Malfuudzaat 55

Pada suatu hari saya sibuk berbincang-bincang dengan para tamu yang hadir sehingga saya tidak dapat duduk lama bersama maulana. Maka beliau berkata, “Sabaiknya kamu selalu berada dengan saya.” Jawab saya, “Hari ini banyak tamu. Saya kumpulkan mereka dan berbincang mengenai tabligh supaya mereka tidak banyak duduk di majelis tuan dan tuan tidak perlu banyak bercakap kepada mereka.” Beliau berkata, “Duduklah di sini untuk mendengar ucapan saya dan sampaikan kepada orang lain supaya saya tidak perlu sampaikan kepada mereka. Saya akan berbicara dan kamu sampaikan kepada mereka. Dengan demikian duri derita yang ada dalam hati saya akan keluar. Beberapa orang telah berkata kepada saya, “Kami tidak akan biarkan tuan bercakap!” Akan tetapi selama duri yang ada di dalam hati saya belum keluar maka saya tidak akan diam walaupun saya mati.”

Categories: Tertib Dakwah | Tags: , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: