Melepas Kedok Jemaah Tabligh, bagian 2

SEKITAR MARKAZ NIZAMUDDIN

Nizamuddin merupakan Basti atau kampung di kota New Delhi. Sebagaimana Nabi-Nabi diutus seluruhnya di Ummul Qurro’ atau ibu kota, begitu pulalah Jemaah Tabligh membuat kerja dan mengendalikan gerakan diseluruh dunia dari Ibu Kota Negara India yang mayoritas beragama Hindu.

Bahkan mereka dihadirkan di tengah-tengah gencarnya kebencian kaum Hindu dan Sikh di India. Tak jarang kekerasan fisik dilakukan oleh orang Hindu terhadap umat Islam lebih-lebih tatkala perpecahan India dan Pakistan. Jutaan umat Islam mati dibunuh di India. Tetapi terlihat banyak pertolongan Allah kepada Jemaah yang mubarok ini.

Mereka tetap eksis, di tengah gejolak negeri India dan hingar bingar kota New Delhi. Pada saat terjadi peperangan antara Pakistan dan India, Syaikh M Ilyas Rah A. tetap perintah jemaahnya tetap hidupkan amalan masjid, tak terkesan dengan peperangan tetapi kesan kepada amalan agama.

Markaz mereka terdiri dari 5 lantai, bangunannya tak besar. Di dalam bangunan masjid terlihat garis hijau terang pada plafon untuk menunjukkan bahwa bangunan asli Nizamuddin di zaman Syaikh Ilyas sangat kecil, lainnya merupakan perluasan masjid mengingat tak muat lagi menampung jemaah yang datang dari seluruh dunia.

Karena pelebaran itulah maka makam Syaikh Ilyas yang berada di belakang masjid akhirnya menempel dengan tembok masjid yang merupakan pembatas antara kuburan dengan masjid. Jika kita tidak bertanya dimana makam itu, maka kita tak akan tahu karena makam itu tak dapat dilihat langsung dari lantai dasar Karena tebalnya dinding pembatas dan tak adanya jendela antara kubur dengan masjid. Kita baru bisa lihat kalau kita naik ke atas lantai.

Di depan masjid ada lokasi kuburan orang tempatan, antara mihrab dengan lokasi kuburan dibatasi oleh jalan setapak sehingga tanah kuburan dengan masjid tidak bersatu. Karena padatnya kota New Delhi di depan pintu markaz ada pasar tradisional yang umumnya berdagang adalah orang India yang belum ambil kerja dakwah, terlihat dari kumis-kumis mereka yang tebal dan banyak yang cukur jenggot mereka.

Ruang bawah adalah dapur, tempat makan jemaah tempatan yang berasal dari India dan tempat wudhu dan sebagian tempat sholat bagi tempatan. Lantai dua merupakan ruang sholat dimana imam sholat berada di sana. Sholat lima waktu di Imami oleh Maulana Saad Al Kandahlawi, seorang yang faqih dalam ilmu agama. Lantai dua juga merupakan tempat makan foreign jemaat yang dari berbagai Negara, di sana mereka makan bersama para masayikh mereka di antaranya Maulana Zubair, Maulana Mustaqim, Maulana Daud, dan Maulana Yaqub.

Para tamu dari luar negeri beristirahat di lantai 3 terkadang jika penuh di lantai yang lebih atas lagi. Lantai 5 digunakan untuk menjemur pakaian. Tak ada tulisan apapun di dalam masjid kecuali penuntun arah seperti Istiqbal (tempat menerima tamu). Tulisan Tasykil untuk menunjukkan tempat mencatat nama ketika hendak keluar di jalan Allah. Tulisan Foreign untuk menunjukkan tamu, dsb yang semua petunjuk itu sebagai penunjuk arah bagi tamu yang baru pertama kali datang ke sana.

Tidak ada tulisan seperti yang dituduhkan oleh para PENDUSTA bahwa di markaz Nizamuddin ada tulisan sandi di pintu mereka berlambang surat Al Falaq, An Naas dan berbagai angka sandi. Masjid mereka bersih dari tulisan kaligrafi apapun. Di depan tembok masjid tertulis Banglawali Masjid yakni nama masjid yang menjadi markaz.

Jika kita bertanya tentang Masjid Nizamuddin maka orang akan mengantar kita ke masjid Nizamuddin yang merupakan makam Nuzamuddin Aulia seorang wali tanah Hindustan dimana orang di sekitar sana memuja-muja kuburan wali-wali dan beribadat kepada mereka. Letak masjid itu hanya beberapa ratus meter dari Markaz Tabligh yakni Banglawali Masjid.

Disinilah letak kekeliruan para pengeritik di mana mereka melihat Nizamuddin Masjid tempat pemujaan kubur. Penulis sendiri ketika berkunjung ke sana dan di bandara ditawarkan oleh pengemudi Reksa (bajaj) dengan teriakan Nizamuddin….Nizamuddin…Nizamuddin, maka ketika naik penulis dibawa ke Masjid Nizamuddin Aulia tempat pemuja kubur. Pakaian mereka dan jenggot serta atribut sama dengan jemaah tabligh. Sehingga banyak orang menyangka bahwa jemaah tabligh penyembah kubur, sehingga ucapan ini perlu TABAYYUN datang ke sana membuktikan langsung. Itulah sebabnya setiap jemaah diseru untuk pergi ke sana untuk menjawab sendiri tuduhan FITNAH yang menyebar.

Makanya tak ada jemaah tabligh yang goyang keyakinannya setelah ke sana walaupun di internet, buku-buku, majalah-majalah, yang mengkritik mereka habis-habisan tetapi keyakinan para tablighi tak goyah karena mereka telah melihat langsung KEBOHONGAN para PENDUSTA yang mengkritik mereka.

MARKAZ REIWIND

Reiwind ada di wilayah Lahore. Dari kota Lahore dengan bis kita akan sampai dalam waktu setengah jam ke sana. Markaz mampu menampung 20.000 jemaah setiap hari. Tampak setiap orang di dalamnya sibuk dengan amal. Tak ada perkara dunia yang dibicarakan.

Musyawarah agama dilakukan tiap hari sekitar 2 jam pada jam 8 atau jam 9 pagi. Sepuluh ribu orang dihantar keluar di jalan Allah setiap harinya baik dalam maupun ke luar negeri. Dalam pada itu juga 10.000 orang setiap hari masuk selesai bergerak keluar di jalan Allah. Suasana seperti shahabat Nabi dalam mempersiapkan Jihad akan tampak di sana.

Setiap subuh Masyaikh mereka yakni Syaikh Abdul Wahhab memberi ceramah pentingnya Usaha Atas Agama. Jam 10 diberikan bayan Nasihat bagi yang mau keluar di jalan Allah yang dinamakan Bayan Hidayah. Ada sepuluh halaqoh di dalam markaz setiap hari dan program markaz baru berakhir setelah jam 12 malam di musim panas dengan pembacaan kitab Hayatusshahabah.

Ada 6 amalan ijtimaiyyat dalam markaz, yakni :

1.      Musyawarah Harian

2.      Bayan Hidayah

3.      Taklim Ba’da Dzuhur

4.      Bayan Ba’da Ashar

5.      Kargozary (laporan perjalanan) selama keluar di jalan Allah

6.      Taklim Akhir

Para ulama di sana menekankan selalu hadir dalam majlis ijtimaiyyat amal, bahkan Syaikh Ihsan dalam ceramahnya selalu mengatakan : “Siapa yang tidak hadir dalam 6 amalan ijtimaiyyat markaz maka sebenarnya pada hakekatnya tak pernah datang ke Reiwind.

Jika memperhatikan markaz mereka di Reiwind kita akan tercengang dibuatnya, bagaimana tidak? Para tamu yang berjumlah lebih dari sepuluh ribu orang setiap hari dijamu makan gratis dengan lauk pauk daging setiap hari 3 kali ditambah minum susu / cae (teh susu) atau yogurt setiap pagi dan sore. Belum lagi listrik mereka begitu banyak penggunaannya, untuk air mandi, cuci, dan minum. Air kran di sana terasa hangat di musim dingin dan terasa dingin di musim panas.

Ahli dunia akan berfikir bagaimana cara manajemennya? Padahal Reiwind bukanlah pabrik yang punya produksi yang bisa dijual untuk membiayai operasional. Di sana hanya kita temui orang yang sibuk fikirkan agama, suara dakwah antar mereka terdengar seperti lebah, orang bicara kebesaran Allah, saling senyum, salam, dan ikrom terlihat di sana.

Mungkin tak ada satu Negara yang sanggup buat seperti mereka dalam melayani tamu.

MARKAZ KEBON JERUK INDONESIA

Di Jalan Hayam Wuruk 83 di kelilingi oleh kesibukan kantor, toko, bahkan ada yang buka 24 jam. Maka di Masjid Kebon Jeruk hidup amalan masjid 24 jam. Kalau kita datang jam berapa saja maka istiqbal siap layani kita.

Masjid ini merupakan masjid tua yang dibangun oleh seorang Muslim Cina yang makamnya berada di samping kiri masjid jika kita masuk dari pintu belakang dan sebelah kanan masjid jika masuk dari pintu depan.

Makam ini tadinya ada di luar masjid tetapi karena kebutuhan jemaah yang sudah tidak ketampung lagi maka dilebarkan ke belakang. Sekarang makam itu dibatasi dinding antara masjid jadi seolah berada di luar masjid. Jika orang baru datang ke sana maka tak akan tahu kalau itu adalah makam.

Tak ada orang yang khusus ke sana untuk menziarahi makam itu, bahkan dilarang, karena makam dan masjid merupakan cagar budaya yang jadi asset pemerintah ibu kota. Bahkan banyak orang tabligh yang berasal dari daerah tak tahu kalau itu kuburan.

Bersambung….

Categories: Jemaah Tabligh | Tags: , , | 13 Komentar

Navigasi pos

13 thoughts on “Melepas Kedok Jemaah Tabligh, bagian 2

  1. Aspahani

    Saya sangat setuju, untuk dapatkan hakekat iman, harus ada korban dan mujahadah. tanpa keduanya nonsen

  2. mortiis06

    doakan saya supaya Allah pilih ke Markaz Nizammuddin… Raiwind dan Kakrail sudah sampai… Doakan juga supaya Allah pilih 4 bulan tiap2 tahun..

  3. Mudah-mudahan Allah menerima pengorbanan dan dakwahku dan kita semua, hingga menjadi asbab hidayah seluruh alam. Amiin.

  4. Nurdin Baskoro

    Kami mengutuk tindakan anarkis dan pemukulan dan pengeroyokan oleh anggota-anggota JT terhadap pengurus mesjid Al Muhajirin (Kemanggisan, Jakarta) pada Selasa, 8 Februari 2011 silam. Mesjid Al Muhajirin adalah salah satu mesjid yang dikelola oleh Muhammadiyah. Pengurus-pengurus yang dikeroyok dan diinjak2 oleh anggota-anggota JT ini adalah pengurus-pengurus yang sudah sepuh. Hal ini dipicu karena anggota-anggota JT yang semula “menumpang” ingin menguasai mesjid tanpa mengindahkan anjuran dari pengurus mesjid.

    • Anonim

      asslamualaikum saudara nurdin apakah omongan sau dara benar atau saudara hanya memfitnah aja klo itu benar mohondi mengerti yg jt bukan dr ustd sj tapi ada org yg selama ini dlm hdp gk pernah ingat ALLAH SWT ada dr gembong rampok dsb skrg dia igin perbaiki diri d mesjit tp dilarang untuk iktikaf d masjid wajar aja dia hajar kemana lg dia pergi mohon d mengerti ya pak…bantulah ia mencari apa yg hrs dia tau ttg agama ALLAH semoga hidayah ALLAH turunkan d DKI

    • Anonim

      Assalam mualaikum bpk nurdin segala sesuatu terjadi pasti ada sebab y coba anda tya dlu sma pengurus masjid y apa yg mereka lakukan smpai trjadi hal seperti itu ga ada kalau jt itu mau nguasai masjit itu fitnah yg keji pak

    • habibi

      Saya baru keluar 3 hari, Alhamdulillah sekarang saya bisa menahan diri untuk tidak nempeleng orang, padahal dulu sbelum keluar 3 hari, kalau ada masalah ada aja anak buah yang saya tempeleng.. Alhamdulillah sekarang saya lebih mengutamakan istighfar.. doakan saya niat 4 bln insyAllah

  5. Do’ain ana agar tetap dalam usaha yang mulia ini. Do’akan kami hlaqoh yang ada di flores timur NTT.
    Izin copas akhi, Insya Alloh ana sertakan sumbernya.
    Syukron infonya, Jazakumulloh khoiron katsir.

  6. saudara nurdin: saya minta ma’af atas kejadian rekan-rekan dari JT yang telah mengeroyok pengurus Masjid, saya sendiri tidak mengetahui permasalahan yang sebenarnya, jika ucapan saudara itu betul sekali lagi saya minta ma’af, hanya Alloh yang mengetahuinya.

  7. Jema,ah sekalian jngan dngar kan apa kta org…tanam kan dalam diri kita…jadi kan dakwah maksud hidup,hidup dalam dakwah mati pun dalam dakwah…niat kan dakwah pergi seluruh alam….! Siang dakwah malam,malam menangis…do,a kan saya ya..,…

  8. Anonim

    subahanallah . Sesewatu yg tak bs d pungkiri . Sy niat k india~pakistan~banglades …

  9. MUHAMMAD NUUR KHOLIEZ MASJID IBNU SUKRON

    SubhanaAllah maha suci Allah yg tlah membimbing ku dlam usaha da’wah ni, ana sngat lah bersyukur.
    Alhamdulillah sgla puji bagi Allah yg membrikan hidayh pda diri ana, yg mna ana dlu org yg ‘alim tpi bahil dlam ilmu, Allah knal kan ana dlam usha da’wah ini bsa mengamalkn agma scra sempurna 24 jam dan bsa mngamal kan ilmu yg ana sdah ktahui.
    Allahuakbar maha besar Allah dengan usha da’wah ini hidayah trsebar dmana-mana, gereja2 asbab hidayah mnjdi msjid, dulu seorng preman dpat hidayah mnjdi pekerja da’wah yg sukses fiddini waddunya wal akhiroh, dan lain sbgainya. Do’akn ana agar bsa tetep istiqomah dlam usaha Rosullulloh SAW yaitu DA’WAH amiiiin yarobbal ‘alamin…

  10. Subhanallah sy tersentuh sekali mengetahui di daerah nizamuddin india begitu hdp amalan agama pdhl diindia sendiri mayoritas hindu,sy salut mdh2an allah slalu mencurahkan hidayahnya keseluruh alam.,,dan mdh2an allah slalu menjaga iman kt agar bs kluar dijalan allah lbh lama dan lebih jauh lg.amin..jazakillah atas infonya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: