Malfuudzat 11

Beliau berkata, “Orang yang dianggap pembantu pemerintah pada hakikatnya bukanlah pembantu. Sebenarnya mereka cuma membantu untuk memenuhi hajat keperluannya sendiri. Karena hajat mereka dicapai dari pemerintah maka mereka menjadi pembantu pemerintah. Tetapi jika esok hajat mereka dicapai dari musuh pemerintah maka mereka akan jadi pembantu kepada musuh pemerintah.

Oleh karena itu hakikatnya mereka yang berhajat itu tidak akan membantu walaupun ayahnya, jika tidak tercapai hajatnya. Cara ishlah mereka ini bukanlah dengan mencaci dan menentang pemerintah. Penyakit mereka yang sebenarnya adalah mementingkan diri sendiri. Selagi penyakit ini ada pada diri mereka walaupun mereka berhenti membantu pemerintah mereka akan menumpu kepada pihak lain yang bisa memenuhi hajatnya.

Usaha yang sepatutnya dibuat adalah menggantikan sifat mementingkan diri sendiri kepada sifat mementingkan hak Allah dan perintahNya. Tiada cara lain untuk menyembuhkan penyakit mereka.

Categories: Tertib Dakwah | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: