tapi sengaja tidak saya terjemahkan. Almarhum Kyai Uzairon sampaikan…. Mending kena marah Maulana Mustaqim daripada dimarahin Nabi Musa di akhirat nanti. Itu ada unsur yang bisa difahami merendahkan Nabi Musa.Seingat Saya dalam rekaman Bayan Kyai Uzairon beliau bilang ngomong bahwa Nabi Musa ketakutan lihat ular itu tidak adab sama sekali Nabi Musa.

2. Dalam ijtima Indonesia di BSD 2009. Setelah Maulana Saad bayan di terjemah Ustadz Luthfi Salah seorang syuro Maka almarhum bertanya pada penerjemah, “antum terjemah tadi yakin ga ada yang meleset?” “InsyaAllah tidak,” jawab Ustadz Luthfi yakin. “Kenapa kyai?” Tanya beliau pada Almarhum. “Nabi Musa itu ya Nabi. Pasti ma’shum, ga mungkin salah. Cerita tadi kalau kedengaran para kyai pesantren bisa jadi masalah besar. Nabi Musa menghadap ke Thursina itu dalam ketaatan pada Allah. Bagaimana itu disalahkan, dianggap sebagai penyebab kesesatan Bani Israil.”

3. Saat Ijtima kawasan di Praya Lombok.Maulana Mustaqim bayan, penulis diputus sebagai penerjemah. Dalam bayan beliau. Sampaikan kisah fabel tentang perebutan kekuasaan di dalam hutan antara harimau dan kancil. Dengan pendekatan pada nyamuk (simbol kelompok buruh), kancil bisa memenangkan pemilu..dst. Selesai bayan, Almarhum berkomentar, “Bayan itu ga sesuai dengan tabligh. Bertentangan dengan Ushul dakwah. Bahaya itu, kalau ada orang pemerintah bisa sangat tersinggung. Dan itu ga baik untuk dakwah. “Beberapa syuro langsung membantah, “Kyai, itu Maulana Mustaqim yang bayan. Beliau pasti lebih memahami dakwah daripada kita.” Almarhum menjawab, “Ga bisa, siapa pun harus taat pada aturan dakwah. Ushul dakwah itu sudah jelas. Ga boleh nyentuh politik. Itu tadi politik.” Dijawab lagi oleh sebagian syuro, “Kyai nampaknya belum kenal betul dengan Maulana Mustaqim, beliau itu wali. Ga mungkin bicara sembarangan.” Almarhum tetap bertahan di nada lembut, “Ga bisa. Pokoknya yang hebat dalam dakwah itu ya Ushul dakwahnya ini. Siapa pun ga nurut ya salah.” Dijawab lagi, “Kyai, beliau datang sebagai utusan Nizamudin. Diputus Maulana Sa’ad..ga mungkin Maulana Sa’ad memutuskan sembarang orang..” Beliau jawab lagi, “Yg hebat itu Maulana Ilyas. Yg memulai dakwah. Beliau letakkan Ushul dakwah sebagai pedoman..maka siapa pun harus taat. Sudah terbukti, karena Ushul dakwah yg dijaga, dakwah berkembang dan terpelihara di mana2 dr zaman Maulana Ilyas sampai sekarang..” Perdebatan masih berlanjut. Daripada seperti pelanduk yg mati di tengah pertarungan gajah, penulis menjauh. Semoga Allah SWT curahkan rahmatNya pada beliau selalu.

Bandung, 26 April 2019.A. Harun Al Rosyid

Tanggapan pembaca : Saya seorang muhibbin Kyai UZAIRON yang sangat mencintai beliau. Banyak mendapat bimbingan ruhani dari beliau. Baik dalam dakwah. Thoriqoh maupun kehidupan sehari hari. Sungguh bersyukur atas tulisan ini sebagai salah satu bentuk pembelaan kepada almarhum atas fitnah yang berkembang bahwa beliau adalah orang yg memerintahkan agar Para pekerja dakwah istiqomah Dengan ajaran ajaran Maulana Saad. Itu tidak benar Sama sekali. Yang benar adalah bahwa beliau mengarahkan supaya Kita selalu berpegang teguh kepada ushul ushul dakwah dan selalu sejalan dengan pendapat jumhur ulama.Ikhtilaf MS Dan SA sekarang ini dipicu oleh pandangan dan pendapat maulana Saad yang bertentangan dengan jumhur ulama maupun dengan guru guru nya sendiri seperti maulana yaqub, maulana Ibrahim Dan maulana Ahmad lath.Hal itu sudah diketahui masyarakat umum.Yang menarik dari tulisan kenangan di atas adalah bahwa ternyata Kyai Uzairon adalah syuro Indonesia yang pertama kali menyadari penyimpangan Bayan maulana Saad ketika syuro lain belum menyadari nya. Dan itu terjadi jauh sebelum ikhtilaf SA dan MS meledak ke permukaan. Bahkan syuro lain yang sekarang ikut dalam syuro alami (SA) pun protes kepada Almarhum Karena tidak mau menerjemahkan yang Kyai anggap menyimpang tersebut.jadi Kyai Uzairon adalah ORANG indonesia pertama yang berani menyatakan kekeliruan isi bayan dan penyimpangan tersebut sebelum Deoband mengeluarkan fatwa koreksi atas bayan bayan serupa. SEBUAH FAKTA SEJARAH KYAI UZAIRON ADALAH ULAMA BESAR YANG TERUJI SELALU PEGANG ERAT USHUL USHUL DAKWAH. DAN BERANI BERBEDA SIKAP DENGAN MAULANA SAAD DAN LAINNYA SEJAK DULU KETIKA PEMAHAMAN TSB BERTENTANGAN DENGAN PEMAHAMAN JUMHUR ULAMA.

7Agus Yakfi and 6 others

Categories: Bayan | Tinggalkan komentar

PENGORBANAN HAJI ABDUL WAHAB SAAB (RAH.A) DAN PENDIRIAN MARKAZ RAIWIND (Diterjemahkan dari Bayan Bahasa Urdu oleh Maulana Tariq Jameel DB)


9 Juli 1953 merupakan Ijtima pertama yang diadakan di Raiwind dan Maulana Yusuh Rah.A juga hadir dalam ijtima tersebut. Pembangunan pertama pada tahun 1951, namun baru pada tahun 1953 ijtima diadakan. Hanya ada sedikit orang pada masa itu, sehingga satu pondok digunakan sebagai masjid, dan pondok lainnya digunakan sebagai lokasi ijtima. Sesudah ijtima usai, Maulana Yusuf Rah.A mengumpulkan orang-orang lama dan mulai memberikan targhib. Beliau berkata, “Ini adalah markaz, dan sebuah markaz akan hidup dengan pengorbanan. Markaz yang dibangun dengan kekayaan akan menjadi asbab korupsi di masa depan. Sementara markaz yang dibangun dengan pengorbanan harta dan diri akan menjadi asbab hidayah di masa depan. Kami ingin markaz ini agar hidup, jadi siapa di antara yang hadir ini bersedia untuk berbai’at hingga mati?”

Ini bukanlah tasykil 4 bulan atau 40 hari. Apa maksudnya ? Maksudnya adalah saya akan menghabiskan hidup saya untuk usaha ini. Hari ini kita memperlakukan kerja tabligh seperti pengemis dan kita memberikan apa yang tersisa dari harta kita. Seperti seseorang yang meminta satu rupee dan kita memberikannya pada mereka. Seperti kita ditasykil untuk keluar 40 hari dan 40 hari yang kita berikan adalah sisa dari kesibukan sehari-hari kita. Maulana Yusuf Rah.A berkata “…..bukan 4 bulan atau 40 hari, tapi ini adalah kerja untuk tujuan hidup umat dan kita mesti membawa umat kepada pemahaman ini. Saya membutuhkan orang-orang yang bersedia berbai’at pada saya meskipun mereka mungkin akan menghadapi kematian, mereka tetap tidak akan meninggalkan markaz ini.”

Selanjutnya Maulana Yusuf Rah.A berkata, “Kalian mungkin akan kelaparan dan tidak mendapatkan makanan, namun kami tidak bertanggungjawab untuk makanan kalian. Kalian mungkin akan kelaparan dan tidak mendapatkan minuman, namun kami tidak bertanggungjawab untuk minuman kalian. Kalian mungkin akan sakit dan tidak mendapatkan perawatan, namun kami tidak bertanggungjawab untuk perawatan kalian. Dalam semua kesulitan ini, kalian tidak diijinkan untuk pergi. Sekarang katakan pada saya, siapa yang bersedia untuk hal ini.”

Ini adalah sebuah tasykil yang hebat, berikutnya 18 orang memberikan nama mereka. Orang pertama yang berdiri adalah Haji Abdul Wahab Shab Rah.A. Bila seseorang berdiri, maka ia akan dipanggil ke depan. Ia akan diingatkan, kalian akan kelaparan dan kalian harus tahan, kalian akan kehausan dan kalian harus tahan, kalian akan sakit dan kalian harus tahan. Kalian tidak boleh lari meskipun kalian akan menghadapi kematian. Mereka akan ditanya lagi, “apakah kalian masih bersedia?”. Bila orang itu menjawab iya, maka ia akan dipisahkan dari majma’.

Haji Mushtaq Sahb Rah.A adalah orang lama lain yang hadir dalam bayan tersebut dan beliau berkata Mewaji Mehrab Rah.A mulai memberi saya targhib agar saya mencatatkan nama juga. Saat Maulana Yusuf Rah.A melihat ini, beliau menegur Mewaji Mehrab Rah.a dan berkata, “Jangan ada yang memberikan targhib, siapa yang berdiri hendaknya berdiri karena kemauannya sendiri. Jika ditarghib, besok saat menghadapi kesulitan, maka ia akan protes kepada yang memberi targhib, kamu sudah menjebak saya, meletakkan saya dalam kesulitan yang saya tidak bisa hadapi. Anda hendaknya berdiri karena kemauan anda sendiri.” Maulana Yusuf Rah.A mengambil bai’at dari 18 orang tersebut dan meminta janji mereka untuk tidak pergi meskipun harus mati. Semua 18 orang tersebut tetap tinggal di Raiwind hingga wafatnya.

Hafiz Sulaiman Rah.A adalah satu dari ke 18 orang tersebut dan beliau menceritakan bahwa tiga hari kelaparan itu sesuatu yang biasa. Beliau berkata, “Terkadang kami mengalami kelaparan yang luar biasa, lalu Allah Hantar makanan, kami bersyukur pada Allah, lalu tiba-tiba ada tamu datang, sehingga Mewaji Mehrab Rah.A (khadim Maulana Ilyas Rah.A) mengambil makanan tersebut lalu dihidangkan kepada para tamu. Kami membagi sebuah roti menjadi empat. Rotinya terbuat dari jagung atau barley dan sangat jarang kami mendapatkan roti gandum. Sangat jarang kami melihat kari. Biasanya kami memakan cabai yang dikeringkan dan garam yang dicampur dengan air untuk membuat kari lalu kami makan dengan roti. Sejauh mata memandang tidak ada orang. Tidak ada orang datang, tidak ada orang pergi, tidak ada yang bertanya bagaimana kondisi kami. Kami mengambil kayu bakar dari semak-semak dan membawanya di atas kepala kami dan saat kami turunkan, ada ular di dalamnya.” Hafiz Sulaiman Rah.A selanjutnya menceritakan bahwa suatu ketika selama delapan belas hari tidak ada makanan dan kami berdoa agar Allah Hantar makanan untuk kami. Delapan belas hari tidak ada makanan, lalu sekarang ada delapan belas masakan dalam meja kita hari ini. Sesudah delapan belas hari, saya dapat kabar bahwa anak perempuan saya sakit dan dalam kondisi sakaratul maut dan saya harus datang mengunjunginya. Saya datang ke anak perempuan saya dan saat sampai rumah anak perempuan saya dalam keadaan sakaratul maut. Sanak saudara saya datang dan mereka membawa kari dan roti. Beliau berkata ketika saya melihat itu, saya lupa akan sakitnya anak perempuan saya dan bersegera makan. Para tamu berkata bahwa saya ayah yang tidak berperasaan, tapi tidak banyak yang tahu bahwa saya sudah 18 hari tidak makan.

Suatu ketika Mewaji Mehrab Rah.A berkata kepada 18 awwalun Raiwind ini, “Nikmatilah hari-hari kelaparan ini, karena tidak akan lama. Sesudah itu tidak akan ada lagi kelaparan di markaz ini.” Ini adalah mezaaj dakwah. Sesudah pengorbanan, dunia akan takluk di hadapanmu.

Categories: Bayan | Tinggalkan komentar

Markaz Dakwah Bebas Covid 19


Categories: Bayan | Tinggalkan komentar

Bayan Ijtima’ Asia Pakatto


Categories: Bayan | Tinggalkan komentar

Ahbab MS Malaysia yang Terjangkit Covid 19


Jamaah MS Sri Petaling Syura Malaysia dan otj KL yang dijangkiti covid-19 adalah seperti berikut:

  1. Ustadz Abdul Hamid Chin.
  2. Ustadz Hazim.
  3. Haji Salleh Mubin.
  4. Haji Othman Hamsin.
  5. Haji Zul(jem taskel Malaysia).
  6. Haji Abdul Rahman JB.
  7. Abdul Aziz Ismail (Aziz Langat).
  8. Chegu Wafa.
  9. Azhar Jaafar – Kepong.
  10. Chegu Kamaruddin Bangi (Khidmat Foreing).
  11. Asraf Ali (Khidmat Taam Foreign Semasa Jhor).
  12. Rokhaizam – Shah Alam.
  13. Azmi Bakar – Admitted kat Hospital Penang.
  14. Haji Zaid Abdullah – Admitted kat Hospital Argentina.
  15. Haji Abbas (menantu Haji Zaid) – Admitted kat Hospital Argentina
  16. Haji Muharram

https://chirb.it/hJI11x?fbclid=IwAR1ruT76AX6jq-2NcnwGGxBv_AsDwTtoauUVnywgFeehn4u-uUTUDeODkhU

Categories: Bayan | Tinggalkan komentar

Bayan-Bayan Provokatif di Markaz MS Malaysia Sri Petaling


Semoga Tabligh Sri Petaling segera taubat…..
Diantara kezaliman/tuduhan Tabligh Sri Petaling kepada Tabligh Syura Alami di Malaysia:
1. Syura Alami adalah Iblis. Mubayyin: Maulana Mansur
2. Syura Alami KAFIR. Mutarjim: Maulana Hamid. Dan pengistiharan oleh Maulana Hamid di Sri Petaling “Syura Alami tidak VALID”
3. Haji Abdul Wahhab Shab sudah NYANYUK. Pernyataan Maulana Hamzah.
4. Memboikot program penerangan isu ikhtilaf Syura Alami di seluruh Malaysia dengan dokrin “JANGAN DENGAR. JANGAN BACA. JANGAN HADIR. JANGAN KASIH MIMBAR”
5. Mengamal konsep tidak hormat pada orang-orang lama yang sudah tua di Syura Alami Malaysia. “Dilarang cium tangan orang tua-tua ni, karena mereka bukan bagian dari kita” Arahan Syura Sri Petaling Tawau Tuan Marzuki dan Cikgu Zainal.
6. Dilarang makan minum sekali dengan Syura Alami. Arahan Syura Sri Petaling Tawau Tuan Marzuki.
7. Mengerakkan jentera Sri Petaling untuk berjumpa pengurus-pengurus masjid di Malaysia agar menolak jemaah Syura Alami jika datang ke masjid untuk keluar beberapa hari dengan pernyataan: Jamaah Syura Alami bukan dari Sri Petaling”. Mempersempit dan menyukarkan pergerakan jamaah Syura Alami.
8. Segala hujjah Syura Alami dalam isu ikhtilaf beserta dalil ditolak oleh Sri Petaling tanpa Tabayyun dengan semburan kata: “SEMUA FITNAH!!!”.
9. Ketika Syura Alami membuat Ijtimak, maka di tarikh itu juga mereka membuat program untuk menghalang/boikot orang hadir ijtimak untuk mendengar penjelasan dari para Masyaikh Syura Alami.
10. Melempar tuduhan Syura Alami sebagai MUNAFIK dan AGEN YAHUDI. Tanpa Bukti.
11. Menafikan FATWA DEOBAND INDIA atas kesesatan Maulana Saad oleh Maulana Helmi.
12. Memberi fakta yang salah dan memburuk-burukan ribuan Ulama yang membela Syura Alami di Banglades.
13. Memberikan FAKTA yang SALAH mengenai pergaduhan berdarah di Ijtimak TONGI.
14. Pernyataan Sri Petaling mengenai serangan terrorist al Mauti 2016 di Marawi Filipina adalah bala kepada Tabligh Syura Alami Marawi Filipina karena menolak Maulana Saad sebagai Amir Dunia. Sedangkan islam itu menolak terrorisme.

Categories: Bayan | 1 Komentar

Amalan Menghindari Covid 19 dari Maulana Ibrahim Dewla D.B.


  1. Membaca Surat Al Fatihah 3 kali.
  2. Membaca Surat Al Ikhlash 3 kali.
  3. Membaca Dzikir Nabi Ibrahim: “Hasbunallahu wa ni’mal wakiil” sebanyak 313 kali.
Categories: Bayan | Tinggalkan komentar

Bayan Maulana Saad tentang Wabah Corona (Sri Petaling Tidak TAAT)


*MENINGGALKAN MASJID SEHINGGA BERAKHIRNYA AZAB IALAH TANDA YAKIN YANG RUSAK.*

*UCAPAN TERKINI DAN TERPENTING HADRAJI MAULANA SAAD BERKENAAN WABAH COVID19 / CORONA VIRUS.*

– Ummat tidak meyakini bahwa hubungan setiap masalah adalah berhubungan dengan masjid.

– Kerusakan yakin pada Ummat di zaman ini dan jauhnya umat dari janji-janji Allah telah menyampaikan ummat pada keyakinan bahwa ‘masjid ditinggalkan sehingga masalah selesai’.
( lihatlah bagaimana terbaliknya pemikiran manusia) sedangkan hadits Nabi SAW memerintahkan supaya *Jangan tinggalkan masjid sehingga masalah selesai*. Dalam hadits diperintahkan supaya berpuasa dan beriktikaf di masjid. ( *Hadraji ulang sebanyak 3x* )

Ya allah selagi engkau tidak angkat azab ini, kami tidak akan meninggalkan masjid sekali-kali. Di dalam Alquran banyak disebut.

Selagi Azab tidak diangkat . Datang ke masjid, tambahkan khusyu’ dan khudhu’. Dengan ini azab akan berakhir. Apabila akidah telah rusak dan yakin telah keluar dari hati dan manusia mula memahami bahwa gambaran-gambaran makhluk inilah zat Allah maka manusia akan terkesan dengan keadaan diluar masjid, Dan ummat akan terkesan dengan cara orang yang tidak beriman. Ummat mula merasakan berjumpa dengan orang Islam adalah puncak penyakit bagi mereka . Ini adalah hanya disebabkan oleh yakin dan akidah yang rusak . Saya amat tidak memahami bahwa bila mana si pesakit berjumpa dengan orang lain maka penyakit akan berjangkit, Tetapi bilamana pesakit berjumpa dengan dokter, kenapa dokter tidak jatuh sakit? Dokter yang melarang untuk berjumpa dengan orang lain dan dokter itu sendiri tidak sakit bila didatangi oleh pesakit . Bila seorang mendatangi orang yang sakit berapa ribu malaikat akan berdoa kepada pesakit? 70 ribu malaikat. Bersama Satu orang 70 ribu malaikat mendoakan kesehatan.

Berobat adalah sunnah. Tetapi merusakkan amal semata-mata untuk berobat maka tidak sama sekali. Karena ianya akan menyebabkan penyakit akan bertambah. Saya pernah beritahu bahwa sekali Rasulullah SAW didatangi kelaparan dan tiada makanan di rumah, Rasulullah SAW boleh sahaja berdoa dan makanan diturunkan dari langit. Tetapi tidak, bahkan Rasulullah SAW telah berulang kali ke masjid dan pulang ke rumah dan bertanya kepada Sayyidatina Aisyah, “Adakah makanan sudah ada?” jawab Sayyidatina Aisyah “belum”. Rasulullah kembali ke masjid dan berdoa, kemudian pulang lagi dan bertanya lagi ” Adakah makanan sudah ada?” dijawab Sayyidatina Aisyah “belum “. Maka Rasulullah terus berulang kali ke masjid.

Tuan-tuan beritahu saya, bila penyakit datang adakah kita berulang-ulang kali ke masjid dan shalat 2 rakaat dan pulang bertanya adakah penyakit telah hilang? Saya amat heran bila mendengar bahwa apabila penyakit datang ummat telah meninggalkan masjid, sedangkan sunnah ialah berpegang kepada masjid selagi masalah tidak selesai. Cuba kita fikirkan adakah pemikiran kita bersamaan dengan pemikiran Rasulullah SAW (tidak jelas).

Menghadapi keadaan dengan mewujudkan keadaan adalah cara orang-orang yang tidak beriman dan menghadapi keadaan dengan amal adalah cara Nabi-Nabi. Pada hari ini orang-orang Islam menghadapi keadaan dan suasana dengan mengadakan keadaan yang lain dan dengan menggunakan asbab Allah tidak membawakan keadaan supaya manusia menyelesaikannya dengan mengadakan keadaan yang lain. Bahkan Allah bawakan keadaan semasa karena kekurangan amal, dan keadaan yang berlaku karena kekurangan amal tidak mungkin dapat diselesaikan melalui asbab. Oleh itu seperti yang saya katakan tadi bahwa Rasulullah SAW tidak menjadikan asbab sebagai penyelesaian masalah kepada Para sahabat, bahkan Rasulullah SAW sendiri 3 kali pergi ke masjid dan berdoa kepada Allah, dan pada kali ketiga barulah Rasulullah pulang dan bertanya, dan kata Sayyidatina Aisyah r.ha” Utsman telah bawakan makanan ke rumah tuan”.

Ini semua kisah untuk beritahu kita bahwa untuk kita selesaikan segala masalah hendaklah kita berusaha seperti Rasulullah dan sahabat telah lakukan.

Oleh itulah Rasulullah SAW telah jadikan sahabat sebagai ‘masjid wala’ (orang-orang masjid) sebanyak mana cara tarbiyah yang baru diwujudkan yang bertentangan dengan sunnah maka cara tarbiyah tersebut tidak meninggalkan kesan disebabkan bertentangan dengan sunnah. Hubungan tarbiyah adalah dengan masjid, inilah hubungan tarbiyah yang mustaqil (tetap).
Satu orang musyrik pencuri telah dibawa kepada Rasulullah SAW lalu baginda perintahkan diikat di masjid.

Categories: Bayan | Tinggalkan komentar

Bayan2 Sejarah dan Iktilaf


  1. https://www.youtube.com/watch?v=BQ9TgEQIjbc
  2. https://www.youtube.com/watch?v=L70WHD5Ld_U&t=2070s
  3. https://www.youtube.com/watch?v=hG8Z54tBMlw
  4. https://www.youtube.com/watch?v=kBvGqYvplKo&t=2051s
  5. https://www.youtube.com/watch?v=_7ZiIJyB7jY
  6. https://www.youtube.com/watch?v=WSsum2ipiKs
Categories: Bayan | 1 Komentar

Nasehat Maulana Utsman Bhilvan Palanpuri.


Nasihat Maulana Osman Bhilvan Palanpuri, Nerul Markaz, Mumbai (Januari 2020)

Nasehat Maulana Utsman Bhilvan Palanpuri

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bila kita berdepan dengan orang-orang yang berhubung (bertanya) dengan kita, perkara pertama (1) yang perlu kita terangkan adalah, bila kerja kita dibuat mengikut tertib dan nehej tiga Hadrat ji, kebaikan telah tersebar di seluruh dunia. Dan iman telah tersebar di seluruh dunia. Karkuzarinya (tentang kebaikan ini) telah diketahui secara umum. Bagi ulama’, mashaikh, karkun lama, dan orang baru, yang telah menjalankan kerja agama mengikut tertib itu, mereka bersepakat tidak ada apa perkara yang perlu dipertikaikan. Tetapi bila tertib baru mula diperkenalkan seperti di Sri Lanka, di negara negara Arab seperti di Kuwait dan Sudan, usaha di sana telah mula terhapus (menjadi lemah). Orang lama dan mashaikh, semuanya (secara majoriti) telah mula mempertikaikan mengenai cara, nehej dan bayan mereka.

Perkara kedua (2), seorang telah bertanya Hadrat Maulana Ashraf Ali Thanwi (R Alaih), ‘Hadrat, di tempat saya ada seorang ahlullah dan saya hendak berbaiat dengannya, apakah pandangan tuan?’ Hazrat Maulana Ashraf Ali Thanwi (R Alaih) telah menerangkan satu kaedah, yang sesuai untuk setiap orang dan pada setiap zaman. (Beliau berkata) saya tidak kenal ahlullah tersebut, tetapi jika ulama’ bergabung (bersama) dengan dia, maka kamu bersamalah dengan dia. Jika ulama’ tidak bersama dengannya, kamu jangan bergaul dengannya. Usul yang kedua sudah kita ketahui.

Perkara yang ketiga (3), Hadrat Ali (R Anhu) telah bertanya Rasulullah (SAW). “Ya Rasulullah, setelah tuan wafat, jika terdapat keadaan (halat) (yang tidak menyenangkan), masalah, dan kemusykilan, apa yang perlu dibuat? Nabi SAW menyatakan agar membaca Al-Quran dan mengambil panduan daripada Al-Quran. Jika penyelesaiannya tiada di dalam Al-Quran, apa yang harus dilakukan? Bacalah Hadith dan dapatkan panduan daripada Hadith. Jika tidak dapat penyelesaiannya di dalam Hadith, apa yang perlu dilakukan? Kumpulkan para ulama’, fuqaha’, mashaikh dan ahli taqwa. Bentangkan masalah tersebut di hadapan seluruh jemaah tersebut. Bagi menyelesaikan sesuatu masalah, kita mesti melaksanakannya mengikut keputusan yang diputuskan secara beramai-ramai (jemaah) dan jangan mengikuti keputusan yang dibuat berasaskan pandangan atau keputusan seorang (individu) sahaja. Ini adalah usul yang ketiga.

Usul yang keempat (4), ittabi u ala aswadil a’zam. Makna aswadil a’zam adalah ijma’ ulama’. Bilangan yang ramai (majoriti) daripada kalangan orang awam langsung tiada nilai. Tidak boleh dijadikan ikutan. Jumhur atau majoriti ulama’, di mana juga tempatnya, adalah menjadi satu perintah, iaitu Nabi SAW perintahkan untuk mengikuti mereka.

Yang kelima (5) ‘alaikum biljamaah. Kamu mesti berpegang dengan jemaah, iaitu bermashwarah dengan jemaah, dengan fikir jemaah, dan dengan nehej jemaah. Bergerak dengan ijtimaiat. Perkataan/keputusan daripada seorang (individu) bukannya jemaah.

Abdullah bin Masood (RA) berkata, wahai tuan tuan, ikutlah jalan mereka yang telah meninggalkan dunia ini. Ikutlah jalan mereka yang telah meninggal dunia. Mereka yang masih berada di dalam dunia, pada bila bila masa mereka boleh berada di dalam fitnah.

Percakapan Abdullah bin Masood (RA) ini boleh didapati dalam kitab Hayatus Sahabah, pada bahagian awal kitab sama ada dalam Bahasa Arab atau terjemahannya pun ada.

Bila ada orang yang datang berjumpa tuan-tuan, tanya dia satu soalan, mohon jawapan daripadanya. Tanya orang yang kedua dan minta jawapan daripadanya. Dan, dari sini terangkan kepadanya. Di seluruh dunia, kerja agama di Ceylon (Sri Lanka) telah menjadi rujukan dan contoh. Setelah mereka memulakan tertib baru, usaha telah mati (lemah). Usaha telah terhapus (berkurangan) sehingga datang halat (keadaan tidak baik) di mana kerajaan telah menghalang orang (Islam) tinggal dalam masjid dan tidak membenarkan tidur di waktu malam di masjid.

Sementara usaha agama di Mesir, pada masa ini, dari segi pengorbanan, keluar di jalan Allah dan sifat, menjadi contoh utama bagi usaha ini. Daripada 100 orang yang pernah keluar 4 bulan dan 40 hari, 90 orang masih kekal dalam usaha. Bila kami tanya siapakah mereka yang 10 orang ini? Mereka adalah orang sakit, warga emas yang uzur, atau mereka yang telah berpindah ke tempat lain. Ini bermakna, seratus peratus masih kekal dalam usaha. Mereka menjalankan usaha dengan penuh kefahaman: mereka adalah ahli ilmu. Mereka menjalankan usaha dengan kefahaman dan kekal dalam usaha dengan kefahaman.

Bagi kita di sini, peratusan yang masih buat usaha hanya tinggal 15, 20, atau 25 peratus. Bila kita survei di seluruh negara, dan di negara negara lain, hanya 20 peratus (yang masih kekal dalam usaha). Kita dapati di sesebuah masjid, jika ada 100 orang yang pernah keluar 4 bulan atau 40 hari, hanya 20 orang saja yang masih aktif. Di Mesir, kami dapati pengorbanan, sifat dan kesan usaha agama begitu baik sekali walaupun mereka menghadapi kesusahan dan rintangan daripada pihak kerajaan. Di sebalik kesusahan tersebut, apakah sebabnya (usaha maju di sana)? Mereka berkata kami tidak tinggalkan nehej kerja yang diberikan oleh orang lama kita. Tiada perkara-perkara baru yang diperkenalkan. Apa juga tertib yang disampaikan orang lama, itulah yang kami amalkan. Nada percakapan kami pun penuh dengan ikram, kasih sayang dan lemah lembut.

Sebaliknya, di Sudan, kerajaan telah banyak membantu usaha (agama) di sana dan kerajaan telah memberikan tanah percuma untuk mereka membina markaz, begitu juga menyediakan lampu dan air. Tiada masalah untuk mengadakan perhimpunan sehingga beribu ribu orang. Tetapi, apabila perkara-perkara baru mula diperkenalkan di sana, bagi malam markaz, bila dahulu ada 700 orang telah mengambil bahagian, sekarang hanya tinggal 40-50 orang mengambil bahagian. Dulu pada setiap minggu, 200 jemaah telah keluar, sekarang tinggal 10 jemaah sahaja yang keluar. Pada masa ini (Januari 2020) orang MS telah pergi ke sana bagi mengadakan ijtima’ antarabangsa dan bagi membina markaz antarabangsa. Semoga Allah pelihara umat ini dan usaha agama ini.

Di negara negara yang menjalankan usaha mengikut nehej yang betul, ada bantuan Allah dan Allah pelihara usaha ini. Di tempat yang mana usaha tidak dibuat mengikut nehejnya, telah timbul kekecohan yang besar. Begitu banyak perselisihan. Begitu banyak masalah menimpa dalam negara. Sekarang, di India, lihatlah keadaan di negeri negeri yang menjalankan usaha mengikuti nehej yang betul. Dan bagi tempat yang menerima perkara perkara baru, apakah keadaan di sana? Saya tidak mahu bercerita dengan panjang lebar tentang perkara ini. Mohon sampaikan perkara ini kepada sesiapa yang datang berjumpa tuan. Assalamualaikum

Categories: Bayan | Tinggalkan komentar