Fitnah atas kitab Fadhilah amal tentang Kasyaf

Disadur dari https://www.facebook.com/groups/Usaha.Atas.Iman/permalink/1053250651368445/

Ada beberapa pertanyaan sehubungan dengan kitab fadhilah amal yang datang ke ane dari sebagian kamum muslimin yang dalam beberapa statementnya memfitnah dan mengobarkan kebencian kepada jamaah dakwah Tabligh. Di antaranya adalah yang tertulis di dalam kitab fahilah amal tentang kisah seorang yang kasyaf, kemudian mengirim amal sholeh kepada ahli kubur. Dalam kisah diceritakan setelah dikirimi amal sholeh pada ahli kubur, maka ahli kubur tersebut dibebaskan dari adzab yang pedih.

Dalam beberapa statement fitnahnya adalah, mereka menuduh bahwa kisah tersebut menggambarkan adanya syirik dan khurafat. Berbagai dalil disemburkan walau sebenarnya tidak mengenai sasaran. Lain yang gatal lain pula yang digaruk. Its no problemo.

Baiklah, melalui tulisan ini ane akan membantu menjawab. Akan tetapi jangan jadikan tulisan ini sebagai alasan dan dalih untuk ganti menyerang dan memaki jamaah dakwah yang lainnya.

Masalah kasyaf yang mereka kategorikan adalah perbuatan syirik karena mengetahui yang ghaib padahal yang mengetahui yang ghaib hanya Allah ta’ala seperti dalil :

قُلْ لا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ الْغَيْبَ إِلا اللَّهُ
“Katakanlah: “Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”.” [An-Naml: 65]

Dan beberapa dalil yang semakna dengan hal tersebut. Tidak perlu ane sampaikan semuanya, karena akan membuat penuh halaman ini. Yang penting kita sudah mengetahui maksudnya saja.

Untuk menjawab hal ini, seharusnya kita sepakati dahulu bahwa semua ulama yang berbicara dan mengakui adanya kasyaf adalah pelaku syirik. Jika telah kita sepakati, maka mari kita mulai kupas tentang kasyaf.

Ibnul Qoyyim Al Jauzi di dalam kitabnya Madarijua Salikin, membahas tentang kasyaf sebagai berikut :

Mukasyafah (kasyaf) yang benar merupakan ilmu yang disusupkan Allah ke dalam hati hamba dan menampakkan kepadanya perkara-perkara yang tidak diketahui orang lain. Namun Allah juga bisa memalingkan dan menahannya karena kelalaian dan membuat tutupan di dalam hatinya.
Tapi tutupan ini amat tipis, yang disebut al-ghain. Yang lebih tebal lagi disebut al-ghaim, dan yang paling tebal adalah ar-ran.
Yang pertama berlaku bagi para nabi, seperti yang disabdakan Nabi Shallallahu Alaihi wa
Sallam, “Sesungguhnya ada tutupan dalam hatiku, dan sesungguhnya aku
memohon ampun kepada Allah lebih dari tujuh puluh kali (dalam sehari).”
Yang kedua berlaku bagi orang-orang Mukmin,
dan yang ketiga
bagi orang-orang yang menderita, seperti firman Allah,

“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka
usahakan itu menutup hati mereka.” (Al-Muthaffifin: 14).

Ibnul Qoyyim Al Jauzi juga membagi kasyaf menjadi 3, yakni :
1. kasyaf rahmani, yang khusus bagi orang-orang yag beriman,

2. kasyaf nafsani, dan

3. kasyaf syaithani, yang dijelaskan dalam pernyataannya, “Adapun kasyaf juz’i yaitu yang dapat dimiliki oleh orang-orang mukmin dan orang-orang kafir, juga oleh orang-orang baik maupun orang-orang jahat, seperti: mengetahui apa yang ada di rumah seseorang, tongkat di tangannya, di bawah pakaiannya, atau jenis kelamin janin yang ada dalam kandungan istrinya. Adapun yang tidak terlihat oleh seorang hamba berupa hal-hal yang sangat jauh, terkadang berasal dari setan atau dari dirinya sendiri. Karena itulah, maka hal itu bisa terjadi pada orang-orang kafir, seperti orang-orang yang melakukan kemaksiatan, penyembah api, dan salib.

Contoh kasyaf rahmani adalah kasyaf dari Abu Bakar r.a., ketika beliau berkata kepada Aisyah r.a. bahwa sesungguhnya istrinya mengandung janin perempuan. Kasyaf Umar r.a. ketika beliau berkata, “Wahai pasukan naiklah ke gunung.”

Kemudian coba kita buka lagi penjelasan Ibnu Taimiyah tentang masalah kasyaf ini. Menurut Syiekh al-Islam Ibn Taimiyyah, terdapat 3 jenis Kasyaf (al-Safadiyyah, ms 187) :-

a. Kasyaf yang berlaku apakah di dalam sadar ataupun didalam mimpi. Ia berlaku apabila jiwa berjauhan sedikit dengan badan, apakah akibat latihan rohani atau sebaliknya, Kasyaf ini dinamakan Kasyaf Psikologi. Ibn Qayyim menyifatkan Kasyaf ini sebagai kasyaf Juz’I, yang boleh dilakukan oleh orang Islam dan bukan islam.

b. Kasyaf yang kedua adalah khabaran yang diterima dari Jin atau Syaitan.

c. Kasyaf yang ketiga merupakan yang dibawa oleh Malaikat. Ini merupakan tahap kasyaf yang tertinggi, Ia juga dikatakan Karaamah. Kasyaf jenis ini dikurniakan kepada hamba-hamba yang Allah kasihi.

Contohnya : Abu Bakr ra. pernah memberihau A’isyah bahawa isterinya mengandung anak perempuan. Begitu juga dengan peristiwa Umar ra. ketika didalam satu khutbah pada hari Jumaat, mengarahkan Saariyah menuju kearah bukit. Maka mereka dapati Saariyah telah pergi kearahbukit walaupun jarak diantara Umar dan Saariyah adalah 1 bulan perjalanan. (Madaarij al-Salikin, 3/227).

Setelah ane jelaskan panjang lebar mengenai Ibnul Qoyyim dan Ibnu Taimiyah yang mana mereka ternyata mengakui tentang adanya kasyaf, apakah para penyerang fadhilah amal juga sepakat bahwa Ibnul Qoyyim dan Ibnu Taimiyah adalah pelaku syirik atau bisa kita sebut mereka adalah orang musyrik karena mengakui adanya kasyaf..?!

Bukankah sudah kita sepakati jika orang yang mengakui adanya kasyaf itu adalah pelaku syirik..?! Hingga saat ini, setiap diskusi masalah ini, tidak pernah ada satupun para musuh fadhilah amal yang berani menjawabnya.

Masalah pengiriman amal shalih kepada ahli kubur dan kemudian mereka diperlihatkan bahwa ahli kubur tersebut bebas dari adzab Allah, itu juga sebenarnya telah diceritakan di dalam kitab lainnya selain fadhilah amal, yakni dalam kitab Ar-Ruh karya Ibnul Qoyyim AL Jauzi :

قال وأخبرني أبو يحيى الناقد قال سمعت الحسن بن الجروى يقول مررت على قبر أخت لي فقرأت عندها تبارك لما يذكر فيها فجاءني رجل فقال إنى رأيت أختك في المنام تقول جزى الله أبا على خيرا فقد انتفعت بما قرأ أخبرني الحسن بن الهيثم قال سمعت أبا بكر بن الأطروش ابن بنت أبي نصر بن التمار يقول كان رجل يجيء إلى قبر أمه يوم الجمعة فيقرأ سورة يس فجاء في بعض أيامه فقرأ سورة يس ثم قال اللهم إن كنت قسمت لهذه السورة ثوابا فاجعله في أهل هذه المقابر فلما كان يوم الجمعة التي تليها جاءت امرأة فقالت أنت فلان ابن فلانة قال نعم قالت إن بنتا لي ماتت فرأيتها في النوم جالسة على شفير قبرها فقلت ما أجلسك ها هنا فقالت إن فلان ابن فلانة جاء إلى قبر أمه فقرأ سورة يس وجعل ثوابها لأهل المقابر فأصابنا من روح ذلك أو غفر لنا أو نحو ذلك

Asy-sya’bi berkata, telah memberitahuku Abu Yahya An-Naqid, katanya aku telah mendengar Al-Hasan bin Al-Haruri berkata : Saya telah mendatangi kubur saudara perempuanku, lalu aku membacakan disitu Surat Tabarak (Al-Mulk), sebagaimana yang dianjurkan. Kemudian datang kepadaku seorang lelaki danmemberitahuku, katanya : Aku mimpikan saudara perempuanmu, dia berkata : Moga-moga Allah memberi balasan kepada Abu Ali (yakni si pembaca tadi) dengan segala yang baik. Sungguh aku mendapat manfaat yang banyak dari bacaannya itu.

Telah memberitahuku Al-Hasan bin Haitsam, katanya aku mendengar Abu Bakar atrusy berkata : Ada seorang lelaki datang ke kubur ibunya pada hari jum’at, kemudian ia membaca surat Yasin disitu. Bercerita Abu Bakar seterusnya : Maka aku pun datang kekubur ibuku dan membaca surah Yasiin, kemudian aku mengangkat tangan : Ya Allah ! Ya Tuhanku ! Kalau memang Engkau memberi pahala lagi bagi orang yang membaca surat ini, maka jadikanlah pahala itu bagi sekalian ahli kubur ini !
Apabila tiba hari jum’at yang berikutnya, dia ditemui seorang wanita. Wanita itu bertanya : Apakah kau fulan anak si fulanah itu ? Jawab Abu Bakar : Ya ! Berkata wanita itu lagi : Puteriku telah meninggal dunia, lalu aku bermimpikan dia datang duduk diatas kuburnya. Maka aku bertanya : Mengapa kau duduk disini ? Jawabnya : Si fulan anak fulanah itu telah datang ke kubur ibunya seraya membacakan Surat Yasin, dan dijadikan pahalanya untuk ahli kuburan sekaliannya. Maka aku pun telah mendapat bahagian daripadanya, dan dosaku pun telah diampunkan karenanya.

Nah, jika para musuh fadhilah amal susah payah dengan gigih dan jahatnya menyerang fadhilah amal karena memuat kisah orang diberitahu oleh Allah bahwa amal sholihnya bisa menyelamatkan penghuni kubur, seharusnya mereka juga menyerang habis-habisan Imam Ibnul Qoyyim Al Jauzi juga karena memuat kisah yang sama.

Dari kisah di atas, akan tampak jelas bahwa para musuh fadhilah amal itu memiliki standar ganda, karena kebencian yang mendalam pada saudara muslimnya. Jika melihat orang di luar jamaahnya seolah-olah semua yang ada pada saudara muslimnya itu dipandang salah dan sesat bagi mereka dengan berbagai macam dalil yang disesuaikan dengan ilmu mereka, tetapi sebaliknya mereka berusaha menutup mata mereka sendiri jika ternyata hal yang sama ditulis oleh ulama yang sudah terlanjur diagungkan oleh mereka.

Memang sulit untuk berbuat adil jika kebencian sudah terlanjur tertanam secara mendalam di dalam hati. Padahal kebalikan dari adil adalah dzalim, dan kedzaliman pada saudara muslimnya adalah sebuah kejahatan. Nasihat ane pada pembenci saudara muslimnya, sungguh sifat jahat saat ini telah bersemayam pada diri antum, apakah kejahatan dan kedengkian serta kedzaliman itu masih ingin antum pelihara..?! Berlakulah bijak, selama nyawa antum masih ada pada raga antum. Sebab jika kejahatan tersebut masih berada pada diri antum, maka semua sudah terlambat. Pahamilah saudaraku..

Artikel ini bukan untuk menyerang salah satu pihak atau jamaah kaum muslimin, tetapi hanya sebagai jawaban atas fitnah yang mereka sebarkan serta semoga bisa menjadi pembuka mata hati saudara-saudara muslim kita yang masih menyimpan kebencian pada jamaah kaum muslimin yang lainnya. Jadi jangan jadikan artikel ini untuk menyerang siapapun. Sehingga penulis tidak mencantumkan nama jamaah apapun di sini.

"‎Menjawab Fitnah atas kitab Fadhilah amal tentang Kasyaf

Atas arahan bhay @[100001345845440:2048:Bayan Aang] dan musyawarah intern dengannya, maka ane diminta untuk menulis tentang menjawab fitnah atas kitab Fadhilah amal ini.

Ada beberapa pertanyaan sehubungan dengan kitab fadhilah amal yang datang ke ane dari sebagian kamum muslimin yang dalam beberapa statementnya memfitnah dan mengobarkan kebencian kepada jamaah dakwah Tabligh. Di antaranya adalah yang tertulis di dalam kitab fahilah amal tentang kisah seorang yang kasyaf, kemudian mengirim amal sholeh kepada ahli kubur. Dalam kisah diceritakan setelah dikirimi amal sholeh pada ahli kubur, maka ahli kubur tersebut dibebaskan dari adzab yang pedih.

Dalam beberapa statement fitnahnya adalah, mereka menuduh bahwa kisah tersebut menggambarkan adanya syirik dan khurafat. Berbagai dalil disemburkan walau sebenarnya tidak mengenai sasaran. Lain yang gatal lain pula yang digaruk. Its no problemo.

Baiklah, melalui tulisan ini ane akan membantu menjawab. Akan tetapi jangan jadikan tulisan ini sebagai alasan dan dalih untuk ganti menyerang dan memaki jamaah dakwah yang lainnya.

Masalah kasyaf yang mereka kategorikan adalah perbuatan syirik karena mengetahui yang ghaib padahal yang mengetahui yang ghaib hanya Allah ta’ala seperti dalil :

قُلْ لا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ الْغَيْبَ إِلا اللَّهُ
“Katakanlah: “Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”.” [An-Naml: 65]

Dan beberapa dalil yang semakna dengan hal tersebut. Tidak perlu ane sampaikan semuanya, karena akan membuat penuh halaman ini. Yang penting kita sudah mengetahui maksudnya saja.

Untuk menjawab hal ini, seharusnya kita sepakati dahulu bahwa semua ulama yang berbicara dan mengakui adanya kasyaf adalah pelaku syirik. Jika telah kita sepakati, maka mari kita mulai kupas tentang kasyaf.

Ibnul Qoyyim Al Jauzi di dalam kitabnya Madarijua Salikin, membahas tentang kasyaf sebagai berikut :

Mukasyafah (kasyaf) yang benar merupakan ilmu yang disusupkan Allah ke dalam hati hamba dan menampakkan kepadanya perkara-perkara yang tidak diketahui orang lain. Namun Allah juga bisa memalingkan dan menahannya karena kelalaian dan membuat tutupan di dalam hatinya.
Tapi tutupan ini amat tipis, yang disebut al-ghain. Yang lebih tebal lagi disebut al-ghaim, dan yang paling tebal adalah ar-ran.
Yang pertama berlaku bagi para nabi, seperti yang disabdakan Nabi Shallallahu Alaihi wa
Sallam, "Sesungguhnya ada tutupan dalam hatiku, dan sesungguhnya aku
memohon ampun kepada Allah lebih dari tujuh puluh kali (dalam sehari)."
Yang kedua berlaku bagi orang-orang Mukmin,
dan yang ketiga
bagi orang-orang yang menderita, seperti firman Allah,

"Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka
usahakan itu menutup hati mereka." (Al-Muthaffifin: 14).

Ibnul Qoyyim Al Jauzi juga membagi kasyaf menjadi 3, yakni :
: kasyaf rahmani, yang khusus bagi orang-orang yag beriman,
kasyaf nafsani, dan kasyaf syaithani, yang dijelaskan dalam pernyataannya, “Adapun kasyaf juz’i yaitu yang dapat dimiliki oleh orang-orang mukmin dan orang-orang kafir, juga oleh orang-orang baik maupun orang-orang jahat, seperti: mengetahui apa yang ada di rumah seseorang, tongkat di tangannya, di bawah pakaiannya, atau jenis kelamin janin yang ada dalam kandungan istrinya. Adapun yang tidak terlihat oleh seorang hamba berupa hal-hal yang sangat jauh, terkadang berasal dari setan atau dari dirinya sendiri. Karena itulah, maka hal itu bisa terjadi pada orang-orang kafir, seperti orang-orang yang melakukan kemaksiatan, penyembah api, dan salib.

Contoh kasyaf rahmani adalah kasyaf dari Abu Bakar r.a., ketika beliau berkata kepada Aisyah r.a. bahwa sesungguhnya istrinya mengandung janin perempuan. Kasyaf Umar r.a. ketika beliau berkata, “Wahai pasukan naiklah ke gunung.”

Kemudian coba kita buka lagi penjelasan Ibnu Taimiyah tentang masalah kasyaf ini. Menurut Syiekh al-Islam Ibn Taimiyyah, terdapat 3 jenis Kasyaf (al-Safadiyyah, ms 187) :-

a. Kasyaf yang berlaku apakah di dalam sadar ataupun didalam mimpi. Ia berlaku apabila jiwa berjauhan sedikit dengan badan, apakah akibat latihan rohani atau sebaliknya, Kasyaf ini dinamakan Kasyaf Psikologi. Ibn Qayyim menyifatkan Kasyaf ini sebagai kasyaf Juz’I, yang boleh dilakukan oleh orang Islam dan bukan islam.

b. Kasyaf yang kedua adalah khabaran yang diterima dari Jin atau Syaitan.

c. Kasyaf yang ketiga merupakan yang dibawa oleh Malaikat. Ini merupakan tahap kasyaf yang tertinggi, Ia juga dikatakan Karaamah. Kasyaf jenis ini dikurniakan kepada hamba-hamba yang Allah kasihi.

Contohnya : Abu Bakr ra. pernah memberihau A’isyah bahawa isterinya mengandung anak perempuan. Begitu juga dengan peristiwa Umar ra. ketika didalam satu khutbah pada hari Jumaat, mengarahkan Saariyah menuju kearah bukit. Maka mereka dapati Saariyah telah pergi kearahbukit walaupun jarak diantara Umar dan Saariyah adalah 1 bulan perjalanan. (Madaarij al-Salikin, 3/227).

Setelah ane jelaskan panjang lebar mengenai Ibnul Qoyyim dan Ibnu Taimiyah yang mana mereka ternyata mengakui tentang adanya kasyaf, apakah para penyerang fadhilah amal juga sepakat bahwa Ibnul Qoyyim dan Ibnu Taimiyah adalah pelaku syirik atau bisa kita sebut mereka adalah orang musyrik karena mengakui adanya kasyaf..?!

Bukankah sudah kita sepakati jika orang yang mengakui adanya kasyaf itu adalah pelaku syirik..?! Hingga saat ini, setiap diskusi masalah ini, tidak pernah ada satupun para musuh fadhilah amal yang berani menjawabnya.

Masalah pengiriman amal shalih kepada ahli kubur dan kemudian mereka diperlihatkan bahwa ahli kubur tersebut bebas dari adzab Allah, itu juga sebenarnya telah diceritakan di dalam kitab lainnya selain fadhilah amal, yakni dalam kitab Ar-Ruh karya Ibnul Qoyyim AL Jauzi :

قال وأخبرني أبو يحيى الناقد قال سمعت الحسن بن الجروى يقول مررت على قبر أخت لي فقرأت عندها تبارك لما يذكر فيها فجاءني رجل فقال إنى رأيت أختك في المنام تقول جزى الله أبا على خيرا فقد انتفعت بما قرأ أخبرني الحسن بن الهيثم قال سمعت أبا بكر بن الأطروش ابن بنت أبي نصر بن التمار يقول كان رجل يجيء إلى قبر أمه يوم الجمعة فيقرأ سورة يس فجاء في بعض أيامه فقرأ سورة يس ثم قال اللهم إن كنت قسمت لهذه السورة ثوابا فاجعله في أهل هذه المقابر فلما كان يوم الجمعة التي تليها جاءت امرأة فقالت أنت فلان ابن فلانة قال نعم قالت إن بنتا لي ماتت فرأيتها في النوم جالسة على شفير قبرها فقلت ما أجلسك ها هنا فقالت إن فلان ابن فلانة جاء إلى قبر أمه فقرأ سورة يس وجعل ثوابها لأهل المقابر فأصابنا من روح ذلك أو غفر لنا أو نحو ذلك

Asy-sya’bi berkata, telah memberitahuku Abu Yahya An-Naqid, katanya aku telah mendengar Al-Hasan bin Al-Haruri berkata : Saya telah mendatangi kubur saudara perempuanku, lalu aku membacakan disitu Surat Tabarak (Al-Mulk), sebagaimana yang dianjurkan. Kemudian datang kepadaku seorang lelaki danmemberitahuku, katanya : Aku mimpikan saudara perempuanmu, dia berkata : Moga-moga Allah memberi balasan kepada Abu Ali (yakni si pembaca tadi) dengan segala yang baik. Sungguh aku mendapat manfaat yang banyak dari bacaannya itu.

Telah memberitahuku Al-Hasan bin Haitsam, katanya aku mendengar Abu Bakar atrusy berkata : Ada seorang lelaki datang ke kubur ibunya pada hari jum’at, kemudian ia membaca surat Yasin disitu. Bercerita Abu Bakar seterusnya : Maka aku pun datang kekubur ibuku dan membaca surah Yasiin, kemudian aku mengangkat tangan : Ya Allah ! Ya Tuhanku ! Kalau memang Engkau memberi pahala lagi bagi orang yang membaca surat ini, maka jadikanlah pahala itu bagi sekalian ahli kubur ini !
Apabila tiba hari jum’at yang berikutnya, dia ditemui seorang wanita. Wanita itu bertanya : Apakah kau fulan anak si fulanah itu ? Jawab Abu Bakar : Ya ! Berkata wanita itu lagi : Puteriku telah meninggal dunia, lalu aku bermimpikan dia datang duduk diatas kuburnya. Maka aku bertanya : Mengapa kau duduk disini ? Jawabnya : Si fulan anak fulanah itu telah datang ke kubur ibunya seraya membacakan Surat Yasin, dan dijadikan pahalanya untuk ahli kuburan sekaliannya. Maka aku pun telah mendapat bahagian daripadanya, dan dosaku pun telah diampunkan karenanya.

Nah, jika para musuh fadhilah amal susah payah dengan gigih dan jahatnya menyerang fadhilah amal karena memuat kisah orang diberitahu oleh Allah bahwa amal sholihnya bisa menyelamatkan penghuni kubur, seharusnya mereka juga menyerang habis-habisan Imam Ibnul Qoyyim Al Jauzi juga karena memuat kisah yang sama.

Dari kisah di atas, akan tampak jelas bahwa para musuh fadhilah amal itu memiliki standar ganda, karena kebencian yang mendalam pada saudara muslimnya. Jika melihat orang di luar jamaahnya seolah-olah semua yang ada pada saudara muslimnya itu dipandang salah dan sesat bagi mereka dengan berbagai macam dalil yang disesuaikan dengan ilmu mereka, tetapi sebaliknya mereka berusaha menutup mata mereka sendiri jika ternyata hal yang sama ditulis oleh ulama yang sudah terlanjur diagungkan oleh mereka.

Memang sulit untuk berbuat adil jika kebencian sudah terlanjur tertanam secara mendalam di dalam hati. Padahal kebalikan dari adil adalah dzalim, dan kedzaliman pada saudara muslimnya adalah sebuah kejahatan. Nasihat ane pada pembenci saudara muslimnya, sungguh sifat jahat saat ini telah bersemayam pada diri antum, apakah kejahatan dan kedengkian serta kedzaliman itu masih ingin antum pelihara..?! Berlakulah bijak, selama nyawa antum masih ada pada raga antum. Sebab jika kejahatan tersebut masih berada pada diri antum, maka semua sudah terlambat. Pahamilah saudaraku..

Artikel ini bukan untuk menyerang salah satu pihak atau jamaah kaum muslimin, tetapi hanya sebagai jawaban atas fitnah yang mereka sebarkan serta semoga bisa menjadi pembuka mata hati saudara-saudara muslim kita yang masih menyimpan kebencian pada jamaah kaum muslimin yang lainnya. Jadi jangan jadikan artikel ini untuk menyerang siapapun. Sehingga penulis tidak mencantumkan nama jamaah apapun di sini.‎"

 

Categories: Fadhilah | Tags: , | 1 Komentar

Navigasi pos

One thought on “Fitnah atas kitab Fadhilah amal tentang Kasyaf

  1. ya semoga yang benar akan selalu berdiri kokoh dikebenaran dan semoga fitnah keji yang lahir ke muka bumi akan sirna

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: