Malfuudzaat 34

Dalam suatu majelis beliau berkata, “Berapa banyak pun amal baik yang kita perbuat dengan taufik dari Allah, kita hendaklah akhiri setiap amal itu dengan istighfar. Maksudnya pada penutup setiap amal, sebaiknya di akhiri dengan istighfar sebagai ungkapan masih terdapatnya kekurangan atau kesalahan dalam melaksanakan amalan itu. Segala kesalahan dan kekurangan tersebut selayaknya diikuti dengan istighfar.

Rasulullah saw pun senantiasa beristighfar setelah mengerjakan shalat.. Maka kerja tabligh juga hendaklah diakhiri dengan istighfar karena kita sebagai hamba tentunya tidak dapat menunaikan hak-hak kerja Allah ini dengan sempurna. Dan karena kesibukan dengan kerja ini tentunya banyak hak kerja lain yang tidak dapat kita tunaikan. Maka untuk menggantikan semua kekurangan itu, hendaklah diakhiri dengan istighfar setelah melakukan amalan baik.”

Categories: Tertib Dakwah | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: