Malfuudzaat 25

Dalam perhimpunan beliau berkata, “Orang-orang lama hendaklah ungat bahwa apabila dakwahnya tidak diterima atau ia dimaki atau difitnah maka jangan berputus asa atau merasa kecewa. Itulah sunnah dan pusaka istimewa para Nabi, khususnya Rasulullah saw. Tidak semua orang berpeluang dihina di jalan Allah. Sebaliknya apabila diberi sambutan dan dimuliakan, bayannya didengar dengan penuh minat, maka hendaklah dipahami bahwa itu adalah semata-mata karunia Allah dan janganlah meringankan hal ini. Khidmat serta taklim kepada orang yang ada thalab (gairah) hendaklah disyukuri secara terbaik karena ihsan Allah walaupun mereka itu dari golongan yang paling rendah. Inilah ajaran yang terdapat dalam ayat Abasa (80) : 1-2.

Ya! Kita hendaklah senantiasa merasa takut akan tipu daya nafsu kita. Nafsu membisikan bahwa penerimaan mereka itu karena kehebatan kita, sehingga kita terperangkap ke dalam fitnah yang sangat besar, berlagak guru tasawuf palsu. Maka lebih berhati-hatilah dari fitnah ini.”

Categories: Tertib Dakwah | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: