Malfuudzaat 36

Saat terakhir saya berada di sana pada pertengahan bulan Juni, Maulana Ilyas rah telah mengucapkan sebuah syair,

“Hidupku akan sebentar lagi berakhir, kasih! Marilah kita hidup bersama untuk beberapa hari. Jika kamu dating setelah daku meninggal, kamu akan gagal dan menyesal.”

Saya sangat terkesan mendengar ucapannya sehingga berlinangan air mata tanpa disadari. Kemudian beliau berkata, “Apakah kamu ingat janjimu?” Saya pernah berjanji untuk melapangkan masa dalam tabligh. Saya menjawab, “Ya saya masih ingat, tetapi sekarang cuaca di Delhi sangat panas. Di bulan Ramadhan ada tartil. Saya akan beri masa selepas Ramadhan.” Beliau menjawab, “Kamu sebut mengenai Ramadhan sedangkan bulan Sya’ban pun saya belum tentu ada harapan.”

(Sepuluh hari sebelum bulan Sya’ban, pada waktu subuh 21 Rajab 1363H/1944M. Beliau kembali kepada Khaliqnya)

Saya berkaya, “Baiklah sekarang juga saya memberi masa untuk Tabligh. Janganlah Maulana susah hati”. Mendengar jawaban saya, berseri-seri wajah beliau lalu memeluk leher saya, mencium kening saya dan memeluk saya dengan dadanya sambil berdoa untuk saya. Kemudian beliau berkata, “Kamu telah mendekati saya. Banyak ulama yang ingin memahami maksud saya tetapi dari jauh.” Kemudian beliau menyebut nama seorang ulama besar dan berkata, “Beliau selalu ikuti kerja dakwah ini. Tetapi jika kamu bertanya, maka saya akan menjawab: Dia belum faham apa yang saya inginkan karena dia menghubungi saya melalui wakil. Bagaimana saya boleh memahamkannya jika wakil itu pun tidak faham. Oleh karena itu saya ingin kamu ikut bersama saya beberapa hari supaya kamu dapat memahami keinginan dan maksud saya. Ia tidak dapat difahami dari jauh. Saya tahu kamu telah ambil bagian dalam dakwah ini memberi taqrir di majelis-majelis dan pendengar mendapat banyak faedah darinya, tetapi bukan dakwah seperti itu yang saya kehendaki.”

Categories: Tertib Dakwah | Tags: | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: