You are currently browsing the category archive for the ‘Muzakarah Dakwah’ category.
Kenapa DUNIA rusak?
Karena WANITA nya rusak.
Kenapa WANITA rusak?
Karena LAKI-LAKI nya rusak.
Kenapa LAKI-LAKI rusak?
Ada beberapa penyebabnya seseorang tidak lagi melakukan tugas dakwah, antara lain :
- Terlalu Ekstrem atau berlebihan dalam menjalankan aturan Agama
- Melampaui Batas kewajaran dalam melakukan hal-hal yang mubah
- Memisahkan diri dari Jemaah
- Kurang mengingat kematian dan kehidupan akhirat
- Menyepelekan kewajiban harian
- Tubuhnya termasuki barang yang haram atau syubhat
- Mencukupkan diri dengan melakukan sebagian saja dari syariat agama
- Melalaikan kaidah sunatullah
- Mengabaikan kebutuhan jasmani
- Tidak siap menghadapi kendala dakwah
- Berteman dengan orang yang lemah semangatnya
- Tidak terprogramnya aktifitas yang dilakukan
- Berlarut-larut dalam maksiat dan meremehkan dosa-dosa kecil
Seorang wanita shalihah lebih baik dari 70 orang waliyullah.
Seorang wanita jahat lebih buruk daripada 1000 lelaki yang jahat.
Dua rakaat shalat dari wanita hamil lebih baik daripada 80 rakaat shalat wanita yang tidak hamil.
Wanita yang member susu kepada anaknya dari buah dadanya akan mendapat satu pahala dari tiap-tiap tetes susu yang diberikannya.
Apabila seorang suami pulang kerumah dalam keadaan letih dan istrinya melayani dengan baik maka mendapat pahala jihad.
Maksud dan Tujuan Musyawarah :
Bagaimana kita bisa menyatukan hati, fikir, dan kerja kita dan apa yang akan kita buat sehingga mampu mendatangkan hidayah Allah SWT dan kita siap untuk menggunakan harta, diri, dan waktu kita untuk memenuhi takaza-takaza (keperluan) agama.
Kejayaan, kebahagiaan, kemuliaan, dan kesuksesan makhluk ada dalam kekuasaan Allah SWT. Allah yang menciptakan. Allah yang memelihara. Allah yang memberi rizki. Allah menciptakan suasana dan keadaan. Allah menciptakan sesuatu dengan kudrat dan iradat Nya tanpa bantuan makhluk.
Segala yang nampak ataupun yang tidak nampak berasal dari khazanah Allah. Untuk kejayaan, kebahagiaan, kemuliaan, dan keselamatan umat manusia Allah telah menghantarkan Agama Islam yang sempurna. Agama adalah seluruh perintah Allah ikut sunnah Rasulullah saw. Ketiadaan dan kekurangan dalam amal agama akan menyebabkan kerugian, penderitaan, kegagalan, dan kehinaan baik di dunia maupun di akhirat yang kekal abadi selama-lamanya. Agama penting namun usaha atas agama jauh lebih penting. Agama lebih penting dari tanah, air, api, dan udara. Bagaimana agama dapat wujud dalam diri kita dan seluruh umat serta dapat tersebar ke seluruh alam sampai hari kiamat? Jawabnya : Hanya ada satu cara, yaitu dengan usaha dan cara Rasulullah saw, tidak dapat dengan cara lain. Sebagaimana kita melihat hanya dengan mata, mendengar dengan telinga, berbicara dengan mulut, berjalan dengan kaki, dan sebagainya.
Cara Suami Memuliakan Isteri :
- Hak rumah tangga dipenuhi
- Menyayangi anak di depan isteri
- Membawa isteri jalan-jalan
- Memuji masakan isteri
- Bercerita di malam hari sebelum tidur
- Memuji bila terlihat kebaikan isteri
- Memberi hadiah
- Menjaga akhlaq di depan isteri
- Menghias diri di depan isteri
- Berdoa untuk isteri, kebaikan di dunia dan akhirat
Cara Isteri Memuliakan Suami :
- Senantiasa tawadhu di hadapan suami
- Taat perintah suami
- Diam ketika suami berbicara
- Mengantar suami apabila mau pergi
- Berhias rapi di hadapan suami
- Memanaki wangi-wangian
- Memelihara mulut akar tetap wangi
- Menawarkan diri ketika mau tidur
- Menjaga kehormatan suami dan keluarga
- Qonaah
- Tidak keluar rumah tanpa izin suami
- Menjaga harta suami
Usaha dakwah adalah sarana tarbiya umat untuk mencapai kesempurnaan sifat umat di seluruh alam yang dikerjakan secara bertahap-tahap sehingga umat ini layak untuk meneruskan risalah kenabian.
Tarbiyah bagi umat untuk mencapai sifat-sifat :
- Iman dan yakin seperti iman dan yakinnya Rasulullah saw
- Fikir dan risau seperti fikir dan risau Rasulullah saw
- Maksud hidup seperti maksud hidup Rasulullah saw
- Kecintaan seperti kecintaan Rasulullah saw
- Tertib hidup seperti tertib hidup Rasulullah saw
Pesanan ulama tehadap para wanita :
1. Sholat di awal waktu
2. Membaca Al Quran secara istiqamah
3. Ta’lim wa ta’allum
4. Mendidik anak secara sunnah
5. Hidup sederhana
6. Menutup aurat secara sempurna
7. Melayani suami dengan baik
8. Mendorong suami dan muhrim untuk keluar di jalan Allah
1. Sholat Di Awal Waktu
a. Berwudhu sebelum adzan
b. Mendorong suami, saudara laku2, anak laki2, bapak untuk sholat berjamaah di masjid
c. Meninggalkan semua kegiatan waktu adzan dikumandangkan
d. Memperbanyak sholat-sholat sunnah (rawatib, Isyraq, dhuha, tasbih, awwabin, tahajud dan witir).
ALHAMDULILLAH, kita umat Nabi, umat yang satu, umat yang terbaik, yang dilahirkan di tengah-tengah manusia yang mempunyai tanggung jawab amar ma’ruf nahi mungkar.
MASYA ALLAH, kita umat Nabi, umat yang satu, umat yang terbaik yang berlandaskan kasih sayang terhadap umat yang tumbuh dengan pengorbanan jiwa dan raga, deraian air mata, dan tetesan darah para shuhada.
ASTAGHFIRULLAH, kita umat Nabi, umat yang satu, umat yang tebaik yang sekarang sedang terpecah-belah karena tinggalkan dakwah secara sunnah.
INSYA ALLAH, kita umat Nabi, umat yang satu umat yang terbaik akan mengalami kejayaan agama sebagaimana di zaman Nabi Muhammad dan para shahabatnya yang mana laki2nya berbondong-bondong memakmurkan masjid, keluar di jalan Allah. Para wanitanya menutup aurat secara sempurna, mendorong laki2nya untuk memperjuangkan agama, mendidik anak2 mereka untuk menjadi anak2 yang sholeh dan sholehah, alim alimah, hafidz hafidzah, abid abidah, da’i da’iyyah. Kapan ini akan terjadi??? Bila umat mendahulukan 3 perkara, membelakangkan 8 perkara dan menafikan 5 perkara.
Mengutamakan : 1. Perintah Allah, 2. Sunnah Rasulullah, dan 3. Jihad
Membelakangkan : 1. Bapak, 2. Anak, 3. Saudara, 4. Istri, 5. keluarga (organisasi), 6. harta, 7. Bisnis, dan Rumah.
Menafikan : 1. Suku, 2. Bangsa, 3. Bahasa, 4. Warna kulit, dan 5. Profesi / kedudukan
Wahai umat Nabi jadikanlah dakwah sebagai maksud hidup dengan 6 keyakinan :
1. Dakwah Perintah Allah 4. Di dalam dakwah ada Jaminan Allah
2. Dakwah Sunnah Rasulullah 5. Di dalam dakwah ada Janji Allah
3. Dakwah menuju Ridho Allah 6. Di dalam dakwah ada Nushratullah
Bismillahir Rahmaanir Rahiim
Hendaklah kita jadikan maksud hidup kita sebagaimana maksud hidup Nabi Muhammad saw, yaitu dakwah ila Allah. Al Quran akan selalu ditafsirkan berbeda-beda, tergantung siapa yang yang menafsirkan dan sebagai apa dia memposisikan diri. Seorang politikus akan menafsirkan Al Quran berbeda dengan seorang yang memposisikan dirinya sebagai pebisnis. Dan kita akan sangat jauh memahami Al Quran dari pemahaman Rasulullah dan Shahabat ra jika kita tidak memposisikan diri kita sebagai dai-dainya Allah SWT.

Komentar Terakhir