Kisah Muawiyah dengan Saad Berkenaan dengan Ali ra.


Dikeluarkan oleh Ahmad, Muslim, dan Tirmidzi dari Amir bin Saad bin Abi Waqas dari bapaknya, bapaknya berkata: Muawiyah bin Abu Sufyan memerintahkan Saad dengan berkata, “Apakah yang menghalangimu untuk mencaci Abu Turab (gelar yang diberikan Rasulullah untuk Ali)?”

Saad berkata, “AKu akan menyebutkan tiga hal yang disabdakan oleh Rasulullah, yang jika satu darinya aku miliki, maka lebih aku sukai daripada unta merah:

  1. Pertama, dalam perang Tabuk Rasulullah menghendaki Ali tinggal di Madinah, maka Ali berkata kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah! Apakah engkau meninggalkanku bersama dengan kaum wanita dan anak-anak?” Rasulullah pun bersabda, ‘Apakah kamu ridha sekiranya kamu memperoleh kedudukan di sampingku sebagaimana Nabi Harun di sisi Musa as, sedangkan tiada Nabi selepasku.”
  2. Aku juga mendengar Rasulullah pada hari perang Khaibar, ‘Aku akan memberikan Panji ini kepada seorang lelaki yang mencintai Allah dan Rasul-Nya dan Allah dan Rasul-Nya mencintainya.’ Kemudian Rasulullah bersabda, ‘Panggilah Ali supaya datang menemuiku.’ Kemudian Ali datang dan ia sedang sakit mata, lalu beliau meludahi kedua mata Ali kemudian menyerahkan panji itu kepadanya. Allah telah memberikan kemenangan kepada umat Islam.
  3. Ketika ayat ini diwahyukan kepada Rasulullah, Rasulullah pun memanggil Ali, Fatimah, Hasan, dan Husein kemudian bersabda, ‘Wahai Allah mereka ini adalah ahli keluargaku.’

3_61

Categories: Tertib Dakwah | Tags: , , | Tinggalkan komentar

Umar Menentang Orang yang Mencerca Ali ra.


Dikeluarkan oleh Ibnu Asakir dari Urwah ra, bahwa seorang lelaki telah mencerca dan menghina Ali dihadapan Umar bin Khattab. Maka Umar pun berkata, “Apakah kamu tahu pemilik kubur ini, yaitu Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib dan apakah kamu mengetahui mengenai Ali bin Abdul Muthalib? Janganlah kamu berkata-kata mengenai Ali kecuali dengan kebaikan karena sesungguhnya jika kamu menyakitinya, maka kamu telah menyakiti penghuni kubur ini (Rasulullah) dalam kuburnya.” Al Muntakhab.

Categories: Tertib Dakwah | Tags: , , | Tinggalkan komentar

Sabda Rasulullah, “Barangsiapa Menyakiti Ali, maka Ia Telah Menyakiti Aku.”


Dikeluarkan oleh Ibnu Ishaq dari Amru bin Shah Al Aslami ra, seorang sahabat yang menyertai perjanjian Hudaibiyah, katanya: Aku bersama dengan Ali dalam pasukan yang dikirim oleh Rasulullah ke Yaman. Ali telah berlaku kasar kepadaku yang membuat aku menentangnya. Ketika aku sampai di Madinah, aku pun mengadukan perlakuannya itu kepada siapa saja yang aku temui di Madinah.

Pada suatu hari, aku menemui Rasulullah yang sedang duduk di dalam masjid. Ketika Rasulullah melihat kedatanganku, aku melihat ke arah beliau dan beliau pun melihat ke arah ku hingga aku duduk dihadapannya. Lalu Rasulullah bersabda kepadaku, “Demi Allah! Sesungguhnya engkau telah menyakitiku wahai Amru.”

Aku pun berkata, “Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji’uun. Aku berlindung kepada Allah dan agama Islam dari menyakiti hati Rasulullah.”

Kemudian Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang menyakiti Ali, maka sesungguhnya ia telah menyakiti aku.”

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Amru bin Shas sebagaimana dalam Al Bidayah. Kata Haitsami, hadits ini telah diriwayatkan oleh Ahmad dan Thabrani dengan ringkas dan Bazar lebih ringkas lagi.

Categories: Tertib Dakwah | Tags: , | Tinggalkan komentar

Abu Bakar Memuliakan Ali Bin Abu Thalib


Dikeluarkan oleh Ibnu Arabi dari Anas ra katanya: “Suatu ketika Rasulullah sedang duduk di dalam masjid dengan dikelilingi oleh para sahabatnya. Kemudian Ali muncul lalu memberi salam kepada mereka sambil berdiri mencari tempat kosong untuk tempat duduknya. Rasulullah pun melihat ke arah sahabat sambil mencari adakah tempat kosong yang cukup untuk tempat duduk Ali. Ketika itu Abu Bakar sedang duduk di sisi kanan Rasulullah, lalu Abu Bakar pun bergeser dari tempat duduknya sambil berkata kepada Ali, ‘Duduklah di simi wahai Abu Hasan.’ Maka Ali pun duduk di antara Rasulullah dan Abu Bakar.”

Kami pun melihat raut kegembiraan pada wajah Rasulullah , kemudian beliau berpaling ke arah Abu Bakar dan berkata, “Wahai Abu Bakar. Sesungguhnya orang yang mengetahui kelebihan orang-orang yang mempunyai kelebihan, adalah orang yang mempunyai kelebihan.” (Al Bidayah)

Categories: Tertib Dakwah | Tags: , , | Tinggalkan komentar

Merasa Selalu Diawasi Allah SWT


11892274_1657813604455902_8283236819352024380_n

Guru Biasa Juga Belajar Dengan Murid

Terkisah dari Ibnu Arabi dalam Futuhat al-Makkiyah. Di satu pagi, seorang santri menemui gurunya dalam keadaan pucat pasi. “Wahai Tuan Guru, semalam aku mengkhatamkan Alquran dalam sholat malamku.”

Sang Guru tersenyum. “Bagus Nak. Nanti tolong hadirkan bayangan diriku di hadapanmu saat kau baca Alquran itu. Rasakanlah seolah-olah aku sedang menyimak apa yang engkau baca.”
Esok harinya, sang murid datang dan melapor pada gurunya. “Tuan Guru,” katanya, “Semalam aku hanya sanggup menyelesaikan separuh dari Alquran itu.”

“Engkau sungguh telah berbuat baik,” ujar sang guru sembari menepuk pundaknya. “Nanti malam lakukan lagi dan kali ini hadirkan wajah para sahabat Nabi yang telah mendengar Alquran itu langsung dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bayangkanlah baik-baik bahwa mereka sedang mendengarkan dan memeriksa bacaanmu.”

Pagi-pagi buta, sang murid kembali menghadap dan mengadu. “Duh Guru,” keluhnya, “Semalam bahkan hanya sepertiga Alquran yang dapat aku lafalkan.”

“Alhamdulillah, engkau telah berbuat baik,” kata sang guru mengelus kepala si santri. “Nanti malam bacalah Alquran dengan lebih baik lagi, sebab yang akan hadir di hadapanmu untuk menyimak adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri. Orang yang kepadanya Alquran diturunkan.”
Seusai shalat Shubuh, sang guru bertanya, “Bagaimana shalatmu semalam?” “Aku hanya mampu membaca satu juz, Guru,” kata si santri sambil mendesah, “Itu pun dengan susah payah.”

“Masya Allah,” kata sang guru sambil memeluk sang santri dengan bangga. “Teruskan kebaikan itu, Nak. Dan nanti malam tolong hadirkan Allah di hadapanmu. Sungguh, selama ini pun sebenarnya Allah-lah yang mendengarkan bacaanmu. Allah yang telah menurunkan Alquran. Dia selalu hadir di dekatmu. Jikapun engkau tidak melihat-Nya, Dia pasti melihatmu. Ingat baik-baik. Hadirkan Allah, karena Dia mendengar dan menjawab apa yang engkau baca.”
Keesokan harinya, ternyata santri itu jatuh sakit. Sang Guru pun datang menjenguknya. “Ada apa denganmu?” tanya Sang Guru.

Sang santri berlinang air mata. “Demi Allah, wahai Tuan Guru,” ujarnya, “Semalam aku tak mampu menyelesaikan bacaanku. Walaupun, Cuma al-Fatihah aku tak sanggup menamatkannya. Ketika sampai pada ayat, “Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin” lidahku kelu. Aku merasa aku sedang berdusta. Di mulut aku ucapkan “Kepada-Mu ya Allah, aku menyembah” tapi jauh di dalam hatiku aku tahu, aku sering memperhatikan yang selain Dia. Ayat itu tak mau keluar dari lisanku. Aku menangis dan tetap saja tak mampu menyelesaikannya.”

“Nak…,” kata sang guru sambil berlinang air mata, “Mulai hari ini engkaulah guruku. Dan sungguh aku ini muridmu. Ajarkan padaku apa yang telah kau peroleh. Sebab meski aku membimbingmu di jalan itu, aku sendiri belum pernah sampai pada puncak pemahaman yang kau dapat di hari ini.

Categories: Bicara Iman Yakin | Tags: , , | Tinggalkan komentar

Nizamuddin Dahulu Kala


” … OLD NIZAMUDDIN … OLD DELHI … ” , نظام الدّین , दिल्ली

Pada abad ke 19 di kawasan sekeliling Nizamuddin yang mana terdapat Masjid Banglawali asal muasalnya adalah hutan kecil di pinggiran kota New Delhi, pada awal penjajahan Inggris / British di India, daerah ini dimiliki oleh seorang kerabat Raja Moghul yang dikenal dengan panggilan ‘Nawab’, Nawab artinya Raja untuk Raja Islam, di zaman itu, ‘Raja’ adalah panggilan bagi kerabat bangsawan raja-raja Hindu. Nawab ketika itu sering dituduh yang aneh-aneh oleh Mahkamah Kolonial Inggris/British dengan taruhan nyawa dan hartanya atas perbuatan yang tak pernah dia lakukan dan tentu saja tak pernah terbukti. Waktu itu adalah masa yang sulit bagi tokoh-tokoh atau pembesar-pembesar Islam. Orang Hindu menggunakan fitnah dan hasutan pada kerajaan Inggris/British terhadap orang Islam. Tapi Allah SWT gerakkan rencanaNya dengan penuh kebijaksanaan. Pada waktu yang bersamaan , terdapat seorang alim ulama yang warak dan zuhud, dari keturunan Sayyidina Abu Bakar ra bernama Mualana Ismail yang menetap di Saharanpur. Nama beliau cukup terkenal dan sedang masyhur sebagai alim dan wali di Jazirah India. Yang menyebabkan, banyak orang meminta hajat yang bermacam macam seolah-olah beliau adalah ahli nujum atau seorang dukun. Keadaan ini telah menganggu jiwa dan hati beliau. Maka beliau pun mengasingkan diri hidup di sebuah hutan di Delhi.

Pada suatu hari, Nawab pergi berburu bersama anak buahnya di sekitar hutan miliknya. Dalam perburuan beliau itu, beliau terkejut ketika menjumpai sebuah bangsal buruk dan seorang berjanggut dan bersurban dalam hutannya. Dengan sikap besar diri sebagai pemilik tanah, Nawab memanggil si janggut itu padanya. Dengan sikap merendah diri, si Janggut meminta maaf kerana mendiami tanah si Nawab dan lantas meminta izin untuk tinggal di situ. Akhirnya si Janggut itu pun dibolehkan mendiami tempat tersebut dengan syarat si Janggut itu bersedia menjadi ‘Gulam’ atau budak suruhan menjaga hutan itu. Syarat ini di terima . Tanpa disadari oleh Si Nawab bahwa Si Janggut itu adalah si alim Maulana Ismail .

Di waktu yang tidak lama kemudian, Nawab akan di adili di Mahkamah Pengadilan Kolonial atas dakwaan berkomplot untuk mengulingkan kerajaan Inggris/British dari tanah India. Jika terbukti bersalah , beliau akan di hukum mati dan hartanya akan dirampas.  Nawab berada dalam kerisauan dan kegelisaan.

Beliau dinasihati oleh rekan kerabat dan sanak saudaranya agar mencari seseorang yang mempunyai hubungan yang kuat dengan Allah dan doa yang makbul. Mereka percaya hanya itu satu2nya cara untuk selamat dari tuduhan. Dan hanya Allah swt saja tempat mengadu permasalahannya. Maka beliau pun bertanya pada orang-orang di banyak tempat dimana bisa menemui orang yang mempunyai kelebihan dibidang agama. Kebanyakkan orang menyebut nama `Mualana Ismail` dari Saharanpur. Nawab pun mencari di Saharanpur tapi malangnya orang yang dicari telah lama menghilang. Tanpa berputus asa, Nawab berusaha keras untuk mencari Maulana Ismail. Alangkah terperanjatnya waktu ia diberitahu anak buahnya bahwa orang yang dicari-cari adalah si ‘Gulam’ di hutannya. Dengan tergesa-gesa ia menuju kehutannya, lalu menjatuhkan dirinya di bawah kaki Maulana Ismail, si Gulam itu.

” … Sekarang ini, saya adalah ‘Gulam’ dan anda adalah ‘ Tuan ‘ saya …” , kata kata yang tersembul keluar dari mulut Nawab . Lantas dibangkitkan diri Nawab itu oleh Maulana Ismail dan dengan penuh simpati mendengar keluh kesah Nawab itu. Maulana mengusulkan cara bagaimana untuk selesaikan masalah tersebut . Nawab diminta untuk berwudhuk lantas di ajaknya Nawab untuk sholat hajat bersama samanya , kemudian ia minta Nawab mengaminkan doa Mualana Ismail . Beliau mengatakan kepada Nawab supaya berupaya menggunakan sendiri kekuatan sholat dan doa . Mengharap dan meminta hanya pada Allah swt.

Nawab pun pada akhirnya diadili di Mahkamah , dan ternyata beliau tidak terbukti bersalah . setelah sidang selesai Nawab bergesa2 mencari Maulana Ismail untuk memberi khabar baik ini , ” … Maulana , Allah telah kabulkan permintaan kita. Sekarang nyawa saya telah selamat.tapi harta saya dirampas …” , Maulana Ismail kemudiannya mengusulkan supaya banding atas putusan pengadilan itu , dan Nawab melakukan seperti yang diusulkan maulana . Seperti sebelumnya Nawab sholat hajat bersama Maulana Ismail tetapi kali ini Nawab sendiri berdoa dan Maulana mengaminkan . Akhirnya keputusan Mahkamah berpihak kepada Nawab . Nyawa dan harta di kembalikan pada nya dan Kerajaan Inggris / British memberi jaminan pelindungan pada Nawab dan keluarganya , malah memberi peringatan yang sangat keras terhadap siapa saja terutama orang Hindu yang berani buat fitnah lagi akan di hukum.

Nawab berkata , “… Maulana sab, dulu nyawa dan harta saya telah hampir hilang, kini semuanya telah saya miliki kembali . Maka saya sudah buat keputusan untuk mewakafkan nyawa dan harta saya untuk Maulana …” , Maka sejak hari itu Nawab berkhimat dan berguru dengan Maulana Ismail hingga akhir hayatnya . Dan kini pusara beliau dan Maulana Ismail masih terjaga di Nizamuddin , India .
Dan dari anak Maulana Ismail telah lahir manusia yang bernama Maulana Ilyas rah , seorang hamba Allah yang di pilih oleh Allah swt untuk menghidupkan kembali kerja kerja dakwah Rasulullah dan para sahabatnya .

Categories: Kisah Dakwah | Tags: , , , | Tinggalkan komentar

Bayan Pak Cecep Firdaus


Categories: Video | Tags: , , | Tinggalkan komentar

Markaz-Markaz di Indonesia


Alamat Markaz Dakwah Tabligh Indonesia

Masjid Jami' Kebon Jeruk, Jakarta. Indonesia

Masjid Jami’ Kebon Jeruk, Jakarta. Indonesia

1. D.I Aceh

Banda Aceh – Msj. Muhajirin, Jl. Raya Lhok Punge Blangcut.
Aceh Besar – Msj. Jami Bukit Baru, Montasik.
Aceh Timur – Msj. Kp. Lawa (depan Langsa).
Aceh Barat – Msj. Jami Nurul Huda, Meulaboh.

2. Sumatera Utara

Medan – Msj. Hidayatul Islamiyah, Jl. Gajah Medan.
Siantar – Msj. Al-Fhal, Jl. Rakuta Sembiring lorong no.9 Martuba.
Asahan – Mushola Kampus UNA, Jl. Sisingakmangara­ja Kisaran.
Sidi Kalang – Mesjid Lama, Pasar Lama no. 71.
Rantau Prapat – Msj. Uswatun Hasanah, Pd. Matinggi (dekat kantor Bupati lama).

3. Riau Daratan (RIDAR)

Pekanbaru – Msj. Al-Falah, Jl. Sumatera, Pekanbaru.
Dumai – Msj. Istiglal, Jl. Yos Sudarso, Dumai.
Duri – Masjid Ahlus-Sunnah Simp. Babusalam Jl. Sudirman Duri

4. Kepulauan Riau (Kepri)

Batam – Msj. Raya Baiturahim, Sekupang, Batam.
Tanjung Pinang – Msj. Baiturrahman, Jl. Seilang dompak, Tj. Pinang
Tanjung Balai Karimun – Msj. Darul Lanah, Jl. Teluk Air.

5. Sumatera Barat

Padang – Msj. Muhammadan, Jl. Pasar Batipuh No. 19.
Bukit Tinggi – Ms. Al-Ihsan, Jl. Pemuda (samping RPH)
Padang Panjang – Ms. Islamiyah, Pasar Padang Panjang.
Pasanan – Msj. Taqwa Kota Gadang, Jaya Kinali Pasanan Barat.
Lubuk Sank – Msj. Al-Jihad, Desa Ladang Panjang Bonjol.

6. Jambi

Kodya Jambi – Msj. Al Azhar, Simpang 4 Jelutung-Kodya Jambi.
Teluk Sabung – Msj. Raya Kuala Tungkal, Tanjung Sabung.
Sungai Penuh – Msj. Agung Pd. Tinggi, Jl. Soekarno-Hatta,­ Sungai Penuh.
Padang panjang, Masjid Almunawarah , sungai penuh Masjid Makki Lawang Agung

7. Sumatera Selatan

Palembang – Msj. Jami Al-Burhan, Jl. Basuki Rahmat no.66, Palembang.
Baturaja – Msj. Al-Mutaqien, Tj. Agung Saung Naga, Baturaja.
Lahat – Msj. Al-Mutaqien, Jl. Simpang Raya Lahat, Linggau.
Bangka – Msj. Ar-Rohman, Jl. Mentok Perumnas, Pangkal Pinang, Bangka.

8. Bengkulu

Bengkulu – Msj. Al-Muhajirin, Komp. Transmigrasi, Kel. Tanah Patah.

9. Lampung

Bandar Lampung – Masjid Jami’ Kebon Bibit-Pondok Pesantren Al-Kirom ,Jl. Raden Gunawan, Kampung Kebon Bibit, Kec.H.Mena, Bandarlampung: Telp 07217418883

Metro Lampung Tengah – Msj. Nurul Iman, Jl. Jend. Sudirman Anjar, Agung Metro.

Kotabumi Lampung Utara – Msj. Maritaqwa, Jl. Raden intan, gg. lambang/­merdeka Kotabumi kode pos 34519.

Krui Lampung Barat – Msj. Nurul Huda, Desa Ulu Krui (kamp. Baru), Pesisir Tengah Krui Lampung Barat.

10. DKI Jakarta

Jakarta – Msj. Jami Kebon Jeruk, Jl. Hayam wuruk 83 & Msj. Al-Mutaqien, komp. RS. Paru-paru, Ancol-Jakarta.

Parung – Msj. Ar-Rahmat, Pesantren Daarut Tatsur.

Citerup – Msj. As-Shoheh, Barat Pasar Citereup.

Tanggerang – Msj. Al-Hikmah, Tanah Tinggi Tanggerang.

11. Jawa Barat

Bandung – Msj. Al Madinah, Jl. Depok Antapani, Bandung.

Cilegon – Msj. Raudhotul lannah, Pondok Cilegon Indah, Cilegon.

Bogor – Msj. Nurul Hidayah, Jl. Ledeng Komp. BPPL, Gunung Batu, Ciomas.

Cipanas/­Cianjur – Msj. As-Saldiyah, Pasar Cipanas.

Sukabumi – Msj. Ar-Rahman, Jl. Raya Ciandam Sukaraja, Sukabumi.

Indramayu – Msj. Istiqlal (Islamic Center), Indramayu.

Cirebon – Msj. Kesepuhan Keraton, Cirebon.

Ciamis – Msj. Raya babagan, Jl. Raya babagan 117, Pangandaran, Ciamis.

Kuningan – Msj. At-Taqwa, Desa Purwasari Barawangi, Kuningan.

Karawang – Msj. Pasar Lohar, Karawang.

Subang/­Pamanukan – Pesantren Mithatul Huda, Pamanukan.

Purwakarta – Msj. Al-Muhajirin, Komp. Usman Singawinta, Purwakarta.

Majalengka – Depan Kantor POLSEK BARIBIS, 1 kali angkot dari Terminal Majalengka.

Sumedang – Msj. Al-Hikmah (Depan Ps. Swalayan) Sindang Raja Sumedang.

Garut – Msj. Al-Madinah Jl. Cipanas Baru (dekat RM. Racik Desa), Garut.

Tasikmalaya – Msj. Al-ikhlas, Jl. Suaka , Kp. Cibeubeur, Kec. Kawalu. : markas tasikmalaya di mesjid Al-ikhlas, jl.suaka , kp.cibeubeur, kec.kawalukota kupang

12. Jawa Tengah

Semarang – Msj. Jami Pekojan, Jl. Petolongan No.1.

Pekalongan – Msh. Ar-Rahmat, Jl. WR. Supratman Gg. 7, Panjang Wetan..

Solo – Mjs. An-Ni’mah, Jl. Kom Yos Sudarso no.6, Tanjung Anom, Solo.

Sragen – Pesantren Al Wihdah, Jl. KH. Wahid Hasyim 113, Kuwung Sari.

Magelang – Msj. An-Nur, Karang Geneng Payaman, Magelang.

Yogyakarta – Msj. Al-Itihad, Jl. Kaliurang km. 5 GG, Dumo no.1 Jogja.

Purwokerto – Msj. Nur-Iman, Jl. Pahlawan Tanjung, Purwokerto.

Banjarnegara – Msj. Ar-Rohman, Purwonegoro, Banjarnegara.

Pati – Msj. Baitussalam, Jl. Ronggo Warsito, Pati.

13. Jawa Timur

Surabaya – Msj. Nurul Hidayah, Jl. Ikan Gurame V-13, Perak Barat-Surabaya.

Magetan – Msj. Al-fatah, Trangkil, Magetan.

Jember – Msj. Syuhada BTN, Mastrip, Jl. Bangka, Jember.

Malang – Msj. Pelajar Mahasiswa, Jl. Mt. Haryono IX D, Malang.

Pamekasan – Pond. Pesantren Madukawan, Pal Peto Pengantenan.

14. Bali

Denpasar – Msj. Raya Ar-Rahmat, Jl. Raya Kuta 75, Kuta Denpasar – Bali.

15. Nusa Tenggara Barat

Lombok – Msj. Raya At-Taqwa, Jl. Anyelir I, Mataram.

Bima – Msj. Kampung dara, Terminal bima, Bima

Alas – Msj. Sabnatunajah, Kp. Telaga Bakti, Alas.

Dompu – Msj. Agung Baiturahman, Dompu.

Sumbawa – Msj. At-Taqwa, Polres Sumbawa, Jl. Hasanudin, Sumbawa Besar.

Sumbawa Timur – Msj. Hambala, Waingapu, Sumbawa Timur.

16. Nusa Tenggara Timur

Labuhan Bajo – Msj. Nurul Falaq, Labuhan Bajo.

Flores Timur – Msj. Postoh, Laramunta.

17. Kalimantan Barat

Pontianak – Msj. Quba, Jl. Parit haji husin II, Pontianak.

Singkawang – Msj. Babussalam, Jl. Ali Anyang (depan terminal baru).

Sanggau – Msj. Al-Hikmah (samping kantor pos), Sanggau.

Ketapang – Msj. At-Taqwa, Kampung Kauman, Ketapang.

Mempawah – Msj. Al-Algriya, Jl. Bandan Adi Pasir, Palembang, Mempawah.

18. Kalimantan Selatan

Banjarmasin – Msj. Al-Ihsan, Jl. Sebrang mesjid Rt. 02, Banjarmasin.

Martapura – Msj. At-Taqwa, Jl. Mesjid no.7 Rt. 01, Pakuman, Martapura.

Pagatan – Msj. Jami Pagatan, Kota Baru Pagatan.

Amuntai – Msj. Baiturahman, Desa Penyiuran Amuntasi.

19. Kalimantan Tengah

Palangkaraya – Msj. Al-Kuhajin, Jl. Rajawali I, Palangkaraya.

Pangkalan Bun – Msj. Al-Jihad.

Sampit- Msh. Al-Fatah, Karya Baru Rt. 31, Sampit.

20. Kalimantan Timur

Balikpapan – Msj. Nurul Ala, Jl. Klamono Gunung Pipa, Balikpapan.

Samarinda – Msj. Baiturahim.

Bontang – Msj. Al-Ihwan.

Berau – Msj. Mardhatullah, Jl. Sungai Bendungan, Tj. Redab.

21. Sulawesi Selatan

Ujung Pandang – Msj. Mampang raya, Jl. Veteran Selatan 160.

Pare-Pare – Msj. Al-Falah, Cappa Galung, Pare-Pare.

22. Sulawesi Tengah

Palu – Msj. Jami Kampung Baru, Jl. Agus Salim no.25, Palu.

Lubuk Banggai – Msj. Al-Huda, Kel. Mahas Luwuk, Banggai.

23. Sulawesi Tenggara

Kendari – Msj. Sablul Muttaqien, Jl. Mayjen S. Parman no. 126, Kampun Unhalu Kemaraya.

Muna – Msj. Darussalam, Kel. Mangga Kuning, Kec. Kotabu, Kab. Muna.

24. Sulawesi Utara

Manado – Msj. Al-Mansyur, Jl. H. Agus Salim, Manado.

25. Maluku

Ambon – Msj. Darul Ulum Oli, Kp. Hiku, Ambon.

Maluku Tengah – Msj. Let Waru Seram Utara Maluku Tengah.

Ternate – Msj. Al-Amin, Jl. Pulau Jawa II, Ternate.

26. Irian Jaya

Jayapura – Msj. Ash Sholihin, Ampera Jayapura.

Manukrawi – Msj. Jami Merdeka, Jl. Bandung Manukrawi

Sorong – Msj. Jami Merdeka, Jl. RA. Kartini Boswesen, Sorong.

27. Timor-Timur

Dilli – Msj. Muhajirin.

Berhubung pesatnya usaha dakwah, ada beberapa markaz baru, markaz yang pindah ke masjid yang lebih besar. Mohon info terbaru di komentar

Categories: Jemaah Tabligh | Tags: , , | 4 Komentar

Pusat Perkumpulan Kerja Dakwah dan Tabligh di Malaysia


Berikut tempat perhimpunan mingguan umat Islam dan masjid utama atas maksud melaksanakan kerja-kerja dakwah & tabligh di Malaysia.

SEMENANJUNG MALAYSIA

tabligh2

1. Masjid Jamek Bandar Baru Seri Petaling, Kuala Lumpur – Hari Sabtu malam Ahad.
2. Madrasah Miftahul Hidayah, Beseri, Perlis – Hari Sabtu malam Ahad.
3. Madrasah Hafiz Bukit Choras, Kota Sarang Semut, Alor Setar, Kedah – Hari Khamis malam Jumaat.
4. Madrasah Tahfiz Al-Quran, Sg. Petani, Kedah – Hari Khamis malam Jumaat.
5. Madrasah Tahfiz Al-Quran, Bukit Pinang, Jitra, Kedah – Hari Khamis malam Jumaat.
6. Madrasah Manabi’ul- Ulum, Penanti, Pulau Pinang – Hari Jumaat malam Sabtu.
7. Masjid Benggali, Penang – Hari Khamis malam Jumaat.
8. Masjid Hanafi, Taiping, Perak – Hari Sabtu malam Ahad.
9. Masjid Abdul Karim, Selama, Perak – Hari Jumaat malam Sabtu.
10. Madrasah Taman Pinji Perdana, Ipoh, Perak – Hari Sabtu malam Ahad.
11. Masjid Jamek Rahang, Seremban, Negeri Sembilan – Hari Sabtu malam Ahad.
12. Madrasah Al-Hidayah, Tengkera, Melaka – Hari Sabtu malam Ahad.
13. Madrasah Tahfiz Al-Quran, Batu Pahat, Johor – Hari Sabtu malam Ahad.
14. Madrasah Tahfiz Al-Quran, Sinaran Baru, Kempas, Johor -?Hari Sabtu malam Ahad.
15. Masjid Ahmad Shah, Jerantut, Pahang – Hari Sabtu malam Ahad.
16. Masjid Mat Kilau, Jalan Gambang, Kuantan, Pahang – Hari Sabtu malam Ahad.
17. Madrasah Al-Quran, Kubang Bujuk, Kuala Terengganu, Terengganu – Hari Khamis malam Jumaat.
18. Masjid Pakistan, Besut, Terengganu – Hari Khamis malam Jumaat.
19. Madrasah Dusun Raja, Kota Bharu, Kelantan – Hari Khamis malam Jumaat.
SABAH & SARAWAK
20. Surau Darul Muttaqin, Kampung Semerah Padi Semariang, Petra Jaya, Sarawak – Hari Sabtu malam Ahad.
21. Masjid Daerah, Bintulu, Sarawak – Hari Sabtu malam Ahad.
22. Masjid An-Na’im, Lutong, Miri, Sarawak – Hari Jumaat malam Sabtu.
23. Masjid Al-Qadim, Sibu, Sarawak – Hari Sabtu malam Ahad.
24. Masjid Besar, Limbang, Sarawak – Hari Sabtu malam Ahad.
25. Surau Perumahan Perbadanan Labuan, Bukit Kuda, Labuan – Hari Sabtu malam Ahad.
26. Masjid Hj. Akbar Khan, Kg. Bingkol, Beaufort, Sabah – Hari Sabtu malam Ahad.
27. Masjid Pekan Menggatal, Kota Kinabalu, Sabah – Hari Sabtu malam Ahad.
28. Madrasah Kg. Tanjung Batu Darat, Tawau, Sabah – Hari Sabtu malam Ahad.
29. Masjid Muroqabah, Kg. BDC, Sandakan, Sabah – Hari Sabtu malam Ahad.
Program Malam Perhimpunan.
1) Waktu Asar.
– Majlis Taklim? Fadhail Amal.
– Ceramah umum/ bayan Asar.
2) Waktu Maghrib.
– Sembahyang fardhu berjemaah.
– Ceramah umum/ bayan Maghrib.
3) Waktu Isyak.
– Sembahyang fardhu berjemaah.
– Pembacaan kitab Hayatus Sahabah.
– Rehat.
– Qiyamullail (sembahyang secara bersendirian).
4) Waktu Subuh
– Sembahyang fardhu berjemaah.
– Ceramah umum/ bayan Subuh.
Bersurai selepas waktu Isy’raq (suruk).
Categories: Jemaah Tabligh | Tags: , , | 2 Komentar

Malfuudzaat 74


Beliau berkata, “Kelebihan manusia dari makhluk lain ialah karena lisannya dan seyogyanya kelebihan ini digunakan untuk kebaikan. Lisan juga bisa digunakan untuk keburukan. Apabila lisan manusia digunakan untuk kebaikan dan usaha agama, maka ia akan menjadi asbab kebaikan yang sangat luas dan derajatnya akan lebih tinggi dari malaikat. Sebaiknya jika lisannya digunakan untuk keburukan, maka derajatnya menjadi lebih rendah dari binatang seperti anjing dan babi.”

Categories: Tertib Dakwah | Tags: , , | Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com. Tema Adventure Journal.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.282 pengikut lainnya