Posts Tagged With: Iman

Dawah Tabligh meaning English Translation Misconception


This question itself looks strange that Dawah is needed for Muslims/Non-Muslims.
Da‘wah or Dawah (Arabic: دعوة‎)  denotes the preaching of Islam. Da‘wah literally means “issuing a summons” or “making an invitation”, Tabligh literally means ‘to convey’. Contextually, it refers to conveying the message of Islam.

In Islamic theology, the purpose of Da‘wah is to invite people, both Muslims and non-Muslims, to understand the worship of Allah as expressed in the Qur’an and the sunnah of the Prophet S.A.W. Invitation may be of Emaan/Person Having Emaan but to strengthen it or/of Amal e Saliha.

In the word of Maulana Saad Damat Barkatuhum Dawah of Islam is for Non-Muslims and Dawah of Emaan is for Muslim. There is a misunderstanding that Dawah is not for Muslim

Those who are raising issue Dawah to Muslims/Non Muslims are simply cofusing General Muslims on different terminologies.

DAWAH     CALLING TO ALLAH     INVITING WAY OF ALLAH      TABLIGH 

There literal meaning are different. In literature they but all of these responsibilities were carried by prophet under the broad ambit of Dawah. So differentiating these term is OK for Literally Purpose, but at ground these term are alike.

Unfortunately some Muslims are becoming tools for spreading confusion and misunderstanding these terminologies.
May Allah save all of us.

Some Examples of Dawah Among Muslims.

1.Allah Talla Himself give Dawah to Muslim in Quran. Both these Ayats are for Muslim.

YA AIUHAL LAZINA AMAnud khulu fissilme Kaffah……………………
O the believer enter into deen completely

Ya Aiuhallazina Amanu Aminu………….
O the believer, believe……….

1. Adhan is five time Dawah for Muslim that has been called as Dawatut Tammah. (Complete Dawah). It is not for Non Muslim but Muslims.

2. Masab Bin Umair R.A. was sent for one year for those who accepted Islam. Rather Sahaba requested for it.

4. 70-80 % Muslims (at some places) are not even performing the foremost command Salat/Namaz and others command.
So it is much needed now a days that Dawah work with all might and effort to be done Both among Muslims and Non Muslims.

Please Share this article/blog it if you are convinced. If not agreed Please comment and suggest the mistakes and correction.
May Allah help you.

From: http://tablighijamaattruth.blogspot.nl/2012/10/dawah-tabligh-meaning-english.html

Categories: Muzakarah Dakwah, Religion | Tag: , , | Tinggalkan komentar

77 Cabang Iman


Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Iman itu memiliki tujuh puluh cabang (riwayat lain tujuh puluh tujuh cabang) dan yang paling utama ialah Laa ilaaha illa Allah, dan yang terendah ialah mebuang duri dari jalan. Dan malu juga merupakan salah satu cabang iman.” (Ashhabus Sittah).

Banyak ahli hadits yang menulis risalah mengenai cabang iman di antaranya ialah : Abu Abdillah Halimi rah a dalam Fawaidul Minhaj, Imam Baihaqi rah a dalam Syu’bul Iman, Syaikh Abdul Jalil rah a dalam Syu’bul Iman, Ishaq bin Qurthubi rah a dalam An Nashaih, dan Imam Abu Hatim rah a dalam Washful Iman wa Syu’buhu.

Para pensyarah kitab Bukhari rah a menjelaskan serta mengumpulkan ringkasan masalah ini dalam kitab-kitab tersebut. Walhasil pada hakikatnya iman yang sempurna itu mempunyai 3 (tiga) bagian :

  1. Tashdiq bil Qalbi, yaitu meyakini dengan hati,
  2. Iqrar bil Lisan, mengucapkan dengan lisan, dan
  3. Amal bil Arkan, mengamalkan dengan anggota badan.

Cabang iman terbagi lagi menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu yang berhubungan dengan :

1)      Niat, aqidah, dan amalan hati;

2)      Lidah; dan

3)      Seluruh anggota tubuh.

Baca lebih lanjut

Categories: Bicara Iman Yakin | Tag: , | 24 Komentar

Keyakinan Mantan Penyembah Berhala


Abdul Wahid bin Zaid rah. a. salah seorang syaikh terkenal di kalangan Chistiyah berkata, “Pada suatu ketika kami sedang melakukan perjalanan dengan mengendarai kapal. Badai telah membawa kami ke sebuah pulau. Di sana kami melihat seorang laki-laki yang sedang menyembah berhala. Kami bertanya kepadanya , “Kamu menyembah siapa?” Ia menunjuk ke arah patung. Kami berkata kepadanya, “Sesembahanmu itu buatan kamu sendiri, sedangkan sesembahan kami dapat membuat segala sesuatu. Benda yang dibuat oleh tanganmu sendiri tidaklah patut untuk disembah.” Ia bertanya, “Lalu siapakah yang kalian sembah?” Kami menjawab, “Dzat Yang Mahasuci yang Arasy-Nya berada di atas langit, kekuasaan-Nya berada di bumi,  kebesaran dan keagungan-Nya paling tinggi.” Ia bertanya, “Bagaimana kalian bisa tahu Dzat yang Mahasuci itu?” Kami menjawab, “Ia mengutus seorang rasul kepada kami, dia sangat baik kepada kami. Rasul itulah yang memberitahu kepada kami semuanya ini.” Ia bertanya, “Di manakah rasul itu?” Kami menjawab, “Setelah menyampaikan risalah dan telah memenuhi haknya, dia dipanggil oleh Malik untuk menerima balasan atas tugasnya.” Ia bertanya, “Apakah Rasul itu meninggalkan tanda dan bukti kepada kalian?” Kami menjawab, “Ya, dia telah meninggalkan untuk kami firman Allah, yakni AlQuranul Kariim.” Orang itu berkata, “Tunjukkanlah kepadaku kitab itu.” Kami mengambil Al Quran kemudian meletakkannya didepannya. Orang itu berkata, “Aku tidak dapat membaca. Bacakanlah sedikit bagian darinya untukku.” Ketika kami membacakan sebuah surat, ia mendengarkannya dengan berlinangan air mata. Kami membaca surat tersebut hingga ayat terakhir, dan orang itu berkata, “Merupakan kewajiban kita kepada-Nya yang telah mewahyukan kitab ini, hendaknya kita tidak pernah mengabaikan perintah-perintah-Nya.”

Baca lebih lanjut

Categories: Kisah Dakwah | Tag: , , | 6 Komentar

Pendapat Alqamah bin Harits ra Tentang Hakikat Iman


Dari Alqamah bin HArits ra, dia menceritakan, “Aku datang kepada Rasulullah saw dan aku adalah orang ketujuh di antara tujuh orang dari kaumku yang telah memeluk Islam. Lalu kami memberi salam kepada Rasulullah saw dan Beliau pun menjawab salam kami. Kemudian kami berbincang-bincang dengan Beliau  dan Beliau pun merasa takjub dengan pembicaraan kami, lalu Beliau bertanya, “Kalian ini siapa?” Kami menjawab, “Kami adalah orang yang beriman.” Beliau bertanya, “Setiap ucapan mempunyai hakikat (bukti), maka apakah hakikat keimanan kalian?”

Baca lebih lanjut

Categories: Bicara Iman Yakin | Tag: , , | 14 Komentar

Iman Yakin


Kalimah Iman : Laa ilaaha illa Allah

Nilai Iman      : Sekecil-kecilnya Iman akan dibalas dengan surga 10 kali lipat dunia besarnya

Standar Iman  : Seluruh jasad kita dapat taat kepada Allah, dan terhindar dari perbuatan maksiat.

Puncak Iman   : Tidak terkesan dengan segala suasana tetapi membuat kesan pada setiap suasana

Tanda Iman Betul   : Berkeyakinan bahwa kebahagian hidup di dunia dan di akhirat hanya pada Iman dan Amal sholeh

Tanda Iman Salah  : Berkeyakinan bahwa kebahagian hidup di dunia dan di akhirat hanya mengandalkan kebendaan atau keduniaan

Tanda Iman Kuat   : Selalu melihat kebaikan orang lain dan menonjolkan keburukan diri sendiri

Tanda Iman Lemah : Selalu melihat keburukan orang lain dan menonjolkan kebaikan siri sendiri

Tanda Iman Meningkat : Apabila dalam 24 jam mengikuti cara hidup sunnah Rasulullah saw

Tanda Iman Menurun : Apabila  dalam 24 jam kita banyak melakukan perbuatan sia-sia / maksiat

Tanda Iman Sempurna : Tidak terkesan dengan maju mundurnya keduniaan, tetapi akan merasa rugi dan menyesal apabila ada amal sholeh yang luput atau tertinggal

 

Categories: Bicara Iman Yakin | Tag: , , | 13 Komentar