Bayan

Musyawarah Indonesia


AGENDA MUSYAWARAH INDONESIA
Masjid Al Muttaqien, Ancol, 14-16 Desember 2O18

Faisalat Musyawarah Indonesia saat ini diputus H Muslihuddin,

Zihin singkat oleh Ustadz Luthfi Yusuf Al Banjari

Jumat, 14 Desember 2O18
Zihin Musyawarah ba’da ashar oleh KH Luthfi Al Banjari

Di lanjut Karguzari lepas Zihin di sambung ba’da Maghrib sampai selesai,

Pemandu ba’da ashar : H Syuaib Ghani,

Pemandu Ba’da Maghrib
Pak Abdullah Trimoro

Sabtu, 15 Desember 2O18
Bayan subuh
“Sikap & Sifat Da’i”
Mubayyin : KH Luthfi Al Banjari

Sabtu pagi jam 09.00 Sambung Karguzari
Pemandu : Habib Husain Al Jufri

Sabtu ba’da ashar Mudzakarah Kerja atas pelajar & Mahasiswa serta Jord profesi
Petugas : KH Syarif Hidayatullah & Dr H Ismet Isnaini

Bayan Maghrib Maulana Harun Ar Rasyid

Sabtu malam ba’da isya Membahas persiapan pelaksanaan Jord Qudama 2019

Ahad, 16 Desember 2O18
Bayan Shubuh
“Pentingnya sifat ikhlas”
Petugas : KH Mukhlishun

Pembentangan Takaza
Petugas : Habib Husein Al Jufri & Pak Musthofa Australia

Pembacaan dan penjelasan hasil musyawarah :
H Muslihuddin

Nasehat & Do’a :
KH Luthfi Al Banjari

Categories: Bayan | Tinggalkan komentar

Catatan Seorang Santri


File PDF bisa di download disini:

Categories: Bayan | Tinggalkan komentar

Kronologis Versi Saady


Categories: Bayan | Tinggalkan komentar

Kronologis Ikhtilaf


Categories: Bayan | Tinggalkan komentar

Surat Haji Abdul Wahhab


Madrasah Arabiyah Raiwind. 3 Syawal 1438 – 28 Juni 2017

Untuk Mulwi Luthfi dan kawan kawan

Assalamu’alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakaatuh

Harapan pada Allah  semoga Anda sekalian dalam keadaan sehat wal afiyat. Dan sibuk dalam usaha agama yang kokoh ini siang malam. Semoga Allah  menerima usaha kalian dan memutuskan Hidayah untuk seluruh alam.  Amiin.

Adalah kemurahan besar dari Allah  yang telah memberikan Taufiq kepada kalian untuk belajar dan menyebarkan usaha Anbiya alaihimus salam yang penuh berkah ini. lni adalah usaha untuk menyebarkan keyakinan kepada Dzat Allah  memperbaiki cara kehidupan agar sesuai dengan teladan Nabi Muhammad,  mewujudkan hakekat ibadah, menyebarnya nur ilmu dan hidupnya hati dengan mengingat Allah.  Dengan ini semua, disertai mahabbah dan saling ikram, berjalan dengan musyawarah, akan maju dalam kerja ini. Usaha Nabi Muhammad ini adalah tanggung jawab seluruh ummat. Siapkan setiap individu ummat untuk mengerjakannya. Nabi Muhammad menjadikan setiap orang sebagai penanggung jawab atas seluruh ummat dan seluruh ummat adalah penananggung jawab atas setiap orang. Manusia selalu ditimpa berbagai keadaan dari Allah. Terkadang keselesaan dan kemudahan, terkadang kesusahan dan mujahadah. Dalam menghadapi berbagai keadaan itu, sibuk menunaikan perintah Allah  dengan cara Nabi Muhammad. ltulah kerja kita. Dalam keadaan apa pun, senantiasa sibuk dalam usaha agama, menunaikan perintah Allah dengan cara Nabi Muhammad. Itulah maksud dan tujuan kita.

Dalam usaha ini, setiap orang selalu dilingkupi dua sisi keadaan: pertolongan atau mujahadah. Bila datang pertolongan, kita tidak bersuka ria, dan bila mujahadah yg datang, kita tidak berputus asa. Datangnya pertolongan adalah utk menghibur kita. Sedangkan mujahadah datang untuk peningkatan. Dalam rintangan akan meningkat keikhlasan, kemurnian amal hanya untuk Allah. Sesuai kadar keikhlasan dan pengorbanan. seseorang akan menjadi asbab tersebarnya Nur Hidayah di dunia.

Allah  adalah Dzat yang sangat Halim dan Karim. Setiap keadaan yang Dia adakan pastilah untuk manfaat kita Dia adakan.  Dalam setiap keadaan. hendaknya kita selalu kembali dan bertaubat padaNya. Kita berdoa dengan rengekan dan kerendahan padaNya.

Dalam usaha ini, penyelesaian segala kesulitan adalah dalam kerja umumi. Meniadakan kemampuan pribadi. Di jalan ini, keadaan susah juga terkadang datang dari kawan-kawan sendiri. Hal-hal yang tidak menyenangkan. Supaya Allah ridho, demi hidupnya agama dan untuk usaha agama. Kita bertahan menghadapi perkara-perkara itu, maka kesusahan-kesusahan  itu akan menjadi asbab Ridho dan kesukaan Allah. ljtimaiyah sesama adalah tali yang Allah perintahkan supaya dipegang teguh. Dan perkara yang tidak menyenangkan karena perjalan bersama-sama, itu lebih baik daripada kegembiraan dalam kesendirian.

Bila kita kerjakan dengan menjaga cara kerja khusus dakwah ini, serta usul kesatuan hati dan arah kerja, maka kerja ini akan merubah dunia.

Selain itu, hendaknya bersikap lembut pada sesama kawan. Kelembutan dan tawadhu akan menyatukan semuanya. Jangan ada ghibah sama sekali. Tingkatkan Jkram pada kawan-kawan. Bila hati menyatu, walaupun pendapat berbeda, maka akan saling menginginkan kebaikan bagi yang lain. Bahkan akan berkorban untuk yang lain. Dalam keadaan yang keras dan susah pun akan ada kelembutan.

Tapi bila sifat berubah. Usul-usul kesatuan retak, akan muncul perselisihan dan tercabik kesatuan.

Surat Anda tertanggal 24 Juni 2017 telah kami terima. Anda tuliskan keadaan Markaz Jakarta. Kami memikirkan surat tersebut. Para syura di sini maupun di India juga memikirkannya. Semuanya sepakat bahwa hendaknya dalam kerja ini kita hindari segala bentuk perselisihan/persaingan  sekecil apa pun. Karena itu, jangan kumpulkan ahbab pada l Juli 2017 nanti. Pada masa mendatang, dengan melihat keadaan nanti, baru difikirkan lagi.

Dan hendaknya para syura berfikir meningkatkan kesatuan dan ijtimaiyah dengan tetap menjaga manhaj dan cara khusus kerja ini. Bila Anda sekalian sudah menyiapkan rancangan, beri tahu kami.

Hendaknya perbanyak doa pada Allah supaya kita dan saudara-saudara kita bisa diberi Taufiq untuk melalui ujian ini, dipelihara dari kejatuhan dan tetap maju dalam kerja. Amiin.

Saudaraku,

lngat, cinta sesama muslim itu satu keharusan. Jangan ada keinginan balas dendam sedikitpun.

Maulana Muhammad Ilyas rah.a mengatakan: kenikmatan dan amal paling utama setelah kecintaan pada Allah adalah mencintai sesama muslim. Tolong sampaikan salam dan harapan doa pada semua Ahbab.

Wassalaam,

Hamba: Muhammad Abdul Wahhab.

Categories: Bayan | Tag: | 1 Komentar

Bayan Maulana Thariq Jamil tentang Ijtima’ I Raiwind Th 1953.


Bayan Maulana Yusuf Rah tentang Markaz Raiwind :

Pada tanggal 9 Juli 1953, Ijtima’ pertama diadakan di Raiwind Pakistan yang mana Maulana Yusuf Rah pun hadir, Sejak tahun 1951 Masjid Raiwind sudah ada halaman, namun majma’ yang hadir di Ijtima’ masih sedikit.

Setelah Ijtima selesai, Maulana Yusuf Rah
mengumpulkan orang-orang lama kemudian beliau Bayan;

“Bahwa ini adalah Markaz dan Markaz akan ramai dengan Pengorbanan, Markaz mana saja yang dihidupkan dengan uang maka Markaz itu akan jadi sebab kesesatan, dan Markaz mana saja yang dihidupkan dengan pengorbanan maka di kemudian hari akan jadi Asbab Hidayah.”

“Dan Markaz ini harus dihidupkan oleh orang-orang yang siap bai’at pada saya sampai maut, Sebab ini bukan kerja 4 bulan ataupun 40 hari. Kalau di bilang ini kerja 4 bulan 40 hari, artinya semua waktu untuk Usaha Dunia, nanti kalau ada sisa masa baru saya akan keluar. Hari ini kita jadikan Tabligh seperti mana peminta-peminta, kasihlah saya satu rupee, kasih saya satu rupee. Maka kadang ada yang datang minta 40 hari, kita pun kasih 40 hari kepada orang tabligh yang meminta itu.”

Maulana Yusuf Rah mengatakan ;

“Ini kerja bukan 4 bulan 40 hari, tapi ini adalah kerja seumur hidup untuk Ummat ini, maka kalian harus bawa ummat dalam kerja ini. Untuk itu harus ada beberapa orang yang siap berbaiat pada saya, sampai mati tidak akan meninggalkan Markaz ini, kalau kelaparan maka tidak ada roti, dan kalau kehausan maka bukan tanggung jawab kami untuk menyediakan air, kalau sampai sakit maka bukan tanggung jawab kami untuk bawa obat, dan tidak akan lari dari sini dan tidak akan pergi kemanapun tanpa musyawarah, dan tidak goyang dari sini maka siapa yg siap?”

Ini tasykilan yang sangat luar biasa dari Maulana Yusuf Rah maka ada 18 orang telah catat nama, di saat mereka berdiri, maka yang pertama kali berdiri adalah Syaikh Muhtaram Haji Abdul Wahab Sahb Rah.

Subhanallah Ajiiibbb…….

Inilah pengorbanan orang tua kita yg sekarang sudah tidak ada lagi dan sekarang tidur panjang sampai hari kiamat ditemani oleh amal-amal kebaikannya dan Bidadari-Bidadari Syurga yang menemaninya, sudah sepatutnya kita mencontoh pengorbanan beliau Masyaikh kita Al-Marhum Syaikh Muhtaram Haji Abdul Wahab Shab Rah dan semoga ALLAH Azza Wa Jalla kumpulkan kita dengan pejuang-pejuang Agama ALLAH seperti Sahabat, Tabi’in, Para Waliyullah, Para Da’i dan orang kita yang telah mendahului kita dalam kerja ini…

Aamiin Ya ALLAH…

Categories: Bayan | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Wafatnya Syaikh Abdul Wahhab DB.


Setelah shalat Subuh jam 6.20 am waktu Pakistan -Ahad, 18 November 2018 yang bertepatan dengan 10 Rabiul Awal 1439 H, Syaikh Abdul Wahhab DB meninggal dunia di usia 96 tahun setelah menghabiskan bagian besar waktunya untuk meninggikan Agama Allah dari zaman Maulana Ilyas, Maulana Yusuf, Maulana In’amul Hassan, hingga system kesyuraan yang telah berjalan dari tahun 1995. Sebelum wafatnya beliau juga menyempurnakan kembali susunan Syura Dunia untuk mengawal kerja dakwah yang mulia ini.

 

Syaikh Abdul Wahhab DB

Haji Saheb pesan pada maulana Fahim sampaikan wasiatnya jika dia telah meninggal dunia.
“Siapa yg mencintai saya (Haji Saheb), siapa yg sayang pada saya.
Hendaklah dia mengorbankan segala-galanya kemampuan dan kebolehannya dalam usaha tabligh. Insya Allah nabi Muhammad saw dan Allah swt akan mencintaimu.”

Categories: Bayan | Tag: , , , | 1 Komentar

Penjelasan Syaikh Fadhil (Penanggung Jawab Makkah) di Islamic Center Jakarta


Pada Ahad Pagi hari terakhir Ijtimak 7 Kawasan di Jakarta, Syaikh Fadhil memberikan penjelasan mengenai ikhtilaf yang terjadi kepada ahbab Jakarta. Bayan dalam bahasa Arab dan diterjamahkan oleh Mufti Lufti Al Banjary. Audio bisa di cari di Youtube di https://www.youtube.com/watch?v=3IyCRBMmZgI&t=8266s.

Kita bersyukur karena Allah pilih kita untuk buat ini kerja. Syaikh Ilyas banyak menangis. Tangisan beliau Allah hargai. Di Multazam dia berdoa dengan 3 doa dan Allah kabulkan:

  1. Ya Allah terimalah (jagalah) ini kerja.
  2. Ya Allah terimalah (jagalah) orang yang buat ini kerja dengan ushul yang benar.
  3. Ya Allah Siapa pun yang merubah ini kerja, hancurkan dia sehancur-hancurnya.

Beliau juga datang ke Mufti Kifayatullah, dengan membawa pedang besar. Lalu beliau minta kepada Mufti untuk menilai kerja yang akan Beliau kerjakan. Maka setelah mengkaji, Mufti katakan bahwa ini semua bersumber dari Al Quran, Sunnah, dan kehidupan para shahabat RA. Namun adakah orang yang mau melakukan kerja besar ini. Lalu Syaikh Ilyas katakan kalau kerja ini benar, maka saya akan buat dengan berhusnudzan kepada Allah, agar Allah pilih umat ini untuk buat ini kerja.

Syaikh Ibrahim katakan kepada Syaikh Ghassan bagaimana mungkin ada orang yang akan merubah ushul dibandingkan dengan pengorbanan, tangisan, risau dan fikir Maulana Ilyas.

Orang lama juga datang ke Madinah dari Reiwind menyampaikan ushul-ushul dakwah dan datang juga orang lama dari Nizamuddin menyampaikan ushul-ushul dakwah yang berbeda. Lalu ahbab Makkah minta kepada Syaikh Fadhil untuk bertanya kepada Maulana Zubair atau Maulana Saad. Lalu Syaikh datang kepada Maulana Zubair, dan bertanya apakah saya boleh bertanya kepada Syaikh Saad, maka Maulana Zubair katakan bahwa Maulana Saad tidak akan mau mendengarkan. Ketika Maulana In’amul Hassan akan wafat beliau membentuk jamaah syura yaitu: Mufti Zainal Abidin, Bhay Wahhab, Maulana Zubairul Hassan, Maulana Izhar, Bhai Afzal, Maulana Umar Palanpury, H. Abdul Muqit, 8 orang. Lalu Syaikh Khalid Siddiqy datang kepada Maulana In’amul Hasan untuk ditambah 2 untuk menjaga hati orang Mewat atas kedekatan mereka dengan Syaikh Ilyas yaitu Meiji Mihrab dan Maulana Saad.

Setelah wafatnya Maulana In’amul Hassan, 10 orang ini bermusyawarah dan saya sendiri ada di sana waktu mereka bermusyawarah selama 3 hari tiga malam memikirkan bagaimana untuk melanjutkan ini kerja dan memutuskan bahwa di Nizamuddin dibuat 3 orang Faisalah yang bergantian tiap hari yaitu:

  1. Maulana Izhar,
  2. Maulana Zubairul Hassan, dan
  3. Maulana Saad

Kemudian Maulana In’amul Hassan sebelum Beliau berangkat akan melakukan safar ke 8 negara termasuk ke Indonesia dan Dr Noor sudah siap menyambut kedatangan Hadraji ke Indonesia. Tahun 1996 di Australia diusulkan Faisalah ditambah 2 yaitu: Maulana Umar Palanpury dan Meiji Mihrab. Jadi 5 orang yang menjadi Faisalah bergantian tiap hari di Nizamuddin.

Baca lebih lanjut

Categories: Bayan | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Bayan Pak H. Cecep Firdaus Setelah Tabayyun


Assalamu’alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh

Setelah Pujian dan pembukaan… dan Membaca ayat Al Quran.

Pembicaraan ini hanya untuk penanggungjawab saja. Kita sebagai negara terbesar di dunia berhubungan dengan adanya perselisihan ingin memberi pendapat atas pergaduhan para masyaikh. Maka kami datangi Maulana Saat di Ijtimak Tongi Banglades, saya katakan bahwa kami cinta Maulana Saad, Cinta Nizamuddin, dan Cinta kepada para masyaikh, keinginan kita orang Indonesia sangat ingin seluruh masyaikh yang keluar agar bisa kembali ke Nizamuddin, dan segala sesuatunya dimusyawarahkan. Maulana Saad menjawab, kami juga ingin begitu, ingin seluruh masyaikh kembali ke Nizamuddin. Tapi tidak mau kalau mereka kembali dengan syarat. Syaratnya itu agar Maulana Saad menerima Syura Alami. Lantas kami memohon kepada Maulana Saad, bolehkah kalau kami yang meminta mereka untuk kembali ke Nizamuddin? Ketika itu mereka sedang berada di South Afrika. Lalu diberi saran untuk menjumpai mereka ketika pertemuan orang-orang lama di Ijtima Reiwind. Disini mereka semua akan berkumpul. Lalu kami syura Indonesia bermusyawarah dan sepakat untuk menjumpai para masyaikh di pertemuan orang lama di Reiwind. Setibanya di Reiwind saya meminta waktu agar bisa berjumpa dengan para masyaikh. Saya katakan bahwa kami cinta kepada para masyaikh dan ingin para masyaikh untuk kembali ke Nizamuddin? Dijawab kami juga sangat ingin kembali ke Nizamuddin tapi Maulana saad tidak mau menerima syarat yang kami ajukan untuk menerima Syura Dunia yang telah dimusyawarahkan. Lalu kami pun memberi saran bagaimana kalau para masyaikh kembali saya dulu lalu diperbaiki dan dimusyawarahkan secara internal permasalahan ini. Para masyaikh menjawab bahwa kami sudah bertahan 21 tahun untuk permasalahan ini tapi permasalahan tidak kunjung selesai. Kalau kami tetap di Nizamuddin kemungkinan besar bisa terjadi clash fisik oleh pengikut-pengikut Maulana Saad yang dari Mewat, untuk menghindari hal ini maka kami keluar dari Nizamuddin. Lalu kami minta permohonan kepada mereka, bahwa kami orang Indonesia tidak mau pecah hati. Kami ingin Indonesia tetap satu hati. Kami ingin tertib kerja dakwah di Indonesia tidak ada perubahan, supaya tidak ada kebingungan di diri para pekerja agama. Tertib yang sudah ada tetap dijalankan. Permohonan kami ini diterima oleh para masyaikh setelah dimusyawarahkan. Yang diinginkan oleh para Masyaikh agar tertib kerja sebagaimana tertib kerja di zaman Maulana Ilyas, Maulana Yusuf, dan Maulana Inamul Hasan. Kalau ada tertib baru harus dimusyawarahkan. Maulana Saad banyak membuat tertib yang tidak ada di zaman dahulu dan tidak dimusyawarahkan terlebih dahulu. Misalnya taklim dengan kitab Muntakhab Ahadits, Taklim rumah dengan halakah Quran, Dakwah Taklim Istiqbal. Yang sudah jalan di Indonesia kami minta izin untuk tetap berjalan, tapi kami (syura Indonesia) tidak memberikan targhib lagi untuk menjalankannya. Dan semua itu diizinkan dan disetujui. Lalu kami minta juga untuk jamaah Negeri Jauh, yang kemampuan tafaqudnya kurang, kemampuan bahasanya kurang, yang biasanya keputusannya menunggu keputusan Nizamuddin, yang kadang lama dan tiba-tiba dari usulan ke Kamboja lalu diputus ke Amerika yang jadi memberatkan jamaah NJ yang akan berangkat, karena sekarang di Nizamuddin yang level orang lamanya tinggal Maulana Saad, selain Beliau tinggal orang-orang markaz Nizamuddin yang levelnya dibawah. Karena Maulana Ahmad Lat, Maulana Ismail, Maulana Faruq, Maulana Ibrahim telah meninggalkan Nizamuddin. Kami usul agar rutenya dimusyawarahkan oleh syura Indonesia dan hasilnya dilaporkan ke Nizamuddin? Dan oleh syura Dunia sepakat dan dikabulkan juga. (Majmak: “Allah Akbar”). Syura Dunia hanya memberikan daftar rute negara-negara yang menjadi takaza Indonesia. Alhamdulillah disetujui. Lalu masalah negara jiran yang dahulu tidak boleh jamaah NJ kesana lalu kami minta diperbolehkan kembali, karena ada keluhan dari Negara Malaisya, Siangpura, Filiphina sangat sedikit jamaah yang datang kesana. Alhamdulillah usulan kami juga dikabulkan para masyaikh. Kemudian masalah-masalah penting kita minta dimusyawarahkan dengan para masyaikh syura Dunia. Dan kita akan ada musyswarah 4 bulanan tanggal 13 April di Cikampek, dan kami juga mengundang para Syura Alami untuk dapat membimbing kami pada musyawarah tersebut. Lalu mereka bermusyawarah dan memanggilkan kami, bisa tidak tanggalnya digeser, karena pada tanggal yang sama ada ijtimak di Australia dan New Zealand. Bisa. Musyawarah Cikampek jadi tanggal 20 sd 23 April, setelah mereka selesai dari Australia tanggal 19 mereka akan ke Indonesia. Yang akan hadir diantaranya: Maulana Abdurrahman, Prof. Sanaullah yang dahulu pertama kal membuka Francis, Rektor Alighar Muslim University, dan satu lagi orang lama yang sekarang berkewarganegaraan Amerika yaitu Maulana Saad. Alhamdulillah kami semua SYURA INDONESIA SEPAKAT. Bahwa musyswarah waktunya menjadi tanggal 20-23 April dan dibimbing oleh utusan SYURA DUNIA. Belum selesai…

Lanjutan….

Bapak yang mulia, ijtimak Reiwind banyak yang hadir dan banyak jamaah yang dikeluarkan dari ijtimak tersebut. Terus ada bisik-bisik, ini bukan keputusan. Alhamdulillah para penanggungjawab negeri lain mendatangi kita terus, terakhir penanggungjawab dari Thailand datang ke kita pada malam terakhir setelah bicara dengan Syura Saudi mengatakan bahwa banyak negara yang sekarang susah mendapatkan Visa Pakistan. Mereka ada pikir dan usulan, ini bisik-bisik nih belum berupa keputusan masyaikh. Bahwa Ijtimak Dunia akan dipindahkan ke Indonesia. (Majmak: Allahu Akbar). Bagaimana Indonesia, siap tidak. Pak Cecep jawab: Welcome. Negara-negara ASEAN mendukung juga usulan ini, Ijtimak Dunia di Tongi untuk di pindah ke Indonesia. Kerja dakwah ini kerja besar, kerja Allah. Kita sangka baik kepada Allah. Bisa saja dengan pengorbanan nanti usaha dakwah terbesar akan terjadi di Indonesia. Tinggal kita ini mau berkorban atau tidak, kalau kita lihat bayan-bayan di Reiwind, majunya usaha dakwah ini bukan karena Bayan, Kepandaian, Mudzakarah, tapi yang memajukan usaha dakwah ini adalah PENGORBANAN. Kalau kita lihat sahabat-sahabat Nabi, Ajiib. Sebelum sahabat Nabi datang ke Yaman. Tidak ada seorang pun penduduk Yaman yang beragama Islam. Begitu juga sebelum datang ke Yordan, ke Mesir… Tidak ada yang mengenal Allah disana. Tapi dengan pengorbanan sahabat datang ke Yaman, Ramai orang Yaman masuk Islam. Sahabat datang ke Mesir, ke Yordan, mereka ramai-ramai masuk Islam. Bukan hal yang mustahil juga jika orang Indonesia buat pengorbanan dan risau seperti sahabat maka orang Amerika ramai-ramai masuk Islam. Para masyaikh berharap besar agar umat Islam Indonesia bisa bangkit untuk menyebarkan Islam ke seluruh dunia. Walaupun kita lemah-lemah, miskin-miskin, tapi oleh beri kita tugas kenabian. Tugas Nabi yang pertama adalah memperkenalkan Allah kepada umatnya, Nabi-nabi terdahulu mengenalkan Allah hanya ke kaumnya saja, namun umat ini mempunyai kelebihan untuk mengenalkan Allah ke seluruh dunia. Kita harus ada sifat risau, kasihan dengan orang yang tidak mengenal Allah dan meninggal dalam keadaan tidak mengenal Allah. Bukan kita menbunuh, mengebom orang kafir, tapi kita ada rasa kasih sayang kepada mereka. Walau hidayah di tangan Allah, namun jika ada usaha dan pengorbanan, insya Allah mereka akan mendapat hidayah dari Allah SWT. Amal dakwah ini adalah amal yang HAQ. Kita harus tawajjuh kepada amal. Sibukkan diri kita dalam amal. Kita di Indonesia tetap bersatu.

Categories: Bayan, Hasil Musyawarah, Tertib Dakwah | Tag: , , , | 2 Komentar

Bayan Subuh Musyawarah Indonesia -Maulana Ismail


Setelah membaca AlQuran dan Hadits-Hadits Nabi Muhammad saw, diantaranya Nabi telah sabdakan: Jika amir-amir kalian adalah orang yang terbaik, demikian pula orang-orang kaya kalian adalah orang dermawan, dan masalah-masalah kalian dimusyawarahkan, maka hidup di atas bumi lebih baik daripada hidup di bawah bumi. Tapi apabila amir-amir kalian adalah orang yang bodoh, begitupula orang-orang kaya adalah orang yang paling bakhil, dan perkara-perkara diserahkan keputusannya kepada wanita, maka di bawah bumi lebih bagus daripada di atasnya. Selanjutnya beliau katakan bahwasanya asas daripada kerja kita ini adalah yakin kepada Allah, juga doa, dan pengorbanan, serta bermusyawarah.

Maka dakwah akan membawa hasil jika ke-4 perkara ini ada pada kita, yaitu yakin kepada Allah, doa, pengorbanan ditambahkan, serta bermusyawarah, maka hasilnya akan nampak di depan mata kita nantinya, tapi sekiranya kurang satu saja, maka hasilpun tidak ada. Kita berdakwah-dan berdakwah sementara yakin kita tidak kepada Allah SWT. Atau kita berdakwah tapi lemah dalam berdoa, atau kita berdakwah tapi tidak mau menambah pengorbanan juga hasil yang kita inginkan tidak akan tercapai. Begitu juga dakwah dan berdakwah tapi tidak mau bermusyawarah, pakai pemikiran sendiri-sendiri, maka hasil tidak kita dapatkan dalam dakwah. Memang yang menurunkan hidayah adalah Allah tapi asbab turunnya hidayah adalah dakwah ada apabila empat perkara ini kita perhatikan. Kita berdakwah tapi semakin yakin kepada Allah SWT bukan kepada kebendaan, kita berdakwah tambahkan doa panjang-panjang, tambahkan pengorbanan, disamping itu kita selalu bermusyawarah, maka hasil pun akan kita lihat di depan mata kita.

Bila kita kerjakan dakwah dengan keempat perkara tadi dan hasilnya pun nampak. Maka tetap kita kembalikan bahwa ini adalah hidayah dari Allah SWT, bukan daripada hasil kerja kita. Tapi kalau hasilnya belum nampak di depan kita, jangan kita berputus asa, tetap kelemahan kita kembalikan kepada diri kita sebagaimana Nabi kita Muahammad saw telah berkorban dan berkorban, ternyata orang-orang Thaif menolak kehadiran Nabi bahkan melempar dengan batu, Beliau tidak menyalahkan siapa-siapa, tapi Beliau menyalahkan diri sendiri dalam doanya: “Ya Allah aku adukan akan kelemahanku, tidak pandainya aku dalam berbicara, dan aku belum lagi dimuliakan di tengah-tengah manusia.” Kesalahan dinisbahkan kepada diri sendiri bukan kepada orang lain ataupun mengeluh kepada Allah hingga berputus asa, tidak. Dai tidak boleh berputus asa, dan Allah berfirman tidaklah berputus asa kecuali orang yang kafir atau orang yang sesat.

Maka dai selalu menisbahkan kesuksesan kepada Allah SWT, walau pun ia selalu berkorban dan berkorban, tetap meyakini semua hasil semata-mata karunia dari Allah, maka saat-saat fathul Mekkah, saat Nabi memasuki kota Mekkah dengan para sahabat, keadaan beliau tidak menyombongkan diri bahkan beliau menunduk hampir mengenai punuk onta dan beliau berkata, Segala puji bagi Allah saja, yang telah menepati janjiNya, dan Dia yang telah mengalahkan musuh-musuh dengan sendiri saja. Nabi selalu menisbahkan kemenangan kepada Allah SWT, bukan kepada diri beliau sendiri. Kemenangan pada perang Badar, perang Ahzab, juga fathu Mekkah, semata-mata adalah karunia daripada Allah.

Ini kerja telah diterima oleh Allah SWT, dikerjakan oleh ambia dan para sahabat, terjaga hadirin. Yang membuat ini kerja adalah Allah dan yang menjaga ini kerja juga adalah Allah. Kerja ini tidak bisa ditantang atau dibahayakan, yang berbahaya adalah para dai itu sendiri. Dainya diterima oleh Allah atau tidak? Hasil kerja sudah berkembang dan dia merasa ini hasil kerja saya, maka sebentar lagi dia akan disingkirkan oleh Allah SWT. Jadi yang berbahaya bukan kerja, diri dia sendiri yang berbahaya kalau dia merasa ini kerja karena hasil kerja saya, maka sebentar lagi akan disingkirkan oleh Allah. Sebaliknya dia ikhlas, dia tidak ingin dipuji, tapi orang lain yang memuji, kalau tidak ada dia bagaimana, maka Allah akan ambil dia dengan cepat, Allah matikan atau Allah wafatkan. Supaya jangan sampai dia berbahaya dengan pujian-pujian yang begitu banyak, ataupun Allah tidak mau disaingi dengan pujian, maka cepat-cepat dia dimatikan oleh Allah SWT.

Dalam malfudzat Maulana Ilyas, bila dai buat kerja dengan usul yang benar, maka Allah SWT akan segerakan hidayah kepada dia, hidayah atau kebaikan-kebaikan yang akan datang, karena kerja dakwah yang dikerjakan dengan ushul yang benar, maka kebaikan-kebaikan itu akan disegerakan oleh Allah. Sebaliknya jika dai buat kerja tanpa ushul, atau ushul kerja diabaikan, maka kejelekan-kejelekan yang tadinya akan datang pada masa yang lama, akan disegerakan oleh Allah SWT. Hendaklah ushul-ushul dakwah diperhatikan oleh para dai, sehingga akan mempercepat turunnya kebaikan. Kalau ushul diabaikan akan dipercepat datangnya keburukan, di antara keburukan adalah adanya PERPECAHAN di antara umat, begitu juga kesatuan hati akan hilang, hingga di antara dai pun berpecah belah sendiri, karena mereka telah meninggalkan ushul-ushul dakwah.

Dai yang buat kerja dengan penuh yakin kepada Allah, dan dia mendoa dan menambah pengorbanan, tapi tidak mau bermusyawarah. Kerja dengan pemikiran sendiri, maka bukan kebaikan-kebaikan yang datang, tapi kerusakan-kerusakan yang akan datang dalam dakwah ini. Penting sekali kita letakan diri kita dalam musyawarah, buat ini kerja dengan bermusyawarah. Ada beberapa keuntungan bila musyawarah senantiasa kita kerjakan, pertama dengan bermusyawarah kita akan tahu potensi-potensi umat, dan potensi-potensi itu bisa kita gunakan untuk agama. Kedua, perpecahan akan dihilangkan oleh Allah SWT, perpecahan antar ulama akan dihilangkan oleh Allah, perpecahan antara orang Arab dan orang Ajam (non Arab) akan dihilangkan oleh Allah. Tidak nampak lagi perbedaan bangsa, bahasa karena adanya musyawarah.

Bersambung….

Categories: Bayan | Tag: , | Tinggalkan komentar