Malfuudzaat 22

Beliau berkata dalam suatu perhimpunan, “Hari ini manusia telah menjadikan perhambaan kepada Allah lebih rendah dari perhambaan mereka kepada pekerjaan dan manusia. Umumnya tujuan hidup mereka adalah perhambaan kepada pekerjaan dan manusia, hingga makan dan minum pun hanya apa-apa yang mereka sempat. Tetapi kepada Allah, mereka tidak buat seperti ini. Setelah selesai pekerjaan dan perkara kesukaannya barulah ia meluangkan waktu untuk Allah seperti shalat atau sedekah dan menganggap sudah cukup menunaikan kehendak Allah.

Hak perhambaan kepada Allah sebenarnya ialah apabila usaha agama dijadikan maksud hidup kita. Makan minum dan pekerjaan adalah keperluan untuk menyempurnakan tujuan atau maksud hidup. Sedikit masa terpaksa untuknya. Bukanlah semua manusia harus tinggalkan pekerjaan mereka tetapi dalam semua pekerjaan mereka harus pentingkan perhambaan diri kepada Allah, khidmat dan nusrah usaha agama. Makan dan minum sekedar keperluan saja sebagaimana seorang hamba pentingkan kerja tuannya bukan makan minumnya.

Categories: Tertib Dakwah | Tags: | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: