Nasihat

Pesan Hadraji Maulana Muhammad In’amul Hasan Rah. A :
1. Sibukkan dirimu dalam usaha agama; jika tidak kamu pun akan sibuk tapi bukan dalam agama.
2. Gunakan waktumu untuk agama; jika tidak waktu pun akan habis tapi bukan untuk agama.
3. Gunakan hartamu untuk agama; jika tidak harta pun akan habis tapi bukan utnuk agama.
4. Mati lah kamu dalam agama; jika tidak kamu pun akan mati tapi bukan untuk agama.

Nasehat dari Maulana Muhammad Umar Palapuri Rah. A :
Selalulah berusaha untuk menjaga agar hati tetap bersih dalam melihat keadaan umat Islam. Tanpa kebersihan hati akan timbul perasaan benci di dalam hati sehingga akan menghalangi proses Ishlah diri. Hadapilah orang-orang yang berbuat maksiat dan dzalim dengan lemah lembut dan kasih sayang.

Nasehat Maulana Said Ahmad Khan :
Dalam mejalankan usaha dakwah jangan merendahkan siapa saja, meskipun orang tersebut buta huruf atau miskin. Jangan mengutamakan orang kaya atas orang miskin. Bahkan hendaknya lebih bergairah dan bergembira ketika menghadapi orang miskin.

Nasehat Maulana Muhammad Ilyas Rah. A :
Cara menyelesaikan berbagai masalah, baik masalah pribadi, masalah umat, maupun masalah politik adalah dengan Dakwah dan Usaha Agama, berdasarkan satu fikir. Cara-cara yang ditempuh di luar usaha agama nampaknya saja dapat memberikan hasil dan keuntungan dengan segera, sekalipun hanya dengan pengorbanan yang sedikit. Dalam pada itu, usaha agama menghendaki pengorbanan yang besar sedangkan keuntungannya tidak segera dapat dilihat. Itulah sebabnya mengapa orang-orang menjauh dari usaha agama. Demikian pula orang-orang yang terlalu tergesa-gesa dalam menarik kesimpulan ketika melihat orang-orang yang “tidak produktif” seperti kita atau ketika melihat asas usaha dakwah kita. Namun ternyata mereka tidak mampu melihat hakikatnya, yakni tidak mampu memahami hakikat syariah.

Nasehat Maulana Abdul Wahhab (Bay Wahhab) :

Sesungguhnya kitabukanlah orang Pakistan, India, Indonesia, Amerika, atau orang dunia, tapi kita adalah orang akhiratyang sedang berada di dunia. Bapak kita Nabi Adam a.s. adalah berasal dari surga, maka kampung kita yang sesungguhnya ada di surga. Oleh karena itu, setiap diri kita harus kembali ke surga.

Buat website atau blog gratis di WordPress,com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 60 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: