Malfuudzaat 29

Beliau berkata, “Karkun lama pergi kemana pun harus berusaha menziarahi alim ulama yang hak dan orang-orang shalih untuk mendapat manfaat rohani bukannya langsung memberi dakwah kepada mereka. Mereka memang telah sibuk dalam urusan agama dan sudah tentu lebih faham dan berpengalaman tentang agama. Kamu tidak akan dapat memahamkan mereka bahwa usaha ini lebih penting dan lebih berfaidah dari usaha lain. Mungkin mereka tidak akan setuju atau tidak akan menerima perkataan anda. Dan apabila mereka telah berkata ‘TIDAK’ maka akan sangat sulit untuk diubah menjadi ‘YA’.

Kemungkinan juga, orang awam yang mengikutinya, tidak akan mau mendengar dakwah kita. Dan kesannya mungkin akan menimbulkan syak pada diri anda. Maka niat menziarahi alim ulama hanya untuk mengambil faidah rohani saja. Walau bagaimanapun, berusahalah di sekitar tempat ulama tersebut dengan menjaga tertib dan usul dakwah. Kesan baik usaha ini diharap akan sampai kepada mereka dan menjadi tarikan untuk mereka menerima kerja ini. Kemudian setelah mereka menyukai anda dan kerja ini, maka mintalah mereka mengawasi kerja ini. Kemudian dengan adab dan sopan santun berilah penerangan mengenai kerja ini.”

Categories: Tertib Dakwah | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: