Malfuudzaat 27

Pada suatu jamaah beliau berkata, “Semasa memberi dakwah dan bertabligh, hati kita mestilah tawajjuh hanya kepada Allah bukan kepada orang yang sedang kita temui. Waktu itu, hati kita hendaklah merasa bahwa kita bukannya menjalankan kerja pribadi malah sedang keluar untuk menjalankan perintah Allah. Hati orang yang kita temui juga berada dalam Qudrat Allah. Dengan pikiran seperti ini, Insya Allah, tidak akan timbul perasaan marah dan putus asa apabila terjadi salah paham.”

Categories: Tertib Dakwah | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: