Malfuudzaat 73

Beliau berkata, “Maksud dan Matluub kerja agama ini ialah Ridha Allah dan pahala di akhirat. Nikmat serta berkah yang dijanjikan di dunia ini seperti ketenangan jiwa, kemuliaan, Istikhlaf atau tamkin (kedudukan tinggi), bukanlah maksud tetapi mau’uud (yang dijanjikan). Apa-apa yang kita buat untuk agama mestilah hanya untuk ridha Allah dan kejayaan di akhirat. Kita juga hendaklah yakin akan apa yang dijanjikan di dunia ini bahkan berdoa untuk perkara itu tetapa ianya jangan dijadikan maksud dari ibadah dan ketaatan kita.”

Contoh perbedaan antara maksud dan mau’uud:

Maksud Nikah adalah mendapatkan isteri dan segala faedahnya tetapi seseorang akan juga akan mendapatkan hadiah berupa uang dan barang-barang yang bukan maksudnya. Benda-benda ini seolah-olah sesuatu yang dijanjikan. Sangat bodoh jika seorang menikah dengan maksud hanya menginginkan hadiah-hadiah. Apabila diketahui maksudnya ini oleh isterinya, apakah ada tempat baginya dalam hati wanita itu?”

Categories: Tertib Dakwah | Tags: , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: