Hasil Musyawarah

Bayan Pak H. Cecep Firdaus Setelah Tabayyun


Assalamu’alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh

Setelah Pujian dan pembukaan… dan Membaca ayat Al Quran.

Pembicaraan ini hanya untuk penanggungjawab saja. Kita sebagai negara terbesar di dunia berhubungan dengan adanya perselisihan ingin memberi pendapat atas pergaduhan para masyaikh. Maka kami datangi Maulana Saat di Ijtimak Tongi Banglades, saya katakan bahwa kami cinta Maulana Saad, Cinta Nizamuddin, dan Cinta kepada para masyaikh, keinginan kita orang Indonesia sangat ingin seluruh masyaikh yang keluar agar bisa kembali ke Nizamuddin, dan segala sesuatunya dimusyawarahkan. Maulana Saad menjawab, kami juga ingin begitu, ingin seluruh masyaikh kembali ke Nizamuddin. Tapi tidak mau kalau mereka kembali dengan syarat. Syaratnya itu agar Maulana Saad menerima Syura Alami. Lantas kami memohon kepada Maulana Saad, bolehkah kalau kami yang meminta mereka untuk kembali ke Nizamuddin? Ketika itu mereka sedang berada di South Afrika. Lalu diberi saran untuk menjumpai mereka ketika pertemuan orang-orang lama di Ijtima Reiwind. Disini mereka semua akan berkumpul. Lalu kami syura Indonesia bermusyawarah dan sepakat untuk menjumpai para masyaikh di pertemuan orang lama di Reiwind. Setibanya di Reiwind saya meminta waktu agar bisa berjumpa dengan para masyaikh. Saya katakan bahwa kami cinta kepada para masyaikh dan ingin para masyaikh untuk kembali ke Nizamuddin? Dijawab kami juga sangat ingin kembali ke Nizamuddin tapi Maulana saad tidak mau menerima syarat yang kami ajukan untuk menerima Syura Dunia yang telah dimusyawarahkan. Lalu kami pun memberi saran bagaimana kalau para masyaikh kembali saya dulu lalu diperbaiki dan dimusyawarahkan secara internal permasalahan ini. Para masyaikh menjawab bahwa kami sudah bertahan 21 tahun untuk permasalahan ini tapi permasalahan tidak kunjung selesai. Kalau kami tetap di Nizamuddin kemungkinan besar bisa terjadi clash fisik oleh pengikut-pengikut Maulana Saad yang dari Mewat, untuk menghindari hal ini maka kami keluar dari Nizamuddin. Lalu kami minta permohonan kepada mereka, bahwa kami orang Indonesia tidak mau pecah hati. Kami ingin Indonesia tetap satu hati. Kami ingin tertib kerja dakwah di Indonesia tidak ada perubahan, supaya tidak ada kebingungan di diri para pekerja agama. Tertib yang sudah ada tetap dijalankan. Permohonan kami ini diterima oleh para masyaikh setelah dimusyawarahkan. Yang diinginkan oleh para Masyaikh agar tertib kerja sebagaimana tertib kerja di zaman Maulana Ilyas, Maulana Yusuf, dan Maulana Inamul Hasan. Kalau ada tertib baru harus dimusyawarahkan. Maulana Saad banyak membuat tertib yang tidak ada di zaman dahulu dan tidak dimusyawarahkan terlebih dahulu. Misalnya taklim dengan kitab Muntakhab Ahadits, Taklim rumah dengan halakah Quran, Dakwah Taklim Istiqbal. Yang sudah jalan di Indonesia kami minta izin untuk tetap berjalan, tapi kami (syura Indonesia) tidak memberikan targhib lagi untuk menjalankannya. Dan semua itu diizinkan dan disetujui. Lalu kami minta juga untuk jamaah Negeri Jauh, yang kemampuan tafaqudnya kurang, kemampuan bahasanya kurang, yang biasanya keputusannya menunggu keputusan Nizamuddin, yang kadang lama dan tiba-tiba dari usulan ke Kamboja lalu diputus ke Amerika yang jadi memberatkan jamaah NJ yang akan berangkat, karena sekarang di Nizamuddin yang level orang lamanya tinggal Maulana Saad, selain Beliau tinggal orang-orang markaz Nizamuddin yang levelnya dibawah. Karena Maulana Ahmad Lat, Maulana Ismail, Maulana Faruq, Maulana Ibrahim telah meninggalkan Nizamuddin. Kami usul agar rutenya dimusyawarahkan oleh syura Indonesia dan hasilnya dilaporkan ke Nizamuddin? Dan oleh syura Dunia sepakat dan dikabulkan juga. (Majmak: “Allah Akbar”). Syura Dunia hanya memberikan daftar rute negara-negara yang menjadi takaza Indonesia. Alhamdulillah disetujui. Lalu masalah negara jiran yang dahulu tidak boleh jamaah NJ kesana lalu kami minta diperbolehkan kembali, karena ada keluhan dari Negara Malaisya, Siangpura, Filiphina sangat sedikit jamaah yang datang kesana. Alhamdulillah usulan kami juga dikabulkan para masyaikh. Kemudian masalah-masalah penting kita minta dimusyawarahkan dengan para masyaikh syura Dunia. Dan kita akan ada musyswarah 4 bulanan tanggal 13 April di Cikampek, dan kami juga mengundang para Syura Alami untuk dapat membimbing kami pada musyawarah tersebut. Lalu mereka bermusyawarah dan memanggilkan kami, bisa tidak tanggalnya digeser, karena pada tanggal yang sama ada ijtimak di Australia dan New Zealand. Bisa. Musyawarah Cikampek jadi tanggal 20 sd 23 April, setelah mereka selesai dari Australia tanggal 19 mereka akan ke Indonesia. Yang akan hadir diantaranya: Maulana Abdurrahman, Prof. Sanaullah yang dahulu pertama kal membuka Francis, Rektor Alighar Muslim University, dan satu lagi orang lama yang sekarang berkewarganegaraan Amerika yaitu Maulana Saad. Alhamdulillah kami semua SYURA INDONESIA SEPAKAT. Bahwa musyswarah waktunya menjadi tanggal 20-23 April dan dibimbing oleh utusan SYURA DUNIA. Belum selesai…

Lanjutan….

Bapak yang mulia, ijtimak Reiwind banyak yang hadir dan banyak jamaah yang dikeluarkan dari ijtimak tersebut. Terus ada bisik-bisik, ini bukan keputusan. Alhamdulillah para penanggungjawab negeri lain mendatangi kita terus, terakhir penanggungjawab dari Thailand datang ke kita pada malam terakhir setelah bicara dengan Syura Saudi mengatakan bahwa banyak negara yang sekarang susah mendapatkan Visa Pakistan. Mereka ada pikir dan usulan, ini bisik-bisik nih belum berupa keputusan masyaikh. Bahwa Ijtimak Dunia akan dipindahkan ke Indonesia. (Majmak: Allahu Akbar). Bagaimana Indonesia, siap tidak. Pak Cecep jawab: Welcome. Negara-negara ASEAN mendukung juga usulan ini, Ijtimak Dunia di Tongi untuk di pindah ke Indonesia. Kerja dakwah ini kerja besar, kerja Allah. Kita sangka baik kepada Allah. Bisa saja dengan pengorbanan nanti usaha dakwah terbesar akan terjadi di Indonesia. Tinggal kita ini mau berkorban atau tidak, kalau kita lihat bayan-bayan di Reiwind, majunya usaha dakwah ini bukan karena Bayan, Kepandaian, Mudzakarah, tapi yang memajukan usaha dakwah ini adalah PENGORBANAN. Kalau kita lihat sahabat-sahabat Nabi, Ajiib. Sebelum sahabat Nabi datang ke Yaman. Tidak ada seorang pun penduduk Yaman yang beragama Islam. Begitu juga sebelum datang ke Yordan, ke Mesir… Tidak ada yang mengenal Allah disana. Tapi dengan pengorbanan sahabat datang ke Yaman, Ramai orang Yaman masuk Islam. Sahabat datang ke Mesir, ke Yordan, mereka ramai-ramai masuk Islam. Bukan hal yang mustahil juga jika orang Indonesia buat pengorbanan dan risau seperti sahabat maka orang Amerika ramai-ramai masuk Islam. Para masyaikh berharap besar agar umat Islam Indonesia bisa bangkit untuk menyebarkan Islam ke seluruh dunia. Walaupun kita lemah-lemah, miskin-miskin, tapi oleh beri kita tugas kenabian. Tugas Nabi yang pertama adalah memperkenalkan Allah kepada umatnya, Nabi-nabi terdahulu mengenalkan Allah hanya ke kaumnya saja, namun umat ini mempunyai kelebihan untuk mengenalkan Allah ke seluruh dunia. Kita harus ada sifat risau, kasihan dengan orang yang tidak mengenal Allah dan meninggal dalam keadaan tidak mengenal Allah. Bukan kita menbunuh, mengebom orang kafir, tapi kita ada rasa kasih sayang kepada mereka. Walau hidayah di tangan Allah, namun jika ada usaha dan pengorbanan, insya Allah mereka akan mendapat hidayah dari Allah SWT. Amal dakwah ini adalah amal yang HAQ. Kita harus tawajjuh kepada amal. Sibukkan diri kita dalam amal. Kita di Indonesia tetap bersatu.

Iklan
Categories: Bayan, Hasil Musyawarah, Tertib Dakwah | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Keputusan Ijtimak Raiwind 5 November 2017


Penjelasan Syura kepada ahbab dari berbagai negara semasa mereka membentangkan Agenda mereka di hadapan Masyaikh di Ijtimak Raiwind pd 05 November 2017.

  1. Taklim
    Maulanal Yusuf (r.a.) telah memastikan perkara-perkara ini ditulis bahwa hanya kitab berikut yang dibaca ketika taklim: “Fadhaailul A’maal” yang disusun oleh Syaikhul Hadits Maulana Zakariya (r.a.) yang di dalamnya terdapat Hikayat Sahabah, Fadhilah Quran, Fadhilah Shalat, Fadhilah Tabligh, Fadhilah Zikir, kedua bagian dari Fadhilah Sedekah, dan Fadhilah Haji dan Fadhilah Ramadhan ketika Haji & Ramadhan semasa Haji dan Ramadhan (Tambahan penyadur: Fadhilah Ramadhan dibaca mula 1 Sya’ban sampa dengan akhir Ramadhan, dan Fadhilah Haji dibaca mulai Syawal sampai dengan Akhir Dzulhijjah) dan buku “Kemerosotan Muslim dan Satu²nya Pemulihan” oleh Maulana Ihtisham. Terjemahan kitab-kitab tersebut akan dibaca dalam bahasa-bahasa lain. Untuk Arab memakai kitab “Riyadhus al-Salihin”, “Delapan Bab Terpilih Mishkaat al Masaabih”, “Hayat al-Sahabah” dan “Al-Adab al-Mufrad” adalah ditertibkan.
  2. Halakah Taklim di Rumah, Bersama dengan Halakah Taklim di Masjid, perlu ada juga taklim di rumah supaya wanita-wanita terdorong untuk mengerjakan amal dan kemudiannya mereka bertanya masalah-masalah Agama melalui orang laki dari Ulama supaya mereka menjalani 24 jam kehidupannya menurut kehendak agama. Bersama dengan taklim selalu ada muzakarah 6 sifat supaya setiap orang di rumah menjadi dai.
  3. Usaha Harian, buat jemaah-jemaah kecil untuk mendatangi setiap rumah uutuk jumpa orang-orang laki di tempat kita dan pujuk rayu mereka untuk keluar di jalan Allah degan membuat muzakarah iman dan akhirat, menjelaskan kepada mereka tentang kepentingan dakwah. Ahbab-ahbab juga harus pujuk rayu mereka untuk terlibat dalam usaha dakwah tempatan yang dijalankan di masjid.
  4. Berapa lama sepatutnya jamaah tinggal dalam masjid ketika keluar? Ahbab-ahbab yang keluar di jalan Allah dan orang-orang tempatan harus bersama-sama membuat program untuk menghidupkan usaha tempatan. Secara umum, sebuah jemaah tinggal di satu masjid tidak melebihi 3 atau 4 hari.
  5. Shabguzari (malam markaz) Mingguan. Jamaah masjid harus berkumpul bersama dengan membawa sendiri peralatan tidur dan makanan mereka mulai Ashar sampai dengan waktu Isyraq. Mereka harus membawa orang-orang baru yang mereka usahakan dan diharapkan dapat memenuhi tuntutan-tuntutan usaha (takaza markaz).
  6. Tertib keluar tahunan untuk negara-negara. Setiap ahbab harus beri masa tahunan keluar di dalam negeri, tahun depannya keluar ke India/ Pakistan/Banglades, dan tahun ke-3 keluar di negara-negara lain sesuai takaza dan keputusan musyawarah.
  7. Muzakarah dengan wanita-wanita yang buat usaha agama (Masturat). Sekali atau 2 kali dalam setahun, ahbab-ahbab suatu kota/halaqah boleh mengadakan muzakarah untuk beberapa jam dengan wanita-wanita yang sudah pernah keluar masturah selama 40hari dan 10/15 hari.
  8. Dalam Itjimak dan Jord yang diadakan di berbagai negara, Orang Tua Jamaah tempatan (Ahli Syura Negara) harus dijadikan faisalah (pemimpin)  musyawarah. Jamaah dari India, Pakistan, dan Banglades yg terlibat dalam perhimpunan tersebut boleh memberikan usulan-usulan mereka.

Di atas adalah terjmahan sebuah dokumen dimana yg asalnya dari Bahasa Urdu yang telah ditandatangani oleh:

(1) Shaykh Abdul Wahhab,

(2) Shaykh Ibrahim Dewla,

(3) Shaykh Muhammad Ya’qub,

(4) Shaykh Ahmad Lat,

(5) Shaykh Muhammad Zuhayrul Hasan,

(6) Shaykh Nadhrur Rahman,

(7) Shaykh Ubaydullah Khursheed,

(8) Shaykh Ziaul Haq

Categories: Hasil Musyawarah | Tag: , , , | 1 Komentar

Dokumen Penting


Categories: Hasil Musyawarah | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Keputusan Munas Temboro


MUSYAWARAH NASIONAL
Masjid Darussalam
Trangkil, Temboro, Karas, Magetan
4-6 Agustus 2017
HASIL KEPUTUSAN
MUSYAWARAH NASIONAL

A. AGENDA (PROGRAM)
WAKTU                                                    AGENDA                                                     PETUGAS
JUMAT, 4 AGUSTUS 2017
Ba’da Subuh                                            Musyawarah Program

09.30 – 11.00                                         Taklim

Ba’da Sholat Jumat                               Mukhtasor Bayan                                       H. Cecep Firdaus

Ba’da Ashar                                            Kargojari Amal Dakwah                            Bhai Mustaq
Mutarjim : Ust Zainuddin

Ba’da Maghrib                                       Lanjutan Kargojari

SABTU, 5 AGUSTUS 2017
Ba’da Subuh                                           Bayan Subuh                                                 Bhai Altaf
Mutarjim : Ust. Ibrahim Temboro

09.00                                                       Mudzakarah Amal Maqomi                        Bhai Muqim
Mutarjim : Ust. Ali Mahfuzi

Ba’da Dzuhur                                         Mukhtasor Bayan                                     K.H. Ubaidillah Akhror

Ba’da Ashar                                            Mudzakarah Kerja Masturah                  Bhai Mustaq
Mutarjim : Ust. Zainuddin

Ba’da Maghrib                                       Bayan                                                         Maulana Shamim
Mutarjim : Ust. Ali Mahfuzi

AHAD, 6 AGUSTUS 2017
Ba’da Subuh                                           Bayan Subuh                                            Maulana Mubin
Mutarjim : Ust. Zainuddin

09.00                                             Bayan Hidayah, Nasehat, Doa dan Musafahah  Maulana Shamim
Mutarjim : Ust. Ali Mahfuzi

Ba’da Ashar                                             Musyawarah masalah-masalah dan usulan daerah.

B. PERTANYAAN DAERAH
1. Masturah
a. Persyaratan untuk mengadakan Jord Masturah apakah sekarang diperbolehkan orang yang baru keluar 3 hari masturah untuk hadir ? (Bengkulu)
Jawab :
Yang diperbolehkan hadir pada Jord Masturah adalah Masturah yang telah keluar minimum 10 atau 15 hari, atau yang pernah keluar 3 hari 4-5 kali, dan akan keluar 10 atau 15 hari Masturah dari Jord tersebut.
b. Ta’lim muhalah masturah dan jord halaqah bulanan di Kabupaten Sragen masih bercampur dengan program saudara kita yang tidak rujuk ke Nizamuddin, mohon arahan pelaksanaannya, apakah tetap dilanjutkan atau dipisah sehingga masturah yang ahbab Nizamudin minoritas bergabung dengan muhalah lain yang lebih kuat ahbab Nizamudinnya (Sragen, Jawa Tengah) ?
Jawab :
Untuk memudahkan kerja bagi Ahbab yang merujuk ke Nizamuddin yang akan mengadakan Ta’lim/Jord masturah dianjurkan untuk mencari tempat sendiri.

2. Kerja Mahalah dan Halaqah
a. Apakah ada musyawarah zona antara halaqah dan markaz ? (Gorontalo)
Jawab :
Sebaiknya orang halaqah langsung datang ke markaz untuk musyawarah dan menyambut takaza

3. Kerja Markaz
a. Selama ini wilayah Kalimantan Utara ikut markaz Berau (Kalimantan Timur), berkaitan dengan kondisi saat ini bagaimana apabila di markaz Berau terjadi perbedaan tertib? Sedangkan di provinsi Kalimantan Utara belum ada markaz. (Kalimantan Utara).
Jawab :
Kawan-kawan yang merujuk kepada Nizamuddin diperbolehkan mencari markaz baru agar memudahkan kerja dan menghindarkan diri dari perselisihan. Lokasi yang diusulkan sebagai markaz baru akan ditinjau terlebih dahulu oleh utusan Syuro.
b. Markaz Sragen yang lama sementara ini belum rujuk ke Nizamuddin, ahbab yang rujuk Nizamuddin minta ijin untuk buat malam sabghozari markas di Masjid yang lain. (Jawa Tengah). Pertanyaan sama mengenai Markaz lama yang sudah tidak merujuk ke Nizamuddin diajukan Sulawesi Tengah
Jawab :
Silakan cari masjid yang munasib dan langsung jalankan program seperti biasa dengan mengirimkan Data Amal dan Masjid ke Markaz Kebon Jeruk
c. Markaz Sragen yang lama sudah menjalin hubungan untuk buat program di Lembaga Pemasyarakatan dan program di Rumah sakit bagaimana sebaiknya yang harus dilakukan ahbab yang rujuk Nizamuddin, tetap mengirim ahbab untuk bergabung mereka atau cari rumah sakit yang lain ? (Jawa Tengah)
Jawab :
Ahbab yang merujuk ke Nizamuddin, dalam menjalankan program di Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Sakit hendaknya tetap menggarap instansi tersebut pada waktu yang berlainan dan mengutamakan Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Sakit yang belum digarap.
d. Penentuan Sebagai Faisalat Provinsi dan Markaz (Sulawesi Tengah, Sumatera Barat)
Jawab :
Pada prinsipnya Syuro Indonesia tidak pernah menetapkan faisalat provinsi/daerah. Maka sesuai arahan Masyaikh Nizamuddin, faisalah provinsi/daerah dipilih dengan memprioritaskan kriteria sebagai berikut :
– Sudah pernah keluar 4 bulan IPB bahkan Negara Jauh
– Sudah pernah khidmat Nizamuddin
– Aktif dalam kerja maqomi 5 amal sempurna dan intiqali (minimal keluar 40 hari setiap tahun)
– Aktif dalam kerja masturah (minimal 10/15 hari masturah)
– Menjadi contoh/teladan keluarganya
– Ketaatan kepada Nizamuddin
Teknisnya beberapa orang yang sudah memenuhi kriteria tersebut (tidak terlalu banyak 5-7 orang saja) memilih di antara mereka sendiri berdasarkan suara terbanyak. Afdolnya berlaku untuk saat itu atau paling lama untuk masa 1 minggu saja.
Dalam hal kriteria di atas jika tidak terpenuhi maka boleh dipilih yang lain dengan kriteria di bawahnya tetapi harus yang aktif. Penentuan/pemilihan faisalah ini berlaku juga untuk provinsi, halaqah bahkan sampai mahalah.
e. Mohon ditinjau kembali keputusan Musyawarah Indonesia di Cikampek April 2017 mengenai Markaz Sanana (Maluku Utara)
Jawab :
Akan ditinjau kembali oleh utusan Syuro dari Temboro yang akan hadir ke Sanana untuk mentafakud Markaz-nya.

4. Jamaah Keluar
a. Bagaimana menyikapi jamaah yang datang selain dengan tertib Nizamuddin ? (Maluku, Sumatera Barat)
Jawab :
Kita terima kemudian diberi mudzakarah dan didampingi dengan syarat tidak bicara ikhtilaf dan mentasykil ke ikhtilaf. Tetapi apabila mereka tidak bisa menyanggupi syarat tersebut maka jamaah dipulangkan.

5. Data Amal Dakwah
a. Mohon ada arahan pengisian data terkini berkenaan dengan keadaan sekarang ini ? (Bengkulu, Sumatera Barat)
Jawab :
Diusahakan, bagi teman-teman yang tidak rujuk ke Nizamuddin tetap dihitung sebagai data Ahbab

6. Usulan Markaz Baru (DIY, Jawa Tengah dan Sumatera Selatan)
a. Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Tegal
b. Provinsi DIY
Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Kulonprogo
c. Provinsi Sumatera Selatan
Kabupaten OKU (Batu Raja), Kabupaten Lahat, Kabupaten Muara Enim / Pali / Prabumulih
d. Maluku Utara
Bacan, Buli, Sofifi
Jawab :
Dipersilakan untuk mengisi form usulan markaz baru dan diserahkan ke Markaz Kebon Jeruk untuk ditafakud dan dilanjutkan ke Nizamuddin pada Musyawarah Indonesia di Nizamuddin 8-11 Oktober 2017.

7. Undangan Kepada Syuro Indonesia
a. Provinsi Sumatera Selatan
Jord Markaz Padang tanggal 16 September 2017. InsyaAlloh dipenuhi
Musyawarah Sumatera Barat tanggal 2-3 September 2017. InsyaAlloh dipenuhi
Jord Markaz Sitiung tanggal 21 September 2017. InsyaAlloh dipenuhi

8. Lain-lain
a. Dengan adanya ikhtilaf dakwah di Indonesia agar dibentuk pendamping syuro satu orang setiap provinsi yang siap on call di panggil meningkatkan pengorbanan untuk menyambut takaza mengendalikan Musyawarah Daerah dan Musyawarah Nasional se-Indonesia serta mengendalikan Khidmad maksud Markaz Kebon Jeruk dan Markaz Nizamuddin (Bengkulu).
Jawab :
Diperhatikan dengan tetap mengikuti kaidah dari Masyaikh di Nizamuddin
b. Mohon tambahan Syuro Indonesia (Riau Kepulauan)
Jawab :
InsyaAlloh diperhatikan.

c. Mohon penjelasan tentang Jord Kabupaten/Kota (Maluku Utara)
Jawab :
Sesuai dengan hasil musyawarah di Semarang, setiap Kabupaten/Kota dianjurkan untuk membuat Jord di tingkat Kabupaten/Kota untuk mengeluarkan jamaah sebanyak-banyaknya dan untuk menghadirkan sebanyak-banyaknya ahbab pada Musyawarah Indonesia di Nizamuddin tanggal 8-11 Oktober 2017. Pelaksanaannya dihandel oleh penanggung jawab Kabupaten/Kota yang dibantu oleh penanggung jawab provinsi.

Categories: Hasil Musyawarah | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Keputusan Musyawaran Indonesia


POINT-POINT YG DIPUTUSKAN PARA MASHAIKH DI MASJID AL-MUTTAQIEN ANCOL TGL. 28-30 JULI 2017.

  1. Amalan harian, mingguan, dan bulanan sudah DIIZINKAN utk dilaksanakan di Masjid Al-Muttaqin Ancol, Seperti: Musyawarah Harian, Musyawarah Mingguan (Malam Selasa) dan Program Malam Jumat, begitupun utk pengiriman-pengiriman Jamaah dalam dan luar negeri, Rijal ataupun Masturoh semuanya dikeluarkan dri Masjid Al-Muttaqin, dan untuk penerimaan Jamaah dari Luar Negeri semuanya akan diterima di Masjid Al-Muttaqin.
  2. Khidmat maksud 10 hari perbulan akan ditafakud langsung oleh Syuro Indonesia.
  3. Khidmat keperluan 1 bulan dari propinsi dihantar ke Al-Muttaqin dan pelaksanaannya berdasarkan asas kesederhanaan, dengan jumlah petugas disesuaikan dengan keperluan.
  4. Pengiriman Jamaah ke IPB sementara diarahkan hanya Ke INDIA dan PAKISTAN saja.

CATATAN TAMBAHAN:

  • Pengeluaran Jamaah ke Negeri Jiran, Rijal 40 Hari dan Masturoh 15 Hari diizinkan kembali.
  • Jord-jord profesi digalakkan kembali utk dilaksanakan spt: Jord Pelajar Mahasiswa dan Santri, Pedagang, Petani, Pegawai, dsb.
  • Menghadirkan sebanyak-banyaknya orang baru ke malam sabgozari dgn ditemani dan dibimbing oleh orang lama.

Mohon dapat diteruskan kepada kawan-kawan yang lain.

JazakAllah

Jamaah Tasykil DKI Jakarta

Categories: Hasil Musyawarah | Tag: , , , , | 1 Komentar

Arahan Syuro Indonesia


Arahan Syuro Indonesia berkaitan dengan belum diputuskannya Markaz untuk Ahbab yg merujuk kepada Syuro Alami:

  1. Sampai saat ini Masjid Al-Muttaqin Ancol masih belum diputus oleh Masyaikh IPB utk dijadikan sebagai Markaz Dakwah dan tempat malam Sabgozary. Insya Allah berkaitan dengan keputusan ini akan disampaikan s/d Musyawarah Indonesia di Ancol Tgl. 28-30 July 2017 .

  2. Melanjutkan point ke-1 diatas, sampai dg tgl. 28 July 2017 (menunggu keputusan Masyaikh IPB), di Jakarta belum ada Program Malam Sabgozari, akan tetapi DIBOLEHKAN jika ada yg ingin datang ke Al-Muttaqin Ancol untnk buat amalan malam disana (Baca Quran, Zikir dan Ibadah lainnya). Tidak ada Program Takrir, Bayan Maghrib, Taklim Hayatussahabah dan Bayan Subuh sampai ada keputusan dari Masyaikh IPB.

  3. Syuro Indonesia TIDAK MELARANG dan TIDAK MENGANJURKAN untuk Ahbab yg akan datang ke Masjid Jami Kebon Jeruk, dan apabila dirasa akan timbul hal-hal yang tidak diinginkan, seperti: konflik dengan kawan ahbab yang beda pendapat atau apapun yang membahayakan dirinya dan orang lain, DIANJURKAN untuk buat amalan di maqomi atau di halaqahnya.

Categories: Hasil Musyawarah, musyawarah | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Keputusan Musyawarah Indonesia


Keputusan Musyawarah

Ba’da Dzuhur, 4 Oktober 2011

Araham masyaikh adalah amanah yang mesti kita jalankan. Arahan ini merupakan kelanjutan dari arahan sebelumnya. Jika ada yang sama maka itu merupakan penekanan, jika beda merupakan pergantian, dan jika belum ada sebelumnya merupakan menyempurnaan.

Azas kerja: Praktek dalam dakwah bukan bayan dan mudzakarah.

Tertib mengikuti sunnah Nabi Muhammad saw, yaitu:

  1. Umumiyyat : Jangan berdakwah kepada golongan tertentu saja. Jangan membeda-bedakan orang Islam. Utamakan dakwah kepada orang miskin dan ini merupakan sarana mendekati Allah.
  2. Sabar dan Tahammul : Membalas keburukan dengan kebaikan.
  3. Ijtima’iyyah : Berdakwah dengan kelembutan. Jika ada orang kasar kepada kita maka dimaafkan dan didoakan.

Amal Maqomi

Kepada penanggungjawab agar bertugas untuk memperhatikan amal maqami. Jika ada kekurangan dilengkapi, jika ada kelemahan ditingkatkan. Setiap orang menentukan waktu maqominya dan dipegang erat-erat.

  1. Musyawarah Harian: Tujuannya agar dapat mengeluarkan jemaah cash. Agenda musyawarah harian: Laporan kunjungan, tujuan kunjungan akan datang, petugas taklim, dan takaza-takaza lain. Musyawarah semua jemaah masjid.
  2. Silaturahmi 2.5 jam : Menetapkan waktu kunjungan. Istiqamah. Semua rumah dikunjungi. Semua laki-laki baligh dikunjungi
  3. Jaulah 1 dan 2 : Dibuat dengan penuh kerisauan. Telah ada doa jauh sebelum jaulah. Pengeluaran jemaah setelah jaulah. Rute jaulah 2 ke tempat yang belum masuk atau belum ada amal masjidnya. Lamanya 5 – 6 minggu di satu tempat.
  4. Usaha memakmurkan masjid : Orang dibawa ke masjid dan dakwah disampaikan di masjid. Jika tidak bisa datang ke masjid dakwah diberikan ditempat bertemu. Untuk membuat Dakwah Taklim Istiqbal (DTI) dibutuhkan 8 (delapan) orang Islam yang bersedia walau belum ikut keluar.
  5. Nusrah Jemaah : Jemaah diberi kebebasan waktu hingga kerja dakwah bisa disempurnakan (tidak harus 2 atau 3 hari saja). Jemaah gerak di muhala atau halaqah kita diberi bayan hidayah agar: 1) bekerjasama dengan orang tempatan untuk praktek 2.5 jam dan 5 amal; 2) hendaklah jemaah gerak melibatkan seleuruh orang Islam; 3) jemaah tidak pindah sebelum amal maqami bisa berjalan; 4) ajak karkun tempatan untuk bekerjasama dengan jemaah.
  6. Hadir Malam Markaz : Datang dengan jemaah masjid dengan membawa tasykilan baru dan makanan buat makan bersama. Usahakan ke markaz membawa jemaah cash.
  7. Kerja sama antar daerah : Propinsi yang kuat membantu propinsi yang lemah selama dua tahun. Halaqah yang kuat membantu halaqah yang lemah. Muhallah yang kuat membantu muhallah yang lemah.
  8. Masturoh : 1) Istiqomah taklim rumah dan mudzakarah 6 sifat shahabat dan laki-lakinya hadir dalam taklim tersebut. 2) Setiap tiga bulan keluar masturoh secara istiqomah.
  9. Taklim Rumah : 1) Dibuat mudzakarah 6 sifat. 2) Tasykil masturoh dan Rijal dari setiap rumah. 3) Petugas taklim dimusyawarahkan sebelumnya. 4) Buku Fadha’il A’mal dan Muntakhab dibaca secara bergantian.
  10. Taklim muhallah masturat mingguan : Menghadirkan wanita dari semua kalangan, buku fadhail amal dan muntakhab dibaca bergantian. Syarat taklim masturah muhallah : Ada jemaah masjid, ada beberapa wanita 10/15/40/2 bln yang dapat menghandle. Di rumah orang yang telah keluar dan senang menjadi tuan rumah. Program : Taklim kitabi, Mudzakarah, Bayan, Tasykil (rijal, masturoh, dan hidup taklim rumah). Mudzakaroh 6 sifat oleh wanita yang telah menikah. Bayan diberikan oleh laki-laki yang faham kerja masturah.
  11. Jur Masturah : Program : Taklim, bayan, tasykil, tafaqud, tanggal keberangkatan, jaga nishab, amal rumah, doa. Jumlah 30 – 35 pasang. Dibuat 1 s/d 2 kali dalam satu tahun.
  12. Pengeluaran Jemaah : Rumah yang digunakan adalah rumah orang yang pernah keluar masturah, memenuhi syarat rumah, bukan rumah kosong. Jangan membebani tuan rumah akan perkhidmatan. Jangan memakai handphone.
  13. Usaha pelajar : Hendaknya pelajar dilibatkan dalam usaha maqami.
  14. Usaha Ulama : 1 tahun selanjutnya 4 bulan tiap tahun.
  15. Negeri Jauh : Indonesia hendaknya mengirim jemaah ke Taiwan dan Laos secara berkesinambungan dan tidak terputus. Jemaah rijal boleh 4 bulan atau 40 hari. Jemaah masturah juga boleh.
  16. Buat maktab-maktab Al Quran di setiap masjid muhallah.
  17. Jika ada perbedaan pendapat dalam tertib hendaknya di kembalikan ke penanggung jawab daerah lalu ke syura Indonesia lalu ke Masyaikh di Nizamuddin.
Categories: Hasil Musyawarah, musyawarah | Tag: | 6 Komentar