Posts Tagged With: Tertib

Bayan Pak H. Cecep Firdaus Setelah Tabayyun


Assalamu’alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh

Setelah Pujian dan pembukaan… dan Membaca ayat Al Quran.

Pembicaraan ini hanya untuk penanggungjawab saja. Kita sebagai negara terbesar di dunia berhubungan dengan adanya perselisihan ingin memberi pendapat atas pergaduhan para masyaikh. Maka kami datangi Maulana Saat di Ijtimak Tongi Banglades, saya katakan bahwa kami cinta Maulana Saad, Cinta Nizamuddin, dan Cinta kepada para masyaikh, keinginan kita orang Indonesia sangat ingin seluruh masyaikh yang keluar agar bisa kembali ke Nizamuddin, dan segala sesuatunya dimusyawarahkan. Maulana Saad menjawab, kami juga ingin begitu, ingin seluruh masyaikh kembali ke Nizamuddin. Tapi tidak mau kalau mereka kembali dengan syarat. Syaratnya itu agar Maulana Saad menerima Syura Alami. Lantas kami memohon kepada Maulana Saad, bolehkah kalau kami yang meminta mereka untuk kembali ke Nizamuddin? Ketika itu mereka sedang berada di South Afrika. Lalu diberi saran untuk menjumpai mereka ketika pertemuan orang-orang lama di Ijtima Reiwind. Disini mereka semua akan berkumpul. Lalu kami syura Indonesia bermusyawarah dan sepakat untuk menjumpai para masyaikh di pertemuan orang lama di Reiwind. Setibanya di Reiwind saya meminta waktu agar bisa berjumpa dengan para masyaikh. Saya katakan bahwa kami cinta kepada para masyaikh dan ingin para masyaikh untuk kembali ke Nizamuddin? Dijawab kami juga sangat ingin kembali ke Nizamuddin tapi Maulana saad tidak mau menerima syarat yang kami ajukan untuk menerima Syura Dunia yang telah dimusyawarahkan. Lalu kami pun memberi saran bagaimana kalau para masyaikh kembali saya dulu lalu diperbaiki dan dimusyawarahkan secara internal permasalahan ini. Para masyaikh menjawab bahwa kami sudah bertahan 21 tahun untuk permasalahan ini tapi permasalahan tidak kunjung selesai. Kalau kami tetap di Nizamuddin kemungkinan besar bisa terjadi clash fisik oleh pengikut-pengikut Maulana Saad yang dari Mewat, untuk menghindari hal ini maka kami keluar dari Nizamuddin. Lalu kami minta permohonan kepada mereka, bahwa kami orang Indonesia tidak mau pecah hati. Kami ingin Indonesia tetap satu hati. Kami ingin tertib kerja dakwah di Indonesia tidak ada perubahan, supaya tidak ada kebingungan di diri para pekerja agama. Tertib yang sudah ada tetap dijalankan. Permohonan kami ini diterima oleh para masyaikh setelah dimusyawarahkan. Yang diinginkan oleh para Masyaikh agar tertib kerja sebagaimana tertib kerja di zaman Maulana Ilyas, Maulana Yusuf, dan Maulana Inamul Hasan. Kalau ada tertib baru harus dimusyawarahkan. Maulana Saad banyak membuat tertib yang tidak ada di zaman dahulu dan tidak dimusyawarahkan terlebih dahulu. Misalnya taklim dengan kitab Muntakhab Ahadits, Taklim rumah dengan halakah Quran, Dakwah Taklim Istiqbal. Yang sudah jalan di Indonesia kami minta izin untuk tetap berjalan, tapi kami (syura Indonesia) tidak memberikan targhib lagi untuk menjalankannya. Dan semua itu diizinkan dan disetujui. Lalu kami minta juga untuk jamaah Negeri Jauh, yang kemampuan tafaqudnya kurang, kemampuan bahasanya kurang, yang biasanya keputusannya menunggu keputusan Nizamuddin, yang kadang lama dan tiba-tiba dari usulan ke Kamboja lalu diputus ke Amerika yang jadi memberatkan jamaah NJ yang akan berangkat, karena sekarang di Nizamuddin yang level orang lamanya tinggal Maulana Saad, selain Beliau tinggal orang-orang markaz Nizamuddin yang levelnya dibawah. Karena Maulana Ahmad Lat, Maulana Ismail, Maulana Faruq, Maulana Ibrahim telah meninggalkan Nizamuddin. Kami usul agar rutenya dimusyawarahkan oleh syura Indonesia dan hasilnya dilaporkan ke Nizamuddin? Dan oleh syura Dunia sepakat dan dikabulkan juga. (Majmak: “Allah Akbar”). Syura Dunia hanya memberikan daftar rute negara-negara yang menjadi takaza Indonesia. Alhamdulillah disetujui. Lalu masalah negara jiran yang dahulu tidak boleh jamaah NJ kesana lalu kami minta diperbolehkan kembali, karena ada keluhan dari Negara Malaisya, Siangpura, Filiphina sangat sedikit jamaah yang datang kesana. Alhamdulillah usulan kami juga dikabulkan para masyaikh. Kemudian masalah-masalah penting kita minta dimusyawarahkan dengan para masyaikh syura Dunia. Dan kita akan ada musyswarah 4 bulanan tanggal 13 April di Cikampek, dan kami juga mengundang para Syura Alami untuk dapat membimbing kami pada musyawarah tersebut. Lalu mereka bermusyawarah dan memanggilkan kami, bisa tidak tanggalnya digeser, karena pada tanggal yang sama ada ijtimak di Australia dan New Zealand. Bisa. Musyawarah Cikampek jadi tanggal 20 sd 23 April, setelah mereka selesai dari Australia tanggal 19 mereka akan ke Indonesia. Yang akan hadir diantaranya: Maulana Abdurrahman, Prof. Sanaullah yang dahulu pertama kal membuka Francis, Rektor Alighar Muslim University, dan satu lagi orang lama yang sekarang berkewarganegaraan Amerika yaitu Maulana Saad. Alhamdulillah kami semua SYURA INDONESIA SEPAKAT. Bahwa musyswarah waktunya menjadi tanggal 20-23 April dan dibimbing oleh utusan SYURA DUNIA. Belum selesai…

Lanjutan….

Bapak yang mulia, ijtimak Reiwind banyak yang hadir dan banyak jamaah yang dikeluarkan dari ijtimak tersebut. Terus ada bisik-bisik, ini bukan keputusan. Alhamdulillah para penanggungjawab negeri lain mendatangi kita terus, terakhir penanggungjawab dari Thailand datang ke kita pada malam terakhir setelah bicara dengan Syura Saudi mengatakan bahwa banyak negara yang sekarang susah mendapatkan Visa Pakistan. Mereka ada pikir dan usulan, ini bisik-bisik nih belum berupa keputusan masyaikh. Bahwa Ijtimak Dunia akan dipindahkan ke Indonesia. (Majmak: Allahu Akbar). Bagaimana Indonesia, siap tidak. Pak Cecep jawab: Welcome. Negara-negara ASEAN mendukung juga usulan ini, Ijtimak Dunia di Tongi untuk di pindah ke Indonesia. Kerja dakwah ini kerja besar, kerja Allah. Kita sangka baik kepada Allah. Bisa saja dengan pengorbanan nanti usaha dakwah terbesar akan terjadi di Indonesia. Tinggal kita ini mau berkorban atau tidak, kalau kita lihat bayan-bayan di Reiwind, majunya usaha dakwah ini bukan karena Bayan, Kepandaian, Mudzakarah, tapi yang memajukan usaha dakwah ini adalah PENGORBANAN. Kalau kita lihat sahabat-sahabat Nabi, Ajiib. Sebelum sahabat Nabi datang ke Yaman. Tidak ada seorang pun penduduk Yaman yang beragama Islam. Begitu juga sebelum datang ke Yordan, ke Mesir… Tidak ada yang mengenal Allah disana. Tapi dengan pengorbanan sahabat datang ke Yaman, Ramai orang Yaman masuk Islam. Sahabat datang ke Mesir, ke Yordan, mereka ramai-ramai masuk Islam. Bukan hal yang mustahil juga jika orang Indonesia buat pengorbanan dan risau seperti sahabat maka orang Amerika ramai-ramai masuk Islam. Para masyaikh berharap besar agar umat Islam Indonesia bisa bangkit untuk menyebarkan Islam ke seluruh dunia. Walaupun kita lemah-lemah, miskin-miskin, tapi oleh beri kita tugas kenabian. Tugas Nabi yang pertama adalah memperkenalkan Allah kepada umatnya, Nabi-nabi terdahulu mengenalkan Allah hanya ke kaumnya saja, namun umat ini mempunyai kelebihan untuk mengenalkan Allah ke seluruh dunia. Kita harus ada sifat risau, kasihan dengan orang yang tidak mengenal Allah dan meninggal dalam keadaan tidak mengenal Allah. Bukan kita menbunuh, mengebom orang kafir, tapi kita ada rasa kasih sayang kepada mereka. Walau hidayah di tangan Allah, namun jika ada usaha dan pengorbanan, insya Allah mereka akan mendapat hidayah dari Allah SWT. Amal dakwah ini adalah amal yang HAQ. Kita harus tawajjuh kepada amal. Sibukkan diri kita dalam amal. Kita di Indonesia tetap bersatu.

Categories: Bayan, Hasil Musyawarah, Tertib Dakwah | Tag: , , , | 2 Komentar

Keputusan Ijtimak Raiwind 5 November 2017


Penjelasan Syura kepada ahbab dari berbagai negara semasa mereka membentangkan Agenda mereka di hadapan Masyaikh di Ijtimak Raiwind pd 05 November 2017.

  1. Taklim
    Maulanal Yusuf (r.a.) telah memastikan perkara-perkara ini ditulis bahwa hanya kitab berikut yang dibaca ketika taklim: “Fadhaailul A’maal” yang disusun oleh Syaikhul Hadits Maulana Zakariya (r.a.) yang di dalamnya terdapat Hikayat Sahabah, Fadhilah Quran, Fadhilah Shalat, Fadhilah Tabligh, Fadhilah Zikir, kedua bagian dari Fadhilah Sedekah, dan Fadhilah Haji dan Fadhilah Ramadhan ketika Haji & Ramadhan semasa Haji dan Ramadhan (Tambahan penyadur: Fadhilah Ramadhan dibaca mula 1 Sya’ban sampa dengan akhir Ramadhan, dan Fadhilah Haji dibaca mulai Syawal sampai dengan Akhir Dzulhijjah) dan buku “Kemerosotan Muslim dan Satu²nya Pemulihan” oleh Maulana Ihtisham. Terjemahan kitab-kitab tersebut akan dibaca dalam bahasa-bahasa lain. Untuk Arab memakai kitab “Riyadhus al-Salihin”, “Delapan Bab Terpilih Mishkaat al Masaabih”, “Hayat al-Sahabah” dan “Al-Adab al-Mufrad” adalah ditertibkan.
  2. Halakah Taklim di Rumah, Bersama dengan Halakah Taklim di Masjid, perlu ada juga taklim di rumah supaya wanita-wanita terdorong untuk mengerjakan amal dan kemudiannya mereka bertanya masalah-masalah Agama melalui orang laki dari Ulama supaya mereka menjalani 24 jam kehidupannya menurut kehendak agama. Bersama dengan taklim selalu ada muzakarah 6 sifat supaya setiap orang di rumah menjadi dai.
  3. Usaha Harian, buat jemaah-jemaah kecil untuk mendatangi setiap rumah uutuk jumpa orang-orang laki di tempat kita dan pujuk rayu mereka untuk keluar di jalan Allah degan membuat muzakarah iman dan akhirat, menjelaskan kepada mereka tentang kepentingan dakwah. Ahbab-ahbab juga harus pujuk rayu mereka untuk terlibat dalam usaha dakwah tempatan yang dijalankan di masjid.
  4. Berapa lama sepatutnya jamaah tinggal dalam masjid ketika keluar? Ahbab-ahbab yang keluar di jalan Allah dan orang-orang tempatan harus bersama-sama membuat program untuk menghidupkan usaha tempatan. Secara umum, sebuah jemaah tinggal di satu masjid tidak melebihi 3 atau 4 hari.
  5. Shabguzari (malam markaz) Mingguan. Jamaah masjid harus berkumpul bersama dengan membawa sendiri peralatan tidur dan makanan mereka mulai Ashar sampai dengan waktu Isyraq. Mereka harus membawa orang-orang baru yang mereka usahakan dan diharapkan dapat memenuhi tuntutan-tuntutan usaha (takaza markaz).
  6. Tertib keluar tahunan untuk negara-negara. Setiap ahbab harus beri masa tahunan keluar di dalam negeri, tahun depannya keluar ke India/ Pakistan/Banglades, dan tahun ke-3 keluar di negara-negara lain sesuai takaza dan keputusan musyawarah.
  7. Muzakarah dengan wanita-wanita yang buat usaha agama (Masturat). Sekali atau 2 kali dalam setahun, ahbab-ahbab suatu kota/halaqah boleh mengadakan muzakarah untuk beberapa jam dengan wanita-wanita yang sudah pernah keluar masturah selama 40hari dan 10/15 hari.
  8. Dalam Itjimak dan Jord yang diadakan di berbagai negara, Orang Tua Jamaah tempatan (Ahli Syura Negara) harus dijadikan faisalah (pemimpin)  musyawarah. Jamaah dari India, Pakistan, dan Banglades yg terlibat dalam perhimpunan tersebut boleh memberikan usulan-usulan mereka.

Di atas adalah terjmahan sebuah dokumen dimana yg asalnya dari Bahasa Urdu yang telah ditandatangani oleh:

(1) Shaykh Abdul Wahhab,

(2) Shaykh Ibrahim Dewla,

(3) Shaykh Muhammad Ya’qub,

(4) Shaykh Ahmad Lat,

(5) Shaykh Muhammad Zuhayrul Hasan,

(6) Shaykh Nadhrur Rahman,

(7) Shaykh Ubaydullah Khursheed,

(8) Shaykh Ziaul Haq

Categories: Hasil Musyawarah | Tag: , , , | 1 Komentar