<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dakwah Ila Allah</title>
	<atom:link href="http://imanyakin.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://imanyakin.wordpress.com</link>
	<description>Satu Usaha yang Paling Mulia yang Ada di Muka Bumi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Jan 2012 04:04:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='imanyakin.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dakwah Ila Allah</title>
		<link>http://imanyakin.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://imanyakin.wordpress.com/osd.xml" title="Dakwah Ila Allah" />
	<atom:link rel='hub' href='http://imanyakin.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Catatan-Catatan Pendek Di Banglawali Masjid 2</title>
		<link>http://imanyakin.wordpress.com/2012/01/28/catatan-catatan-pendek-di-banglawali-masjid-2/</link>
		<comments>http://imanyakin.wordpress.com/2012/01/28/catatan-catatan-pendek-di-banglawali-masjid-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 02:13:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Alkayyis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Markaz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imanyakin.wordpress.com/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[Materi Dakwah : TAUHID, RISALAH, AKHIRAT. Tanda dakwah diterima: Sedih jika akan pulang ke rumah, buat amal maqami dan intiqali. Semua shahabat adalah Mukminun, Mujahidun, Muhajirun. Baca Al Quran sebagai KalamuLLAH dan Perintah ALLAH. Baca Al Quran sebelum fajar shidiq sangat banyak manfaat rohani. Tinggalkan RIBA. Pelakunya akan perang melawan ALLAH. Nasihat adalah adanya perasaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imanyakin.wordpress.com&amp;blog=2610407&amp;post=251&amp;subd=imanyakin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li>Materi Dakwah : TAUHID, RISALAH, AKHIRAT.</li>
<li>Tanda dakwah diterima: Sedih jika akan pulang ke rumah, buat amal maqami dan intiqali.</li>
<li>Semua shahabat adalah Mukminun, Mujahidun, Muhajirun.</li>
<li>Baca Al Quran sebagai KalamuLLAH dan Perintah ALLAH.</li>
<li>Baca Al Quran sebelum fajar shidiq sangat banyak manfaat rohani.</li>
<li>Tinggalkan RIBA. Pelakunya akan perang melawan ALLAH.</li>
<li>Nasihat adalah adanya perasaan ingin memberikan kebaikan kepada orang lain.</li>
<li>Doa Syaikh Maulana Ilyas: a) Orang yang berangkat di Jalan ALLAH dimudahkan walau tanpa asbab; b) Orang yang menginginkan dunia dari dakwah SINGKIRKAN; dan 3) Segala kesusahan yang ditimpakan ALLAH kepada shahabat jangan ditimpakan paa umat akhir zaman.</li>
<li>Menghilangkan kegelapan bukan dengan tongkat tapi dengan menyalakan cahaya.</li>
<li>Dosa meninggalkan dakwah lebih berat dari ZINA.</li>
<li>Apabila suami-istri jimak dan ditaqdirkan menjadi janin dan lahir menjadi bayi namun setelah jimak mereka tidak shalat subuh, maka anak tersebut tidak akan menjadi manusia yang bertaqwa.</li>
<li>ALLAH akan memberangkatkan para dai untuk berhaji sebelum wafatnya.</li>
</ol>
<br />Filed under: <a href='http://imanyakin.wordpress.com/category/lain-lain/'>Lain-lain</a> Tagged: <a href='http://imanyakin.wordpress.com/tag/dakwah/'>Dakwah</a>, <a href='http://imanyakin.wordpress.com/tag/markaz/'>Markaz</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imanyakin.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imanyakin.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imanyakin.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imanyakin.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imanyakin.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imanyakin.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imanyakin.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imanyakin.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imanyakin.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imanyakin.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imanyakin.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imanyakin.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imanyakin.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imanyakin.wordpress.com/251/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imanyakin.wordpress.com&amp;blog=2610407&amp;post=251&amp;subd=imanyakin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imanyakin.wordpress.com/2012/01/28/catatan-catatan-pendek-di-banglawali-masjid-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5fb2535e7d875839d6968487223525d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Alkayyis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catatan-Catatan Pendek Di Banglawali Masjid</title>
		<link>http://imanyakin.wordpress.com/2012/01/28/catatan-catatan-pendek-di-banglawali-masjid/</link>
		<comments>http://imanyakin.wordpress.com/2012/01/28/catatan-catatan-pendek-di-banglawali-masjid/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 01:49:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Alkayyis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Markaz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imanyakin.wordpress.com/?p=248</guid>
		<description><![CDATA[Oktober – November 2011 Kalau seseorang belajar di Peseantren Ilmu, setelah menguasai ia akan cuti. Sedangkan seseorang yang belajar dakwah ia belajar tentang Pesantren Cinta Ilahi, setelah menguasai ia tidak dapat istirahat lagi. Beralih ke ‘ASBAB’ tetapi berdoa kepada ALLAH. Bagaikan orang yang menghendaki kebaikan dengan keburukan. Hendaknya kita beralih ke ‘AMAL’ baru berdoa kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imanyakin.wordpress.com&amp;blog=2610407&amp;post=248&amp;subd=imanyakin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oktober – November 2011</p>
<ol>
<li>Kalau seseorang belajar di Peseantren Ilmu, setelah menguasai ia akan cuti. Sedangkan seseorang yang belajar dakwah ia belajar tentang Pesantren Cinta Ilahi, setelah menguasai ia tidak dapat istirahat lagi.</li>
<li>Beralih ke ‘ASBAB’ tetapi berdoa kepada ALLAH. Bagaikan orang yang menghendaki kebaikan dengan keburukan. Hendaknya kita beralih ke ‘AMAL’ baru berdoa kepada ALLAH. Sebagaimana kisah tiga pemuda yang terperangkap di dalam goa.</li>
<li>Buat MARKAZ bukan karena adanya bangunan yang layak tapi harus ada orang yang layak yang sudah habis-habian waktunya untuk dakwah. Baru MARKAZ bisa dibuat.</li>
<li>Matahari bergerak belum tentu mengeluarkan CAHAYA. Tapi seorang dai bergerak untuk dakwah PASTI mendatangkan HIDAYAH.</li>
<li>Syaithan itu PINTAR tapi LEMAH. Hawa Nafsi itu BODOH tapi KUAT. Kalau mereka bekerja sama maka akan mendatangkan kekuatan.</li>
<li>Husnul Khatimah bukan dilihat dari Husnul ‘Amal tapi Husnul Niat.</li>
<li>Orang yang berusaha memperbaiki umat dengan cara-cara yang bukan cara shahabat maka ia bagaikan menegakan Al Haq dengan Kebatilan.</li>
<li>Ashabiyyah adalah Kesyirikan.</li>
<li>Karomah diberikan kepada aulia karena keberkahan amal infiradi mereka. Nusrah diberikan kepada dai karena keberkahan amal dakwah.</li>
<li>Masalah umat selesai hanya dengan Nusrah bukan Karomah.</li>
<li>Kesyirikan masuk karena lemahnya Iman.</li>
<li>Mukhlisin merasa malu jika amalnya diketahui orang.</li>
<li>Dengan Dakwah dan ‘Amal maka system alam akan ditundukan.</li>
<li>Doa tanpa dakwah maka doanya tidak akan diterima walaupun minta doa kepada aulia.</li>
<li>Dai itu SELECTION bukan ELECTION.</li>
</ol>
<br />Filed under: <a href='http://imanyakin.wordpress.com/category/lain-lain/'>Lain-lain</a> Tagged: <a href='http://imanyakin.wordpress.com/tag/dakwah/'>Dakwah</a>, <a href='http://imanyakin.wordpress.com/tag/markaz/'>Markaz</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imanyakin.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imanyakin.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imanyakin.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imanyakin.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imanyakin.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imanyakin.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imanyakin.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imanyakin.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imanyakin.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imanyakin.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imanyakin.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imanyakin.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imanyakin.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imanyakin.wordpress.com/248/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imanyakin.wordpress.com&amp;blog=2610407&amp;post=248&amp;subd=imanyakin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imanyakin.wordpress.com/2012/01/28/catatan-catatan-pendek-di-banglawali-masjid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5fb2535e7d875839d6968487223525d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Alkayyis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bayan Mufti Lutfi Yusuf Pada Musyawarah Indonesia</title>
		<link>http://imanyakin.wordpress.com/2011/07/22/bayan-mufti-lutfi-yusuf-pada-musyawarah-indonesia/</link>
		<comments>http://imanyakin.wordpress.com/2011/07/22/bayan-mufti-lutfi-yusuf-pada-musyawarah-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jul 2011 08:05:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Alkayyis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bayan]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Nushrah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imanyakin.wordpress.com/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[- Bantu Agama Allah Atau Bantu Muslim - Ada dua kiat menghadirkan Nusrotullah karena tidak ada satupun yang bisa kita selesaikan tanpa pertolongan Allah SWT. Bahkan Nabi SAW menganjurkan kepada kita untuk memperbanyak dzikir bacaan “La Haula Wala Quwwata Illa Billah” (tidak ada kekuatan selain kekuatan Allah). Ini maksudnya apa ? Maksudnya adalah tidak ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imanyakin.wordpress.com&amp;blog=2610407&amp;post=245&amp;subd=imanyakin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>- Bantu Agama Allah Atau Bantu Muslim -</p>
<p>Ada dua kiat menghadirkan Nusrotullah karena tidak ada satupun yang bisa kita selesaikan tanpa pertolongan Allah SWT. Bahkan Nabi SAW menganjurkan kepada kita untuk memperbanyak dzikir bacaan “La Haula Wala Quwwata Illa Billah” (tidak ada kekuatan selain kekuatan Allah). Ini maksudnya apa ? Maksudnya adalah tidak ada satu kekuatan kita untuk melakukan ketaatan ataupun menghindari kemaksiatan selain dari pertolongan Allah. Begitupula kita sebagai hamba yang sangat berhajat kepada pertolongan Allah diwajibkan atas kita membaca doa sebanyak 17 kali dalam satu hari “Iyyakana Budu wa Iyyaka nashta’in” (Kepadamulah aku menyembah dan memohon pertolongan).</p>
<p>Allah menjanjikan kepada siapa Nusrotullah / pertolongan Allah akan diberi :</p>
<p>1. Firman Allah SWT :<em> Intansurrulloha yansurkum</em> :</p>
<p>“Barangsiapa membantu agama Allah pasti Allah akan membantu kalian”</p>
<p>2. Sabda Nabi SAW : <em>Wallahu fi ainil abdi makana abduhu fi aunil akhi</em> :</p>
<p>“Allah akan membantu seorang hamba selama hambanya membantu saudaranya tersebut.”</p>
<p><span id="more-245"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ada 2 kerja yang bisa mendatangkan pertolongan Allah tersebut :</p>
<p>1. Membantu Agama Allah</p>
<p>2. Membantu Saudara Kita</p>
<p>Waktu Ijtima di Pakistan, datanglah seorang pemain kricket yang terkenal diantara negara-negara commonwealth (jajahan ingris), namanya Imron. Pemain kaya karena hasil olah raganya. Imran ini pergi menghadap Maulana Saad, sampai akhirnya ditasykil oleh Maulana Saad untuk pergi di jalan Allah. Namun si pemain cricket ini mengatakan bahwa dia tidak punya waktu dikarenakan kesibukannya. Sebaliknya dia mengatakan bahwa walaupun dia tidak mempunyai waktu tapi dia sudah banyak menyisihkan hartanya di sedekahkan untuk pembangunan mesjid, madrasah, dan panti asuhan yatim piatu, dsb. Jadi dia merasa harta yang dia dapatkan sudah dia sisihkan untuk kebaikan umat islam. Lalu apa jawaban dari Maulana Saad :</p>
<p>“Wahai Imron kamu sudah berbuat membantu umat Islam tapi kamu belum membantu agama islam.”</p>
<p>Ini beda antara membantu umat Islam dan membantu agama Islam, contohnya :</p>
<p>1.    Panti Asuhan Yatim Piatu ini dibangun untuk memelihara ummat islam</p>
<p>2.    Mesjid dibuat bagus2, pasang kipas, kasih karpet ini agar umat islam nyaman ibadahnya. Padahal Masjid Nabi SAW sendiri cuman terbuat dari pelepah kurma dan pasir tidak ada kipas dan karpet. Sebenarnya tanpa mesjidpun kita bisa sholat. Di Sudan mesjid cuman dipatok dengan batu. Untuk apa ada mesjid ini untuk Ummat islam.</p>
<p>3. Madrasah dibangun agar bisa memberi kenyamanan bagi ummat islam untuk belajar.<br />
Dijaman Nabi SAW mereka belajar dibawah-bahan pohon tidak ada madrasah di jaman Nabi SAW.</p>
<p>Inilah yang menjadi pertanyaan bagi Maulana Saad :</p>
<p>“Kamu memang sudah membantu umat Islam namun apa yang sudah kamu kerjakan untuk agama Islam ?”</p>
<p>Mendapatkan pertanyaan seperti ini si Imron ini terkejut, karena baru kali ini ada ulama yang bertanya seperti itu. Sekarang banyak orang yang sudah merasa membantu agama Islam padahal belum, ini dikarenakan yang mereka lakukan adalah untuk membantu umat Islam, bukan agama Islam. Kita tidak boleh menafikan apa yang orang sudah lakukan untuk umat Islam, karena semuanya juga berpahala jika dilakukan. Dari membangun masjid, madrasah, panti asuhan, semuanya ini akan mendatangkan pahala.</p>
<p>Namun janji Allah adalah “Barangsiapa membantu agama Allah maka Allah akan bantu dia” Janji Allah yang pertama ini adalah bagi yang membantu agama Allah baru Allah akan bantu kita. Bagaimana membantu agama Allah ini adalah dengan dakwah yaitu berangkat 3 hari, 40 hari, dan 4 bulan fissabillillah, dengan harta dan diri sendiri.</p>
<p>Kita berkumpul disini dari seluruh propinsi untuk memikirkan kepentingan dakwah atau agama. Kita berkumpul disini tidak untuk bermusyawarah memikirkan bagaimana membangun masjid, ataupun membangun madrasah, ataupun membangun panti asuhan, ataupun kita angkat senjata untuk membantu teman kita berperang di sana, tidak ini bukan tujuan kita bermusyawarah di sini. Itu nanti musyawarah lain. Tapi yang kita pikirkan disini adalah membantu agama Allah yaitu bagaimana agama wujud, agama dapat tersebar, dan rombongan-rombongan dakwah dapat diberangkatkan.</p>
<p>Untuk memahami ini jangankan kita diantara para sahabatpun juga terjadi perbedaan yang cukup menyolok untuk memahami perkara ini. Terjadi perbedaan yang keras antara satu orang sahabat melawan argument seluruh sahabat. Apalagi kita-kita ini yang berusaha untuk memahami. Menjelang Nabi SAW meninggal dunia satu hari sebelumnya Nabi SAW memberikan bayan hidayah kepada rombongan Usamah bin Zaid RA untuk menghadapi tentara Romawi yang akan menyerang kota Madinah. Berangkat petang itu juga, sebelumnya berkemah di tempat namanya al jurk. Namun keesokan harinya Nabi SAW wafat. Atas permintaan Ummu Aiman, ibu daripada Usamah, maka rombongan di tarik balik untuk menghadiri pemakaman Nabi SAW. Setelah Khalifah baru diangkat 3 hari setelah Nabi SAW meninggal, terdengar kabar bahwa :</p>
<p>1. Pasukan Romawi di perbatasan sudah siap untuk menyerang</p>
<p>2. Nabi Palsu dengan bala tentaranya 40.000 orang juga akan menyerang Madinah.</p>
<p>3. Orang Munafiq mulai menentang kebijakan2 yang ada</p>
<p>4. Orang yahudi mulai menghasut di dalam kota Madinah</p>
<p>5. Munculnya banyak orang murtad sebanyak 100.000 orang (padahal ulama2 besar dan sahabat2 masih ada)</p>
<p>6. Orang tidak mau membayar zakat</p>
<p>Apa keputusan Abu Bakar RA sebagai khalifah baru yaitu :</p>
<p>1. Rombongan Usamah RA segera diberangkatkan untuk menghadapi Romawi<br />
2. Menyiapkan Rombongan Khalid bin walid dan Wahsyi untuk menghadapi Nabi palsu.<br />
3. Memerintahkan Umar RA membawa rombongan bergerak sekeliling Madinah<br />
Sehingga yang tertinggal hanya Abu Bakar RA sendiri di Madinah tanpa penjagaan. Para sahabat bingung, karena kok aneh betul ini caranya. Pemikiran para sahabat RA, kalau Madinah kosong, nanti bisa dibunuh istri2 Nabi SAW, bayi-bayi juga juga bisa dibunuh, serigala-serigala yang biasa datang di malam hari bisa memakan mayat-mayat mereka nanti. Maka mereka semua tidak paham perintah amirul mukminin, di otak mereka kita harus mempertahankan Madinah bukan membahayakannya. Tapi apa kata Abu Bakar RA, “Tidak, saya tidak akan merubah daripada perintah Rasullullah SAW, Usamah tetap harus berangkat.” Inilah perbedaan yang terjadi diantara sahabat RA. Mayoritas sahabat RA ini yakin dengan hidupnya umat islam ini yaitu umatnya dijaga, istri2 Nabi SAW dijaga, bayi2 penerus generasi dijaga, maka Islam akan mudah dikembangkan dan Islam pasti akan terpelihara.<br />
Tapi Abu Bakar RA justru pemikirannya berbeda. Abu Bakar RA berkeyakinan jika Islam ini di jaga maka umat Islam akan terjaga, tetapi para Sahabat RA berpikir jika umat islam dijaga maka islam akan terpelihara.</p>
<p>Note dari Penulis :</p>
<p>Ketika itu yang orang-orang fikirkan adalah keselamatan orang-orang islamnya, padahal yang harus dirisaukan adalah bagaimana menyelamatkan agamanya terlebih dahulu. Begitupula yang dilakukan Nabi SAW ketika perang Badr, bahkan sampai Nabi SAW berdoa untuk kemenangan karena jika umat islam hancur di peperangan Badr ini maka habislah islam dari muka bumi. Inilah yang difikirkan Abu Bakar RA yaitu mengirimkan seluruh rombongan untuk menyelamatkan islam. Inilah perbedaan fikir yang mencolok antara satu orang sahabat ini melawan fikir sahabat-sahabat yang lain. Disini ada perbedaan pendapat diantara sahabat yang dapat menjadi pelajaran bagi kita semuanya.</p>
<p>Abu Bakar RA menyelesaikan masalah dengan menggunakan 2 prinsip :</p>
<p>1. Prinsip Taqwa :</p>
<p>“Saya tidak rela agama berkurang di jaman kekhalifahan saya ini walaupun itu hanya seutas tali yang mengikat di leher hewan qurban.”</p>
<p>Takwa ini maksudnya adalah Sempurna Amal. Jadi atas dasar prinsip ini, Abu Bakar RA tidak rela dijamannya agama ini berkurang sedikitpun walaupun itu hanya seutas tali yang mengikat leher hewan korban. Fikirnya Abu Bakar RA ini adalah bagaimana agama dapat sempurna diamalkan oleh umat islam ketika itu. Inilah prinsip yang digunakan untuk menghadapi orang-orang islam yang tidak mau membayar zakat. Jadi mereka diancam akan diberantas jika mereka tidak mau membayar zakat.</p>
<p>2. Prinsip Tawakkal :</p>
<p>“Keluarkan semua laki-laki untuk pergi di jalan Allah. Nanti biar Allah yang menjaga Ummul mukminin, keluarga nabi,bayi-bayi, dan wanita-wanita di madinah.”</p>
<p>Abu Bakar RA lebih rela melihat keluarga Nabi dalam bahaya, dibanding harus melihat agama dalam bahaya. Jadi bagi Abu Bakar RA, derajat Agama ini lebih utama dibanding keluarga Nabi SAW dan ummat islam itu sendiri. Ini sama dengan percakapan Nabi SAW dengan jibril. Ketika itu Jibril AS bertanya kepada Nabi Saw,”wahai Muhammad lebih mulia mana aku atau dirimu ?” Nabi Muhammad Saw menjawab, “Lebih mulia aku karena engkau diutus untuk aku.” Benar kata jibril, lalu jibril bertanya lagi, “Lebih mulia mana engkau atau agama islam ?”, Nabi Saw menjawab, “Lebih mulia islam, karena aku ditus untuk islam.” Agama lebih penting untuk diselamatkan dibandingkan ummat itu sendiri. Abu Bakar RA, mengirimkan semua laki-laki keluar dijalan Allah dan berserah diri kepada Allah atas keadaan di Madinah inilah Tawakkalnya Abu Bakar RA. Prinsip ini yang digunakan untuk menghadapi orang murtad, nabi palsu, dan musuh islam yang mau menyerang madinah dari luar.</p>
<p>Bahkan Umar RA yang terkenal pemberani karena perbedaan pendapat ini, dimarahi oleh Abu Bakar RA. “Wahai Umar RA, kenapa kamu menjadi seorang pemberani seperti ketika masih kafir dan sekarang setelah dalam islam kamu menjadi seperti seorang pengecut.” Maka digebuk umar oleh Abu Bakar RA. Jika Umar RA seorang pemberani berpikir seperti seorang pengecut bagaimana jadinya dengan yang lain, akan makin banyak pengecut2 yang lain.</p>
<p>Note Mubayin :</p>
<p>Percuma jadi karkun, sebelum jadi karkun kelihatan berani, tapi setelah jadi karkun lebih banyak pembenarannya : “Kita harus hikmah” katanya. Ini pengecut namanya.</p>
<p>Marah ketika itu Abu Bakar RA melihat Umar “Apa kamu ini umar pemberani dijaman Jahiliah tetapi pengecut dijaman Islam”. Jika Umar seperti ini bagaimana sahabat2 RA yang lain menyikapinya. Abu Bakar RA tidak ingin Umar RA menjadi seorang pengecut. Digampar ketika itu Umar RA oleh Abu Bakar RA. Namun karena tempelengan Abu Bakar RA ini berdasarkan Taqwa, tiba-tiba terhenyak Umar RA seperti orang baru terjaga dari mimpi. Umar RA dari tempelengan tersebut seakan-akan melihat cahaya, Umar tersentak dan berkata,“benar engkau wahai Abu Bakar”, langsung pergi dia dengan rombongannya.</p>
<p>Ketika Islam dijaga, maka pertolongan Allah akan datang :</p>
<p>1.    Pasukan Romawi mengundurkan diri</p>
<p>2.    Nabi Palsu bisa dibunuh oleh wahsyi ( dengan lembing yg sama membunuh paman Nabi SAW) ketika itu Wahsyi sujud syukur karena bisa membayar dosa dengan lembing yang sama.</p>
<p>3.    Begitulah Wahsyi dengan kebanggaan dapat membayar dengan lembing yang sama membunuh orang yang paling Nabi SAW cintai yaitu Hamzah RA, dia juga membunuh orang yang dibenci Nabi SAW yaitu Nabi Palsu, Usamah Al Kahzab laknatullah alaih. Maka kita juga harus seperti itu, dulu sebelum jadi karkun suka main judi dan mabuk-mabukan, maka setelah jadi karkun kita datang ke tempat yang sama ajak teman-teman yang dulu kepada Allah. Kita harus berani dan dan bangga seperti wahsyi menebus kesalahannya yang dulu. Jangan seperti orang yang dulu berani sebelum ikut dakwah, kelahi dimana-mana buat kebathilan, sekarang setelah jadi karkun malah loyo alasannya “Hikmah”. Ini percuma jadi karkun.</p>
<p>Jadi ketika Pasukan Usamah berangkat untuk menghadang, rombongan Khalid dan Wahsyi juga berangkat, lalu rombongan Umar RA keliling Madinah, apa yang terjadi ? pasukan Romawi ketakutan, mereka berpikir andaikata sedemikian banyak rombongan yang diberangkatkan berarti yang didalam kota madinah lebih banyak lagi. Akhirnya pasukan Romawi tidak berani menyerang Madinah.</p>
<p>Catatan Penulis :</p>
<p>Disinilah terdapat 2 perbedaan pemikiran dan menyangkut kepada masalah keimanan. Dimana Abu Bakar RA yakin jika semua pergi di jalan Allah, maka nanti Allah akan selesaikan semua masalah : orang murtad, nabi palsu, yang tidak mau bayar zakat, dan pasukan romawi yang sudah siap menyerang. Hanya dalam waktu tempo 3 hari saja setelah semua pergi di jalan Allah akhirnya masalah terselesaikan : Madinah tetap aman, 100.000 orang murtad masuk islam lagi, orang membayar zakat lagi, Nabi palsu dapat ditumpas, dan Pasukan Romawi mundur. Jadi risaunya Abu Bakar RA ini adalah Islamnya atau Agamanya dulu, bukan orang-orang Islamnya. Hari ini ada pemikiran seperti yang terjadi ketika sahabat berbeda pendapat dahulu. Sekarang kebanyakan kita ini risaunya adalah orang-orang islamnya, seperti orang islam ada yang dibunuh, diperkosa, diperangi, hak-haknya dirampas, kekurangan makan, miskin keadaannya, pengungsi-pengungsi, ini boleh saja. Tetapi seharusnya yang lebih penting lagi adalah risau atas islamnya. Akibat islamnya tidak dijaga, sehingga Allah tidak menjaga ummat islam. Ini karena islam itu sendiri sudah diacuhkan oleh orang islam. Kita lihat hari ini orang islam kebanyakan tidak sholat, mesjid kosong. Sholat berjamaah di masjid sudah tidak diacuhkan oleh umat saati ini. Lalu sunnah-sunnah Rasullullah SAW sudah ditinggalkan oleh orang islam, bahkan dianggap aneh bagi yang mengamalkannya. Kehidupan orang islam sudah seperti kehidupan orang yahudi dan nasrani, tidak ada bedanya dengan cara-cara atau kehidupan orang kafir, sulit dibedakan mana yang beriman dan mana yang kafir. Semua kehidupan sunnah Nabi SAW sudah ditinggalkan oleh ummat islam itu sendiri. Tetapi begitu terjadi musibah, semua orang berpikir sama, “Apa dosa saya ? Kenapa ini bisa terjadi, musibah seperti ini ? Kenapa Allah tidak tolong kita ?”. Ummat islam diusir, dibunuh, dijajah, diperkosa hak-haknya, tetapi fikirnya hanya diri mereka sendiri saja (“Apa dosa saya ?”). Padahal jemaah-jemaah dakwah sudah datang mengajak kepada sunnah, kembali kepada amal Nabi SAW, amalkan islam, taat pada perintah Allah.</p>
<p>Walaupun perkara-perkara ini sudah didengar berkali-kali, tetapi tetap saja sama tidak ada peningkatan amal. Ditaskil, diminta untuk keluar di jalan Allah tidak mau, maka itulah akibatnya, musibah banyak datang. Tetapi fikirnya “Apa dosa saya ?”. Islamnya sudah kita tinggalin, kita acuhkan, tetapi ketika musibah tiba-tiba datang tidak terpikir amal-amal kita yang buruk, bahkan bertanya, “Kenapa Allah tinggalkan kita ? kenapa Allah tidak tolong kita?”<br />
Inilah perbedaan antara pergerakan kita dengan pergerakan-pergerakan lainnya. Gerak kita ini adalah gerakan untuk membantu agama Allah. Sedangkan organisasi-organisasi dunia ini kita tidak boleh menafikan perjuangan mereka. Mereka juga bergerak memberikan manfaat untuk membantu umat Islam, sedangkan kita bergerak untuk membantu agama Islam. Kita harus yakin ketika islam kita bantu untuk ditegakkan maka umat islam akan dijaga oleh Allah Swt.</p>
<p>Inilah maksud kedatangan kita kemari dari seluruh propinsi yaitu kita bermusyawarah bagaimana membantu agama Allah :</p>
<p>1. Kita duduk disini untuk berfikir bersama-sama bagaimana mengeluarkan rombongan sebanyak-banyaknya untuk membantu agama Allah. Kita dengar kargozary, kita bentangkan takazanya, lalu kita siapkan diri kita untuk ambil bagian. Pertolongan Allah akan datang kepada saya ketika saya bantu agama Allah, maka saya keluar berangkat.</p>
<p>2. Kita berfikir dan bermusyawarah bagaimana kita membantu saudara kita. Apa yang kita bantu ? keperluan dan kebutuhannya itu baik, tapi yang penting bagaimana kita bisa bantu dia mendekatkan diri kepada Allah. Syekh Abdul Wahab, Masyeikh Pakistan, katakan :</p>
<p>3. ”Orang yang cinta kepada Allah tapi dia tidak mau membantu saudaranya untuk cinta kepada Allah, dan mengusahakan agar bagaimana Allah cinta pada saudaranya tersebut, maka Allah tidak akan cinta kepada dia. Walaupun orang ini adalah seorang ahli dzikir dan ahli ibadah”</p>
<p>Contoh :<br />
Untuk itu kita bantu saudara kita dari daerah-daerah lain. Alhamdullillah saat ini makasar sedang mengalami peningkatan dan kemajuan dalam amalan Dakwah. Justru kalau kawan2 di makasar hanya berpikir untuk daerahnya saja maka Allah tidak akan bantu. Di Manado begitu juga sedang mengalami kemajuan, kalo hanya memikirkan daerah saja tidak mau memikirkan daerah lain, maka pertolongan Allah tidak akan datang ke Menado. Justru Allah akan bantu suatu propinsi jika propinsi itu membantu daripada kerja agama di propinsi yang lain. Allah akan bantu saya kalau saya bantu saudara saya, maka saya akan bantu saudara saya. Begitu juga mengenai musholla saya. Saya ingin mushola saya makmur, maka kita harus bantu mushola2 disekitar tempat saya. Ketika kita dan orang2 maqomi ditempat kita memikirkan bagaimana memakmurkan mushola2 disekitar maqomi kita untuk hidup 5 amalan dan keluar 3 hari ataupun 40 hari, maka Allah akan bantu memakmurkan musholla kita. Begitu juga dengan negara kita, kalu kita ingin maqomi di Indonesia ini maju maka kita harus memikirkan dan mengirimkan rombongan ke negara lain, maka nanti Allah akan bantu maqomi di negara Indonesia ini.</p>
<p>Allah berjanji dalam Al Quran :</p>
<p>“Wahai Muhammad Allah tidak akan menyiksa mereka (penduduk kota mekkah) selama engkau masih disana. Ataupun Allah tidak akan menyiksa mereka selama mereka beristighfar.”<br />
1. Tidak akan disiksa selama masih ada Nabi SAW diantara mereka penduduk tempatan</p>
<p>2. Tidak akan disiksa selama masih ada istighfar</p>
<p>Jadi Allah tidak akan mengirimkan bala, musibah, bencana kepada suatu kaum selama masih ada Rasul ditengah-tengah mereka, atau mereka mau mengucapkan istighfar. Kekuatan yang bisa mengantisapasi bala dan musibah jika ada orang2 tertentu yang mumpunyai kedekatan khusus dengan Allah SWT. Cukup dengan doa mereka bisa mendatangkan hujan, menghancurkan suatu wilayah, dan lain-lain. Namun ini hanya orang-rang tertentu saja, pribadi-pribadi perorangan, seperti para Anbiya AS dan para Waliullah, sedikit sekali. Namun secara umum untuk ummat Allah berikan kekuatan kerja yaitu istighfar, inipun juga mampu menahan Bala atau Musibah yang akan turun. Istigfar umat ini, tobat yang utama, di dalam Al Quran dijelaskan adalah tobat ketika meninggalkan kerja dakwah.<br />
Beberapa orang datang ke Syaikh Maulana Ilyas Rah.A, mereka berkata kepada Maulana Ilyas, “Syaikh antum ini wali.” Ini asbab hebatnya kerja dan gerak beliau dalam Dakwah. Namun apa kata Maulana Ilyas Rah.A, “Bukan, saya ini bukan wali, tetapi yang wali itu adalah kerja dakwah ini.” Jadi Maulana Ilyas tidak ingin membawa umat ini kepada pengkultusan, tetapi lebih ingin mengarahkan umat ini kepada kerja dakwah. Kita tidak menafikan adanya orang-orang tertentu yang mempunyai level kedekatan dengan Allah seperti para Aulia, tetapi ini sedikit sekali, tidak semua orang bisa mencapai level ketaatan seperti itu. Itulah namanya orang-orang pilihan Allah. Namun untuk yang secara umum agar umat ini dapat menjadi dekat dengan Allah, maka Allah berikan ummat ini kerja dakwah yang bisa membuat ummat ini diwalikan semua oleh Allah Swt. Di dalam tarekat-tarekat, mereka mempunyai mursyid yang mempunyai kelebihan-kelebihan tersendiri dalam doa. Namun dalam kerja dakwah ini tidak ada yang seperti itu, yang paling utama dalam kerja dakwah ini adalah kerja itu sendiri.</p>
<p>Satu rombongan didalamnya ada ulama, hafidz quran, yang didalamnya ada mantan perampok, pemabok, dan penjudi. Ketika keluar semuanya pakai sorban dan gamis. Ketika sampai di Madura, semuanya dipeluk orang, diciumin tangannya. Si ulama ketika makan dapat ayam panggang, maka si preman yang satu rombongan tadi dapat juga. Kenapa mereka sama-sama dimuliakan padahal yang satu ulama dan yang satu lagi preman ? Ini asbab kerja dakwah, di dalam kerja ini mereka di muliakan. Bukan karena pribadi-pribadi mereka, kalau karena pribadi na’udzubillah pribadi si preman. Tetapi asba kerja dakwah inilah ada preman dimuliakan. Sebaliknya jika datang masyeikh kita, misalnya maulana Saad, ke jakarta untuk urusan dunia, bisnis misalnya, beli batu bara. Kira-kira apakah mereka akan mendapat perlakuan yang sama ? tidak mungkin. Jadi dalam kerja ini bukan pribadinya yang dimuliakan oleh Allah Swt, tetapi kerjanya dalam dakwah. Kalau kita letakkan diri kita ini dalam kerja dakwah, maka kita akan di muliakan oleh Allah Swt. Namun jika kita lepas dari kerja ini maka tidak ada kemuliaan.</p>
<p>Meiji Mehrob, masyeikh pakistan, almarhum, pernah berkata kepada orang-orang ketika di jalan Allah, “Kalian tau di Nizzammuddin itu ada seorang wali, kalian datang kesana dan minta doa kepada dia.” Ini karena di daerah tersebut pengkultusan terhadap seorang wali untuk minta air agar di doakan dan diberi kesembuhan dan keberkahan suatu hal yang biasa. Singkat cerita puluhan orang tertaskyl untuk datang ke markaz nizzammuddin bertemu syekh Ilyas. Sampai di Nizammuddin, melihat orang-orang datang, yang dipikir syekh Ilyas untuk berangkat fissabillillah. Ternyata setelah ditafakkud oleh syekh Ilyas, para taskilan meiji mehrob ini hanya terseyum dan tertawa kecil saja, karena tujuan mereka datang untuk minta doa saja kepada syekh Ilyas. Mendengar hal ini seperti Maulana Ilyas marah lalu memanggil Meiji Mehrob. Syekh Ilyas berkata kepada Meiji Mehrob, “Kamu ini telah merusak kerja dakwah pada hari ini, kamu telah mengarahkan mahluk kepada mahluk.” Jadi arahkan orang-orang ini kepada kerja bukan kepada pribadi-pribadi. Contoh : “Mari pak kita ke Banjarmasin, disana ada ust. Luthfi, itu pembesar dakwah.” Atau “Mari pak kita ke temboro, disana ada Kyai Udzairon, itu pembesar dakwah”. Ini yang mentaskyl orang dengan cara seperti ini adalah pengrusak-pengrusak dakwah.</p>
<p>Kita tidak mentaskyl orang kepada pribadi tetapi pada kerja, apalagi jadi jurkam, ini lebih goblok lagi. Mentaskyl kepada ulama dan orang sholeh aja tidak boleh dalam kerja ini apalagi dalam pribadi-pribadi lain daripada itu.</p>
<p>Syekh Ilyas katakan azas kerja dakwah ini ada 3 :</p>
<p>1.    Ikhlas</p>
<p>2.    Ijtimaiyat</p>
<p>3.    Musyawarah</p>
<p>Jika kita jaga asas ini ada dalam diri kita maka Allah akan pelihara kita. Jadi orang yang kerja karena keikhlasan ini enak. Kenapa ini karena Ikhlas. Apa itu ikhlas ? ketika dipuji dia tidak bangga dan ketika dihina dia tidak kecil hati. Dulu waktu awal kerja dakwah ini yang datang ke markaz hanya 10 orang. Sehingga pada waktu itu semangat untuk mentaskyl orang masih terjaga. Ujian keikhlasan mulai datang ketika orang berbondong-bondong ambil bagian dalam kerja dakwah ini. Sekarang di malam markaz yang hadir sekitar 3000 orang. Maka asbab banyaknya orang yang hadir, sekarang orang ke markaz ada yang mau cari calon mertua, ada yang mau jual topi, ada yang buka travel, dan lain-lain. Orang ikhlas ini terjaga, jika dia terjaga maka kerja inipun akan terjaga. Nabi SAW bersabda :<br />
“Makaana Lillahi da’ma watoshola” artinya : sesuatu yang diniatkan karena Allah akan berlanjut (tersambung terus dan tidak akan terputus).</p>
<p>“Wamakana yughoirubihi inkhota wal fatwa” Artinya : sesuatu yang dikerjakan karena selain Allah maka akan terputus (lepas begitu saja)<br />
Kekuatan dalam kerja dakwah ini bukan terletak pada pribadinya tetapi pada ijtimaiyat (bersama-sama).<br />
Contoh : Lidi ini terbuat dari pelepah kelapa bukan dari emas. Namun jika lidi ini bersatu bisa memberikan manfaat, seperti membersihkan. Namun jika lidi ini dari emas tapi tidak bersatu, kira-kira bisa gak membersihkan ruangan yang kotor ? tidak mungkin. Walaupun kita kasih satu minggu untuk bersihkan ruangan tidak akan bisa. Walaupun lidi ini dari pelepah kelapa tapi karena bersatu bersama-sama maka dalam satu jam ruangan ini bisa dibersihkan.<br />
Dalam falsafah Fiqih, air ini ada 3 macam :</p>
<p>1. Air Mutlak : air yang suci dan mensucikan, bisa untuk diminum dan untuk wudhu<br />
2. Air Musta’mal : air kurang dari 2 Qulah/216 Ltr, suci, bisa diminum tapi tidak bisa untuk wudhu<br />
3. Air Mutannajjis : air kena najis atau kena kotoran, tidak bisa diminum, dan tidak suci.<br />
Air yang kena percikan wudhu ini jadi musta’mal, jika kena kotoran jadi mutannajis. Namun jika air musta’mal ini dikumpulkan dalam jumlah besar hingga melebihi dua qullah, sehingga air musta’mal ini menjadi air mutlak kembali. Bahkan air mutlak jika cuman satu gelas maka untuk kebersihan paling hanya bisa digunakan untuk kencing saja, tetapi jika untuk membersihkan ketika buang air besar tidak cukup. Musta’mal jika dikumpulin dalam jumlah besar maka bisa digunakan untuk membersihkan sekian banyak kotoran. Bahkan air mutannajis satu ember dikencingin anaknya, mau dibuang gak ada iar lagi, diminum juga gak bisa. Akhirnya orang ini membawa air ini ke bak yang besar melebihi dua qullah dituangkan lalu diambil lagi satu ember, maka air ini jadi apa ? air tersebut jadi mutlak lagi. Bahkan ketika air musta’amal ini digabungkan dalam jumlah besar dipakai mandi dicempulingin santri-santripun masih mutlak jatuhnya. Air mutlak satu gelas ini seperti satu orang hafidz atau ustadz, hafal hadits-hadits, tapi karena dia bergerak sendirian, untuk bisa menyadarkan satu orang bencong aja, atau pemabuk, atau penjudi, ini susah. Beda dengan kita-kita ini yang musta’mal, kadang-kadang siwak nabi, lain waktu pakai siwak firaun (rokok), kadang-kadang baca Quran, tapi lain waktu kebanyakan baca koran, seperti musta’mal. Namun jika yang musta’mal ini dikumpulkan bersama-sama secara Ijtimaiyat, maka hasilnya bisa dahsyat.</p>
<p>Suatu ketika Maulana Yusuf diejek-ejek ulama-ulama, “Maulana kenapa kerja dakwah ini banyak melibatkan orang-orang bodoh, mantan penjahat, dan mantan ahli maksiat.” Lalu Maulana Ilyas tantang ulama ini, “Tuan disitu ada bencong dan pemabuk lagi kumpul-kumpul coba kamu ajak ke mesjid.” Ketika ulama ini datangin mereka, responnya hanya tertawa terkekeh kekeh saja orang-orang itu. Intinya ulama ini gagal mengajak mereka ke mesjid. Lalu Maulana Yusuf panggil rombongan khuruj kumpulan orang-orang mewat yang musthamal ini untuk mentaskil tongkrongan bencong-bencong dan pemabuk ini ke mesjid. Apa yang terjadi ? ternyata setelah di targhib mereka semua yang ditongkrongan itu berangkat masuk mesjid. Baru ulama ini faham tentang faedah orang-orang musthamal ini jika berkumpul dalam rombongan dakwah. Bahkan diantara kita ada yang mutannajis, mungkin dulunya ada yang pernah membunuh, namun karena bergabung bisa membersihkan daripada teman-temannya yang lain. Ada rombongan diminta untuk mentaskyl tongkrongan penjudi, sampai disana langsung dipeluk, targhib sebentar semuanya akhirnya masuk mesjid. Bahkan yang mutannajis bisa juga memberikan manfaat jika bergabung. Ini pentingnya Ijtimaiyat.</p>
<p>Sama seperti daun, jika daun ada hubungan dengan ranting, ranting berhubungan dengan cabang, lalu cabang berhubungan dengan batang, dan batang berhubungan dengan akar, dan akar berhubungan tanah, maka walaupun matahari yang menyinari daun tidak akan layu, kena angin tidak akan jatuh, kena air jadi bersih. Ini karena apa ? karena ada hubungan ijtimaiyat. Namun jika daun ini terpisah dari ijtimaiyat, terputus dari ranting, batang, akar, dan tanah, maka kena matahari akan jadi layu, kena angin jadi terbang, kena air hujan jadi busuk. Kalau pribadi-pribadi per orangan ini punya hubungan dengan mahalah tiap hari, lalu dari mahalah aktif di halaqoh, dari halaqoh hadir di malam markaz, dan malam ijtimaiyat lainnya seperti musyawarah propinsi, musyawarah indonesia, lalu dia hadir di musyawarah indonesia tiap 2 tahun di nizammudin, bahkan kalu dia ada rejeki dia juga hadir di haji kumpul bersama masyeikh tiap 2 tahunnya. Walaupun ada hujan, matahari panas, akan tetap kuat dia selama dalam ijtimaiyat. Namun jika dia bergerak sendiri-sendiri, bahkan jadi jurkam, maka akan kacau dan rusak dia.</p>
<p>Musyawarah, yang terakhir. Kita jauh-jauh kemari untuk musyawarah. Banyak orang hadir dalam ijtimaiyat, hadir dalam temboro, hadir di markaz, tapi tidak mau musyawarah, gerak sendiri, ini rusak. Justru dengan musyawarah akan membuat dia kuat. Keberhasilan dalam musyawarah bukan karena usulnya diterima, bukan, tetapi keberhasilan dalam musyawarah ketika kita mau menerima keputusan dari musyawarah. Dalam gerakan lain partai-partai berhasil ketika usulnya diterima, tetapi di gerakan kita tidak seperti itu, melainkan ketika kita siap menerima daripada hasil keputusan musyawarah. Ketika kita bermusyawarah dengan Masyaikh kita, Maulana Ahmad Lath beliau katakan untuk menjaga keutuhan markaz dalam setiap musyawarah hilangkan tiga perkara dalam diri kita di setiap markaz. :<br />
1.Keluarkan Ghoirullah dari hati kita.</p>
<p>Contoh : gubernur atau presiden datang ke markaz, silahkan kita terima dan kita harus senang. Tapi kalau gubernur atau presiden pelukannya masuk hati ini kacau. Begitu juga Jibril datang, senang kita tapi jibril masuk hati ini kacau. Jangan ada perasaan takut dalam hati kita. Sekalipun itu jin ifrit, ataupun preman sekalipun silahkan saja datang, asal jangan sampai masuk hati. Suatu ketika seorang preman datang hendak mau membunuh Nabi SAW, Umar tangkap sudah hampir mau dibunuh oleh Umar RA, tapi apa kata Nabi SAW, “Umar lepaskan dia, dekatkan dia kepada saya.” Asbab ini si preman tadi masuk islam. Jadi jangan ada perasaan takut ataupun kesan di hati kita.</p>
<p>2. Hilangkan kepentingan pribadi dalam dakwah, yang ada kepentingan Ijtimaiyat.</p>
<p>Dalam musyawarah kepindahan markaz, si fulan menolak dengan alasan markaz sekarang berkah kalu pindah bisa menghilangkan keberkahan. Namun masalahnya bukan karena markaznya tapi dia punya kepentingan tokonya ada disebelah markaz yang sekarang, kalu pindah bisa bankrut tokonya. Ini kacau namanya. Begitu juga sebaliknya mendukung kepindahan markaz karena di markaz yang baru tokonya udah siap berdiri. Ini namanya konflik kepentingan, ini bisa mengacaukan.</p>
<p>3. Hilangkan Suudzhon setelah selesai musyawarah.</p>
<p>Ketika sudah diputuskan dalam musyawarah kita jaga husnudzon, kita terima semua hasil keputusan musyawarah dengan baik. Insya Allah jika ketiga perkara ini ada Allah akan pelihara kita dalam kerja ini.</p>
<p>Demikian yang harus kita lakuan disini, bahwa kita berniat bermusyawarah secara Ijtimaiyat untuk kepentingan agama islam. Bagaimana kehadiran kita disini dapat membantu agama islam. Insya Allah kita niat amalkan.</p>
<br />Filed under: <a href='http://imanyakin.wordpress.com/category/bayan/'>Bayan</a> Tagged: <a href='http://imanyakin.wordpress.com/tag/agama/'>Agama</a>, <a href='http://imanyakin.wordpress.com/tag/nushrah/'>Nushrah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imanyakin.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imanyakin.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imanyakin.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imanyakin.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imanyakin.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imanyakin.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imanyakin.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imanyakin.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imanyakin.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imanyakin.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imanyakin.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imanyakin.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imanyakin.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imanyakin.wordpress.com/245/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imanyakin.wordpress.com&amp;blog=2610407&amp;post=245&amp;subd=imanyakin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imanyakin.wordpress.com/2011/07/22/bayan-mufti-lutfi-yusuf-pada-musyawarah-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5fb2535e7d875839d6968487223525d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Alkayyis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bayan Mufti Lutfi Yusuf Pada Pertemuan Jawa Barat</title>
		<link>http://imanyakin.wordpress.com/2011/07/19/bayan-mufti-lutfi-yusuf-pada-pertemuan-jawa-barat/</link>
		<comments>http://imanyakin.wordpress.com/2011/07/19/bayan-mufti-lutfi-yusuf-pada-pertemuan-jawa-barat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jul 2011 07:42:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Alkayyis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bayan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imanyakin.wordpress.com/?p=242</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu’alaikum wa RahmatuLlahi wa Barakatuh Setelah beliau memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi Muhammad saw lalu membaca ayat Al Quran dan hadits Nabi Muhammad. Hadirin yang di muliakan Allah SWT Saat ini orang berusaha mencari hasil bumi. Nabi juga bersabda, manusia itu barang tambang sebagaimana barang tambang emas dan perak. Berbagai macam alat digunakan untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imanyakin.wordpress.com&amp;blog=2610407&amp;post=242&amp;subd=imanyakin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu’alaikum wa RahmatuLlahi wa Barakatuh</p>
<p>Setelah beliau memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi Muhammad saw lalu membaca ayat Al Quran dan hadits Nabi Muhammad.</p>
<p>Hadirin yang di muliakan Allah SWT</p>
<p>Saat ini orang berusaha mencari hasil bumi. Nabi juga bersabda, manusia itu barang tambang sebagaimana barang tambang emas dan perak. Berbagai macam alat digunakan untuk menggali sumber daya alam. Dalam diri manusia juga ada potensi yang mahal. Jangan dikira dalam diri seorang preman atau orang-orang yang dianggap hina dalam masyarakat ternyata ada sesuatu yang sangat berharga. Satu-satunya cara untuk menggali kemuliaan manusia adalah dengan usaha dakwah.</p>
<p><span id="more-242"></span></p>
<p>Begitu rahimnya Allah kepada umat ini maka usaha dakwah diberikan kepada Nabi Muhammad dan para pengikutnya. Jalan hidup nabi adalah mengajak manusia untuk mengabdi kepada Allah dengan ‘bashirah’ (pandangan hati) dan ini adalah kerja Nabi dan orang yang beriman kepada nabi. Hasil pertama yang didapat jika seseorang yang berdakwah adalah dirinya dibersihkan dari kemusyrikan. Janganlah seseorang berkoar bahwa dirinya dengan belajar tauhid bertahun-tahun lalu bebas dari kemusyrikan, sekali-kali tidak jika orang tersebut belum berdakwah. Jangankan manusia biasa. Nabi Musa as belajar di tempat yang suci dan diajari langsung oleh Allah mengenai tauhid, tapi musa belum terbebas dari kemusyrikan. Ketika Musa ditanya, apa yang ada ditangan kananmu hai Musa? Ini tongkat saya banyak kegunaannya. Dan Musa gagal dalam ujian pertama walaupun baru belajar tauhid. Ujian kedua Allah perintahkan kepada Musa untuk membuang tongkatnya yang dia sangat cintai lalu tongkatpun berubah menjadi ular. Ujian ketiga ketika tongkat telah berubah menjadi ular, Allah perintahkan untuk mengambil ular tersebut. Tauhid tidak cukup dalam pengetahuan tauhid saja namun harus dibuktikan dengan perbuatan.</p>
<p>Allah akan memperbaiki keimanan Nabi Musa dengan menghantarkan Musa ke medan dakwah. Allah perintahkan Musa untuk berdakwah kepada Fir’aun. Setelah beberapa lama digembleng dalam dakwah. Saat Musa dikejar-kejar Firaun dan bala tentaranya. Di depan mereka ada lautan dan dibelakang mereka ada Firaun dan bala tentaranya. Pengikut beliau yang nota benenya hanya beribadah namun tidak berdakwah, ketika menghadapi situasi ini mereka mengatakan, wahai Musa celaka kita?? Pengikutnya yang selama 40 tahun belajar kepada Musa dan Mursyidnya adalah seorang Nabi namun keimanan mereka sangat lemat kepada Allah SWT.</p>
<p>Pengikutnya masih takut kepada makhluk.</p>
<p>Kalau seorang yang sudah tidak lagi dimedan dakwah, walau pun sekarang dia memakai sorban dan memelihara jenggot, namun nanti ketika akan ada cobaan bahwa yang demikian adalah teroris maka mereka akan melepas soban dan mencukur jenggot-jenggot mereka. Jika sekarang seorang wanita memakai purdah namun dia tidak lagi di medan dakwah lama-kelamaan purdah akan dia lepas. Seorang anak kecil di Francis yang hidup dalam medan dakwah di rumahnya. Di sekolahnya gurunya membujuk untuk melepas jilbabnya, namun dia tidak mau melepas jilbabnya. Lalu gurunya bertanya lagi keanak tersebut, bagaimana caranya agar kamu mau melepas jilbab. Anak itu berkata, ibu ambil pedang dan tebas leher saya hanya dengan cara yang demikian jilbab saya bisa terlepas.</p>
<p>Sedangkan Musa mengatakan ‘inna ma’iya Rabby sayahdiin’ –sesungguhnya bersama saya Rabb saya dan dia akan memberi petunjuk-. Pada saat tersebut Musa mampu melupakan tongkatnya yang bermanfaat ketika memakan ular-ular penyihir Firaun. Mampukah karkun untuk menafikan sesuatu yang ada pada dirinya dan hanya bergantung hanya kepada Allah.</p>
<p>Para pegiat dakwah hendaknya jangan menggantungkan dakwah dengan kebendaan. Jika kita diuji dengan dua pilihan antara jadwal jaulah dengan bisnis yang menghasilkan $1.500 yang cukup untuk keluar ke India Pakistan, dan Banglades. Kalau dia pilih bisnisnya dan meninggalkan jaulahnya, dengan berkeyakinan dengan uang itu dia bisa ke IPB itu bagaikan orang yang membeli alas kaki untuk berjalan tapi memotong kedua kakinya. (Maulana Yunus). Dia mengasakan dakwah dengan ‘bashar’ bukan dengan ‘bashirah’.</p>
<p>Seorang ulama di Indonesia yang selsai belajar di Madinah dan ikut dakwah. Lalu diteror oleh teman-temannya. Wahai ustadz kenapa kamu ikut orang-orang musyrik dan penuh dengan kebid’ahan. Ulama tersebut menjawab memang ada hal-hal tersebut dalam diri mereka namun saya yakin dengan janji Allah, orang-orang yang berjihad dijalan kami, pasti kami akan tunjukan jalan-jalan hidayah.</p>
<p>Memang ketika baru memulai dakwah, kesyirikan masih ada dalam diri-diri orang yang berjalan di jalan dakwah, namun selama mereka menjadikan dakwah sebagai jalan hidup mereka sedikit-sedikit Allah akan membersihkan memusyrikan dari diri mereka.</p>
<p>Dalam dakwah tidak boleh berpecah belah. Dalam taklim boleh berbeda-beda. Silakan anda belajar ke Madinah, Mesir, Lirboyo, Temboro, Magelang, ke Banten silakan. Perbedaan dalan hokum fiqih adalah rahmat. Ada ucapan seorang yang mengatakan sesuatu yang membuat saya tercengang ketika mendengarnya dan mungkin anda akan tercengang pula, yaitu : jika ada seorang Alim yang menginginkan mengumpulkan umat semua dalan satu madzhab itu tidak akan terjadi dan Allah tidak akan Ridha. Allah ingin sunnah Nabi Muhammad tetap terjaga hingga hari Kiamat. Nabi pernah shalat subuh dengan qunut dan tanpa qunut. Jika umat ini hanya dikumpulkan dalam madzhab yang tidak menggunakan qunut, maka sunah Nabi shalat subuh dengan qunut akan hilang.</p>
<p>Rasulullah Shalat di Mina dan di Makkah waktu haji di qasar menjadi dua rakaat, demikian juga Abu Bakar, dan Umar. Lalu ketika Utsman menjadi Amirul Hajj beliau shalat empat rakaat, lalu Abdullah bin Mas’ud mengkritik Utsman dengan memberitahu bahwa Rasulullah, Abu Bakar, dan Umar telah shalat qasar dua rakaat. Namun Abdullah bin Mas’ud tetap shalat berjamaah dengan Utsman sebanyak empat rakaat di depan murud-muridnya. Setelah selesai shalat murid-muridnya bertanya, wahai guru kenapa kamu mengkritik Utsman namun engkau ikut shalat empat rakaat. ‘alkhilafu ‘asyad’ perpecahan itu lebih berat lagi. Sedangkan Rasulullah bersabda untuk mengikuti sunnah Nabi dan sunnahnya 4 khulafaur rasyidin al mahdiyyin. Mengikuti Utsman juga termasuk mengikuti sunnah Nabi Muhammad saw.</p>
<p>Jangan mencoba-coba menghina SHAHABAT Nabi saw. Imam Malik berfatwa orang yang menghina dan membenci shahabat adalah KAFIR. Jangan bersahabat dengan mereka, jangan terkesan dengan buku-buku mereka yang menghina shahabat.</p>
<p>Seorang bertanya kepada Abdullah bin Mubarak ra. mana yang lebih mulia antara Umar bin Abdul Aziz rah.a dengan Muawiyah ra. Dijawab, debu-debu yang menempel dihidung keledai Muawiyah ketika berjalan bersama Rasulullah tidak bisa dibandingkan dengan amalan Umar bin Abdul Aziz.</p>
<p>Tabiin tidak bisa menyamai shahabat. Shahabat tidak bisa menyamai Nabi. Walaupun ada seorang tabiin yaitu, Uwaisy Alqarni yang memerintahkan Umar untuk meminta doa kepadanya jika bertemu. Namun kemuliaan Uwaisy tidak bisa menyamai kemuliaan shahabat.</p>
<p>Begitu juga kita tidak boleh menghina Alqamah yang terhalang mengucapkan LaailahaillaAllah karena ibunya tersinggung dengan perbuatannya. Karena kemuliaan Alqamah tidak bisa dibandingkan dengan tabiin dan seterusnya.</p>
<p>Syaikh Ilyas ditanya orang. Kerja yang kamu buat sekarang ini banyak melalaikan hak makhluk, bagaimana ini? Dijawab, betul. Saya akui kerja yang saya galakan sekarang ini banyak mengurangi hak makhluk, tapi dengan seorang mengambil usaha ini dengan sebab usahanya banyak orang-orang yang dahulunya melalaikan hak makhluk setelah mendapat hidayah dia menjadi orang-orang yang menunaikan hak makhluk.</p>
<p>Semua kelalaian yang dilakukan dai dalam menjalankan usaha dakwah semuanya akan dibayar oleh Allah SWT. Orangtua di akhirat menuntut anaknya yang dai karena waktunya kurang dalam berbakti kepada kedua orangtuanya disebabkan usaha dakwah yang ia perjuangkan. Allah akan menawarkan kepada orangtua tersebut maukah kalian memaafkan anakmu dan akan aku masukkan kalian berdua ke dalam surga?</p>
<p>Jangan berpecah belah dalam dakwah.</p>
<p>Taklim dibuat untuk menopang dakwah.</p>
<p>Ibadah dibuat untuk menopang dakwah.</p>
<p>Dzikir dibuat untuk menopang dakwah.</p>
<p>Khidmat dibuat untuk menopang dakwah.</p>
<p>Sekarang ini banyak orang yang ibadah dan banyak orang yang tahajud. SBY tahajud, Amin Rais tahajud, Hamzah Haz tahajud, petani tahajud, karyawan tahajud, namun ibadah yang benar adalah ibadah –tahajud- untuk persiapan dakwah. Jangan tahajud untuk uang, bisnis lancar, ingin jadi presiden, dan lain-lain.</p>
<p>Keanehan dunia jika karkun tidak tahajud, keanehan berikutnya jika karkun masbuk, dan parahnya lagi jika karkun masih merokok. Malaikat tidak akan datang kepada orang yang tahajud yang mulutnya berbau rokok.</p>
<br />Filed under: <a href='http://imanyakin.wordpress.com/category/bayan/'>Bayan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imanyakin.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imanyakin.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imanyakin.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imanyakin.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imanyakin.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imanyakin.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imanyakin.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imanyakin.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imanyakin.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imanyakin.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imanyakin.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imanyakin.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imanyakin.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imanyakin.wordpress.com/242/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imanyakin.wordpress.com&amp;blog=2610407&amp;post=242&amp;subd=imanyakin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imanyakin.wordpress.com/2011/07/19/bayan-mufti-lutfi-yusuf-pada-pertemuan-jawa-barat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5fb2535e7d875839d6968487223525d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Alkayyis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasihat Malik Bin Dinar Kepada Hamba Wanita Sombong.</title>
		<link>http://imanyakin.wordpress.com/2011/02/04/nasihat-malik-bin-dinar-kepada-hamba-wanita-sombong/</link>
		<comments>http://imanyakin.wordpress.com/2011/02/04/nasihat-malik-bin-dinar-kepada-hamba-wanita-sombong/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Feb 2011 09:07:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Alkayyis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Hamba]]></category>
		<category><![CDATA[Malik bin Dinar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imanyakin.wordpress.com/?p=240</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika, Malik bin Dinar rah.a sedang berjalan di daerah Basrah. Ia melihat seorang hamba wanita dengan pakaian gemerlap berjalan dengan pembantunya dengan penuh angkuh dan gaya, berlagak bagaikan hamba wanita milik para raja. Melihat hal itu, Malik rah.a berteriak kepadanya, “Hai gadis kecil! Apakah tuanmu mau menjualmu?” Hamba wanita itu sangat terkejut atas pertanyaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imanyakin.wordpress.com&amp;blog=2610407&amp;post=240&amp;subd=imanyakin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu ketika, Malik bin Dinar rah.a sedang berjalan di daerah Basrah. Ia melihat seorang hamba wanita dengan pakaian gemerlap berjalan dengan pembantunya dengan penuh angkuh dan gaya, berlagak bagaikan hamba wanita milik para raja. Melihat hal itu, Malik rah.a berteriak kepadanya, “Hai gadis kecil! Apakah tuanmu mau menjualmu?” Hamba wanita itu sangat terkejut atas pertanyaan Malik rah.a.</p>
<p>Ia berkata dengan tersinggung, “Orang tua, coba kau ulangi kata-katamu itu.”</p>
<p>Malik rah.a berkata, “Kukatakan, apakah tuanmu mau menjualmu?”</p>
<p>Gadis itu berkata, “Seandainya ia menjualku, dapatkah seorang miskin sepertimu membayar hargaku?”</p>
<p>Malik rah.a berkata, “Tentu, bahkan aku dapat membeli seorang hamba wanita yang lebih cantik darimu.”</p>
<p>Mendengar perkataan ini ia tertawa dan mengatakan pada pelayan-pelayannya untuk memegang Syaikh dan membawanya menyertai mereka.</p>
<p>Demikianlah Malik rah.a dibawa oleh mereka ke rumah mereka. Setibanya di rumah, hamba itu menceritakan kepada tuannya semua yang terjadi antara dirinya dengan Syaikh. Tuannya tertawa terbahak-bahak dan meminta agar laki-laki miskin itu dibawa kehadapannya. Begitu Malik rah.a muncul dihadapannya, orang kaya itu diserang oleh rasa kagum, tiba-tiba ia bertanya kepada Syaikh, Apa yang kamu inginkan?”</p>
<p>Syaikh menjawab, “Aku ingin membeli hamba wanitamu.”</p>
<p>Orang kaya itu berkata, “Dapatkah kamu membayar harganya?”</p>
<p>Syaikh berkata, “Menurut perkiraanku harganya senilai dua biji kurma.”</p>
<p>Mendengar ini, semua yang hadir tertawa. Orang kaya itu berkata, “Atas dasar apa kamu menentukan harga itu bagi wanita ini?”</p>
<p>Syaikh menjawab, “Jika hamba wanitamu tidak memakai wewangian, maka tubuhnya akan mengeluarkan bau yang menjijikan, jika ia tidak meminyaki atau menyisir rambutnya, ia akan Nampak kusut, rambutnya akan menjadi jelek dan bau busuk. Dalam waktu beberapa tahun lagi kemudaannya akan hilang dan semua daya tariknya akan luntur, ia mengalami menstruasi, mengeluarkan air seni, kotoran kecil maupun besar dan semua mengeluarkan kotoran dari tubuhnya. Ia suka murung ketika menderita kemalangan. Ia sangat mementingkan dirinya sendiri dan berpura-pura mencintaimu, walaupun sebenarnya yang ia cintai adalah kesenangan dan kenyamanan hidup yang dinikmatinya bersamamu. Dan yang paling tidak tetap adalah; ia tidak tulus dalam cintanya dan berkhianat, tidak setia kepada perkataannya sendiri dan palsu dalam pernyataan cintanya. Jika engkau menyuruhnya pergi atau engkau meninggal lebih dahulu , ia akan pergi kepada laki-laki lain dan disana ia juga menyatakan bahwa ia mencintainya dengan penuh gairah.</p>
<p>Akupun mempunyai seorang hamba wanita, yang jauh melampaui hambamu dalam hal kecantikannya, dan lebih mudah dimiliki. Ia telah diciptakan dari inti sari camphor dicampur dengan kasturi dan saffron. Ia dipakaikan pakaian dari nur yang indah dan memakai pakaian mutiara. Jika ia berbicara kepada seseorang yang telah meninggal, maka orang itu akan hidup kembali. Jika ia membuka pergelangan tangannya di dunia ini, matahari akan Nampak redup dibandingkan dengannya. Jika ia memasuki ruangan gelap, ia akan meneranginya dengan kehadirannya. Jika ia dating ke dunia ini dengan semua kecantikan dan perhiasannya, ia akan memenuhinya dengan keharuman dan sinar yang sangat terang. Ia telah dipelihara dan diasuh di dalam taman kesturi dan saffron. Ia bermain dan berayun-ayun di dahan yang terbuat dari rubi merah dan batu marjan. Tinggal di istana-istana, dikelilingi oleh semua tata karma penuh rahmat. Ia diberi minum dari air Tasniim (sebuah sungai di surga). Ia tidak pernah memungkiri janji, tidak pernah mengkhianati orang yang dicintainya atau mengubah kesetiannya.”</p>
<p>Demikianlah, setelah menceritakan beberapa sifat-sifat bidadari surga, Syaikh bertanya, “Sekarang katakana kepadaku, manakah diantara kedua gadis itu yang patut untuk diinginkan?”</p>
<p>Semua orang yang berkumpul di sana berkata, dengan satu suara, “Tentu saja gadis yang baru saja engkau gambarkan yang sebaiknya setiap orang mencoba untuk memilikinya.”</p>
<p>Syaikh berkata, “Gadis cantik ini dapat dimiliki hanya dengan harga yang setiap orang mampu membayarnya dan dalam setiap keadaan.”</p>
<p>Ketika ditanya berapa harganya, Malik rah.a berkata, “Seorang gadis dengan kebaikan dan keunggulan seperti itu dapat dimiliki sebagai balasan atas perbuatan-perbuatan baik walaupun kecil seperti: mengambil sedikit waktu pada malam hari untuk berdiri dalam ketaatan, mengerjakan setidak-tidaknya dua rakaat shalat Tahajjud dengan niat yang murni yaitu mencari ridha-Nya. Bila engkau duduk untuk makan, ingatlah juga orang-orang miskin (ajaklah mereka menikmati makananmu), jadikanlah keinginanmu tunduk kepada yang diingiankan Allah. Singkirkanlah dari jalanmu segala sesuatu yang dapat membahayakan orang-orang yang berlalu di sana, jalani kehidupan dengan sederhana. Merasa cukup dengan pemberian Allah, alihkan perhatianmu dari dunia ini, yang tidak lain adalah tempat penipuan dan pusatkan sepenuh hati ke tempat tinggal abadi; yaitu akhirat. Jika kamu bersungguh-sungguh dalam perbuatan-perbuatan baik ini, kamu tidak saja hidup terhormat di dunia, tetapi juga tidak akan mengalami kegelisahan di akhirat dan akan dibangkitkan dengan kedudukan yang terhormat dan tinggi, tinggal selama-lamanya di jannah di dalam lingkuangan yang diberkahi Allah SWT, Raja segala Raja.</p>
<p>Mendengar semua ini, orang kaya itu berkata kepada hamba wanitanya, “Apakah engkau mendengar apa yang dikatakan Syaikh?”</p>
<p>Hamba wanita itu berkata, “Ia telah mengatakan kebenaran, mengingatkan kita kepada keyakinan yang benar dan memberikan nasehat yang baik kepada kita.”</p>
<p>Orang kaya itu berkata, “Kalau begitu, aku memerdekakanmu dan kuberikan kepadamu sejumlah harta sebagai hadiahku.” Ia juga memerdekakan semua hamba-hambanya dan menghadiahi mereka masing-masing sejumlah harta yang cukup banyak, dan menyedekahkan rumahnya dan semua yang ada di dalamnya di jalan Allah. Ia membuka pakaiannya yang mahal, dan membalut tubuhnya dengan kain kasar, kain tirai kasar yang disobeknya dari pintu rumahnya.</p>
<p>Hamba wanita itu berkata, “Tuanku, akupun akan mengikuti cara hidupmu, karena bagiku tidak ada lagi daya tarik di dalam kenikmatan kehidupan dunia ini.” Kemudian ia pun menyedekahkan semua pakaiannya, perhiasan-perhiasan dan barang-barang berharga dan juga perabot-perabot rumah tangganya. Ia memakai pakaian dari bahan kasar dan menjalani kehidupan yang sangat sederhana bersama tuannya.</p>
<p>Malik rah.a meninggalkan mereka dan mendoakan keberkahan Allah atas kedua orang itu, majikan dan hamba wanitanya yang telah melepaskan kesenangan hidup mereka, meninggalkan kemewahan-kemewahan duniawi dan mengabdikan hidup untuk beribadah kepada Allah SWT, tekun dalam ketaatan hingga akhir hayat mereka. Semoga Allah SWT memberkahi mereka dengan ampunan dan memberkahi kita juga, bersama mereka. (Raudh).</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://imanyakin.wordpress.com/category/kisah-dakwah/'>Kisah Dakwah</a> Tagged: <a href='http://imanyakin.wordpress.com/tag/dakwah/'>Dakwah</a>, <a href='http://imanyakin.wordpress.com/tag/hamba/'>Hamba</a>, <a href='http://imanyakin.wordpress.com/tag/malik-bin-dinar/'>Malik bin Dinar</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imanyakin.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imanyakin.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imanyakin.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imanyakin.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imanyakin.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imanyakin.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imanyakin.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imanyakin.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imanyakin.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imanyakin.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imanyakin.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imanyakin.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imanyakin.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imanyakin.wordpress.com/240/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imanyakin.wordpress.com&amp;blog=2610407&amp;post=240&amp;subd=imanyakin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imanyakin.wordpress.com/2011/02/04/nasihat-malik-bin-dinar-kepada-hamba-wanita-sombong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5fb2535e7d875839d6968487223525d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Alkayyis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Qasim ibn Utsman Al-Ju’I (Wafat 248 H)</title>
		<link>http://imanyakin.wordpress.com/2011/01/14/qasim-ibn-utsman-al-ju%e2%80%99i-wafat-248-h/</link>
		<comments>http://imanyakin.wordpress.com/2011/01/14/qasim-ibn-utsman-al-ju%e2%80%99i-wafat-248-h/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Jan 2011 07:48:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Alkayyis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imanyakin.wordpress.com/?p=237</guid>
		<description><![CDATA[Al-Jui adalah seorang wali besar dari Damaskus yang belajar hadits dari Sufyan ibn Uyainah. Ibn Al-Jauzi dalam Shifat al-Shafwah dari Al-Ju’I sendiri bahwa julukan Al-Ju’I (yang kelaparan) didapatkan karena Allah memberinya kekuatan untuk melawan rasa lapar jasmani melalui rasa lapar rohani. Ia mengatakan, “Meski perut ini tak diisi makanan selama satu bulan, aku tak akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imanyakin.wordpress.com&amp;blog=2610407&amp;post=237&amp;subd=imanyakin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Al-Jui adalah seorang wali besar dari Damaskus yang belajar hadits dari Sufyan ibn Uyainah. Ibn Al-Jauzi dalam Shifat al-Shafwah dari Al-Ju’I sendiri bahwa julukan Al-Ju’I (yang kelaparan) didapatkan karena Allah memberinya kekuatan untuk melawan rasa lapar jasmani melalui rasa lapar rohani. Ia mengatakan, “Meski perut ini tak diisi makanan selama satu bulan, aku tak akan peduli. Ya Allah, inilah yang telah Engkau perlakukan kepada diriku maka sempurnakanlah ia bagiku!”</p>
<p>Ibn Jauzi juga meriwayatkan bahwa Ibn Abu Hatim Al-Razi mengatakan, “Aku pergi ke Damaskus untuk menemui para penulis hadits. Di sana aku melewati majelis Qasim Al-Ju’I dan aku melihat sekumpulan besar manusia duduk di sekelilingnya, sementara ia berbicara. Aku mendekatinya dan mendengarnya berkata:</p>
<p>Lakukanlah lima hal ini tanpa kehadiran orang lain dalam kehidupanmu:</p>
<ol>
<li>Apabila kamu berada di tengah orang-orang, jangan ingin dikenal.</li>
<li>Apabila kamu tidak hadir di tengah banyak orang, jangan ingin dirindukan.</li>
<li>Apabila kamu mengetahui sesuatu, anggaplah nasihatmu tidak diharapkan.</li>
<li>Apabila kamu mengatakan sesuatu, tolaklah kata-katamu.</li>
<li>Apabila kamu mengerjakan sesuatu, jangan mau menerima pujian untuk itu.</li>
</ol>
<p>Dan aku juga menasihatkan lima hal lainnya:</p>
<ol>
<li>Apabila kamu diperlakukan tidak adil, jangan membalas;</li>
<li>Apabila kamu dipuji, jangan merasa senang;</li>
<li>Apabila kamu disalahkan, jangan berputus asa;</li>
<li>Apabila kamu disebut pembohong, jangan marah;</li>
<li>Apabila kamu dikhianati, jangan balas mengkhianati.</li>
</ol>
<p>Ibn Abi Hatim kemudian berkata, “Aku menganggap nasihat itu sebagai anugerah yang aku peroleh dari kunjunganku ke Damaskus.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://imanyakin.wordpress.com/category/tokoh-dakwah/'>Tokoh Dakwah</a> Tagged: <a href='http://imanyakin.wordpress.com/tag/agama/'>Agama</a>, <a href='http://imanyakin.wordpress.com/tag/nasihat/'>Nasihat</a>, <a href='http://imanyakin.wordpress.com/tag/tokoh-dakwah/'>Tokoh Dakwah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imanyakin.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imanyakin.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imanyakin.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imanyakin.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imanyakin.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imanyakin.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imanyakin.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imanyakin.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imanyakin.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imanyakin.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imanyakin.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imanyakin.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imanyakin.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imanyakin.wordpress.com/237/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imanyakin.wordpress.com&amp;blog=2610407&amp;post=237&amp;subd=imanyakin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imanyakin.wordpress.com/2011/01/14/qasim-ibn-utsman-al-ju%e2%80%99i-wafat-248-h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5fb2535e7d875839d6968487223525d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Alkayyis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perjalanan Syaikh Abu Hatam rah.a (kisah 2)</title>
		<link>http://imanyakin.wordpress.com/2010/10/08/perjalanan-syaikh-abu-hatam-rah-a-kisah-2/</link>
		<comments>http://imanyakin.wordpress.com/2010/10/08/perjalanan-syaikh-abu-hatam-rah-a-kisah-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Oct 2010 01:10:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Alkayyis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Abu Hatam]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imanyakin.wordpress.com/?p=234</guid>
		<description><![CDATA[Kemudian ada orang yang memberitahu bahwa Tanafasi rah.a. adalah juga seorang ulama yang terkenal di di kawasan Qazwin (sekitar 81 kilometer dari Raye) dan hidup lebih mewah lagi. Maka Syaikh Abu Hatam rah.a. pergi ke sana untuk menemuinya. Setelah bertemu dengannya ia berkata, “Hamba ini seorang ajam (non Arab) ingin belajar kepada tuan soal agama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imanyakin.wordpress.com&amp;blog=2610407&amp;post=234&amp;subd=imanyakin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemudian ada orang yang memberitahu bahwa Tanafasi rah.a. adalah juga seorang ulama yang terkenal di di kawasan Qazwin (sekitar 81 kilometer dari Raye) dan hidup lebih mewah lagi. Maka Syaikh Abu Hatam rah.a. pergi ke sana untuk menemuinya. Setelah bertemu dengannya ia berkata, “Hamba ini seorang ajam (non Arab) ingin belajar kepada tuan soal agama dari awal, yaitu dari wudhu yang merupakan kunci shalat.”</p>
<p>Tanafasi rah.a. menjawab, “Dengan senang hati, saya bersedia.” Kemudian ia menyuruh seseorang membawakan air untuk wudhu dan memperagakan cara berwudhu dengan sempurna sambil berkata, “Beginilah cara berwudhu.”</p>
<p>Setelah Tanafasi selesai memperagakan cara berwudhu, Syaikh Abu Hatam berkata, “Izinkanlah saya mengambil wudhu di hadapan tuan, supaya pelajaran saya menjadi sempurna.” Maka Tanafasi beranjak dari tempat wudhu kemudian Syaikh Abu Hatam duduk di tempat itu dan mengambil wudhu. Ia membasuh tangannyaa sebanyak empat kali. Tanafasi menegur, “Ini adalah israf (berlebihan), sebaiknya tiga kali saja.” Maka Syaikh Abu Hatam berkata, “Subhanallah! Sedikit saja air yang saya gunakan menjadi kemubaziran. Bukankah semua perhiasan dan kemewahan yang tuan gunakan untuk hidup mewah itu adalah suatu kemubaziran?” Barulah Tanafasi menyadari bahwa maksud Syaikh Abu Hatam bukanlah untuk belajar tetapi hendak menegurnya.</p>
<p><span id="more-234"></span></p>
<p>Setelah itu Syaikh Abu Hatam rah.a. sampai di Baghdad. Ketika Imam Ahmad bin Hanbal rah.a. mengetahui kedatangannya, ia pun menjumpainya lalu bertanya, “Apakah cara untuk mendapatkan keselamatan dari pengaruh buruk dunia?” Syaikh Abu Hatam menjawab, “Engkau tidak akan selamat dari dunia selagi tidak terdapat perkara ini: (1) Ampunilah orang yang berkelakuan jahil kepadamu, (2) Jangan berlaku jahil kepadanya, (3) Membelanjakan apa yang ada pada kamu ke atasnya dan (4) Jangan percaya dengan apa yang kamu miliki.”</p>
<p>Kemudian Syaikh Abu Hatam rah.a. sampai ke Madinah al Munawwarah. Ketika mengetahui kedatangannya orang-orang di sana berkumpul untuk menemuinya. Ia bertanya kepada mereka, “Kota besar manakah ini?” Mereka menjawab, “Inilah kota besar Rasulullah saw.” Ia bertanya, “Dimanakah istana Rasulullah saw. Saya hendak ke sana untuk mengerjakan shalat dua rakaat.” Mereka menjawab, “Rasulullah tidak pernah tinggal dalam istana. Rumah beliau saw adalah pondok yang sederhana, kecil dan rendah.” Ia berkata, “Tunjukilah saya istana-istana para shahabat r.a.!” Mereka menjawab, “Para shahabat pun tidak pernah mempunyai bangunan seperti istana. Mereka tinggal di pondok-pondok yang kecil dan rendah yang atapnya seolah-olah hendak menyentuh bumi.”</p>
<p>Syaikh Abu Hatam berkata, “Kalau begitu, maka ini adalah kota Fir’aun.” Mendengar itu, mereka ramai-ramai menangkapnya (karena mereka tersinggung melihat orang ajam menghina Madinah al Munawwarah) lalu membawanya kepada Amir Madinah al Munawwarah. Mereka mengadukan kepadanya bahwa orang ajam ini menghina Madinah Thayyibah dengan mengatakannya sebagai kota Fir’aun. Amir bertanya kepadanya, “Apakah hal ini benar?” Ia berkata, “Tuan jangan terburu nafsu. Silakan dengar rangkaian peristiwa tadi. Saya seorang ajam, ketika saya memeasuki kota ini, saya bertanya kota siapakah ini?” Kemudian ia menceritakan seluruh peristiwa itu. Setelah itu ia berkata bahwa di dalam Al Quran yang suci Allah SWT berfirman:</p>
<p><strong><em>“Laqad kaana lakum fii Rasulillahi uswatun hasanah”</em></strong></p>
<p>“Sesungguhnya pada diri Rasulullah itu adaa suri tauladan yang baik…” (QS Al Ahzab[33]:21)</p>
<p>“Jadi jawablah sendiri, apakah kalian telah mengikuti cara Rasulullah saw atau cara Fir’aun.” Mendengar keterangan demikian, kemudian mereka melepaskannya.</p>
<br />Filed under: <a href='http://imanyakin.wordpress.com/category/kisah-dakwah/'>Kisah Dakwah</a> Tagged: <a href='http://imanyakin.wordpress.com/tag/abu-hatam/'>Abu Hatam</a>, <a href='http://imanyakin.wordpress.com/tag/dakwah/'>Dakwah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imanyakin.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imanyakin.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imanyakin.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imanyakin.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imanyakin.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imanyakin.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imanyakin.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imanyakin.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imanyakin.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imanyakin.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imanyakin.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imanyakin.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imanyakin.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imanyakin.wordpress.com/234/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imanyakin.wordpress.com&amp;blog=2610407&amp;post=234&amp;subd=imanyakin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imanyakin.wordpress.com/2010/10/08/perjalanan-syaikh-abu-hatam-rah-a-kisah-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5fb2535e7d875839d6968487223525d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Alkayyis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perjalanan Syaikh Abu Hatam rah.a (kisah 1)</title>
		<link>http://imanyakin.wordpress.com/2010/02/11/perjalanan-syaikh-abu-hatam-rah-a-kisah-1/</link>
		<comments>http://imanyakin.wordpress.com/2010/02/11/perjalanan-syaikh-abu-hatam-rah-a-kisah-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 06:46:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Alkayyis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Qadhi]]></category>
		<category><![CDATA[ulama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imanyakin.wordpress.com/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[Sebagaimana diceritakan oleh Abu Abdullah Khawas rah.a –salah seorang muridnya-. Katanya, “Suatu ketika kami pergi ke daerah Raye bersama Syaikh Hatam rah.a. Kami berangkat bersama rombongan sejumlah 330 orang dengan niat untuk ibadah haji. Semua orang dalam jemaah itu adalah mutawakkiliin yang tidak membawa bekal apa-apa untuk perjalanan. Di kampung Raye kami melewati seorang pedagang. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imanyakin.wordpress.com&amp;blog=2610407&amp;post=221&amp;subd=imanyakin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagaimana diceritakan oleh Abu Abdullah Khawas rah.a –salah seorang muridnya-. Katanya, “Suatu ketika kami pergi ke daerah Raye bersama Syaikh Hatam rah.a. Kami berangkat bersama rombongan sejumlah 330 orang dengan niat untuk ibadah haji. Semua orang dalam jemaah itu adalah <em>mutawakkiliin</em> yang tidak membawa bekal apa-apa untuk perjalanan. Di kampung Raye kami melewati seorang pedagang. Ia menyambut kami untuk makan malam dan melayani kami selama satu malam. Keesokan harinya orang itu berkata kepada Syaikh, “Saya hendak pergi mengunjungi seorang ulama yang sedang sakit. Jika tuan menginingkan, mari kita pergi bersama.” Maka Syaikh Abu Hatam rah.a berkata, “Menengok orang sakit adalah berpahala, terlebih lagi menengok ulama adalah ibadah. Saya hendak ikut ke sana.” Ulama yang sakit itu adalah Qadhi di kawasan Raye yaitu Syaikh Muhammad bin Muqaatil rah.a.</p>
<p>Ketika sampai di dekat rumah itu, Syaikh Abu Hatam rah.a kelihatan gelisah melihat rumah ulama itu, lalu berkata, “Allahu Akbar! Rumah seorang alim begitu megah bagaikan satu mahligai!” Kami minta izin untuk masuk. Kami melihat interior rumah itu bagus, bersih, luas, dan mewah. Di beberapa tempat tergantung tirai-tirai. Melihat keadaan rumah itu Abu Hatam rah.a tenggelam dalam pemikirannya sendiri.</p>
<p>Ketika kami menemui qadhi itu, kami melihat ia sedang istirahat, berbaring di tempat tidur yang sangat lembut. Salah seorang pembantunya sedang mengipasi bagian kepalanya. Pedagang itu memberi salam dan duduk di sebelah tempat tidurnya lalu menyapa, “Apa kabar?”</p>
<p><span id="more-221"></span></p>
<p>Qadhi mempersilakan Syaikh Abu Hatam rah.a untuk duduk, tetapi Syaikh Abu Hatam menolaknya. Qadhi itu bertanya, “Apakah tuan hendak mengatakan sesuatu?”</p>
<p>Syaikh Abu Hatam menjawab, “Ya, saya hendak bertanya tentang satu masalah agama.”</p>
<p>Qadhi berkata, “Silakan.”</p>
<p>Syaikh Abu Hatam berkata, “Sebaiknya tuan bangun dulu dan duduk.” Maka para pembantunya menolongnya untuk duduk, karena ia kesulitan untuk duduk sendiri. Syaikh Abu Hatam bertanya, “Tuan telah mempelajari ilmu-ilmu agama dari siapa?”</p>
<p>Qadhi menjawab, “Dari ulama-ulama terpercaya.”</p>
<p>Syaikh Abu Hatam bertanya, “Ulama-ulama itu belajar dari siapa?”</p>
<p>Qadhi menjawab, “Dari para shahabat ra.”</p>
<p>Syaikh Abu Hatam bertanya lagi, “Para shahabat ra telah mempelajari ilmu agama dari siapa?”</p>
<p>Qadhi menjawab, “Dari Rasulullah saw.”</p>
<p>Syaikh Abu Hatam bertanya, “Rasulullah saw telah mempelajarinya dari siapa?”</p>
<p>Qadhi menjawab, “ Dari Jibril as.”</p>
<p>Syaikh Abu Hatam bertanya lagi, “Jibril mempelajarinya dari siapa?”</p>
<p>Qadhi menjawab, “ Dari Allah.”</p>
<p>Maka Syaikh Abu Hatam bertanya, “Apakah ilmu yang telah tuan pelajari dari Allah SWT melalui Jibril a.s, Rasulullahsaw, para shahabat ra, dan ulama terpercaya telah mengajarkan kepada tuan bahwa siapa yang memiliki rumah mewah adalah berkedudukan tinggi di sisi Allah?”</p>
<p>Qadhi menjawab, “Tidak, perkara demikian tidak terdapat dalam ilmu itu.”</p>
<p>Syaikh Hatam bertanya, “Jika perkara ini tidak terdapat dalam ilmu, maka perkara apakah yang terdapat di dalamnya?”</p>
<p>Maka qadhi itu menjawab, “Di dalam ilmu itu didapati bahwa siapa yang tidak mencintai dunia tetapi mencintai akhirat  dan yang terkait dengan akhirat, menyayangi fakir miskin, mengantar sesuatu untuk akhirat kepada Allah sebagai bekal dirinya sendiri, maka ia akan memperoleh martabat di sisi Allah.”</p>
<p>Maka Syaikh Hatim berkata, “Lalu tuan mengikuti jejak siapa? Rasulullah saw, para shahabat, ulama terpercaya, atau Fir’aun dan Namrudz? Wahai para ulama yang sesat, melihat keadaan tuan seperti itu, ahli dunia yang jahil dan tenggelam dalam urusan dunia pun akan berkata, “Wajarlah jika kami menjadi lebih buruk.”</p>
<p>Setelah berkata demikian, maka Syaikh Abu Hatam rah.a pun pulang, dan keadaan sakit yang dialami qadhi bertambah buruk akibat perkataannya. Orang banyak pun mulai mencerca Abu Hatam rah.a.</p>
<br />Filed under: <a href='http://imanyakin.wordpress.com/category/kisah-dakwah/'>Kisah Dakwah</a> Tagged: <a href='http://imanyakin.wordpress.com/tag/dakwah/'>Dakwah</a>, <a href='http://imanyakin.wordpress.com/tag/kisah-dakwah/'>Kisah Dakwah</a>, <a href='http://imanyakin.wordpress.com/tag/qadhi/'>Qadhi</a>, <a href='http://imanyakin.wordpress.com/tag/ulama/'>ulama</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imanyakin.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imanyakin.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imanyakin.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imanyakin.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imanyakin.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imanyakin.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imanyakin.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imanyakin.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imanyakin.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imanyakin.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imanyakin.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imanyakin.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imanyakin.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imanyakin.wordpress.com/221/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imanyakin.wordpress.com&amp;blog=2610407&amp;post=221&amp;subd=imanyakin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imanyakin.wordpress.com/2010/02/11/perjalanan-syaikh-abu-hatam-rah-a-kisah-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5fb2535e7d875839d6968487223525d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Alkayyis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anak Laki-Laki Harun Ar-Rasyid</title>
		<link>http://imanyakin.wordpress.com/2010/02/08/anak-laki-laki-harun-ar-rasyid/</link>
		<comments>http://imanyakin.wordpress.com/2010/02/08/anak-laki-laki-harun-ar-rasyid/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 10:33:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Alkayyis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Harun]]></category>
		<category><![CDATA[Laki-Laki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imanyakin.wordpress.com/?p=219</guid>
		<description><![CDATA[Harun Ar Rasyid mempunyai seorang anak laki-laki yang berumur sekitar 16 tahun. Ia banyak duduk di majlis orang-orang zuhud dan wara’. Ia juga sering berziarah ke pemakaman. Ketika sampai di pemakaman, ia berkata, “Ada masanya kalian tinggal di dunia ini dan sebagai tuannya. Akan tetapi ternyata dunia tidak melindungi kalian sehingga kalian sampai ke dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imanyakin.wordpress.com&amp;blog=2610407&amp;post=219&amp;subd=imanyakin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Harun Ar Rasyid mempunyai seorang anak laki-laki yang berumur sekitar 16 tahun. Ia banyak duduk di majlis orang-orang zuhud dan wara’. Ia juga sering berziarah ke pemakaman. Ketika sampai di pemakaman, ia berkata, “Ada masanya kalian tinggal di dunia ini dan sebagai tuannya. Akan tetapi ternyata dunia tidak melindungi kalian sehingga kalian sampai ke dalam kubur. Seandainya aku mengetahui apa yang menimpa kalian sekarang ini, tentu aku ingin mengetahui apa yang kalian katakan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan kepada kalian. Kemudian ia membaca syair ini:</p>
<p><strong><em>“Pemakaman menakutkanku setiap hari. Suara tangisan dan ratapan wanita yang berduka cita membuatku sedih.”</em></strong></p>
<p>Pada suatu hari, ia datang ke istana ayahnya, Harun Ar Rasyid. Pada waktu itu, semua menteri dan para pejabat kerajaan beserta tamu-tamu terhormat lainnya sedang berkumpul bersama raja, sedangkan anak laki-laki tersebut hanya mengenakan kain yang sangat sederhana dengan surban dikepalanya. Ketika orang-orang istana melihat dirinya dalam keadaan seperti itu, mereka saling berkata, “Tingkah laku anak gila ini menghina Amirul Mukminin di hadapan para bangsawan. Jika Amirul Mukminin menasehati dan mengingatkannya, mungkin ia akan berhenti dari kebiasaannya gilanya itu.” Begitu mendengar perkataan mereka, Amirul Mukminin berkata kepada anak laki-lakinya, “Wahai anakku sayang, engkau telah mempermalukan diriku di hadapan para bangsawan.” Mendengar kata-kata itu, ia tidak menjawab sepatah katapun atas perkataan ayahnya, tetapi ia memanggil seekor burung yang bertengger di ruangan tersebut dan berkata, “Demi Dzat yang menciptakanmu, terbang dan hinggaplah di atas tanganku.” Burung itupun terbang dan hinggap di atas tangannya. Kemudian ia berkata, “Sekarang, kembalilah ke tempatmu.” Maka terbanglah burung itu lalu kembali ke tempatnya. Setelah itu ia berkata, <strong><em>“Ayahku, sebenarnya kecintaanmu kepada dunia itulah yang telah menghinakan diriku. Sekarang aku telah bertekad untuk berpisah denganmu.”</em></strong> Setelah berkata demikian, anak tersebut pergi meninggalkan istana. Ia pergi hanya membawa Al Quran. Ibunya memberinya sebuah cincin yang sangat mahal agar dapat digunakan pada saat memerlukan.</p>
<p><span id="more-219"></span></p>
<p>Ia berjalan dari istana hingga tiba di Bashrah. Ia mulai bekerja sebagai buruh. Tetapi dalam satu minggu, ia hanya bekerja selama satu hari, yakni pada hari sabtu. Hasil jerih payahnya selama sehari ia gunakan untuk keperluan hidupnya selama seminggu. Kemudian pada hari ke delapan, yakni pada hari sabtu, ia bekerja lagi. Ia hanya menerima upah sebesar satu dirham, dan untuk keperluan setiap harinya, ia menggunakannya sebesar satu danaq (seperenam dirham). Ia tidak mau mengambil lebih atau kurang dari upah tersebut.</p>
<p>Kisah selanjutnya diceritakan oleh Abu Amir Bashri rah a. Ia berkata, “Ketika sebelah rumahku roboh, aku memerlukan seorang tukang batu untuk memperbaiki rumahku. Ada seseorang yang memberitahu aku bahwa ada seorang anak laki-laki yang dapat memperbaiki rumah. Maka aku segera mencarinya. Di luar kota, aku melihat seorang anak muda tampan yang sedang duduk membaca Al Quran. Di sisinya terletak sebuah tas kecil. Aku bertanya kepadanya, ‘Wahai anakku, apakah engkau mau bekerja sebagai buruh?’ Ia menjawab,<strong><em> ‘Mengapa tidak, kita diciptakan memang untuk bekerja. Katakan kepadaku apa yang harus aku kerjakan?’</em></strong> Aku berkata, ‘Memperbaiki bangunan.’ Ia berkata, <em><strong>‘Aku bersedia asalkan aku mendapat upah satu dirham dan satu danaq sehari, dan pada waktu shalat aku tidak bekerja. Aku harus mengerjakan shalat.’</strong></em> Aku menerima syaratnya. Kemudian aku membawanya ke rumah dan menyuruhnya bekerja. Ketika saat shalat Maghrib tiba, aku sangat terkejut, karena ternyata ia telah menyelesaikan pekerjaan dengan baik, pekerjaan yang dapat dilakukan oleh sepuluh orang. Aku memberinya upah dua dirham, akan tetapi ia tidak mau menerimanya, karena melebihi dari syarat yang telah ia ajukan. Ia hanya mau mengambil satu dirham dan satu danaq, lalu pergi.</p>
<p>Karena merasa penasaran, pada hari berikutnya aku keluar mencarinya, tetapi ia tidak kutemukan. Aku bertanya kepada orang-orang dengan menerangkan ciri-ciri anak muda tersebut, kalau-kalau ada yang mengetahuinya. Orang-orang memberitahuku bahwa anak tersebut hanya bekerja pada hari sabtu. Selain hari tersebut, tidak ada seorang pun yang dapat menemukannya. Karena merasa puas dengan pekerjaan anak muda tersebut, aku memutuskan untuk menunda pembangunan dinding rumahku pada hari sabtu mendatang dengan meminta bantuan kepada anak muda tersebut. Pada hari sabtu, aku mencarinya lagi dan kudapati ia sedang membaca Al Quran sebagaimana biasanya. Aku mengucapkan salam kepadanya dan menanyakan apakah ia bersedia bekerja lagi di tempatku dengan syarat yang sama dengan hari sabtu yang lalu. Ia berangkat bersamaku dan mulai mengerjakan dinding rumahku lagi.</p>
<p>Aku masih merasa sangat penasaran dengan pekerjaan anak muda tersebut, bagaimana mungkin ia mampu mengerjakan sendiri sebuah pekerjaan yang biasa dilakukan oleh sepuluh orang pekerja. Maka, ketika ia mengerjakan pekerjaannya, dengan diam-diam aku mengintipnya. Betapa terkejutnya ketika aku melihat apa yang dilakukannya. Ketika ia mengaduk semen dan meletakkannya di dinding, batu-batu itu menyatu dengan sendirinya. Maka aku sadar dan yakin bahwa anak muda tersebut bukanlah pemuda biasa, akan tetapi seorang kekasih Allah. Sebagaimana hamba-hamba-Nya yang khusus, dalam melakukan pekerjaannya, pemuda tersebut selalu mendapat bantuan dari Allah secara ghaib.</p>
<p>Pada sore harinya aku hendak memberinya upah sebesar tiga dirham, akan tetapi ia tidak mau menerimanya. Ia hanya mengambil satu dirham dan satu danaq, kemudian pergi. Aku menunggunya lagi selama seminggu. Dan pada hari sabtu, aku keluar mencarinya. Akan tetapi aku tidak menemukannya. Aku memperoleh berita dari seseorang yang mengatakan bahwa pemuda tersebut sedang sakit. Tiga hari lamanya ia jatuh sakit. Kemudian aku minta tolong kepada seseorang untuk mengantarkan aku ke tempat pemuda yang sedang menderita sakit itu. Sesampainya di tempat tinggalnya, ternyata pemuda itu tengah berbaring tak sadarkan diri di atas tanah, kepalanya berbantalkan separuh potongan batu bata. Ketika aku memberi salam padanya, ia tidak menjawab. Maka aku mengucapkan salam sekali lagi. Ia membuka matanya sedikit dan mengenaliku. Aku segera mengangkat kepalanya dari batu bata itu dan meletakkannya di atas pangkuanku. Tetapi ia menarik kepalanya dan membaca beberapa bait syair, dua di antaranya adalah :</p>
<p><strong><em>Wahai kawanku, janganlah engkau terperdaya oleh kenikmatan dunia. Karena hidupmu akan berlalu. Kemewahan hanyalah untuk sekejap mata.</em></strong></p>
<p><strong><em>Dan apabila engkau mengusung jenazah ke pemakaman, ingatlah suatu hari engkau pun akan diusung ke pemakaman.</em></strong></p>
<p>Setelah mengucapkan syair tersebut, ia berkata, “Wahai Abu Amir, jika ruhku telah keluar dari tubuhku, mandikanlah aku, dan kafanilah aku dengan pakaian ini. Aku menyahut, “Wahai sayang, aku tidak keberatan membelikan kain kafan yang baru untukmu.” Ia menjawab, <em><strong>“Orang yang masih hidup lebih memerlukan pakaian yang baru daripada orang yang meninggal (sama dengan ucapan Abu Bakar Ash Shiddiq ra ketika hendak meninggal dunia)</strong></em>. Anak itu menambahkan, “Kain kafan yang baru ataupun usang akan segera membusuk. Apa yang tinggal bersama seseorang setelah kematiannya hanyalah amal perbuatannya. Berikanlah sarung dan cerekku ini kepada penggali kubur sebagai upahnya. Al Quran dan cincin ini tolong sampaikan langsung kepada Khalifah Harun Ar Rasyid dan sampaikan kepadanya pesanku, <em><strong>‘Wahai ayah, jangan sampai engkau meninggal dalam keadaan lalai dan tertipu oleh dunia.”</strong></em> Dengan keluarnya kata-kata tersebut dari bibirnya, pemuda itu pun meninggal dunia. Dan pada saat itulah aku menyadari bahwa ternyata ia adalah seorang Pangeran, Putra Mahkota.</p>
<p>Setelah putra mahkota itu meniggal dunia, aku pun memandikannya, mengkafaninya, dan memakamkannya sesuai dengan wasiatnya. Kedua benda berupa sarung dan cerek aku berikan kepada penggali kubur. Kemudian aku pergi ke Baghdad dengan membawa Al Quran dan cincin untuk aku serahkan kepada Khalifah Harun Ar Rasyid. Sungguh aku sangat beruntung, ketika aku sampai di pintu gerbang istana khalifah, pasukan raja sedang keluar dari istana khalifah. Aku pun berdiri di tempat yang tinggi. Mula-mula keluar pasukan berkuda yang sangat besar, yakni berjumlah 1000 tentara. Setelah itu keluar lagi sepuluh pasukan berkuda, masing-masing pasukan berjumlah 1000 tentara. Amirul Mukminin sendiri berada di dalam pasukan yang kesepuluh. Dengan kerasnya aku berseru, “Wahai Amirul Mukminin, demi kekerabatanmu dengan Rasulullah saw, berhentilah sebentar!” Mendengar suaraku itu, ia melihat kepadaku. Maka dengan cepat aku maju kea rah Amirul Mukminin dan berkata, “Ini adalah titipan seorang laki-laki asing kepadaku. Ia berwasiat agar aku menyampaikan dua macam benda ini langsung kepada engkau.” Bagitu melihatnya, raja pun mengenalinya dan menundukkan kepala sesaat. Air matanya mengalir dari kedua matanya. Kemudian khalifah menyuruh pengurus istana untuk mengantarku ke istana.</p>
<p>Setelah khalifah kembali pada sore harinya, khalifah memerintahkan pengurus istana untuk menutup semua tabir istana dan berkata kepada penjaga pintu, “Panggil orang itu, walaupun ia akan membengkitkan kembali kesedihanku.” Penjaga pintu datang kepadaku dan berkata, ‘Amirul Mukminin memanggilmu. Tetapi ingat, Amirul Mukminin sedang berduka. Jika engkau ingin menyampaikan sesuatu dalam sepuluh kata, cobalah disampaikan dalam lima kata saja.’ Setelah berkata demikian, ia membawaku menemui Amirul Mukminin. Pada waktu itu Amirul Mukminin duduk seorang diri. Ia berkata kepadaku, ‘Mendekatlah kepadaku.’ Aku pun duduk di dekat khalifah. Lalu khalifah berkata, ‘Apakah engkau mengenal anakku?’ Aku menjawab, ‘Betul, aku mengenalnya.’ Khalifah bertanya, ‘Pekerjaan apakah yang ia lakukan?’ Aku menjawab, ‘Ia bekerja sebagai tukang batu.’ Khalifah bertanya, ‘Apakah engkau juga pernah mempekerjakannya sebagai tukang batu?’ Aku menjawab, ‘Ya, pernah.’ Khalifah bertanya lagi, ‘Apakah engkau tidak tahu bahwa ia masih mempunyai hubungan kekerabatan dengan Rasulullah saw?’ (Harun Ar Rasyid adalah keturunan Abbas ra, paman Nabi Muhammad saw). Aku berkata, ‘Amirul Mukminin, terlebih dahulu aku memohon ampunan dari Allah SWT, setelah itu aku memohon maaf kepadamu. Pada waktu itu aku belum mengetahui kalau ia masih mempunyai hubungan kekerabatan dengan Rasulullah saw. Aku baru mengetahuinya ketika ia hendak meninggal dunia.’ Khalifah bertanya, ‘Apakah engkau memandikannya dengan tanganmu sendiri?’ Aku menjawab, ‘Benar. Khalifah berkata, ‘Ulurkan tanganmu!’ Ia menarik tanganku, kemudian menempelkan di dadanya dambil membaca beberapa syair yang artinya:</p>
<p><strong><em>Wahai engkau yang menjauh dariku,</em></strong></p>
<p><strong><em>Hatiku larut dalam kesedihan karenamu</em></strong></p>
<p><strong><em>Mataku mencucurkan air mata penderitaan</em></strong></p>
<p><strong><em>Wahai engkau yang jauh kuburnya</em></strong></p>
<p><strong><em>Terlalu jauh, tetapi kesedihanmu lebih dekat di hatiku</em></strong></p>
<p><strong><em>Benar, kematian itu membingungkan kesenangan yang tertinggi di dunia</em></strong></p>
<p><strong><em>Wahai anakku yang menjauh dariku</em></strong></p>
<p><strong><em>Enakau bagai bulan purnama yang tergantung di atas dahan perak</em></strong></p>
<p><strong><em>Bulan telah menetap di kubur</em></strong></p>
<p><strong><em>Sedang dahan perak menjadi debu</em></strong></p>
<p>Setelah melantunkan syair di atas, Harun Ar Rasyid ingin pergi ke Bashrah untuk menziarahi makam anaknya. Abu Amir pun menyertainya. Begitu sampai di makam anaknya, Harun Ar Rasyid membaca beberapa bait syair yang artinya sebagai berikut:</p>
<p><strong><em>Wahai musafir ke alam yang tidak diketahui</em></strong></p>
<p><strong><em>Engkau takkan kembali ke rumah</em></strong></p>
<p><strong><em>Maut dengan cepat telah merenggutmu pada awal masa remajamu</em></strong></p>
<p><strong><em>Wahai penyejuk mataku, engkaulah pelipur laraku</em></strong></p>
<p><strong><em>Kediaman hatiku di kesunyian</em></strong></p>
<p><strong><em>Engkau telah merasakan racun kematian</em></strong></p>
<p><strong><em>Yang seharusnya ayahmulah yang meminumnya di usia tua</em></strong></p>
<p><strong><em>Sungguh, setiap orang akan merasakan kematian</em></strong></p>
<p><strong><em>Apakah ia seorang pengembara, atau seorang penduduk kota</em></strong></p>
<p><strong><em>Segala puji bagi Allah Yang Esa, Yang tidak mempunyai sekutu</em></strong></p>
<p><strong><em>Karena ini adalah bukti keputusan-Nya</em></strong></p>
<p>Abu Amir rah a berkata, “Pada malam harinya, ketika aku telah menyelesaikan wirid-wiridku, aku tertidur. Dalam tidurku, aku bermimpi melihat sebuah istana yang berkubah dari nur, yang di atasnya terdapat awan dari nur yang menaunginya. Kemudia awan itu hilang, dan anak itu memanggilku sambil berkata, ‘Wahai Abu Amir, semoga Allah memberimu balasan yang lebih baik karena engkau telah memandikan, mengkafani, memakamkan aku, dan telah menunaikan semua wasiatku. Aku bertanya kepadanya, ‘Wahai kekasihku, bagaimana keadaanmu, apa yang engkau alami?’ Ia berkata, ‘Aku telah sampai ke hadapan Tuhan Yang Maha Pemurah dan Dia sangat ridha kepadaku.’ Al Malik telah memberi tahu kepadaku bahwa aku memdapatkan sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata manusia, tidak pernah terdengar oleh telinga manusia, dan akal tidak dapat memikirkannya.</p>
<p>Kemudian ruh pemuda tersebut berkata kepadaku dalam mimpiku, “Allah SWT telah berjanji kepadaku, Dia bersumpah dengan keagungan-Nya bahwa Dia akan menganugerahkan kenikmatan, kehormatan, dan karunia semacam itu kepada semua hamba-Nya yang keluar dari dunia seperti aku.’</p>
<p>Penulis kitab Raudh mengatakan bahwa ia juga mendapatkan cerita yang sama secara keseluruhan dari sanad yang lain. Di dalamnya juga diterangkan bahwa seseorang bertanya kepada Harun Ar Rasyid mengenai keadaan anak itu. Ia menjawab, ‘Anakku lahir sebelum aku menjadi raja. Ia mendapat didikan adab yang sangat baik, ia telah belajar Al Quran dan ilmu-ilmu lain. Ketika aku menjadi raja, ia pergi meninggalkan aku. Ia tidak pernah mengambil manfaat dari duniaku. Ketika ia hendak pergi, akulah yang berkata kepada ibunya agar ia diberi sebuah cincin mutiara yang sangat indah dan mahal harganya. Akan tetapi ia tidak pernah menggunakannya, bahkan ketika menjelang wafat, ia mengembalikannya. Anak ini sangat patuh kepada ibunya.” (Raudh)</p>
<br />Filed under: <a href='http://imanyakin.wordpress.com/category/anak/'>Anak</a> Tagged: <a href='http://imanyakin.wordpress.com/tag/harun/'>Harun</a>, <a href='http://imanyakin.wordpress.com/tag/laki-laki/'>Laki-Laki</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imanyakin.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imanyakin.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imanyakin.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imanyakin.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imanyakin.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imanyakin.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imanyakin.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imanyakin.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imanyakin.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imanyakin.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imanyakin.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imanyakin.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imanyakin.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imanyakin.wordpress.com/219/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imanyakin.wordpress.com&amp;blog=2610407&amp;post=219&amp;subd=imanyakin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imanyakin.wordpress.com/2010/02/08/anak-laki-laki-harun-ar-rasyid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5fb2535e7d875839d6968487223525d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Alkayyis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kelebihan Dakwah Syaitan</title>
		<link>http://imanyakin.wordpress.com/2010/02/02/kelebihan-dakwah-syaitan/</link>
		<comments>http://imanyakin.wordpress.com/2010/02/02/kelebihan-dakwah-syaitan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 06:52:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abu Alkayyis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bayan]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Syaitan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imanyakin.wordpress.com/2010/02/02/kelebihan-dakwah-syaitan/</guid>
		<description><![CDATA[1. Berdakwah dengan keyakinan yang sempurna. 2. Nishab dakwahnya 11 bulan dalam satu tahun. Mereka tidak berdakwah pada bulan Ramadhan. Mereka tidak berdakwah di bulan ini bukan karena keinginan mereka, tetapi dilarang oleh Allah SWT. 3. Satu hati. Sesama dai kemungkaran tidak ada perpecahan, permusuhan, saling cela-mencela. Mereka bersatu pada agar tujuan mereka tercapai. 4. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imanyakin.wordpress.com&amp;blog=2610407&amp;post=215&amp;subd=imanyakin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>1. </strong><strong>Berdakwah dengan keyakinan yang sempurna.</strong><br />
<strong>2.	Nishab dakwahnya 11 bulan dalam satu tahun.</strong></p>
<p>Mereka tidak berdakwah pada bulan Ramadhan. Mereka tidak berdakwah di bulan ini bukan karena keinginan mereka, tetapi dilarang oleh Allah SWT.<br />
<strong>3.	Satu hati.</strong></p>
<p>Sesama dai kemungkaran tidak ada perpecahan, permusuhan, saling cela-mencela. Mereka bersatu pada agar tujuan mereka tercapai.<br />
<strong>4.	Berpengalaman dalam berdakwah.</strong></p>
<p>Mursyid dakwah mereka adalah Iblis. Iblis yang berpengalaman menggelincirkan Nabi Adam as. Iblis yang belajar langsung kepada Allah, bagaimana caranya menggoda manusia. Hanya hamba-hamba Allah yang IKHLASH saja yang tidak bisa digoda oleh Iblis dan semua turunannya.<br />
<strong>5.	Dakwahnya menjadi maksud hidup bukan sambilan dan bukan sarana untuk mencari harta. </strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://imanyakin.wordpress.com/category/bayan/'>Bayan</a> Tagged: <a href='http://imanyakin.wordpress.com/tag/dakwah/'>Dakwah</a>, <a href='http://imanyakin.wordpress.com/tag/syaitan/'>Syaitan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imanyakin.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imanyakin.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imanyakin.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imanyakin.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imanyakin.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imanyakin.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imanyakin.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imanyakin.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imanyakin.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imanyakin.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imanyakin.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imanyakin.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imanyakin.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imanyakin.wordpress.com/215/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imanyakin.wordpress.com&amp;blog=2610407&amp;post=215&amp;subd=imanyakin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imanyakin.wordpress.com/2010/02/02/kelebihan-dakwah-syaitan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f5fb2535e7d875839d6968487223525d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Alkayyis</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
