Video Awal Ikhtilaf


Categories: Bayan | Tinggalkan komentar

Mengenang Almarhum KH Uzairon Thaifur Abdillah


Tulisan Maulana Harun Ar Rasyid

Kenangan Manis Bersama KH Uzairon

Bismillah
Atas permintaan beberapa kawan muhibbin Almarhum, dari sekian banyak kenangan yg saya masih sangat ingat, saya tuliskan 3 peristiwa yg menunjukkan ketegasan beliau memegang prinsip, yg tersembunyi dibalik kelembutan beliau.

1. Saat ijtima seluruh Indonesia di Temboro, Maulana Mustaqim diputus sebagai petugas bayan Maghrib dalam bhs Arab, almarhum sebagai penerjemah. Maulana menceritakan kisah nabi Musa as saat dipanggil ke bukit Thursina. Beliau sampaikan bahwa karena selama ini hanya belajar teori, belum terjun ke lapangan, maka Nabi Musa AS ketakutan melihat ular jelmaan tongkat beliau. Dengan detail yg panjang…. Almarhum tidak mau terjemahkan itu. Selesai bayan, beberapa orang -termasuk penulis- menanyakan point yg terlewat tadi.
Beliau jawab, saya tidak lupa. Tapi sengaja tidak saya terjemahkan. Almarhum Kyai Uazairon sampaikan…. Mending kena marah Maulana Mustaqim daripada dimarahin Nabi Musa di akhirat nanti.
Itu ada unsur yg bisa difahami merendahkan Nabi Musa.
Seingat Saya dalam rekaman Bayan Kyai Uazairon beliau bilang ngomong bahwa Nabi Musa ketakutan lihat ular itu tidak adab sama sekali Nabi Musa.

2. Dalam ijtima Indonesia di BSD 2009. Setelah Maulana Saad bayan di terjemah Ustadz Luthfi Salah seorang syuro Maka almarhum bertanya pada penerjemah, “antum terjemah tadi yakin ga ada yg meleset?”
“InsyaAllah tidak, ” jawab Ust Luthfi yakin yakin. “Kenapa kyai?” Tanya beliau pada Almarhum. “Nabi Musa itu ya Nabi. Pasti ma’shum,ga mungkin salah. Cerita tadi kalau kedengaran para kyai pesantren bisa jadi masalah besar. Nabi Musa menghadap ke Thursina itu dalam ketaatan pada Allah. Bagaimana itu disalahkan, dianggap sebagai penyebab kesesatan Bani Israil.”

3. Saat Ijtima kawasan di Praya Lombok.
Maulana Mustaqim bayan, penulis diputus sebagai penerjemah.
Dalam bayan beliau. Sampaikan kisah fabel tentang perebutan kekuasaan di dalam hutan antara harimau dan kancil. Dengan pendekatan pada nyamuk (simbol kelompok buruh), kancil bisa memenangkan pemilu..dst.
Selesai bayan, Almarhum berkomentar, “Bayan itu ga sesuai dg tabligh. Bertentangan dg Ushul dakwah. Bahaya itu, kalau ada orang pemerintah bisa sangat tersinggung. Dan itu ga baik utk dakwah.”
Beberapa syuro langsung membantah, “Kyai, itu Maulana Mustaqim yg bayan. Beliau pasti lebih memahami dakwah daripada kita.” Almarhum menjawab, “Ga bisa, siapa pun harus taat pada aturan dakwah. Ushul dakwah itu sudah jelas. Ga boleh nyentuh politik. Itu tadi politik.
Dijawab lagi oleh sebagian syuro, “Kyai nampaknya belum kenal betul dg Maulana Mustaqim, beliau itu wali. Ga mungkin bicara sembarangan.” Almarhum tetap bertahan di nada lembut, “Ga bisa. Pokoknya yg hebat dalam dakwah itu ya Ushul dakwahnya ini. Siapa pun ga nurut ya salah.” Dijawab lagi, “Kyai, beliau datang sebagai utusan Nizamudin. Diputus Maulana Sa’ad..ga mungkin Maulana Sa’ad memutuskan sembarang orang..” Beliau jawab lagi, “Yg hebat itu Maulana Ilyas. Yg memulai dakwah. Beliau letakkan Ushul dakwah sebagai pedoman..maka siapa pun harus taat. Sudah terbukti, karena Ushul dakwah yg dijaga, dakwah berkembang dan terpelihara di mana2 dr zaman Maulana Ilyas sampai sekarang..”
Perdebatan masih berlanjut. Daripada seperti pelanduk yg mati di tengah pertarungan gajah, penulis menjauh.
Semoga Allah SWT curahkan rahmatNya pada beliau selalu.

Bandung, 26 April 2019.
A. Harun Al Rosyid

Tanggapan pembaca :

Saya seorang muhibbin Kyai UZAIRON yang sangat mencintai beliau. Banyak mendapat bimbingan ruhani dari beliau. Baik dalam dakwah. Thoriqoh maupun kehidupan sehari hari.
Sungguh bersyukur atas tulisan ini sebagai salah satu bentuk pembelaan kepada almarhum atas fitnah yang berkembang bahwa beliau adalah orang yg memerintahkan agar Para pekerja dakwah istiqomah Dengan ajaran ajaran Maulana Saad. Itu tidak benar Sama sekali. Yang benar adalah bahwa beliau mengarahkan supaya Kita selalu berpegang teguh kepada ushul ushul dakwah dan selalu sejalan dengan pendapat jumhur ulama.
Ikhtilaf MS Dan SA sekarang ini dipicu oleh pandangan dan pendapat maulana Saad yang bertentangan dengan jumhur ulama maupun dengan guru guru nya sendiri seperti maulana yaqub, maulana Ibrahim Dan maulana Ahmad lath.
Hal itu sudah diketahui masyarakat umum.

Yang menarik dari tulisan kenangan di atas adalah bahwa ternyata Kyai Uzairon adalah syuro Indonesia yang pertama kali menyadari penyimpangan Bayan maulana Saad ketika syuro lain belum menyadari nya. Dan itu terjadi jauh sebelum ikhtilaf SA dan MS meledak ke permukaan. Bahkan syuro lain yang sekarang ikut dalam syuro alami (SA) pun protes kepada Almarhum Karena tidak mau menerjemahkan yang Kyai anggap menyimpang tersebut.
jadi Kyai Uzairon adalah ORANG indonesia pertama yang berani menyatakan kekeliruan isi bayan dan penyimpangan tersebut sebelum Deoband mengeluarkan fatwa koreksi atas bayan bayan serupa.

SEBUAH FAKTA SEJARAH KYAI UZAIRON ADALAH ULAMA BESAR YANG TERUJI SELALU PEGANG ERAT USHUL USHUL DAKWAH.
DAN BERANI BERBEDA SIKAP DENGAN MAULANA SAAD DAN LAINNYA SEJAK DULU KETIKA PEMAHAMAN TSB BERTENTANGAN DENGAN PEMAHAMAN JUMHUR ULAMA.

Categories: Bayan | Tinggalkan komentar

Logo Brand Dakwah Ila Allah


Ini adalah Logo Dakwah Ila Allah. Di design oleh Bro Shiddiq NK.

Categories: Bayan | Tinggalkan komentar

Buat Akun Youtube


Dengan maraknya penggunaan media sosial youtube oleh masyarakat luas, menjadi alasan saya untuk membuat youtube channel Dakwah Ila Allah untuk memudahkan pengguna youtube mendapatkan alternatif informasi dari kegiatan jamaah tabligh lama dengan arahan Syura Alami.

Adapun alamatnya bisa di SEARCH / CARI : DAKWAH ILA ALLAH. Atau di https://www.youtube.com/channel/UCQV8_dfTWwZ3syiqSFwFpLg

Beberapa postingan di youtube yang belum ada di saluran lain adalah: https://www.youtube.com/watch?v=tQDpsxOw9KE

DIHARAPKAN KUNJUNGANNYA. JANGAN LUPA UNTUK SUBCRIBE, SHARE, LIKE, DAN COMMENT

Categories: Bayan | Tinggalkan komentar

Biografi Singkat Al-Maghfur lah K.H. Ahmad Mukhlisun bin Kyai Mukhlasin Rahimahumallah


Biografi Singkat Al-Maghfur lah K.H. Ahmad Mukhlisun bin Kyai Mukhlasin Rahimahumallah

Oleh: K.H. Ahmad Abdul Hamid bin K.H. Ahmad Mukhlisun  Nama dan Nasab Beliau Al-‘Allamah, Al-Faqih, Ad-Da’i ilallaah, Al-‘Abid, An-Nasik, Maulana Syaikh, Abu Muhammad Ahmad Mukhlisun bin Mukhlasin bin ‘Abdurrahman bin ‘Utsman bin Syu’aib bin Ahmad AsySyafi’i Asy-Syaadzili Al-Jawi Rahimahullaah

 Kelahiran Beliau Rahimahullaah dilahirkan di desa Payaman, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia, pada malam Sabtu, 26 Dzulhijah 1368 H bertepatan dengan 29 Oktober 1948 M. Beliau terlahir dalam keluarga yang terkenal dengan keilmuan dan kesalehannya, ayahanda beliau adalah salah seorang ulama besar dan pendiri Pondok Pesantren “Sirojul Mukhlasin” (sekarang bernama “Darul Mukhlasin”-pent). Ibunda beliau adalah putri seorang ‘ulama besar, wali yang terkenal yaitu Syaikh Muhammad Siroj bin ‘Abdur Rasyid Payaman Rahimahullaah yang dikenal dengan sebutan “Romo Agung”.

 Perjalanan Menuntut Ilmu Beliau tumbuh dan menjalani masa kecil di bawah asuhan kedua orang tua beliau sendiri. Beliau belajar ilmu-ilmu dasar dari sang ayah Rahimahullaah seperti baca Al-Qur`an, Kitab At-Taqrib (Fiqh dasar) dan Al-Ajrumiyyah (Gramatika Arab). Beliau juga belajar Al-Qur`an dari sang kakek Syaikh Muhammad Siroj Rahimahullaah dan menghadiri majelis-majelis pengajiannya, baik pengajian umum atau khusus sehingga mendapatkan keberkahan yang berlimpah. Lalu beliau masuk Pesantren Lirboyo, Kediri pada tahun 1961 M/1380 H. Tidak lama setelah masuk pesantren, ayahanda beliau wafat. Tetapi beliau tetap meneruskan belajarnya di sana hingga tahun 1964 M/1383 H. Di sana beliau menimba ilmu dari para ‘ulama besar seperti Syaikh Marzuqi Dahlan, Syaikh Mahrus ‘Ali, Syaikh Ahmad Idris Marzuqi dan lain sebagainya. Rahimahumullaah. Setelah tiga setengah tahun belajar di Lirboyo, beliau pulang ke Payaman dan meneruskan belajar di bawah bimbingan paman beliau sendiri Syaikh Siroj bin Abdurrahman Rahimahullaah dan juga paman beliau dari ibu Syaikh Anwari Siroj Rahimahullaah dan selain keduanya. Beliau belajar di pondok yang didirikan ayahandanya selama dua setengah tahun, setelah itu beliau melanjutkan pendidikannya di Lasem, yaitu pondok pesantren milik Syaikh Baidhowi bin ‘Abdul ‘Aziz Rahimahullaah. Beliau mendapatkan limpahan ilmu dari Syaikh Baidhowi, juga Syaikh Masduqi, Syaikh Ma’shum dan ulama-ulama besar lainnya. Rahimahumullaah. Setelah satu setengah tahun belajar di Lasem, kemudian beliau meneruskan pendidikannya di Sarang, Rembang di Madrasah Al-‘Ilmi Asy-Syar’i Sarang. Beliau belajar kepada Syaikh Imam Kholil, Syaikh Zubair Dahlan dan putranya, Syaikh Maimun Zubair dan ulama-ulama yang lain. Rahimahumullaah. Pada tahun 1974 M, beliau melakukan perjalanan ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji dan menuntut ilmu. Di sana, beliau tinggal di Ribath (Pondok) yang dinisbatkan kepada Syaikh Sulaiman Zuhdi Rahimahullaah yang dikenal dengan “Ar-Ribath An-Naqsyabandi” atau “Ar-Ribath Al-Jawi”. Beliau belajar kepada para masyaikh Mekkah di Masjidil Haram atau di rumah-rumah mereka. Beliau beruntung bisa ikut dalam majelis Syaikh Hasan Al-Masyaath Rahimahullaah di masjidil Haram. Beliau juga belajar kepada As-Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki Rahimahullaah, juga hadir di majelis Syaikh Ismail Zain Al-Yamani Rahimahullaah, Syaikh Zakariyya bin Abdillah Rahimahullaah, juga belajar haditshadits musalsal dari Musnid Al-’Ashr, Syaikh Muhammad Yaasiin Al-Fadani Rahimahullaah. Beliau menghafal Al-Qur`an dengan bimbingan Syaikh Al-Muqri` Dimyati bin Muhammad Amin AlBantani Rahimahullaah, yang terkenal dengan “Abuya Cidahu”. Beliau selesaikan hafalan pada masa di antara bulan Sya’ban sampai Syawwal 1409 H dan dari Sya’ban sampai Ramadhan 1410 H dan bulan Rabi’ul Awwal tahun itu.

 Kitab-Kitab yang Beliau Pelajari 2 Beliau belajar Al-Qur`an dengan ayah beliau Rahimahullaah, juga kitab-kitab dasar seperti “AlAjrumiyah”, “Matan At-Taqrib” tapi belum sampai khatam. Beliau juga belajar Al-Qur`an dengan kakeknya dari jalur ibu, Romo Agung, Syaikh Siroj bin Abdurrasyid Rahimahullaah. Beliau juga sering menghadiri majelis-majelis Romo Agung. Beliau juga belajar Al-Qur`an dan beberapa kitab dengan Syaikh Dalhar Watucongol Rahimahullaah. Beliau belajar “Tafsir Jalalain” dari Syaikh Marzuqi Dahlan Lirboyo Rahimahullaah, juga “Alfiyah ibnu Malik” dari putra beliau, Syaikh Idris Marzuqi Rahimahullaah. Beliau juga sering hadir dalam majelis pengajian kitab “Ihya Ulumiddin” Syaikh Mahrus ‘Ali Rahimahullaah. Beliau juga belajar “Fathul Mu’in”, “Asybah wa An-Nazhair” dengan paman beliau Syaikh Siroj Rahimahullaah, juga belajar “Fathul Mu’in” dan “Alfiyah Ibnu Malik” kepada paman beliau dari jalur ibu, Syaikh Anwari Rahimahullaah. Di Lasem, beliau belajar “Tafsir Jalalain” Dari Syaikh Baidhowi Rahimahullaah, juga belajar dari Syaikh Mashduqi Rahimahullaah kitab “Al- Jami’ Ash-Shoghir” dan kitab-kitab tulisan beliau sendiri seperti “AlQawaid Al-Lasimiyah”, “Lamm Al-Fudhul Manzhumah Lubb Al-Ushul”. Di Sarang, beliau belajar “Al-Hikam” karya Imam Ibnu Athoillah dari Syaikh Imam Kholil Rahimahullaah, juga “Tafsir Jalalain” dari Syaikh Zubair Dahlan Rahimahullaah, juga belajar “Shahih Muslim” dari Syaikh Maimun Zubair Rahimahullaah, putra Syaikh Zubair. Di Makkah, beliau belajar “Tafsir Jalalain” dari Syaikh Hasan Al-Masyaath Rahimahullaah. Yang menjadi pembaca di majelis Syaikh Hasan Al-Masyaath Rahimahullaah adalah Syaikh Ismail Zain Rahimahullaah. Dari Syaikh Ismail beliau belajar “Tuhfah Al-Muhtaj” dan “Fathul Wahhab”. Dari Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maaliki Rahimahullaah, beliau belajar “Shohih al-Bukhari”, “Sunan At-Tirmidzi”, Al-Jami’ Ash-Shogir”, dan “Al-Manhal Al-Lathif”. Dari Syaikh Zakariyya Bilaa Rahimahullaah, beliau belajar “Tafsir An Nasafi”, juga hadir dalam majelis-majelis hadits Musalsal Syaikh Muhammad Yasin AlFadani Rahimahullaah. Inilah sebagian kitab-kitab yang beliau pelajari, sebetulnya masih banyak lagi kitab-kitab yang telah beliau pelajari, khususnya dari para Kyai di Pesantren-Pesantren tempat beliau belajar.

 Ijazah dan Bai’at Thoriqah Ulama Jawa belum terlalu menganggap penting praktek meminta ijazah dari para masyaikh dan memberikan ijazah kepada murid-muridnya, sehingga jarang sekali di antara mereka yang memberikan ijazah. Demikian juga yang terjadi pada beliau (Alm. K.H. Ahmad Mukhlisun), beliau tidak banyak mengambil ijazah dari para ulama di Jawa. Dari Ulama Jawa, beliau hanya memiliki ijazah “Tafsir Jalalin” dari Syaikh Zubair Dahlan Sarang Rahimahullaah yang diijazahkan ketika khataman kitab tersebut. Syaikh Zubair meriwayatkan “Tafsir Jalalain” dari Syaikh Muhammad Baqir Al-Jugjawi Al-Makki Rahimahullaah dengan sanad yang bersambung sampai pengarangnya. Dari para Masyaikh di Mekkah beliau mengambil ijazah dari Syaikh Hasan Al-Masyaath, Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki dan Musnid Al-‘Ashr, Syaikh Muhammad Yasin bin Muhammad ‘Isa AlFadani. Rahimahumullaah. Sedangkan ijazah Thoriqah, beliau telah berbai’at Thoriqah Syadziliyah kepada Syaikh Nahrawi Rahimahullaah yang terkenal dengan “Simbah Kyai Dalhar” Muntilan. Ketika itu usia beliau baru 11 tahun. Hal itu karena ayah beliau (Kyai Mukhlasin Rahimahullaah) telah diangkat oleh Romo Agung, Syaikh Muhammad Siroj Rahimahullaah sebagai khalifah Thoriqah Syadziliyyah. Ketika itu sang ayah ingin sowan ke Syaikh Dalhar agar bisa mengambil berkah dengan berbai’at kepada Syaikh Dalhar, karena sang ayah termasuk lulusan dari pesantren Syaikh Dalhar. Sang ayah ingin agar punya ikatan batin dengan sang guru, karena itulah beliau sowan dan berbai’at kepada Syaikh Dalhar. Sang Ayah mengajak beliau untuk sowan, ketika Syaikh Dalhar melihat beliau yang masih kecil, Syaikh berkata kepada ayahanda beliau, “Aku akan membai’at anakmu juga.” Sang ayah menjawab, “Dia masih kecil.” Syaikh Dalhar menjawab, “Dia akan mampu menjalankannya.” Akhirnya, Syaikh Dalhar membai’at dan memerintahkan beliau agar senantiasa istiqamah dalam menjalankan amalan thoriqah dan menyebarkannya, padahal beliau masih belia. Beliau juga berbai’at Thoriqah Syadziliyyah kepada para masyaikh yang lain agar mendapat keberkahan, seperti Syaikh Baidhowi, Syaikh Thoifur Sumulangu, Syaikh Abuya Dimyati Sidahu, dan Syaikh Sa’duddin 3 Murad. Beliau juga bai’at Thoriqah Naqsyabandiyyah dari Syaikh Mahmud Temboro, Magetan, Jatim.1 Rahimahumullaah.

 Dakwah dan Perjalanan Tabligh Beliau Bersama Jama’ah Tabligh Sepulang dari Mekkah, beliau sibuk dengan kegiatan dakwah dan mengajar serta mengurus Pondok Pesantren Sirojul Mukhlasin. Beliau mengajar di sana mulai tahun 1977 M hingga tahun 2019 M. Beliau mengajarkan berbagai kitab dan banyak sekali santri yang belajar hingga lulus melalui bimbingan beliau, bahkan mereka juga menjadi para ulama dan berkhidmat untuk agama. Pada tahun 1984, beliau mengenal Jama’ah dakwah yang penuh berkah, yang biasa disebut Jama’ah Tabligh. Tahun 1985, beliau pertama kali ikut khuruj fii sabilillah atau safari dakwah bersama mereka. Bersama Jama’ah Tabligh, beliau telah melakukan perjalanan dakwah hampir ke seluruh wilayah Indonesia terutama kota-kota besarnya. Bahkan beliau pernah safari dakwah ke Malaysia, Singapura, Thailand, Kamboja, Vietnam, India, Pakistan, Bangladesh, Sri Langka, Saudi Arabia, Kuwait, Yordania, Qatar, Belanda, Italia, Suriname, Kanada, USA, Brasil dan Chili.

 Keluarga Beliau Beliau menikah dengan putri Kyai As’ad Sya’rani Purworejo Rahimahullaah. Beliau dikaruniai 12 orang anak, yang hidup 9 anak, 4 perempuan dan 5 laki-laki yaitu K.H. Muhammad (Alumni Madrasah AshShulathiyah, sekarang beliau pengasuh PP. Darul Mukhlasin), K.H. Ahmad Abdul Hamid, K.H. Ahmad, K.H. Abdurrahman dan Gus Abdullah. Semoga Allah menjadikan mereka semua keturunan yang baik dan penyejuk mata bagi kedua orang tua pada khususnya, juga digunakan oleh Allah Ta’ala untuk berkhidmat dan memperjuangkan agama. Aamiin.  Wafat Beliau berpulang ke rahmatullah pada hari Senin, 14 Oktober 2019 M bertepatan dengan 15 Shofar 1441 H, pagi hari jam 06:00 WIB dengan tenang setelah malam harinya beri’tikaf di Masjid Al-Muttaqien Ancol Selatan, Jakarta Utara, Masjid Pusat Kegiatan Dakwah di Indonesia. Beliau wafat pada usia 71 tahun menurut perhitungan Masehi atau 73 tahun menurut Hijriah. Semoga Allah Ta’ala Mengampuni dan Merahmati beliau, Melapangkan kubur beliau dan Meninggikan derajat beliau di Surga Firdaus. Aamiin.

Sumber: Hadiqat At-Tiin Wa Az-Zaitun, karya K.H. Ahmad bin K.H Mukhlisun. Penerjemah: Abu Madihah

Categories: Bayan | Tinggalkan komentar

Sehari Bersama Romo Yai


Sehari bersama Romo Yai Mukhlisun:
Awal ikhtilaf menjadikan beberapa tempat alergi menerima kunjungan syuro Indonesia khususnya tempat tt, sehingga tengah malam saya dikagetkan sms yang berasal dari Almarhum: “saya Kiayi Mukhlisun, besok mo transit Surabaya sehari, apa bisa?”, Terkaget-kaget saya menerima sms Beliau dan singkat cerita selepas subuh saya mengeluarkan Alphard hijau (kijang thn 1995) menuju bandara Juanda, ada beberapa keterkejutan saat berjumpa Sang Guru dakwah di depan pintu keluar bandara:

  1. Beliau yang sudah sepuh tertatih membawa koper sederhana dan tas kresek tanpa ditemani santri, dengan enteng Beliau sampaikan : “kasihan daerah harus belikan tiket dua orang kalau saya bawa teman,” beliau juga hanya minta tolong dibawakan koper sedang tas kresek dibawa beliau dengan berkata: “saya masih kuat bawa tas, orang tabligh itu gak usah berlebihan diikrom,”.. begitu ucapan yang sering disampaikan.
  2. Rintik hujan membasahi bumi Surabaya menyambut Sang Pencerah dalam suasana sepi karkun mau berjumpa dengan beliau walaupun itu mantan muridnya, sejenak kami makan siang, saya membawa payung mengiringi tubuh yg ‘berkah’ agar tidak terkena tetesan hujan, namun beliau minta payung itu dipakai berdua bersama saya dan bilang gak apa-apa sebagian baju beliau basah..sebuah keberuntungan bisa sepayung berdua dengan seorang Wali akhir zaman.
  3. Saat ditawari istirahat di rumah saya atau ke hotel, beliau menolak dan minta diantar ke markaz, “mati Urip neng markaz kalau lagi takaza,” kata Beliau, padahal kami belum ada markaz yang layak dan “tidak usah bawa kasur dari rumah tambah Beliau,” saat saya telepon minta dibawakan kasur, sehingga malam itu dengan hati sedih melihat beliau tidur hanya dengan karpet usang, dan bilang lagi: “wong tabligh itu sederhana gak usah ikrom berlebihan,” dan dengan rasa syukur saya bisa semalam berduaan dengan beliau, menunggu jam 3 malam untuk bersiap melanjutkan perjalanan ke Ternate.
  4. Sebelum subuh Beliau tahajud dan membereskan tas kresek yang ternyata berisi sarung perlengkapan sholat, sebuah pemandangan indah melihat kesederhanaan Guru umat meniru jejak para Hadraji yang hidup dalam kesederhanaan dan minta langsung ke bandara Juanda tidak usah repot ikrom sehingga seorang Dosen ITS membawakan kopi dan teh hangat untuk istiqbal di masjid bandara, dengan jalan tertatih beliau juga tidak mau dituntun pak dosen yang juga kaget tubuh yang sudah letih dalam perjuangan agama tidak dikawal, padahal santrinya ribuan, melakukan Safari Dakwah keliling Indonesia untuk melaksanakan arahan Syekh A. Wahab dan beliau katakan pada saya “Syaikh Wahab itu termasuk Wali”, sekarang baru saya paham ucapan tersebut: bahwa seorang Wali itu kenal dengan wali yang lain..
    “Pengalaman luar biasa bisa menemani Wali Allah walaupun hanya semalam .. “selamat jalan Syuro kami, Guru kami, Orang Tua kami, Mujahid Dakwah Romo Yai Mukhlisun”

Categories: Bayan | Tinggalkan komentar

Wafatnya Romo Yai


Inna lillahi wa innaa ilaihi raji’uun. Telah meninggal dunia KH Mukhlisun bin Mukhlasin pada hari Senin, 14 Oktober 2019 di Masjid AlMuttaqien Ancol jam 06.00 pagi.

Siang ini akan dibawa ke Magelang untuk dikuburkan disana.

Categories: Bayan | 1 Komentar

Bayan Magrib Ijtimak Malaysia & Asia 8 September 2019


Masjid Akhbar Khan Bingkul Beaufort
Pembayan: Maulana Ahmad Laat Saheb Nadwi
Mutarjim: Maulana Harun Bandung

Setiap manusia mempunyai dua kehidupan, iaitu:

  1. kehidupan sebelum kematian, dan
  2. kehidupan selepas kematian.

Kehidupan sebelum kematian, adalah bermula sejak kelahiran sehingga hari kematiannya.

Jika diringkaskan kita hanya ada 5 hari untuk kehidupan sebelum kematian iaitu:

  1. Satu hari kelahiran
  2. Satu hari kematian
  3. dan tiga hari untuk dia hidup

Sedangkan kehidupan selepas kematian adalah kehidupan yang tiada akhirnya, abadi selamanya, dan tidak ada kematian lagi dah

Kata Saidina Umar r.a
Sebagaimana kamu hidup, begitulah kamu akan mati, dan bagaimana kamu mati begitulah kamu akan dibangkitkan

Dan di akhirat nanti kita akan disoal dengan lima soalan

  1. Umur ke mana dihabiskan
  2. Masa muda di mana dia gunakan
  3. Sihatnya, untuk apa digunakan
  4. Harta, dia mana dia belanjakan
  5. Ilmu, sejauh mana dia amalkan

Seluruh kehidupan ini juga telah disimpulkan oleh Allah dalam lima ayat al Quran

  1. Laibun – Main²
  2. Lahwun – senda gurau
  3. Ziinah -fesyen, trend, potongan rambut, gaya moden, dia buat apa yang dia mahu buat.
  4. Tafaqur – Saling membanggakan, kelebihan yang dia ada
  5. Takasur bil amwal wa aulad.. berlumba² memperbanyak harta dan anak².

Itulah kehidupan manusia yang bagaikan petani yang berasa takjub dengan turunnya hujan, dia menanam biji yang lemah, kemudian tumbuh tunas daripada biji, mula² kecil dan lemah tapi lama kelamaan menjadi kuat dan besar

Begitulah manusia yang makin lama makin bangga dengan kehidupannya. Namun lama kelamaan pokok yang makin membesar ini, lama kelamaan mulai menguning, daun² mulai gugur, ranting² mulai mereput, pokok semakin melemah.

Manusia pun begitu, makin lama makin tua, rambut semakin memutih, kekuatan diri semakin melemah.

Kalaulah dapat dia ingin katakan kepada yg muda, kamu pun akan melalui seperti aku. Kerana setiap yang hidup pasti akan mati.

Kehidupan kedua akan bermula bila sakaratul maut datang

Ada yang melalui sakaratul maut dengan begitu lembut, bagaikan rambut yang gugur dari rambutnya (tak terasa)

Tetapi ada yang mati dalam keadaan sakit, kata saidina ali ada yang matinya sakit seperti ditujuk dengan ratusan pedang.

Maka selepas dia mati, dia dikuburkan, dan di kubur dia akan disoal dengan lima soalan

  1. Siapa Rabb kamu – ada orang yang hanya dapat jawab ah ah sahaja sebab semasa hidupkan melebihkan pejabat dan pekerjaannya lebih dari Allah
  2. Apa agamamu – jika kehidupannya tak ikut islam maka dia pun tak dapat jawab
  3. Apa pandanganmu tentang lelaki ini, atau siapa nabimu – jika masa hidupnya tak kenal Rasulullah, yang dia tahu amerika buat begini maka saya ikut, apa russia buat maka saya ikut, apa china buat itu saya ikut, maka dia jawab ah ah juga (tak boleh jawab),
  4. Apa panduanmu/ peganganmu
  5. Siapa saudaramu

Kehidupan di alam barzakh akan dijalaninya sehinggalah hari di mana sangka kala ditiupkan.

Dan tibalah hari di padang mahsyar. Semua orang akan berlari tak bertegur dengan yang lain. Semua orang hanya sibuk dengan dosa masing² sahaja.

Semua akan berada dalam dosanya dalam bentuk peluh terlebih dahulu. Ada yang peluhnya separas pinggang, kepala dan ada yang tenggelam dengan peluhnya dan sebagainya, berkadaran dengan dosanya.

Dan Allah akan bentangkan buku catatan amalnya. Semuanya yang dia buat samada dalam keadaan terang, tertutup semua ditunjukkan. Maka dia kerana terlalu malu, akan mula gigit tangannya, kerana begitu menyesalnya. Dia terus menggihit sampai ke sikunya kerana menyesal yang teramat sangat.

Orang yang semasa hidupnya berlaku zalim akan gigit tangannya. Zalim bermaksud meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. Iaitu masa, harta, yang dia gunakan bukan ke arah yang Allah suka tapi ke arah dunianya dia habiskan hartanya, perbesar rumahnya, percantik keretanya, menambah harta dan perhiasannya dll.

Sehingga mereka merintih sedemikian rupa..

Alangkah indahnya aku jadikan hidupkan sebagaimana hidupnya Rasulullah
Wahai celakanya diriku,
Orang² yang jauh dari Allah sebagai pedomanku selama ini,
Alangkah menyesalnya aku

Ya Allah kami dapati orang² terdahulu sebelum kami, kami ikuti mereka tapi ternyata mereka sesatkan kami, maka ya Allah gandakan siksaan mereka 2 kali ganda (kerana sesatkan kami) Allah menjawab, setiap orang akan ada siksanya masing².

Orang² yg Rasulullah usahakan di Makkah ialah org yang mana mereka bangga minum arak dalam tengkorak manusia. Apa yang Rasulullah ajarkan bahawa kehidupan dunia hanya sementara.

Rasulullah s.a.w ajarkan bahawa Allah itu haq (benar), kalam Allah itu haq, janji Allah itu haq, nabi itu haq, akhirat itu haq, syurga neraka itu haq, begini nabi tanamkan dalam hati para sahabat r.a.

Maka selama 13 tahun Rasulullah s.a.w mulai dakwah di Makkah dengan

  1. Iman, Allahlah segala²nya, selain Allah tiada kuasa
  2. Amal sesuai dengan yg dibawa oleh Rasulullah sa.w
  3. Kehidupan akhirat – org² kafir mentertawakan apa yang dibawa Rasulullah kerana mereka meyakini mereka tidak akan dibangkitkan, selepas menjadi tanah maka habislah kehidupan mereka.
    Rasulullah s.a.w telah tanamkan 6 rukun iman dalam hati para sahabat

Saat Rasulullah diutuskan, dunia terbahagi dua kuasa besar yang dibangga²kan iaitu

  1. Rom
  2. Parsi

Orang berbangga² alangkah bahagianya aku jika aku seperti kisra, mahkota berharga 250,000 dipakaikan di kepala dan 250,000 lagi di pinggang, perhiasan untuk dua ini sahaja sudah sejumlah 500,000

Namun Sahabat didakwahkan Allah yang ciptakan Kaisar dan Kisra, Allah yang punya segala²nya, mudah bagi Allah untuk bagi yang lebih dari itu. sehingga sahabat yang dulunya cinta kepada dunia, berubah menjadi cintalah mereka pada akhirat dan cintalah mereka pada amal.

Tatkala dikumpul dan dibawa ke madinah (emas berpuluh kilo) sahabat gunakan kaki untuk alihkan emas² itu dan bertanya sesama sendiri, tahukah kamu apakah itu? (Harta rom yang jatuh ke tangan Islam)

Maka dijawab sahabat yang lain. Kami tahu tentunya.. dulu dalam panas Rasulullah s.a.w pernah katakan kepada kami bahawa mahkota Kaisar akan dipakaikan kepala Suraqah, dan kekayaan Rom akan jatuh ke tangan islam.

Apabila telah datang kehidupan Islam dalam diri para sahabat r.a mereka bukan bawa untuk diri mereka sahaja bahkan mereka telah bawa kehidupan islam tersebut ke kampung mereka, dan ke dalam keluarga mereka dan ke seluruh alam.

Rasulullah diperintahkan Allah:

Daiyan illallah wa sirajan munira (mengajak kepada Allah dan sebagai pelita yang menerangi)

Rasulullah telah bergerak dan siapkan satu jamaah /majmak para sahabat yg siap sedia meneruskan apa yang Rasulullah saw telah lakukan semasa hayat baginda.

Aku ingin hanya apa yg Allah sampaikan kepadaku.

Rasulillah s.a.w pernah ditawarkan harta dan wanita.
Kata pemuka quraisy: Adakah engkau mahukan harta kami akan berikan, Adakah kamu mahukan wanita, kami akan berikan.

Apa yang Rasulullah tempuhi akan ditempuhi oleh kita, ujian² akan datang, maka kuatkan hati kita hanya pada Allah kerana jika hati kita pada Allah, maka Allah akan jauhkan kita dari benda² itu.

Rasulullah s.a.w kemudian bertanya kembali: Adakah engkau sudah habis bercakap:
Kalau sekalipun engkau mampu untuk memberikan matahari di tangan kananku, dan bulan di tangan kiriku, nescaya aku sesekali takkan tinggalkan kerja ini.

Maka Rasulullah s.a.w telah persiapkan jamaah sahabat, sampaikan Rasulullah sabdakan:

Ikutilah sunnahku dan sunnah khulafa ar rasyidin

Apabila Rasulullah s.a.w wafat, lalu fitnah muncul di mana², orang taknak bayar zakat, orang telah murtad, dan telah muncul nabi palsu.

Namun sebelum Rasulullah wafat, baginda telah siapkan Saidina Abu Bakar r.a yg faham apa kehendak Rasulullah s.a.w.

Kata Abu Bakar ketika memerangi golongan² ingkar ini: ayankusunaddin, wa ana hayyun?
Adakah agama berkurang sedangkan aku (Abu Bakar) masih hidup?

Dan jamaah Usamah yg dibentuk di zaman Rasulullah s.aw. mesti sambung dikeluarkan segera.

Warisan Rasulullah s.a.w telah diberikan kepada kita, tetapi malangnya kita makin lama makin jauh makih jauh warisan itu. Sehingga terlepas dari kita, terlepas dari anak isteri hingga kita dah tak rasa ini warisan yang Rasulullah tinggalkan kepada kita.

Maka warisan itu telah sampai kepada kita hari ini, dengan warisan itu telah menjadi mudah semudah² untuk kita lakukan ia. (Kerana telah disusun dan ditertibkan)

Selama Rasulullah s.a.w di makkah, org makkah bukan sahaja tak membantu, bahkan menjadi rintangan kepada apa yang dilakukan oleh Rasulullah.

Rasulullah mengatakan kalaulah orang makkah tak mahu, mungkin org Thaif mahu. Org Thaif tahu bahawa Rasulullah bukan datang nak ambil jawatan atau harta mereka, namun mereka tetap menentang Rasulullah sedemikian rupa.

Malaikat begitu marah kerana org² Thaif kerana sampai mengeluarkan kata² yang menyakiti hati dan perasaan Rasulullah s.a.w

Rasulullah mengatakan ya Allah mengapakah kau hantarkan aku kepada kaum yang tidak mengetahui ini.

Jika mereka tak mahu hidayat, maka engkau berikanlah hidayat kepada anak cucu keturunan mereka..

Sehinggalah tiba masa Rasulullah s.a.w berhijrah ke madinah dan orang² Madinah telah siap menyahut apa² yang Nabi s.a.w mahukan, apa yg engkau mahu kami beri nescaya kami akan berikan, kemana kamu hantar nescaya kami akan pergi.

Rasululah telah memberitahukan.

Barangsiapa jaga hubungan dgn Allah, maka Allah akan baiki hubungannya dengan yang lain

Ingatkanlah bagaimana nikmat yang Allah telah berikan kepadamu tatkala kalian waktu itu bermusuhan, lalu Allah tautkan hati² kamu (mempersaudarakn kamu)

Rasulullah tidak menyatukan kaum Aus dan Khazraj dengan harta benda tapi Rasulullah sa.w satukan mereka dengan solat berjemaah, berdiri rapat² sebelah menyebelah dalam solat, akhirnya mereka satu hati bahkan siap berkorban untuk yg lainnya.

Maka itulah dakwah Ilallah yang jika dibuat dengan benar, maka yg datang adalah perkara yang benar juga iaitu Mahabbat (kasih sayang)

Kita berterima kasih kepada masyaikh² kita, kerana telah memudahkan usaha / usul dakwah yang kita buat ini.

Sewaktu memulakan usaha dakwah ini, Maulana Ilyas sering merujuk dengam ulamak² pada zamannya.

Mufti besar ketika itu didatangi oleh Maulana ilyas, Maulana Ilyas telah bentangkan usul dakwah ini, wahai mufti, adakah usul² yg aku buat ini membawa kesesatan atau ada yang tidak betul, jika ada maka bunuhlah aku segera. (Kerana takut usahanya akan merosakkan ramai manusia nantinya jika tidak benar)

Kata Mufti: Hazrat, setelah aku baca, aku teliti, rujuki dan aku pelajari, semua yg kau tunjukkan ini, takda satupun yg bertentangan dengan apa yang dibawa oleh Rasulullah s.a.w.

Maka bersyukurlah kita kerana kerja yang telah dimulakan oleh masyaikh kita ini telah sampai kepada kita.

Apa yg Rasulullah s.a.w usahakan di Madinah, mereka semua sama, sehingga berkata, aku mukmin, aku org hijrah, aku mujahid, aku adalah muhajir, aku orang untuk sukakan Allah. Apa yg Allah sukai aku akan buat, apa yg Allah tak suka aku akan tinggalkan. (Sahabat benar² telah fahami dan jalani kehidupan yang dikehendaki oleh Rasulullah s.a.w)

Rasulullah telah mendidik sahabat sehingga terbentuknya suasana seperti ini, semuanya berkata aku adalah mukmin, mujahid, dan mujahir. Nampak keindahan kehidulan orang² madinah pada ketika itu. Diri harta mereka siap dikorbakan untuk agama Allah.

Saad maulana ilyas rah.a sakit dan hampir meninggal, beliau memanggil maulana Yusuf rah.a:

Wahai Yusuf jika apa yg aku buat ini, jika engkau jadikan ini bukan kerana Allah, maka ia hanya akan menjadi sekadar mainan sahaja.

Jika dilakukan dengan semangat agar semua manusia mendapat kebaikan melalui usaha ini semata² kerana Allah, maka tersimpan di dalamnya hidayah dan kebaikan untuk manusia untuk jangkamasa beratus² ke depan.

Kata maulana yusuf rah.a:

Dalam setiap sisi kehidupan Rasulullah s.a.w ada contoh kehidupan yang baik. Siapa yang bersamanya adalah contoh ikutan kita, apa yg ada di masjid nabawi adalah contoh, dan madinah menjadi kampung contoh untuk seluruh dunia.

Di madinah jika ada anak yatim, mereka (para sahabat) akan berebut untuk pelihara anak yatim yg ditinggalakan. Kerana memahami sabdaan nabi s.a.w: aku dan anak yatim bagaikan dua jari ini (baginda menunjukkan dua jari menandakan sangat rapat)

Sahabat r.a telah tunjukkan satu bentuk kehidupan yang begitu unggul sehingga satu kepala kambing telah berpindah² tangan ke banyak rumah sebab semua orang ada perasaan untuk memberi.

Dan ketika peperangan sekalipun, sahabat yang hampir meninggal dalam keadaan kehausan pun, dia masih mahu airnya diberikan kepada sahabat di sebelahnya.

Rasulullah lahir di makkah, lalu berhijrah ke madinah. Orang² madinah adalah orang² Ansar, Rasulullah s.a.w begitu cintakan Ansar, dan dimaqamkan di tengah² orang Ansar. Dan akan dibangkitkan di sana nanti di kalangan orang² Ansar. Sehinggakan Rasulullah s.a.w telah menyuruh kita:

Kuunu Ansarullah..!
(Jadilah kamu pembantu² agama Allah!)

Orang yang bijak ialah orang yang mengontrol hawa nafsunya, dan berusaha atas akhiratnya.

Kita diberi 5 kemudaha utk menjawab 5 soalannitu tadi

Iman,
Solat,
Ilmu zikir
Ikram
Ikhlas

Yang kita dapati dan usahakan bila keluar di jalan Allah

Jika kita buat keputusan seperti ini, maka mudah untuk kita amalkan amal² maqomi.

Kita kena anggap kerja ini adalah kerjaku, usaha ini adalah usahaku. Maka ia akan mudah utk saya lakukan. Waktuku untuk kerja ini, hartaku untuk Allah, diriku milik Allah, maka siapa yg siap untuk 4bukan cash?

Silakan yakini jika kamu bantu agama Allah, Allah pasti akan bantu kalian.

Maulana Yusuf rah.a katakan:
Diri, harta, dan masa oranng islam adalah untuk Allah.

Allah adalah haq, Kalam Allah adalah haq, janji Alalh adalah haq.

Dalam perang khandak, Rasulullah telah berdoa: Wahai Allah, tiadalah kehidupan melainkan kehidupan akhirat, ya Allah rahmatilah orang² Ansar dan rahmatilah orang² Muhajirin.

Tuan² yakin dengan doa Rasulullah s.a.w?
Oleh itu sila bagi nama sekarang.

Catatan peribadi
Muhammad Ishak Zaini, Semporna
Dengan bantuan Maulana Muhammad Ashrul Syariff Tirmizi Tawau
Ijtimak Malaysia & Asia
Masjid Akhbar Khan Bingkul Beaufort 2019

Categories: Bayan | Tinggalkan komentar

Bayan Nasehat KH Muslihuddin


Di Markaz Masjid Al Muttaqien, Ancol, setelah bayan Hidayah, sebelum musafahah selalu diisi oleh Syura Indonesi KH Muslihuddin, adapun bayan Nasihat yang saya ingat adalah:

Bila Dakwah kita Diterima Allah, maka efeknya adalah Adanya Nushrah Ghaibiyyah (Bantuan dari Allah) dan Doa akan Maqbul, dengan Syarat:

  1. Tentukan Waktu Kegiatan Dakwah.
  2. Istiqamah
  3. Ikut Arahan Para Masyaikh
  4. Sempurnakan waktu dan tempat beramal
  5. Ikhlas dan Istikhlas

Masing-masing point dijabarkan panjang lebar oleh Beliau. Saya juga dengar dan catat. Tapi gak saya tulis biar pada Penasaran dan mau keluar 40 hari dan 4 Bulan untuk membantu Agama Allah.

Categories: Bayan | Tinggalkan komentar

Ijtimak Beaufort Malaysia


Musyawarah Program Ijtima’ Beaufort Sabah Malaysia 7 – 9 September 2019

Faisalat : Maulana Ahmad Lath

Sabtu, 7 September 2019
Bayan Shubuh : Mufti Nazhrul Islam Kakrail Bangladesh
Mutarjim : Maulana Harun Ar Rasyid

Jam 10.00 – 12.00 : Ta’lim pagi
Mudzakarah untuk petugas Khidmat : Bhai Afsar Quraisy
Mutarjim : Maulana Ismail Tawau

Bayan Dzuhur : H Abdurrahman Patalung Thailand (bahasa Melayu)

Bayan Ashar : Maulana Zuhairul Hasan Al Kandahlawi
Mutarjim : Maulana Ilham Brunei

Bayan Maghrib : Maulana Ahmad Lath
Mutarjim : KH Luthfi Yusuf

Untuk petugas program besok di putuskan dalam Musyawarah kembali setelah Masyaikh utusan Raiwind datang..

Categories: Bayan | Tinggalkan komentar