Malfuudzaat 40

Dalam suatu majelis beliau berkata, “Maksud asal kerja Tabligh kami ialah memalingkan keyakinan manusia dari thaqut dan kembali kepada Allah. Perkara ini tidak dapat dicapai kecuali dengan pengorbanan. Dalam agama ada pengorbanan diri dan pengorbanan harta. Pengorbanan diri adalah keluar meninggalkan kampung halaman karena Allah untuk menyebarkan kalimah Allah dan agama. Pengorbanan harta ialah menanggung sendiri perbelanjaan sewaktu keluar di jalan Allah. Jika diri sendiri ada halangan untuk keluar maka beri semangat dan galakan kepada orang lain agar keluar bertabligh. Dikatakan bahwa, Addaalu ‘alal khairi kafaa’ilihi Orang yang menunkukkan kepada kebaikan akan mendapat pahala seperti orang yang membuat kebaikan itu.

Sebanyak mana kita usaha agar orang lain keluar bertabligh maka sebanyak itu kita akan mendapat pahalanya. Apabila kita membantu dengan harta maka kita akan mendapat pula pahala pengorbanan harta. Kemudian kita anggaplah orang yang keluar itu telah berbuat kebaikan kepada kita karena ia telah membantu melaksanakan kewajiban kita yang terhalang. Begitulah agama, orang yang tertinggal dan uzur, menganggap orang yang berjuang itu telah berbuat kebaikan kepadanya.”

Categories: Tertib Dakwah | Tags: | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: