Malfuudzat 5

Beliau berkata, “Ada ahli agama dan ulama yang salah memahami ISTIGHNA (tidak berhajat kepada yang lain selain keredhaan Allah). Mereka menyangka bahwa maksud istighna adalah tidak bertemu dan bergaul dengan orang-orang kaya dan hartawan. Padahal maksud istighna adalah kita pergi jumpai mereka dengan perasaan tidak berhajat kepada harta dan pangkat tapi semata-mata untuk ishlah diri mereka. Bertemu dengan maksud agama dan menyampaikan perkara agama, tidak menyalahi maksud istighna bahkan ini sangat penting. Yang perlu dijaga sewaktu kita bertemu dengan mereka adalah hati kita jangan terkesan serta tidak berhajat kepada dunia dan pangkat mereka.

Categories: Tertib Dakwah | Tags: | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: