Tokoh Dakwah

Masyaikh Jamaah Tabligh


Muhtaram H. Abdul Wahab Sab DB

Haji Abdul Wahhab, DB.

H. Abdul Wahab Sab lahir pada 1922 (95 thn) di New Delhi. Menamatkan pengajian di Islamia College Lahore dan bertugas sebagai majistret di bagian kutipan cukai sehingga tahun 1944 dimana beliau telah bersohbah dengan pengasas Tabligh Maulana Muhammad Ilyas Kandhalawi Rah.

Beliau antara 5 orang pertama yg berbaiat utk memberi seluruh kehidupan dalam usaha Tabligh. Beliau juga adalah Khalifah 4 tarekat kepada Maulana Shah Abdul Qadir Raipuri iaitu ulama besar India dan juga masyaikh Jamaah Tabligh.

Beliau antara masyaikh Tabligh yg sempat bersohbah dengan tiga Hadraji iaitu Maulana Muhammad Ilyas, Maulana Muhammad Yusuf, Maulana In’amul Hasan Kandahlawi Rah.

Beliau menggantikan H. Muhammad Basyir sebagai amir jamaah Tabligh Pakistan sehingga ke hari ini. Beliau juga adalah ahli majlis syura alami (syura dunia) yg pertama dalam Jamaah Tabligh yg terdiri drp 8 orang yg dilantik oleh Maulana In’amul Hasan Rah iaitu:

  1. Maulana Said Ahmad Khan, Rah.A.
  2. Maulana Izhar, Rah.A.
  3. Maulana Umar Palampuri, Rah.A.
  4. Maulana Mufti Zainal Abidin, Rah.A.
  5. H. Abdul Wahab, DB
  6. Maulana Zubairul Hasan, Rah.A.
  7. H. Muqit, Rah.A.
  8. Bhai Afzal, Rah.A.

Dan ditambah lagi 2 orang atas Usulan orang-orang lama iaitu:

  1. Miaji Mehrab, Rah.A.
  2. Maulana Saad Kandahlawi, DB.

Pada tahun 2014, beliau disenaraikan sebagai orang yg 10 dalam The Muslim 500 iaitu 500 org islam yg berpengaruh dalam dunia Islam sekarang kerana penglibatan beliau dalam Jamaah Tabligh.

Pada tahun 2015, Hj Abdul Wahab sebagai faisala dalam musyawarah orang-orang lama di Raiwind telah memutuskan untuk menyempurnakan ahli syura alami (syura dunia) selepas 8 org syura dunia telah meninggal dunia kepada 13 orang yang terdiri daripada:

  1. Muhtaram Hj Abdul Wahab DB (Raiwind)
  2. Maulana Saad Kandahlawi DB (Nizamudin)
  3. Maulana Ibrahim Dewla DB (Nizamudin)
  4. Maulana Yaakob DB (Nizamudin)
  5. Maulana Ahmad Lat DB (Nizamudin)
  6. Maulana Zuhairul Hasan DB (Nizamudin)
  7. Maulana Nazrur Rahman DB (Raiwind)
  8. Maulana Abdurahman DB (Raiwind)
  9. Maulana Ubaidullah Khursyid DB (Raiwind)
  10. Maulana Ziaul Haq DB(Raiwind)
  11. Qari Zubair DB (Kakrail)
  12. Maulana Rabiul Haq DB (Kakrail)
  13. Bhai Wasiful Islam DB (Kakrail)

Semoga Allah SWT memanjangkan umur H. Abdul Wahab Sab yang merupakan permata bagi umat ini.

 

Iklan
Categories: Tokoh Dakwah | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Maulana Ilyas yang Berketurunan Bani TAMIM adalah “LELAKI DARI TIMUR” Pemegang Panji-Panji AL MAHDI ?


Dari situs http://megachannelz.blogspot.com/2014/03/maulana-ilyas-yang-berketurunan-bani.html?spref=fb

Dari Abdullah bin Al-Haris ra katanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda : “Akan ada orang-orang yang keluar dari sebelah Timur, lalu mereka mempersiapkan segala urusan untuk Al-Mahdi, yakni pemerintahannya.” (HR. Ibnu Majah & At-Tabrani)

Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa salam telah mengambil tangan Ali dan bersabda : “Akan keluar dari sulbi pemuda ini (Ali) yang memenuhi dunia dengan keadilan (Imam Mahdi). Bilamana kamu melihat yang demikian itu, maka wajib kamu mencari Putera dari Bani Tamim (dari keturunan Abu Bakar), dia datang dari sebelah Timur dan dia adalah pemegang panji-panji Al Mahdi” (HR. Tabrani dalam Al Ausat Dari kitab Al Hawi lil Fatawa oleh Imam Sayuti)


Di antara sifat-sifat yang melekat pada Pemuda Bani Tamim adalah :
Baca lebih lanjut

Categories: Tokoh Dakwah | Tag: , , , | 23 Komentar

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raji’uun


Berita dari Nizamuddin

Berita dari Nizamuddin

IMG-20140318-WA001

Shalat Janazah Maulana Zubairul Hasan

Telah berpulang ke Rahmatullah Ulama yang kita cinta Maulana Zubairul Hasan Bin Maulana In’amul  Hasan Selasa 18 Maret 2014 jam 11.00 siang waktu India (New Delhi). Semoga Allah melimpahkan Rahmat dan Maghfirah Nya kepada Beliau. Ditinggikan derajatnya.

Berikut pesan Maulana Saad ketika bayan hidayah kepada Jamaah yang akan berangkat khuruj fii sabilillah ketika itu di Nizamuddin:

“Saya katakan kepada jamaah yang akan keluar tetap berangkat sekarang, dalam setiap waktu dan keadaan. Allah telah memanggil beliau kepada rahmat Nya (maulana menangis tak mampu lanjutkan ucapan beliau…”

Categories: Tokoh Dakwah | Tag: , , | 1 Komentar

India dan Kesederhanaan Para Masyaikh


Alhamdulillah wassaholatu ala rasulillah

Maulana Ilyas rah.a. katakan : Dibalik kesederhanaan, Allah SWT meletakkan kebahagiaan

Pertolongan Allah SWT datang lewat kesederhanaan, dan sifat sederhana adalah pupuk dari agama. Orang yang bisa hidup dengan sederhana maka agamanya akan subur. Para Masyaikh beritahu bahwa yang haq tak akan bercampur dengan kemewahan, ibarat air dengan minyak. Karena yang haq di bangun dengan kesederhanaan. Sedangkan barang bathil dan kemewahan ibarat air dengan sirup, serta kebathilan diperjuangkan dengan kemewahan.

Baca lebih lanjut

Categories: Tokoh Dakwah | Tag: , | 1 Komentar

Malfuudzat 7


Beliau berkata, “Terdapat kelemahan dan kelainan di kebanyakan madrasah. Walaupun santrinya diajar dengan ilmu pengetahuan tetapi tidak ditekankan maksud asal belajar (khidmat kepada agama dan dakwah ila Allah). Akibat dari kelalaian ini setelah tamat belajar , matlamat mereka ialah mencari kedunian atau menjadi pekerja atau mengambil ujian di pengajian umum untuk memburu duit. Maka seluruh masa, belanja, usaha, dan tenaga yang telah dicurahkan untuk belajar ilmu agama tidak berhasil. Bahkan tidak sedikit yang akhirnya bekerja dengan orang-orang yang memusuhi agama.

Oleh karena itu kita harus fikir untuk membimbing mereka supaya bersedia untuk berkhidmat kepada agama dan mengamalkan perintah agama dan menunaikan hak-hak ilmu agama setelah tamat belajar. Suatu kerugian jika kita menanam benih kemudian tidak bisa mengambil hasilnya. Jika kita sanggup dalam menanam tetapi hasilnya diambil oleh musuh Islam maka ini adalah kerugian yang lebih besar lagi.

Categories: Tokoh Dakwah | Tag: , | Tinggalkan komentar

Qasim ibn Utsman Al-Ju’I (Wafat 248 H)


Al-Jui adalah seorang wali besar dari Damaskus yang belajar hadits dari Sufyan ibn Uyainah. Ibn Al-Jauzi dalam Shifat al-Shafwah dari Al-Ju’I sendiri bahwa julukan Al-Ju’I (yang kelaparan) didapatkan karena Allah memberinya kekuatan untuk melawan rasa lapar jasmani melalui rasa lapar rohani. Ia mengatakan, “Meski perut ini tak diisi makanan selama satu bulan, aku tak akan peduli. Ya Allah, inilah yang telah Engkau perlakukan kepada diriku maka sempurnakanlah ia bagiku!”

Ibn Jauzi juga meriwayatkan bahwa Ibn Abu Hatim Al-Razi mengatakan, “Aku pergi ke Damaskus untuk menemui para penulis hadits. Di sana aku melewati majelis Qasim Al-Ju’I dan aku melihat sekumpulan besar manusia duduk di sekelilingnya, sementara ia berbicara. Aku mendekatinya dan mendengarnya berkata:

Lakukanlah lima hal ini tanpa kehadiran orang lain dalam kehidupanmu:

  1. Apabila kamu berada di tengah orang-orang, jangan ingin dikenal.
  2. Apabila kamu tidak hadir di tengah banyak orang, jangan ingin dirindukan.
  3. Apabila kamu mengetahui sesuatu, anggaplah nasihatmu tidak diharapkan.
  4. Apabila kamu mengatakan sesuatu, tolaklah kata-katamu.
  5. Apabila kamu mengerjakan sesuatu, jangan mau menerima pujian untuk itu.

Dan aku juga menasihatkan lima hal lainnya:

  1. Apabila kamu diperlakukan tidak adil, jangan membalas;
  2. Apabila kamu dipuji, jangan merasa senang;
  3. Apabila kamu disalahkan, jangan berputus asa;
  4. Apabila kamu disebut pembohong, jangan marah;
  5. Apabila kamu dikhianati, jangan balas mengkhianati.

Ibn Abi Hatim kemudian berkata, “Aku menganggap nasihat itu sebagai anugerah yang aku peroleh dari kunjunganku ke Damaskus.”

 

Categories: Tokoh Dakwah | Tag: , , | 9 Komentar

Silsilah Keturunan Maulana Muhammad Yusuf Al Kandahlawy Rah A


Syaikh Muhammad Yusuf Al-Kandahlawi lahir pada 25 Jumada I, 1335 H, sesuai dengan 20 Maret 1917 di Kandahla di India. Keluarganya terkenal dengan keilmuan dan kesetiaan total dalam perjuangan Islam.

Baca lebih lanjut

Categories: Tokoh Dakwah | Tag: , | 49 Komentar

Hak dan Keutamaan Shahabat RHum


Junaid Al Baghdady rah.a berkata : Membaca kisah-kisah shahabat adalah salah satu bukti rasa syukur kepada Allah yang menguatkan hati para pengikutnya.” Ada seorang bertanya kepada beliau, “Apakah ada dalilnya?” (seperti gaya orang ahli dalil zaman sekarang aja – pen) Beliau menjawab, “Ya” Allah SWT berfirman :

“Dan semua kisah dari Rasul-Rasul, Kami ceritakan kepadamu, yang dengannya Kami teguhkan hatimu. Dan di dalam cerita ini engkau mendapatkan kebenaran serta peringatan bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Hud : 120)

Baca lebih lanjut

Categories: Tokoh Dakwah | Tag: , | 2 Komentar

Nabi Muhammad saw


Fizikal Nabi

Baca lebih lanjut

Categories: Tokoh Dakwah | 3 Komentar

Syaikul Hadits Maulana Muhammad Zakariyya


Syaikhul Hadith Maulana Haji Muhammad Zakariyya rah. telah habiskan seluruh usianya yg soleh dalam tiga bahagian:

1. Dars wat Tadris (belajar dan mengajar)
2. Tasnif wat Ta’lif (menyusun dan mengarang kitab)
3. Tazkiah wa Islahul Khuluq (tazkiah hati dan islah akhlaq)

Baca lebih lanjut

Categories: Tokoh Dakwah | 3 Komentar