Malfuudzaat 62

Beliau berkata, “Ada dua perkara yang saya risaukan. Dua perkara ini harus diambil berat. Pertama : Kurangnya dzikir di dalam jamaah kita. Hendaklah digesa agar mereka berdzikir. Kedua : Para hartawan hendaklah mengetahui siapakah yang layak menerima zakatnya. Kebanyakan zakat mereka rusak dan tiada berkah karena tidak ditunaikan pada tempatnya. Saya telah menulis nama empat puluh orang, yang dalam diri mereka, tidak ada sifat rakus terhadap harta. Jika harta zakat diberikan kepada mereka, maka tidak akan menimbulkan sifat tamak dan rakus terhadap harta pada diri mereka.

Dan mereka membuat kerja Tabligh dengan hanya bertawakkal seluruhnya kepada Allah. membantu mereka adalah sangat penting. Para hartawan perlulah tafakkud (selidik) orang yang benar-benar memerlukan harta tersebut. Jika harta tersebut diberikan kepada sembarang peminta-minta, bermakna zakat tersebut belum ditunaikan.”

Categories: Tertib Dakwah | Tags: , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: