Posts Tagged With: Syura

Wafatnya Syaikh Abdul Wahhab DB.


Setelah shalat Subuh jam 6.20 am waktu Pakistan -Ahad, 18 November 2018 yang bertepatan dengan 10 Rabiul Awal 1439 H, Syaikh Abdul Wahhab DB meninggal dunia di usia 96 tahun setelah menghabiskan bagian besar waktunya untuk meninggikan Agama Allah dari zaman Maulana Ilyas, Maulana Yusuf, Maulana In’amul Hassan, hingga system kesyuraan yang telah berjalan dari tahun 1995. Sebelum wafatnya beliau juga menyempurnakan kembali susunan Syura Dunia untuk mengawal kerja dakwah yang mulia ini.

 

Syaikh Abdul Wahhab DB

Haji Saheb pesan pada maulana Fahim sampaikan wasiatnya jika dia telah meninggal dunia.
“Siapa yg mencintai saya (Haji Saheb), siapa yg sayang pada saya.
Hendaklah dia mengorbankan segala-galanya kemampuan dan kebolehannya dalam usaha tabligh. Insya Allah nabi Muhammad saw dan Allah swt akan mencintaimu.”

Categories: Bayan | Tag: , , , | 1 Komentar

Penjelasan Syaikh Fadhil (Penanggung Jawab Makkah) di Islamic Center Jakarta


Pada Ahad Pagi hari terakhir Ijtimak 7 Kawasan di Jakarta, Syaikh Fadhil memberikan penjelasan mengenai ikhtilaf yang terjadi kepada ahbab Jakarta. Bayan dalam bahasa Arab dan diterjamahkan oleh Mufti Lufti Al Banjary. Audio bisa di cari di Youtube di https://www.youtube.com/watch?v=3IyCRBMmZgI&t=8266s.

Kita bersyukur karena Allah pilih kita untuk buat ini kerja. Syaikh Ilyas banyak menangis. Tangisan beliau Allah hargai. Di Multazam dia berdoa dengan 3 doa dan Allah kabulkan:

  1. Ya Allah terimalah (jagalah) ini kerja.
  2. Ya Allah terimalah (jagalah) orang yang buat ini kerja dengan ushul yang benar.
  3. Ya Allah Siapa pun yang merubah ini kerja, hancurkan dia sehancur-hancurnya.

Beliau juga datang ke Mufti Kifayatullah, dengan membawa pedang besar. Lalu beliau minta kepada Mufti untuk menilai kerja yang akan Beliau kerjakan. Maka setelah mengkaji, Mufti katakan bahwa ini semua bersumber dari Al Quran, Sunnah, dan kehidupan para shahabat RA. Namun adakah orang yang mau melakukan kerja besar ini. Lalu Syaikh Ilyas katakan kalau kerja ini benar, maka saya akan buat dengan berhusnudzan kepada Allah, agar Allah pilih umat ini untuk buat ini kerja.

Syaikh Ibrahim katakan kepada Syaikh Ghassan bagaimana mungkin ada orang yang akan merubah ushul dibandingkan dengan pengorbanan, tangisan, risau dan fikir Maulana Ilyas.

Orang lama juga datang ke Madinah dari Reiwind menyampaikan ushul-ushul dakwah dan datang juga orang lama dari Nizamuddin menyampaikan ushul-ushul dakwah yang berbeda. Lalu ahbab Makkah minta kepada Syaikh Fadhil untuk bertanya kepada Maulana Zubair atau Maulana Saad. Lalu Syaikh datang kepada Maulana Zubair, dan bertanya apakah saya boleh bertanya kepada Syaikh Saad, maka Maulana Zubair katakan bahwa Maulana Saad tidak akan mau mendengarkan. Ketika Maulana In’amul Hassan akan wafat beliau membentuk jamaah syura yaitu: Mufti Zainal Abidin, Bhay Wahhab, Maulana Zubairul Hassan, Maulana Izhar, Bhai Afzal, Maulana Umar Palanpury, H. Abdul Muqit, 8 orang. Lalu Syaikh Khalid Siddiqy datang kepada Maulana In’amul Hasan untuk ditambah 2 untuk menjaga hati orang Mewat atas kedekatan mereka dengan Syaikh Ilyas yaitu Meiji Mihrab dan Maulana Saad.

Setelah wafatnya Maulana In’amul Hassan, 10 orang ini bermusyawarah dan saya sendiri ada di sana waktu mereka bermusyawarah selama 3 hari tiga malam memikirkan bagaimana untuk melanjutkan ini kerja dan memutuskan bahwa di Nizamuddin dibuat 3 orang Faisalah yang bergantian tiap hari yaitu:

  1. Maulana Izhar,
  2. Maulana Zubairul Hassan, dan
  3. Maulana Saad

Kemudian Maulana In’amul Hassan sebelum Beliau berangkat akan melakukan safar ke 8 negara termasuk ke Indonesia dan Dr Noor sudah siap menyambut kedatangan Hadraji ke Indonesia. Tahun 1996 di Australia diusulkan Faisalah ditambah 2 yaitu: Maulana Umar Palanpury dan Meiji Mihrab. Jadi 5 orang yang menjadi Faisalah bergantian tiap hari di Nizamuddin.

Baca lebih lanjut

Categories: Bayan | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Menyingkap Kabut


MENYINGKAP

KABUT

 

JAMAAH DAKWAH DAN TABLIGH DALAM LINTASAN SEJARAH

 

Penyusun :

Abdurrahman Ahmad Assirbuny

 

DAFTAR ISI :

  1. Muqaddimah
  2. Maklumat
  3. Bab : Kronologis Ikhtilaf di Nizhamuddin
  4. Bab : Kronologis Ikhtilaf di Indonesia
  5. Bab : Syubhat dalam Masalah Ikhtilaf
    •  Membuka Aib
    • Pribadi Maulana Saad
    • Darul Ulum Deoband D.  Rujuk Maulana Saad E.   Keamiran
    • Pemimpin dari Quraisy G.  Arahan Jangan Dengar H.  Muntakhab Ahadits
    • Bani Tamim
    • Sanad Dakwah
    • Da’i Akan Dijaga Sampai Tujuh Keturunan
    • Bay’at
    • Mengapa Pada Masa Maulana Zubairul Hasan Tidak Muncul
    •  Dakwah Ta’lim Istiqbal
    • Karomah Nizhamuddin
    • Maulana Yasin Mewati
    • Siapakah Masyaikh yang Masih Tinggal di Nizhamuddin
    • Siapakah Masyaikh yang Keluar dari Nizhamuddin
    • Mufaraqah
    • Musyawarah
    • 6. Kesimpulan dan Jalan Keluar

Baca lebih lanjut

Categories: Kisah Dakwah, Laporan Dakwah, Muzakarah Dakwah | Tag: , , , | 1 Komentar

Agenda Acara Musyawarah Nasonal 8 – 10 Desember 2017


Bismillahirrahmanirrahiim.
AGENDA MUNAS ANCOL 8-10 DESEMBER 2017

  • Jum’at, 8 Desember 2017 
    ▪Ba’da Shalat Jum’at Mukhtasar Bayan : H. Muslihuddin
    ▪Ba’da Ashar dilanjutkan Ba’da Maghrib : Zihin Karghozari : Ust. Luthfie Yusuf
    Pemandu Karghozari Amal Dakwah dan Umum : Habib Husein
    Mutakallim diambil setiap Kawasan yang mengadakan Ijtima’.
    ▪Ba’da Isya’ : Musyawarah Para Penanggung Jawab Daerah.
    ▪Bayan Shubuh : Ust. Luthfie Yusuf

 

  • Sabtu, 9 Desember 2017
    ▪Pkl.09.00 – 11.00 Wib
    Mudzakarah Arah Kerja (5 Amal Maqomi dan Kerja Ulama) : H.Muslihuddin
    ▪Ba’da Dzuhur kumpul Alumni Pakistan
    ▪Ba’da Ashar
    Mudzakarah Kerja Pelajar dan Mahasiswa dan Jord Profesi : Abdullang Awang
    ▪Bayan Maghrib : Ust.Luthfi Yusuf
    ▪Ba’da Isya : Musyawarah Penanggung Jawab Daerah
    ▪Bayan Shubuh : KH. Mukhlisun

 

  • Ahad, 10 Desember 2017
  • Pkl.09.00 pagi
  • Pembentangan Takaza : H. Abdullah Trimoro
  • Pembacaan Surat dan Keputusan : H. Aminuddin
  • Nasehat dan Do’a : KH. Mukhlisun
  • Ba’da Dzuhur Bayan Hidayah : H. Abdullah Trimoro

Imam : Ust. ABDUL AZIZ BIN AQIL (Lombok)
Muadzin : Abdul Aziz

✍🏿 Hasil Keputusan Musyawarah, Amir Faisalah H. Aminuddin.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Categories: musyawarah | Tag: , , , | 1 Komentar

Bayan Pak H. Cecep Firdaus Setelah Tabayyun


Assalamu’alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh

Setelah Pujian dan pembukaan… dan Membaca ayat Al Quran.

Pembicaraan ini hanya untuk penanggungjawab saja. Kita sebagai negara terbesar di dunia berhubungan dengan adanya perselisihan ingin memberi pendapat atas pergaduhan para masyaikh. Maka kami datangi Maulana Saat di Ijtimak Tongi Banglades, saya katakan bahwa kami cinta Maulana Saad, Cinta Nizamuddin, dan Cinta kepada para masyaikh, keinginan kita orang Indonesia sangat ingin seluruh masyaikh yang keluar agar bisa kembali ke Nizamuddin, dan segala sesuatunya dimusyawarahkan. Maulana Saad menjawab, kami juga ingin begitu, ingin seluruh masyaikh kembali ke Nizamuddin. Tapi tidak mau kalau mereka kembali dengan syarat. Syaratnya itu agar Maulana Saad menerima Syura Alami. Lantas kami memohon kepada Maulana Saad, bolehkah kalau kami yang meminta mereka untuk kembali ke Nizamuddin? Ketika itu mereka sedang berada di South Afrika. Lalu diberi saran untuk menjumpai mereka ketika pertemuan orang-orang lama di Ijtima Reiwind. Disini mereka semua akan berkumpul. Lalu kami syura Indonesia bermusyawarah dan sepakat untuk menjumpai para masyaikh di pertemuan orang lama di Reiwind. Setibanya di Reiwind saya meminta waktu agar bisa berjumpa dengan para masyaikh. Saya katakan bahwa kami cinta kepada para masyaikh dan ingin para masyaikh untuk kembali ke Nizamuddin? Dijawab kami juga sangat ingin kembali ke Nizamuddin tapi Maulana saad tidak mau menerima syarat yang kami ajukan untuk menerima Syura Dunia yang telah dimusyawarahkan. Lalu kami pun memberi saran bagaimana kalau para masyaikh kembali saya dulu lalu diperbaiki dan dimusyawarahkan secara internal permasalahan ini. Para masyaikh menjawab bahwa kami sudah bertahan 21 tahun untuk permasalahan ini tapi permasalahan tidak kunjung selesai. Kalau kami tetap di Nizamuddin kemungkinan besar bisa terjadi clash fisik oleh pengikut-pengikut Maulana Saad yang dari Mewat, untuk menghindari hal ini maka kami keluar dari Nizamuddin. Lalu kami minta permohonan kepada mereka, bahwa kami orang Indonesia tidak mau pecah hati. Kami ingin Indonesia tetap satu hati. Kami ingin tertib kerja dakwah di Indonesia tidak ada perubahan, supaya tidak ada kebingungan di diri para pekerja agama. Tertib yang sudah ada tetap dijalankan. Permohonan kami ini diterima oleh para masyaikh setelah dimusyawarahkan. Yang diinginkan oleh para Masyaikh agar tertib kerja sebagaimana tertib kerja di zaman Maulana Ilyas, Maulana Yusuf, dan Maulana Inamul Hasan. Kalau ada tertib baru harus dimusyawarahkan. Maulana Saad banyak membuat tertib yang tidak ada di zaman dahulu dan tidak dimusyawarahkan terlebih dahulu. Misalnya taklim dengan kitab Muntakhab Ahadits, Taklim rumah dengan halakah Quran, Dakwah Taklim Istiqbal. Yang sudah jalan di Indonesia kami minta izin untuk tetap berjalan, tapi kami (syura Indonesia) tidak memberikan targhib lagi untuk menjalankannya. Dan semua itu diizinkan dan disetujui. Lalu kami minta juga untuk jamaah Negeri Jauh, yang kemampuan tafaqudnya kurang, kemampuan bahasanya kurang, yang biasanya keputusannya menunggu keputusan Nizamuddin, yang kadang lama dan tiba-tiba dari usulan ke Kamboja lalu diputus ke Amerika yang jadi memberatkan jamaah NJ yang akan berangkat, karena sekarang di Nizamuddin yang level orang lamanya tinggal Maulana Saad, selain Beliau tinggal orang-orang markaz Nizamuddin yang levelnya dibawah. Karena Maulana Ahmad Lat, Maulana Ismail, Maulana Faruq, Maulana Ibrahim telah meninggalkan Nizamuddin. Kami usul agar rutenya dimusyawarahkan oleh syura Indonesia dan hasilnya dilaporkan ke Nizamuddin? Dan oleh syura Dunia sepakat dan dikabulkan juga. (Majmak: “Allah Akbar”). Syura Dunia hanya memberikan daftar rute negara-negara yang menjadi takaza Indonesia. Alhamdulillah disetujui. Lalu masalah negara jiran yang dahulu tidak boleh jamaah NJ kesana lalu kami minta diperbolehkan kembali, karena ada keluhan dari Negara Malaisya, Siangpura, Filiphina sangat sedikit jamaah yang datang kesana. Alhamdulillah usulan kami juga dikabulkan para masyaikh. Kemudian masalah-masalah penting kita minta dimusyawarahkan dengan para masyaikh syura Dunia. Dan kita akan ada musyswarah 4 bulanan tanggal 13 April di Cikampek, dan kami juga mengundang para Syura Alami untuk dapat membimbing kami pada musyawarah tersebut. Lalu mereka bermusyawarah dan memanggilkan kami, bisa tidak tanggalnya digeser, karena pada tanggal yang sama ada ijtimak di Australia dan New Zealand. Bisa. Musyawarah Cikampek jadi tanggal 20 sd 23 April, setelah mereka selesai dari Australia tanggal 19 mereka akan ke Indonesia. Yang akan hadir diantaranya: Maulana Abdurrahman, Prof. Sanaullah yang dahulu pertama kal membuka Francis, Rektor Alighar Muslim University, dan satu lagi orang lama yang sekarang berkewarganegaraan Amerika yaitu Maulana Saad. Alhamdulillah kami semua SYURA INDONESIA SEPAKAT. Bahwa musyswarah waktunya menjadi tanggal 20-23 April dan dibimbing oleh utusan SYURA DUNIA. Belum selesai…

Lanjutan….

Bapak yang mulia, ijtimak Reiwind banyak yang hadir dan banyak jamaah yang dikeluarkan dari ijtimak tersebut. Terus ada bisik-bisik, ini bukan keputusan. Alhamdulillah para penanggungjawab negeri lain mendatangi kita terus, terakhir penanggungjawab dari Thailand datang ke kita pada malam terakhir setelah bicara dengan Syura Saudi mengatakan bahwa banyak negara yang sekarang susah mendapatkan Visa Pakistan. Mereka ada pikir dan usulan, ini bisik-bisik nih belum berupa keputusan masyaikh. Bahwa Ijtimak Dunia akan dipindahkan ke Indonesia. (Majmak: Allahu Akbar). Bagaimana Indonesia, siap tidak. Pak Cecep jawab: Welcome. Negara-negara ASEAN mendukung juga usulan ini, Ijtimak Dunia di Tongi untuk di pindah ke Indonesia. Kerja dakwah ini kerja besar, kerja Allah. Kita sangka baik kepada Allah. Bisa saja dengan pengorbanan nanti usaha dakwah terbesar akan terjadi di Indonesia. Tinggal kita ini mau berkorban atau tidak, kalau kita lihat bayan-bayan di Reiwind, majunya usaha dakwah ini bukan karena Bayan, Kepandaian, Mudzakarah, tapi yang memajukan usaha dakwah ini adalah PENGORBANAN. Kalau kita lihat sahabat-sahabat Nabi, Ajiib. Sebelum sahabat Nabi datang ke Yaman. Tidak ada seorang pun penduduk Yaman yang beragama Islam. Begitu juga sebelum datang ke Yordan, ke Mesir… Tidak ada yang mengenal Allah disana. Tapi dengan pengorbanan sahabat datang ke Yaman, Ramai orang Yaman masuk Islam. Sahabat datang ke Mesir, ke Yordan, mereka ramai-ramai masuk Islam. Bukan hal yang mustahil juga jika orang Indonesia buat pengorbanan dan risau seperti sahabat maka orang Amerika ramai-ramai masuk Islam. Para masyaikh berharap besar agar umat Islam Indonesia bisa bangkit untuk menyebarkan Islam ke seluruh dunia. Walaupun kita lemah-lemah, miskin-miskin, tapi oleh beri kita tugas kenabian. Tugas Nabi yang pertama adalah memperkenalkan Allah kepada umatnya, Nabi-nabi terdahulu mengenalkan Allah hanya ke kaumnya saja, namun umat ini mempunyai kelebihan untuk mengenalkan Allah ke seluruh dunia. Kita harus ada sifat risau, kasihan dengan orang yang tidak mengenal Allah dan meninggal dalam keadaan tidak mengenal Allah. Bukan kita menbunuh, mengebom orang kafir, tapi kita ada rasa kasih sayang kepada mereka. Walau hidayah di tangan Allah, namun jika ada usaha dan pengorbanan, insya Allah mereka akan mendapat hidayah dari Allah SWT. Amal dakwah ini adalah amal yang HAQ. Kita harus tawajjuh kepada amal. Sibukkan diri kita dalam amal. Kita di Indonesia tetap bersatu.

Categories: Bayan, Hasil Musyawarah, Tertib Dakwah | Tag: , , , | 2 Komentar

PEMBENTUKAN SYURA DUNIA & PERBEDAAN SYURA MALAYSIA DAN INDONESIA MENYELESAIKAN KONFLIK


Pembentukan Syura Dunia
=====================

Assalamualaikum wbt,

Kepada rekan-rekan seusaha yang di kasihi, pertama sekali hendaklah kita yakin bahwa setiap sesuatu yang berlaku dengan izin Allah SWT. Setiap peristiwa dalam dunia tidak terjadi dengan sendiri.

Apabila berlaku sesuatu Allah SWT ingin melihat sejauh mana tindak tanduk kita dan setiap tindak tanduk kita akan ada perhitungan di akhirat. Sama ada kita mengikut hawa nafsu maupun kepentingan diri.

Di akhirat besok ditakuti apa yang kita buat selama ini kosong di sisi Allah swt seandainya tiada keikhlasan dan bukan dibuat untuk keridhaan Allah SWT. Allah kurniakan kita akal yang sehat untuk berfikir atas kebenaran.

Kebenaran tak boleh diatasi dengan emosi dan hawa nafsu. Hati manusia sentiasa berkata benar dan tak pernah berbohong walaupun dia seorang kafir. Kita ada pengalaman bila kita buat silap dalam hati kita rasa bersalah iaitu guilty conscious.

Saya menyeru rekan-rekan seusaha seluruh negara membaca keterangan ini dan berfikir sedalam-dalamnya dan selepas itu buatlah keputusan sendiri dan simpan dalam hati tak perlu ajak paksa orang lain supaya berpendirian seperti anda.

Setelah kematian Maulana Zubair rah. syura yg dilantik oleh Hazrat ji rah. Maulana Inamul Hasan hanya tinggal dua orang iaitu Muhtaram Bhai Abd Wahab shb dan Maulana Saad db. Maka kebanyakan orang-orang lama India berpendapat perlu untuk ditambah kembali untuk mengisi kekosongan yang ada.

Pada ijtimak Raiwind 2015 satu mesyuarat diadakan di Raiwind yang dihadiri oleh kebanyakan orang lama India, Pakistan dan Bangladesh. Maka satu keputusan telah dibuat untuk menambah syura menjadi 13 org iaitu 11 yang baru serta 2 yang lama. Syura baru 4 org dari Pakistan, 4 orang dari Nizamudin dan 3 orang dari Kakril. Keputusan itu telah ditandatangani bersama oleh semua orang lama termasuk Hj. Abd Wahab sab.

Satu keputusan penting dibuat iaitu tidak ada apa-apa penambahan usul dibuat tanpa persetujuan mayoritas syura. Cuma Maulana Saad saja yang tidak setuju.

Setelah ijtimak Bhopal ada musyawarah old workers India di Nizamuddin, Maulana Saad sendiri dipihaknya telah melantik 4 orang syura iaitu anaknya Maulana Yusuf yang berumur 20 tahun, Miaji Azmat Mewati, Maulana Abr. Sattar Mewati dan Dr. Abd Alim Aligarh.

Biasanya di Nizamudin kalau Maulana Saad tiada, kerja dikendalikan oleh Maulana Yaakub seterusnya Maulana Ibrahim dan Maulana Ahmad Lat. Seandainya mereka semua tiada, barulah maulana yang ranking lebih bawah mengendalikan kerja. Tetapi bila Maulana Saad keluar safar, beliau melantik Maulana Sharif sebagai pemangku Amir. Begitulah seterusnya bila ketiadaan beliau.

Pertama-tama sekali telah berlaku masalah di Nizamuddin setelah kematian Maulana Zubair. Usaha ini menjadi kelam kabut sehinggalah berlaku perkara yang tidak diingini. Ketika hayat Maulana Zubair juga perasan tak puas hati di kalangan orang lama telah wujud tetapi berjaya dikekang oleh Maulana Zubair iaitu segalanya under control.

Banyak pembaharuan yang dibuat oleh Maulana Saad dalam usaha ini tidak dimusyawarahkan secara ijtimai menyebabkan berlakunya perbedaan cara usaha di kalangan rekan-rekan seusaha. Kalau kita ambil zaman Hazratji Maulana Inamul Hasan Amir yang ketiga yang mana sebahagian besar orang awalin Malaysia sempat bersama beliau lebih kurang 20 tahun.

Semasa Ustaz Rauf memperkenalkan tertib baru dalam usaha antaranya dua setengah jam dalam masjid saja bayan tak perlu tasykil sehingga nenyebabkan rakan seusaha berpecah belah di Malaysia dan perkara ini telah dibawa ke Nizamuddin.

Kalau diperhatikan setiap tahun bila ada musyawarah Malaysia di Nizamuddin kita akan lihat Bhai Wahab, Mufti Zainal Abidin, Bhai Afzal dari Raiwind akan hadir dan juga Hj Abd Muqith Bangladesh akan hadir. Ketika masalah tertib dua jam setengah yang diperkenalkan Ustaz Rauf bawa perpecahan di Malaysia, Hazratji telah meminta orang-orang lama bermuzakarah melibatkan orang Nizamuddin, Maulana Umar Palampuri, Meaji Mehrab, Bhai Wahab, Mufti Zainal Abidin, Hj Abd Muqith maka telah dipersetujui oleh Hazratji tertib 5 amal jemaah masjid iaitu dua setengah jam solid untuk dakwah zikir quran dikira infiradi amal. Musyawarah harian taklim rumah dan Masjid, dua gast, pembentukan jemaah 3 hari bulanan dari tiap masjid.

Tertib ini telah disepakati dan diamalkan di seluruh dunia.Tetapi di zaman Maulana Saad beberapa perkara yang dibawa tapi tak dimusyawarahkan di kalangan eldest antaranya Dakwah, Taklim, Istiqbal bacaan Muntakhab hadis maka perkara ini tidak diamalkan di seluruh dunia dan menyebabkan perpecahan di seluruh dunia malah mengikut Muntakhab tidak di baca di masjid sekitar Basti Nizamudin, Pakistan, England, South Africa tidak membaca Muntakhab. Ada beberapa jemaah Malaysia yang keluar di Pakistan bergaduh dengan jemaah Pakistan yang dibentuk bersama orang Malaysia.

Keadaan di Nizamuddin semakin tidak stabil bila Maulana Saad menolak keputusan Raiwind 2015 malah penyokong Maulana Saad mula mengancam melalui telefon untuk menggunakan kekerasan seandainya mereka yang menandatangani keputusan Raiwind 2015 datang ke Nizamudin.

Sehinggalah pada bulan ramadan 2016 berlaku pertumpahan darah di Nizamudin melibatkan penggunaan gangster. Peristiwa ini telah keluar dalam akhbar-akhbar utama india dan pihak polis telah masuk ke markas membuat siasatan dan menyoal elders kita.

Di bulan ini jugalah elders kita mula meninggalkan Nizamudin iaitu Maulana Yaakub, Maulana Ibrahim dan Maulana Ahmad Lat serta kebanyakan mukimin yang telah buat usaha dari zaman Maulana Yusof rah. meninggalkan markas tetapi mereka tidak meninggalkan usaha ini.

Mereka mengadakan mesyuarat dua bulan sekali di kalangan orang lama India bersama syura baru yang di lantik. Dalam mesyuarat dua bulan sekali ini jemaah dibentuk untuk foreign country dan interstate tanpa melalui Nizamudin. Mereka dipanggil syura alami, sebenarnya tiada nama cuma utk membezakan kedua kumpulan.

Cara Syura Indonesia Menyelesaikan Konflik
=================================

Marilah kita perhatikan sikap syura Msia dan Indonesia dalam menangani isu ini. Apabila perkara ini berlaku, syura Indonesia telah berhimpun dengan semua orang tanggungjawab dari propinsi membincangkan secara terbuka, masing-masing di beri peluang mengutarakan pandangan masing-masing secara bebas dan akhirnya Pak Cecep telah membuat keputusan iaitu kita anggaplah perbalahan ini seperti ibu dan ayah dan kita anak-anak tidak berhak untuk menyebelahi mana-mana.

Sebagai anak juga kita tak boleh mengeluarkan kenyataan yang tidak elok kepada mak bapak kita. Kemudian rombongan Nizamudin datang ke Indonesia dan menerangkan keadaan yang berlaku bagi pihak Nizamudin di Jakarta.

Kemudian mereka bermesyuarah lagi dan membuat keputusan utk mendengar di pihak syura alami. Mereka buat keputusan untuk hadir jord karkun lama bulan Mac 2017 untuk mendengar hujah di pihak syura alami. Biasalah kalau berlaku apa-apa perselisihan kita kena dengar kedua-dua belah pihak untuk berlaku adil.

Setelah jord Raiwind, mereka menjemput syura alami untuk hadir dalam mesyuarah nasional mereka di Cikampek Jakarta pada penghujung april 2017 supaya semua orang tanggungjawab dan fikirman dapat dengar dari syura alami.

Selepas mesyuarah nasional, mereka telah bermesyuarah dan membuat keputusan untuk merujuk masalah negara mereka kepada syura alami dan mereka tak kan kembali ke Nizamudin selagi elders tidak bersatu.

Buat masa ini negara-negara Indonesia, Filipina, Singapura, Australia, New Zealand, Fiji, South Africa dan beberapa negara afrika, England, Pakistan telah membuat keputusan untuk merujuk masalah mereka kepada syura alami, tidak lagi Nizamudin sehinggalah Maulana Saad bersetuju untuk menerima syura yang di bentuk di Raiwind pada 2015.

Cara Syura Malaysia Menyelesaikan Konflik
================================

Senario syura Malaysia, zaman Hazrat ji Maulana Enamul Hasan perlantikan syura Malaysia dibuat di Nizamudin. Hazrat ji telah minta semua orang lama Malaysia dan syura negeri menulis di atas kertas nama-nama yang dicadangkan kemudian berdasarkan cadangan tersebut keputusan diambil.

Pada awal 90an, 5 orang ahli syura baru dilantik: Dr. Nasuha, Hj. Arshad, Ustaz Mat Said, Sheikh Salem dan Khalid Bhai. Semua orang puas hati tidak ada sesiapa pun protes. Sheikh Salem meninggal dunia begitu juga Khalid Bai. Maka perlantikan dibuat di Tonggi. Empat orang baru dilantik: Ust. Abd Hamid, Hj. Zaid, Mohd Myidin dan Abdullah Chong. Perlantikan yang penuh kontroversi kerana dibuat di Tonggi dan syor orang-orang lama dan syura negeri tidak diambil kira.

Apabila berlaku krisis Nizamudin, Maulana Saad telah menelefon Mohd Mydin dan Abdullah Chong untuk datang ke Nizamudin meminta mereka beri sokongan kepada Maulana Saad. Maulana Syamim pernah berkata orang Malaysia ni kalau dua orang ni bergabung, semua Malaysia akan ikut sebab syura-syura lain jadi pak turut dan kebanyakan syura negeri yes man tak berani berbeza pendapat dengan syura Malaysia.

Zaid, Mydin, Abdullah Chong pergi safar ke Amerika bila balik mereka singgah ijtimak Raiwind tapi tidak tunggu international mesyuarah yang mana kebiasaannya mereka tunggu. Selepas Raiwind mesyuarah, dimesyuarat Malaysia tidak ada slot pun untuk karkuzari keputusan Raiwind.

Selepas mesyuarat Malaysia, Abdullah Chong telah bawa 20 orang kafilah Malaysia termasuk Maulana Seri Petaling yang selalu naik mimbar untuk bayan, malah ada orang sponsor free tiket untuk ke Nizamuddin. Bila balik mereka panggil mesyurat tergempar seluruh Malaysia.

Dalam mesyuarat itu ada fikirman syorkan untuk bentang keputusan Raiwind, tetapi mereka tidak benarkan malah Maidin kata syura alami tak valid/sah dan semua arahan mereka tak valid. Ustaz-ustaz Seri Petaling jadi panglima, mereka bayan mula menjurus kepada kempen Maulana Saad Hazratji dan hanya Nizamudin yang perlu ditaati.

Bayan six point dan akhirat sudah tidak ada, Syura-syura negeri yang di Sabah yang tidak bersetuju dengan mereka dipecat. Tabligh sudah jadi seperti sebuah parti politik.

Dari Fxxxxxxxxx
__________________________________

Semoga Allah swt tunjukkan perkara yang haq

Categories: Tertib Dakwah | Tag: , , , | 3 Komentar

Sejarah Singkat Dakwah Di Indonesia


Awalnya zaman Nabi Muhammad saw pusat dakwah adalah di Makkah. Lalu Baginda ingin menjadikan Thaif sebagai pusat dakwah namun ditolak oleh penduduk kota Thaif. Lalu baginda mengirim sekitar 70 orang sahabat ke Habasyah (Ethiopia) yang dipimpin oleh Raja Kristen yang terkenal Adil dan bijaksana. Kaum muslimin yang hijrah diterima dengan baik, namun tidak ada kerjasama dalam amal dakwah, sehingga akhirnya baginda Hijrah ke Yasrib atau Madinah Munawwarah dan menjadi Markaz dakwah. Setelah itu Markaz dakwah berpindah-pindah, di Kufah, Damaskus, Baghdad, Cordova, dan Istambul Turki sampai runtuhnya Dinasti Turki Utsmany tahun 1926. Setelah itu dilakjutkan dakwah ini oleh Syaikh Maulana Muhammad Ilyas Al Kandahlawy di Masjid Banglawali Basti Nizamuddin, New Delhi India.

Rombongan pertama masuk ke Indonesia tahun 1952. Di zaman Syaikh Maulana Muhammad Yusuf Al Kandahlawy. Adapun keamiran dan markaz dakwah adalah sebagai berikut:

  1. Syaikh Muhsin bin Mahri, keturunan Arab tinggal Krukut dan Markaznya di Masjid Al Mubarok, Kampung Arab di Krukut.
  2.  Haji Zarisan Khan, Keturunan Pakistan dan markaznya di Masjid Al Huda, Jalan Industri.
  3.  H. Ahmad Zulfakar Keturunan Indonesia di Masjid Jami’ Kebon Jeruk Jalan Hayam Wuruk No 83 mulai tahun 1974 mulai jadi Markaz.
  4. Sistem Syura mulai November 1996 di Ijtimak Raiwind. Syura sebanyak 13 orang syura Indonesia. 6 orang sudah meninggal (Dr. Andi Noor Al Jufri, Pak Samsudin, Syaikh Uzairon Thaifur, H. Ahmad Zulfakar, K.H. Abdul Halim, H. Hasan Basri) mohon maaf jika salah sebut.
  5. Tahun 2017 pecah menjadi 2.
    1. Amir H. Cecep Firdaus, salah satu syura Indonesia yang mengikuti seorang Masyaikh Maulana Muhammad Saad yang mengangkat dirinya sebagai Amir dakwah sedunia yang biasa disebut Hadraji. Namun tidak diangkat dan dilantik oleh para Masyaikh. Markaznya di Masjid Jami’ Kebon Jeruk.
    2. Sistem Syura Indonesia yang tinggal 7 dikurang Pak H. Cecep Firdaus. 6 Syura Indonesia adalah Andi Aminuddin Noor, Muhammad Muslihuddin Jafar, H. Suaib Gani, K.H. Akhmad Mukhlisun, Mufti Lutfie Yusuf, dan Pak Jamil Solo. Markaznya di Masjid Al Muttaqien, Ancol.
Categories: Kisah Dakwah | Tag: , , , , , , | Tinggalkan komentar

Dokumen Penting


Categories: Hasil Musyawarah | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Penjelasan Syura Indonesia -Ustadz Muslihuddin di Pertemuan Solo


Di Jakarta terjadi perbedaan pendapat antar para masyaikh di Nizamuddin, jadi bukan perbedaan pendapat antara Nizamuddin dan Reiwind, tapi antara para masyaikh dengan yang mulia Maulana Saad DB. Sehingga kami dengar sebagian masyaikh meninggalkan Nizammuddin. Kumpul semua syura di Kebon Jeruk untuk membahas masalah itu. Saya usulkan, kita jangan mempercayai dulu berita-berita ini dari orang, surat-surat, dari WhatsApp. Tapi kita langsung tabayun kepada yang bersangkutan. Langsung kita jumpa satu per satu masyaikh. Apa masalahnya, tanya langsung kepada beliau. Jumpa Maulana Saad, jumpa maulana Ibrahim, jumpa maulana Yaqub, jumpa maulana Ahmad Lat, para masyaikh langsung.

Lalu disetujui, katika itu bersamaan akan ada ijtimak akan adanya di Tongi, maka kami semua berangkat ke Tongi pada Januari 2017. Kita minta waktu untuk jumpa langsung Maulana Saad. Pertanyaannya redaksinya kami musyawarahkan terlebih dahulu sebelum jumpa beliau, mutakalimnya pak Cecep, diterjemahkan bahasa Arab oleh Ustadz Lutfi, supaya kami bisa pahami semua yang disampaikan, Lalu kami jumpa beliau. Pak Cecep mengatakan atas nama Indonesia kami menyayangi, mencintai maulana Saad,  juga mencintai semua para masyaikh di Nizamuddin, di Reiwind, dan di Kakrail. Juga permohonan kami, pertama kami ingin para masyaikh untuk kembali lagi ke Nizamuddin, dan kami memohon kepada maulana Saad agar semua tertib-tertib yang akan disampaikan bermusyawarah dahulu kepada para masyaikh. Beliau menyambut dengan baik, saya juga ingin para masyaikh kembali ke Nizamuddin, tapi kata Beliau ingin para masyaikh kembali ke Nizamuddin tanpa syarat. Maulana mengatakan mereka akan kembali dengan syaratnya saya harus mengakui syura alami, itu kesimpulan ketika kami menghadap Beliau. Kemudian ada peristiwa lagi, waktu itu setelah maghrib malamnya ada musyawarah besar, musyawarah program. Semua masyaikh dari India, Banglades, dan Pakistan hadir, kecuali Bay Wahab karena ada uzur, sakit. Semau syura Indonesia juga hadir, saya, ustadz lutfi, pak Cecep, Pak Syuaib, Kiyai Mukhlisun, juga beberapa orang lama hadir disitu. Maulana Saad memberikan targhib, dan saya hafal perkataannya itu dan memang bagus sekali, “Saudara-saudara sekalian usaha dakwah ini akan maju karena ada pertolongan Allah Ghaibiyyah, dijelaskan panjang lebar. Bukan didukung oleh orang kaya, pengusaha. Nusratullah itu akan muncul karena Ijtimaiyyat, tiga unsur ijtimaiyyat yaitu kesatuan hati, kesatuan pikir, dan yang ketiga kesatuan …. Dan ijtimaiyyat ini akan muncul dengan adanya Musyawarah. Musyawarah itu akan makbul dengan adanya ketaatan. Sampai situ maulana berhenti. Satu orang berbahasa Arab berdiri, mengatakan ketaatan adalah ketaatan kepada Amir, Amir kita saat ini adalah Maulana Saad. Dan hadraji kita adalah maulana saad, setuju…? Sebagian orang mengatakan setuju, kebanyakan diam. Lalu berdiri orang berbahasa Inggris. Maksud ketaatan Beliau adalah ketaatan kepada Amir, Amir alam kita saat ini adalah maulana Saad. Setuju…? Apa yang dikatakan oleh maulana Saad, “Ana khadimukum”. Maksudnya membenarkan apa yang dikatakan oleh kedua orang itu, saya Amir kalian, ini iklan kepada seluruh dunia dan beliau mendeklarasikan kalau beliau adalah Amir. Menurut keterangan dari Maulana Husein dari Benglore putra dari Maulana Qasim Quraisyi yang kemarin datang ke Jakarta. Beliau pertama kali mengangkat diri menjadi Amir pada Ijtimak Bophal tahun 2015, itu yang membuat geger di India. Dan yang secara alam (dunia) itu dideklarasikan di Ijtimak Tongi, saya mendengarkan langsung, ustadz Lutfi dan lainnya.

Nah setelah itu kembali ke Jakarta, musyawarah lagi. Untuk jumpa kepada masyaikh yang lain. Kami hubungi maulana Faruk, lalu meminta kami datang ke Pakistan karena ada jord qudama di Pakistan. Maka sepakat semua ke Pakistan, kami minta waktu untuk bertemu, semua masyaikh kumpul. Syaikh Abdul Wahhab, Maulana Ibrahim, Maulana Yaqub, Maulana Ahmad Lat, Maulana Sanaullah, dll kumpul dalam satu ruangan. Mutakalimnya pak Cecep diterjemahkan oleh saya dalam bahasa Inggris. Waktu itu kami sampaikan seperti yang disampaikan ke Maulana saad, tapi ada tambahannya, Kenapa para Masyaikh meninggalkan Nizamuddin? Bukankah lebih baik kalau para masyaikh kembali ke Nizamuddin dan menyelesaikan masalah yang terjadi disana, jadi umat tidak terbelah-belah seperti ini. Jawabannya apa, kami sudah berusaha sejak 21 tahun yang lalu untuk bagaimana menyatu tapi tidak bisa. Bahkan kemudian dari penjelasan-penjelasan itu. Kami-kami ini adalah guru-guru dari Maulana Saad, kami telah menyarankan untuk segala sesuatu dimusyawarahkan, tapi tidak pernah didengar, tidak pernah ikut. Apalagi setelah deklarasi menjadi Amir, siapa saja di Nizamuddin yang tidak mendukung keamiran Beliau dan tidak menyetujui apa-apa yang menjadi pemikiran Beliau, diintimidasi. Ini saya dengar langsung, bukan katanya ini. Ini disampaikan Syaikh Faruq dan Dr Sanaullah, itu diulang-ulang. Kami yang tidak sepaham dengan beliau dan tidak mengakui keamiran beliau, kami dipukuli sampai berdarah-darah dan kami diancam untuk dibunuh, itu yang mengatakan Dr. Sanaullah, maka untuk menyelamatkan jiwa kami sementara kami pindah dulu, itu alasannya. Kemudian alasan yang lain adanya reaksi keras dari ulama-ulama di seluruh India sebagaimana yang dijelaskan ustadz Lutfi, tapi saya ulang lagi, yang saya dengar langsung, saya dokumennya ada, bukti-bukti ada, dari Deoband, dari Saharanpur, dari Lucknow, bahkan dari negeri-negeri lain South Africa, ada dokumennya. Dan apa-apa masalah-masalah yang mereka tentang itu, tafsiran-tafsiran Hadits Quran itu diuraikan secara mendetail bertentangan dengan pendapat jumhur ulama. Yang dulunya mufti-mufti ini, zaman Maulana Ilyas, zaman Maulana Yusuf, zaman Maulana In’amul Hasan adalah pendukung-pendukung kuat dakwah, sehingga dakwah tersebar ke seluruh India, diterima karena dukungan para ulama. Mereka belum terlibat langsung dalam amal dakwah, ulama umum, ulama madrasah. Mufti-mufti, seperti mufti Ubaidullah di New Delhi, Mulvi Ali Thanwi, dll. Pemikiran-pemikiran Beliau yang disampaikan dalam bayan-bayan sudah bertentangan dengan jumhur ulama India saat ini. Awalnya mufti-mufti ini masih menahan, namun karena banyaknya pertanyaan-pertanyaan dari umat Islam, terpaksa dikeluarkan fatwa. Tapi sebelum dikeluarkan fatwa, para mufti ini datang ke Nizamuddin. Untuk tabayun kepada Maulana Saad, tapi ternyata maulana diam, tapi tidak merubah fatwa-fatwanya. Karena bertahun-tahun tidak ada perubahan maka para ulama mengeluarkan fatwa, bahwa tafsiran AlQuran dan Hadits oleh Maulana Saad telah keluar dari Ahli Sunnah wal Jamaah, ini sangat berbahaya kepada dakwah. Dengan alasan-alasan ini para masyaikh keluar dari Nizamuddin. Kalau mereka tetap di Nizamuddin nanti mereka akan dicap setuju dengan apa yang difatwakan oleh Beliau. Untuk menyelamatkan usaha dakwah kami terpaksa keluar dari Nizamuddin sampai keadaan kondusif lagi, kami akan kembali ke Nizamuddin.

Dan kami tidak membuat markaz lagi. Markaz di India satu. Lalu kami bermusyawarah bagaimana menyikapi keadaan ini setelah jumpa dengan para masyaikh. Kami bermusyawarah di salah satu ruangan yang disediakan untuk Indonesia di Reiwind. Ditanya satu persatu, sebagai usulan, lalu Beliau, Yang Mulia, Pak Cecep memutuskan berdasarkan pengamatan langsung dan pertanyaan-pertanyaan kami, untuk menyatukan kerja di Indonesia, kerja di Indonesia tidak ada berubahan, apa-apa yang diperselisihkan oleh para masyaikh, tidak dihentikan dan tidak ditarghibkan. Adapun masalah-masalah yang terjadi di Indonesia merujuk kepada Syura Alam. Ini keputusan dari pak Cecep dan kita semua setuju. Saya usulkan kesepakatan ini kita tulis dan kita tandatangani, maka ditulis. Yang disuruh nulis, saya. Maka dibaca oleh pak Cecep, atas nama syura Indonesia, Beliau tanda tangan sendiri. Kemudian setelah itu kembali ke Indonesia, beliau mengusulkan untuk mengundang Syura Alami di Musyawarah Indonesia bulan April agar mereka membimbing kita, itu usulan pak Cecep. Kami setuju, itu bagus. Maka disampaikan dan mereka setuju untuk hadir. Ringkasnya, kemudian kita adakan musyawarah Indonesia dan syura alam hadir dari India, dan Pakistan, kemudian pak Cecep hadir ke Malaysia, kami usulkan untuk tidak kesana. Namun pak Cecep tetap ke Malaysia dengan tujuan untuk menyampaikan sikap Indonesia di sana. Apa yang dibicarakan di Malaysia kita tidak tahu, tapi kesimpulannya Maulana Saad akan mengirimkan juga utusannya untuk musyawarah Indonesia. Ini jadi runyam disini. Ringkasnya kemudian hadir kedua pihak, satu dari Syura Alam, satu dari Maulana Saad. Waktu itu kami musyawarah, kami, syura Indonesia dan Syura Alam. Bagaimana cara menghandle keadaan ini, pasti akan perang dimimbar ini. Maka syura alam mengatakan, bahwa yang diundang kan kami, jadi yang menghandle kami semua. Kami atas undangan kalian. Iya juga ya. Mereka itu tamu yang tidak diundang, ya diterima dengan baik, tapi jangan ikut campur di mimbar, pasti akan bertentangan. Silakan diputus. Kami (syura alami) dapat pesan dari Bay Wahhab yang putus musyawarah bukan syura alami, yang menjadi faisalat program itu adalah syura Indonesia. Maka ditawarkan, siapa yang akan menjadi faisalat? Tidak ada yang mau. Pak Cecep tidak mau, saya tidak mau, yang lain juga tidak mau. Kata Belaiau, kalian tidak mau jadi faisalat itu bagus, tapi harus taat katanya. Maka setelah musyawarah  antara syura alami diputuskan yang menjadi faisalat musyawarah program adalah Muslihuddin. Wah jadi masalah buat saya ini. Saya bilang saya mau tanya dulu senior saya pak Cecep, saya bilang. Pak gimana pak? Gak mungkin kalau masih ada bapak saya jadi faisalat, kata pak Cecep, gak papa terima aja. Jadi karena Beliau mengatakan seperti itu, saya terima dengan berat hati. Karena saya menyadari ini saya dihimpit dua gunung ini. Itulah yang terjadi di Cikampek saya dianggap kudeta, mengambil alih faisalat Indonesia. Ya saya terima, saya diam saja. Tapi saya jelaskan, setelah itu mengkristal perbedaan, sehingga mereka mengadakan pertemuan di Medan. Itu juga kami mengatakan sebaiknya bapak jangan pergi ke Medan. Bikin masalah. Gak, saya pergi kesana untuk menjelaskan agar tidak terjadi perpecahan, tapi tetep berangkat juga, tapi yang aneh kemudian bahkan Beliau turut mengundang untuk hadir di Nizamudin tanggal 24 juni 2017. Dan terang-terang mengatakan bahwa Pak Cecep bahwa saya sekarang mendukung Maulana Saad, jadi pak Cecep sekarang sudah meninggalkan kami (Syura Indonesia yang lain) ya kan. Yang tadi sepakat merujuk syura alam sekarang, di Medan mengatakan saya sekarang mendukung Maulana Saad. Itulah, menjadi masalah berkepanjangan, lalu ada pertemuan di Semarang, yang lebih membelah lagi keadaan-keadaan itu. Saya secara pribadi tidak ada masalah dengan pak Cecep. Bahkan waktu itu, beberapa hari sebelum lebaran saya datang ke kamarnya, saya bicara dari hati ke hati, pak, di antara seluruh syura Indonesia yang lebih lama adalah Bapak dan Saya, Saya dan Bapak adalah yang paling bertanggung jawab. Kalau sampai dakwah di Indonesia terpecah belah, bagaimana nanti kita menghadap Allah. Pak Cecep termenung.. Saya setuju, tapi bagaimana? Saya katakan, pak coba kita kumpulkan seluruh syura, kita duduk dengan hati yang jernih, kita pikirkan bagaimana menyatukan Indonesia, kapan? Saya telepon seluruh syura, disepakati tanggal 1 Juli, bertepatan dengan pergantian petugas khidmat markaz daerah Bengkulu, Lampung, dan Palembang dengan Makasar, Sulawesi. Semua sepakat tanggal 1. Setelah beberapa hari kemudian saya dapat berita undangan disebar ke seluruh Indonesia, terutama temen-temen yang menunjukan dukungan ke Maulana Saad. Saya tanya, pak! Kenapa ngundang banyak-banyak? Iyalah, katanya. Saya dengar Pak Syuaib akan bawa pasukan 100 orang katanya. Darimana itu pak? Tanggal 1 itu kan pergantian petugas khidmat. Jadi kalo Pak Syuaib bawa satu, dua orang khidmat, bukan bawa pasukan untuk nyerbu Kebon Jeruk. Oh gitu. Tapi undangan kan sudah gak bisa di cancel. Itulah yang terjadi tanggal 1, oleh karena itu suasana genting kami laporkan kepada para masyaikh. Ini terjadi masalah begini ni. Tanggal 1 ada pertemua, para penanggung jawab diundang dari pihak pak Cecep ya kan. Langsung bay Wahab sendiri yang tulis surat, kalian jangan adakan pertemuan tanggal 1. Itu langsung dari beliau, mungkin beliau ada firasat yang tinggi akan terjadi masalah. Nah kesimpulannya tanggal 1 syura-syura yang lain tidak boleh hadir. Kalau saya kan hari-hari ada di Kebon Jeruk, ya saya ada disitu. Tapi saya gak ikut pertemuan. Nah, karena tidak hadir, maka syura alami mengirim 3 orang utusan menyampaikan pesan Bay Wahab. Diutus Haji Maimun, Farid Sungkar, dan Haji Burhan. Namun Haji Burhan berhalangan digantikan oleh Abu Bakar Bogor. Waktu itu berkumpallah pak Cecep dengan semua penanggung jawab daerah di satu ruangan. 3 orang tadi jam 9 menyampaikan pesan dari masyaikh, ditanya, mana syura-syura. Disampaikanlah oleh Haji Maimun sebagai mutakalim bahwasanya melihat situasi dan kondisi syaikh Abdul Wahab menyatakan untuk tidak membuat pertemuan tanggal 1, ini suratnya. Dibacakan dan diserahkan. Setelah itu karena orangnya banyak, diumumkan jam 9 pertemuan di lantai 2. Apa yang diputuskan disana, diantaranya bahwa Kebon Jeruk ini adalah khusus untuk kegiatan kita yang merujuk kepada Maulana Saad. Jadi syura alami silakan cari tempat lain. Itu ada keputusannya tertelis, ditandatangani oleh pak Cecep. Dan lain-lain ada, tapi intinya itu. Oleh karena itu, makanya temen-temen memilih sementara untuk tidak datang ke Kebon jeruk. Karena banyak masalah yang harus dihandle maka dipilih tempat di Masjid Al Muttaqin Ancol. Saya sendiri tetap bertahan di Kebon Jeruk.

Categories: Kisah Dakwah | Tag: , , , , , | 11 Komentar

Keputusan Musyawaran Indonesia


POINT-POINT YG DIPUTUSKAN PARA MASHAIKH DI MASJID AL-MUTTAQIEN ANCOL TGL. 28-30 JULI 2017.

  1. Amalan harian, mingguan, dan bulanan sudah DIIZINKAN utk dilaksanakan di Masjid Al-Muttaqin Ancol, Seperti: Musyawarah Harian, Musyawarah Mingguan (Malam Selasa) dan Program Malam Jumat, begitupun utk pengiriman-pengiriman Jamaah dalam dan luar negeri, Rijal ataupun Masturoh semuanya dikeluarkan dri Masjid Al-Muttaqin, dan untuk penerimaan Jamaah dari Luar Negeri semuanya akan diterima di Masjid Al-Muttaqin.
  2. Khidmat maksud 10 hari perbulan akan ditafakud langsung oleh Syuro Indonesia.
  3. Khidmat keperluan 1 bulan dari propinsi dihantar ke Al-Muttaqin dan pelaksanaannya berdasarkan asas kesederhanaan, dengan jumlah petugas disesuaikan dengan keperluan.
  4. Pengiriman Jamaah ke IPB sementara diarahkan hanya Ke INDIA dan PAKISTAN saja.

CATATAN TAMBAHAN:

  • Pengeluaran Jamaah ke Negeri Jiran, Rijal 40 Hari dan Masturoh 15 Hari diizinkan kembali.
  • Jord-jord profesi digalakkan kembali utk dilaksanakan spt: Jord Pelajar Mahasiswa dan Santri, Pedagang, Petani, Pegawai, dsb.
  • Menghadirkan sebanyak-banyaknya orang baru ke malam sabgozari dgn ditemani dan dibimbing oleh orang lama.

Mohon dapat diteruskan kepada kawan-kawan yang lain.

JazakAllah

Jamaah Tasykil DKI Jakarta

Categories: Hasil Musyawarah | Tag: , , , , | 1 Komentar