Malfuudzat 28

Beliau berkata, “Satu pemahaman yang salah ialah kita menyangka berhasil apabila ada orang yang mengikuti dakwah kita. Dan apabila tidak ada orang ikut maka kita menganggap usaha kita gagal. Pendapat ini salah sama sekali. Orang ikut atau tidak, itu adalah amalan mereka sendiri. Bagaimana kita boleh merasa berhasil atau gagal atau amalan orang lain? Keberhasilan kita ialah apabila kita dapat buat kerja dakwah ini dengan sempurna.

Apabila orang lain tidak mau mengikuti kita, maka itu adalah kerugian bagi dirinya sendiri. Mengapa kita merasa gagal sebab mereka tidak ikut? Manusia lupa bahwa memaksa orang lain bukanlah kerja dan tanggung jawab kita (ia adalah hak Allah). Tugas kita hanya menyampai dengan cara yang baik. Para Nabi pun tidak diberi tugas untuk memaksa orang lain.

Ya, periksalah sebabnya mengapa orang tidak mau ikut. Mungkin karena kelemahan kita atau kita tidak menunaikan hak usaha ini dengan sempurna maka Allah mendzahirkan akibatnya. Setelah itu, berazam untuk memperbaiki mutu kerja dan berdoa kepada Allah memohon taufiq agar dapat membuat usaha dengan sungguh-sungguh.

Categories: Tertib Dakwah | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: