77 Cabang Iman

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Iman itu memiliki tujuh puluh cabang (riwayat lain tujuh puluh tujuh cabang) dan yang paling utama ialah Laa ilaaha illa Allah, dan yang terendah ialah mebuang duri dari jalan. Dan malu juga merupakan salah satu cabang iman.” (Ashhabus Sittah).

Banyak ahli hadits yang menulis risalah mengenai cabang iman di antaranya ialah : Abu Abdillah Halimi rah a dalam Fawaidul Minhaj, Imam Baihaqi rah a dalam Syu’bul Iman, Syaikh Abdul Jalil rah a dalam Syu’bul Iman, Ishaq bin Qurthubi rah a dalam An Nashaih, dan Imam Abu Hatim rah a dalam Washful Iman wa Syu’buhu.

Para pensyarah kitab Bukhari rah a menjelaskan serta mengumpulkan ringkasan masalah ini dalam kitab-kitab tersebut. Walhasil pada hakikatnya iman yang sempurna itu mempunyai 3 (tiga) bagian :

  1. Tashdiq bil Qalbi, yaitu meyakini dengan hati,
  2. Iqrar bil Lisan, mengucapkan dengan lisan, dan
  3. Amal bil Arkan, mengamalkan dengan anggota badan.

Cabang iman terbagi lagi menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu yang berhubungan dengan :

1)      Niat, aqidah, dan amalan hati;

2)      Lidah; dan

3)      Seluruh anggota tubuh.

  1. Yang Berhubungan dengan Niat, Aqidah, dan Hati

1)      Beriman kepada Allah, kepada Dzat-Nya, dan segala sifat-Nya, meyakini bahwa Allah adalah Maha Suci, Esa, dan tiada bandingan serta perumpamaannya.

2)      Selain Allah semuanya adalah ciptaan-Nya. Dialah yang Esa.

3)      Beriman kepada para malaikat.

4)      Beriman kepada kitab-kitab yang diturunkan Allah kepada para Rasul-Nya.

5)      Beriman kepada para Rasul.

6)      Beriman kepada takdir yang baik maupun buruk, bahwa semua itu dating dari Allah.

7)      Beriman kepada hari Kiamat, termasuk siksa dan pertanyaan di dalam kubur, kehidupan setelah mati, hisab, penimbangan amal, dan menyeberangi shirat.

8)      Meyakini akan adanya Syurga dan Insya Allah semua mukmin akan memasukinya.

9)      Meyakini neraka dan siksanya yang sangat pedih untuk selamanya.

10)  Mencintai ALLAH

11)  Mencintai karena Allah dan membenci karena Allah termasuk mencintai para sahabat, khususnya Muhajirin dan Anshar, juga keluarga Nabi Muhammad saw dan keturunannya.

12)  Mencintai Rasulullah saw, termasuk siapa saja yang memuliakan beliau, bershalawat atasnya, dan mengikuti sunnahnya.

13)  Ikhlash, tidak riya dalam beramal dan menjauhi nifaq.

14)  Bertaubat, menyesali dosa-dosanya dalam hati disertai janji tidak akan mengulanginya lagi.

15)  Takut kepada Allah.

16)  Selalu mengharap Rahmat Allah.

17)  Tidak berputus asa dari Rahmat Allah.

18)  Syukur.

19)  Menunaikan amanah.

20)  Sabar.

21)  Tawadhu dan menghormati yang lebih tua.

22)  Kasih saying, termasuk mencintai anak-anak kecil.

23)  Menerima dan ridha dengan apa yang telah ditakdirkan.

24)  Tawakkal.

25)  Meninggalkan sifat takabbur dan membanggakan diri, termasuk menundukkan hawa nafsu.

26)  Tidak dengki dan iri hati.

27)  Rasa malu.

28)  Tidak menjadi pemarah.

29)  Tidak menipu, termasuk tidak berburuk sangka dan tidak merencanakan keburukan atau maker kepada siapapun.

30)  Mengeluarkan segala cinta dunia dari hati, termasuk cinta harta dan pangkat.

2. Yang Berhubungan dengan Lidah

31)  Membaca kalimat Thayyibah.

32)  Membaca Al Quran yang suci.

33)  Menuntut ilmu.

34)  Mengajarkan ilmu.

35)  Berdoa.

36)  Dzikrullah, termasuk istighfar.

37)  Menghindari bicara sia-sia.

3. Yang berhubungan dengan Anggota Tubuh

38)  Bersuci. Termasuk kesucian badan, pakaian, dan tempat tinggal.

39)  Menjaga shalat. Termasuk shalat fardhu, sunnah, dan qadha’.

40)  Bersedekah. Termasuk zakat fitrah, zakat harta, member makan, memuliakan tamu, serta membebaskan hamba sahaya.

41)  Berpuasa, wajib maupun sunnah.

42)  Haji, fardhu maupun sunnah.

43)  Beriktikaf, termasuk mencari lailatul qadar di dalamnya.

44)  Menjaga agama dan meninggalkan rumah untuk berhijrah sementara waktu.

45)  Menyempurnakan nazar.

46)  Menyempurnakan sumpah.

47)  Menyempurnakan kifarah.

48)  Menutup aurat ketika shalat dan di luar shalat.

49)  Berkorban hewan, termasuk memperhatikan hewan korban yang akan disembelih dan menjaganya dengan baik.

50)  Mengurus jenazah.

51)  Menunaikan utang.

52)  Meluruskan mu’amalah dan meninggalkan riba.

53)  Bersaksi benar dan jujur, tidak menutupi kebenaran.

54)  Menikah untuk menghindari perbuatan keji dan haram.

55)  Menunaikan hak keluarga dan sanak kerabat, serta menunaikan hak hamba sahaya.

56)  Berbakti dan menunaikan hak orang tua.

57)  Mendidikan anak-anak dengan tarbiyah yang baik.

58)  Menjaga silaturrahmi.

59)  Taat kepada orang tua atau yang dituakan dalam agama.

60)  Menegakkan pemerintahan yang adil

61)  Mendukung jemaah yang bergerak di dalam kebenaran.

62)  Mentaati hakim (pemerintah) dengan syarat tidak melanggar syariat.

63)  Memperbaiki mu’amalah dengan sesama.

64)  Membantu orang lain dalam kebaikan.

65)  Amar makruh Nahi Mungkar.

66)  Menegakkan hukum Islam.

67)  Berjihad, termasuk menjaga perbatasan.

68)  Menunaikan amanah, termasuk mengeluarkan 1/5 harta rampasan perang.

69)  Memberi dan membayar utang.

70)  Memberikan hak tetangga dan memuliakannya.

71)  Mencari harta dengan cara yang halal.

72)  Menyumbangkan harta pada tempatnya, termasuk menghindari sifat boros dan kikir.

73)  Memberi dan menjawab salam.

74)  Mendoakan orang yang bersin.

75)  Menghindari perbuatan yang merugikan dan menyusahkan orang lain.

76)  Menghindari permainan dan senda gurau.

77)  Menjauhkan benda-benda yang mengganggu di jalan.

About these ads
Categories: Bicara Iman Yakin | Tags: , | 22 Komentar

Post navigation

22 thoughts on “77 Cabang Iman

  1. edwin ridwanto

    setuju

  2. salam ziarah juga…. nice entri..

  3. Anonymous

    mana dari salah satu sifat diatas yg ada pd diri antum……???

    • Anonymous

      melihat kekurangan sendiri dan melihat kebaikan orang lain jauh lebih bermanfaat..

  4. taqdir

    malu jg sbhagian dr iman

  5. Desi Pritari

    Maf saya ijin Copas Artikel KK. Saya akan tetap menyisipkan nama situs kk kok, ok Jazakumullah Khairan Katsira

  6. abisophia

    Masya Allah, bisa untuk bahan ta’lim, ijin copas. Jazakallah khairan katsiiran.

  7. Ping-balik: c - Page 1

  8. salam ziarah, ana copy artikel ke

    http://www.1khalifah.wordpress.com

  9. Salam dari saya dan Salam dari Allah untuk kita sekelian..
    No 1 & no 2 diatas dalam bab beriman sangat terang dan jelas yang maksudnya hanya kepada Allah semata-mata dan yang selain daripada itu adalah makhluk. . .dan ini juga jelas bermaksud tuhan itu juga adalah makhluk. Jadi saya bertambah hairan kerana sudah diakui, sudah dijelas dan sangat diterima logiknya tetapi kenapa umat islam hari ini masih terus bisa berdoa dengan,” ya Allah ya tuhan ku atau ya Allah ya rabbi”. Bukankah ini juga bermaksud kita menyamakan Allah itu dengan makhluknya iaitu tuhan, bermakna syiriklah kita. Allah itu Allah, tidak boleh Allah itu ditukar nama kepada tuhan sebab tuhan itu makhluk. Perkataan Allah itu maknanya tetap Allah jua, Allah itu maha pencipta walhal tuhan itu ciptaan manusia sahaja. Tuhan dipuja sedangkan Allah dipuji. Dihari kiamat nanti mereka yang mensyirikkan Allah dengan tuhan-tuhan itu sekali akan Allah binasakan.
    Sudah tiada tuhan melainkan Allah, ini yang kasar pun sudah mengaku tidak ada tuhan. Dan yang menghalus, Sudah tiada yang lain melainkan Allah. Maka Allah itu tetap Allah dan Allah bukan tuhan….Terima kasih Allah.

    • Assallamuailaikum saudara Taringman.

      Cuba selami maksud ayat pertama surah al-fatihah yang dibaca dalam solat kita setiap hari.

      “Segala puji bagi Allah, Tuhan yang mentadbir sekian alam”

      Dan banyak lagi perkataan nama ‘tuhan’ (rabbi) merujuk kepada Allah dalam al-quran.

      Nah…. Bagaimana saudara mengatakan Allah bukan tuhan dan penggunaan perkataan ‘tuhanku’ adalah sirik. Memang benar Allah itu Allah (nama khas bg Allah) . Tetapi Tuhan adalah nama ‘umum’ kepada semua agama , boleh dipakai sebagai ganti nama Allah seperti ayat al-fatihah diatas.
      Kesimpulan.
      Tuhan-tuhan palsu adalah merujuk agama lain.
      Tuhan sebenar adalah Allah.
      Tuhan-tuhan palsu adalah makhluk Allah.

      Segala doa yang kita baca akan dinilaikan dengan niat.
      Semoga tiada lagi kekeliruan pada pembaca-pembaca lain. IsyaAllah.

    • Anonymous

      Kamu engga tau as maul husna ya

  10. Salam. . .
    No. 3, 4 dan 5, masya Allah. . .mari cuba renungkan yang ini;
    “Beriman pada Allah, ini adalah benar,,beriman pada Malaikat adalah tidak benar,, namun beriman apa yang disampaikan yang datang dari Allah ,,itu adalah benar. Benarnya malaikat itu hanyalah ciptaan Allah,,maka untuk beriman padanya itu adalah syirik. Begitu jua terhadap Nabi,,beriman padanya adalah syirik,,namun beriman terhadap apa yang dikatakan tentang kebaikan,,itu adalah benar dari Allah. Hanya beriman pada kata-kata namun tidak beriman pada Nabi. Beriman pada Nabi hanya percaya Nabi itu hanya kejadian Allah,,begitu juga tentang beriman pada kitab,,dengan kitab usahlah diletak keimanan,,keimanan diletakkan pada kata-kata Allah yang terkandung kata-kata yang baik. Beriman pada hari kiamat, ini benar kerana kiamat ini adalah kehancuran yang pasti berlaku pada ciptaan Allah. Beriman pada qada dan qadar,,ini adalah tidak benar,,kerana Allah sentiasa memberi peluang pada insan untuk kearah yang lebih baik…( Kalamullah 2-11 ).

    No.6, huraian selanjutnya begini,”Qada dan qadar ini lah senjata kuat dari kalangan insan yang berputus asa,, nampak seperti untuk menguatkan keimanan pada Allah,,namun ia adalah bahan agar insan menjadi lemah terhadap Allah,,bila mana sesuatu yang berlaku,,maka ia akan berkata ini qada dan qadar dari Allah,,pada hal Allah telah pun memberi peluang agar insan untuk bermohon doa kepadanya,,agar segala urusan itu baik dan lebih baik,,begitu jua insan bilamana ia merasakan jasad itu adalah dirinya,,adakah ia mampu sampai kearah diberi keimanan dari Allah,,maka semua insan mampu,,kiranya ia mampu bersungguh mengesakan Allah dengan sebenar-benar,,kerana Allah milik segala ciptaan dan kejadiannya…( Kalamullah 2-12 ).

    Maka itu saudaraku sekelian, jauhkan lah daripada dosa syirik kerana syirik itu membuatkan Allah murka seperti berikut;
    “Perkara yang menjadi kemurkaan Allah adalah perbuatan munafik dan syirik insan terhadapnya,,didalam dunia ini ramai umat islam yang paling banyak munafik dan syirik terhadap Allah,,walaupun ia sering menuduh orang lain sesat,,sedangkan ia sudah pun berada dikedudukan sesat yang nyata,,kerana bila mana menyebut tuhan itu Allah,, maka ia sudah pun terperangkap didalam munafik dan syirik,,munafik dan syirik ini ada lah kedudukan yang sesat yang bilamana ia sudah sekian lama duduk dikedudukan ini maka amat lah sukar untuk ia keluar dari kedudukan itu,,kedudukan itu penuh dengan persangka dan membuat jiwa menjadi keras walaupun seperti lembut akhlaknya,,namun emosinya amat lah tidak terduga,,ia tidak akan menerima sesuatu yang benar,,begitulah sesuatu yang sesat bila ia dianggap benar,,maka amat sukar untuk mereka memahami yang benar…( Kalamullah 2-13 )

    Terima Kasih Allah…bersambung

  11. Salam dari Allah buat kita sekelian.
    No.7,8 dan 9 diatas sedikit sebanyak telah diulas pada coretan terdahulu.
    No.10 ini sangat menarik untuk direnungkan. Persoalannya adakah layak atau pantas kita manusia kerdil ini mahu mencintai Allah, sedangkan Allah telah berfirman,” Tidak daku jadikan jin dan manusia melainkan untuk beriman kepada KU.” Disini Allah menekankan soal beriman, disuruh beriman bukan cinta, sedangkan suruhan beriman itu sendiri telah diingkari dan dikhianati oleh manusia-manusia yang sombong dan leka dengan perbuatan mensyirikkan Allah
    apa inikan lagi mahu mencintai Allah.

    Kepada saudaraku sekelian, penulis pernah membicarakan soal cinta ini disuatu ruang yang lain tetapi penulis sertakan juga dalam ruangan ini bagi tatapan dan renungan pembaca semoga mendapat menafaat darinya.

    Topik kali ini ialah menyentuh tentang CINTA, satu topik yang telah banyak kali diperkatakan oleh hampir semua peringkat, hanya peringkat kanak-kanak sahaja yang kalau kita merujuk kepada masyarakat timur, cinta kanak-kanak hanya dilapaskan dengan perkataan ‘sayang’ terutama kepada ibubapa atau adik beradik. Ini juga tertakluk kepada pengolahan bahasa dalam sesuatu masyarakat seperti kalau dalam masyarakat Inggeris yang menggunakan bahasa Inggeris atau English, ayat-ayat ‘I love you’ itu masih relevan dan digunapakai mengikut konteksnya.

    Sehingga ada segolongan manusia yang mungkin sudah bosan, kecewa atau masih tidak kenal akan cinta sebenar maka mereka berubah kepada Cinta Allah atau hanya cinta kepada Allah walhal dirinya masih dalam keadaan manusia biasa, masih melakukan dosa atau lebih khusus dosa mensyirikan Allah. Maka mereka yang sebegini adalah tergolong kedalam golongan munafik atau hipokrit, mereka terusan mengatakan cinta Allah tetapi dalam masa yang sama menghina Allah dengan mensyirikkan Nya. Walaupun benar kata sesetengah pandai bahawa cinta itu kejam tetapi munafik atau syirik kepada Allah tidak cukup sahaja dianggap kejam, malah terkeluar daripada jalan iman ( agama ) sehinggakan Allah sendiri tidak boleh mengampunkanya.

    InsyaAllah dengan izin Allah jika diberi kesempatan penulis akan menghuraikan perbezaan jelas diantara cinta sesama manusia ( insan) dengan cinta kepada Allah.

    Asal usul cinta.
    Cinta adalah perasaan rasa kasih sayang seorang insan yang terbit dipangkal hati manusia terhadap sesuatu tetapi kali ini biarlah kita lebih khusus iaitu rasa kasihsayang sesama insan, kena faham bahawa hanya insan yang ada perasaan cinta, manusia kebanyakanya tidak punya cinta tetapi lebih kepada nafsu. Kenapa pangkal hati?.. sehinggakan lambang cinta itu selalu digambarkan dengan lambang hati.

    Mari kita selami dahulu asal usul kejadian manusia mengikut cerita pesan daripada Allah melalui peristiwa kejadian Adam. Allah yang maha berkuasa telah menjadikan Adam daripada tanah, cukup sempurna tiada cacat celanya, tiada yang kurang dalam kejadian Adam sehinggakan Iblis pun diperintahkan sujud kepada Adam.
    Apabila telah sempurna kejadian jasad Adam maka Allah pun meniupkan ‘nyawa’ atau roh sehinggalah hidupnya Adam. Tetapi perhatikan betul-betul disini bahawa yang dikatakan nyawa;

    Pesan dari Allah;
    Perihal nyawa dan roh
    “Nyawa adalah nyawa, roh adalah roh,, jiwa adalah jiwa dan jasad adalah jasad,, semuanya mempunyai perjalanan masing-masing,, jasad adalah dari ku yang nyata hanya sebagai pinjaman,, agar dikau merasai bagaimana rasanya berkuasa,, dengan nyatanya jasad ku dipergunakannya,, nyawa adalah pinjaman dari ku terkandung kuasa hidup yang menghubungkan rasa pada roh yang mana roh merangkumi seluruh jasad,, dari rasa yang diterima oleh roh, maka terjawab nilai rasa oleh jiwa,, adakah rasa sakit ataupun nikmat dan lain-lain,, maka apabila disaat kematian terhadap insan yang mana nyawa keluar duhulu maka terasa azab lah jiwa itu kerana roh yang menyampul jiwa masih berada dijasad,, dan kiranya roh dan jiwa keluar duhulu,, kemudian disusuli nyawa maka tiada lah ia merasa azab disaat kematiannya,, kematian adalah matinya segala nikmat nyata…( Kalamullah 62 )

    Lagi perihal roh dan jiwa
    “Antara roh dan jiwa tidak akan berpisah,, kerana roh adalah penghubung rasa pada jiwa,, dan jiwa menilaikan rasa, maka terjawab apa yang dirasa antara azab dan nikmat,, roh mampu membentuk menjadi dua bentuk,, roh cahaya api dan roh cahaya nikmat,, jiwa akan selesa apabila tersampul roh cahaya nikmat yang terhasil dari jiwa baik diwaktu hayat hidup nyatanya dan roh cahaya api,, jiwa terasa azab dalam keresahan,, ia terjadi diwaktu hayatnya yang penuh dengan sifat keburukan,, yang mana jiwa membakar roh dan akhirnya roh membakar jiwa…( Kalamullah 63 )

    Perhatikan hubungan roh dan jiwa yang tidak terpisah.

    Nyawa dan Roh..
    “Nyawa itu berada didarah yang merah, roh itu berada didarah putih dan insan itu jiwa, berada dihati. Sifat jiwa hanya mampu merasai, tidak lebih dari itu dan jasad itu kejadian Allah. Kerana nyatanya kejadian Allah maka baru ia insan dapat merasai, kerana insan itu bersifat jiwa, sedangkan jiwa itu ghaib. Maka jelas bahawa insan itu ghaib dan yang nyata itu adalah kejadian Allah. Bagi yang menyedarinya dan bagi yang tidak menyedari semuanya hanya kuasa Allah. Maka kuasa Allah hak kepada seluruh kejadiannya tiada halangan lalu berhak iblis duduk difikiran insan, setan duduk dihati insan dan jin duduk diseluruh jasad . Ini semua terjadi kerana insan merasakan dirinya nyata lalu Allah tidak bersama insan. Yang ada hanya kuasa Allah maka insan tanpa Allah ia akan binasa sedikit demi sedikit dengan penyakit atau apa saja yang boleh membawa kebinasaan…( Kalamullah 8 )

    …dan insan itu jiwa, berada di hati, dan sifat jiwa itu hanya merasa, jiwa menilaikan rasa yang dihubungkan oleh roh dan roh duduknya pada seluruh jasad. Jadi kalau dikatakan dari mata turun kehati, kata-kata Allahyarham P. Ramlee itu tiada salahnya kerana mata duduknya di kepala (jasad) dan yang menerima iaitu jiwa/insan duduknya di hati.

    …kalau kita katakan cinta itu buta pun tiada salahnya sebab cinta itu terjawab pada jiwa dan sifat jiwa itu hanya merasa kerana jiwa itu ghaib, buta, pekak, bisu dan sebagainya dan jiwa itulah insan.

    Kejadian jasad
    “Jasad terjadi dari 4 unsur yang lengkap bentuk sesuatu yang berkuasa,, namun ia hanya bentuk lengkap belum lagi ia mampu bergerak,, daku tambahkan kuasa lalu ia hidup,, namun belum lagi ia mampu mentakbir dirinya, lalu daku letakan insan yang berasal dari ku dalam bentuk cahaya yang hidup, menukar menjadi jiwa,, lalu cahaya jiwa menukar menjadi roh,, maka sempurna insan itu bersama daku yang nyata,, insan itu berasal dari jiwa ku,, yang daku pisahkan untuk mentadbir sendiri didalam kehidupan dengan cara berbagai ragam kuasa,, maka dengan 4 unsur lalu bermula lah kejadian yang hidup yang mampu berkuasa mampu berbangga,, namun kebanyakan mereka lupa asal usulnya,, lalu ramai yang menentang ku tanpa menyedari bahawa segala-galanya adalah daku yang nyata dan insan yang ghaib itu mula melampaui batas merasakan dirinya nyata,, begitu punca yang berasal dari ku yang berkuasa maka semua menjadi lupa dan terus ingin berkuasa…( Kalamullah 65 )

    Dalam satu fahaman lain, apabila lengkapnya kejadian Adam maka Allah melepaskan tiga kali tiupan, yang pertama terlepas lalu singgah kepada Nabi Hidir, tiupan kali kedua juga terlepas lalu singgah kepada Nabi penjaga bumi iaitu Ilyasak dan tiupan kali ketigalah baru singgah kepada Adam sehingga bangun dan hiduplah Adam. Bukankah ini cerita memperlekehkan Allah, seolah-olah Allah itu tidak hebat atau lemah sehingga boleh terlepas tiupan…nyatalah cerita sebegitu hanya prasangka buruk dari manusia munafik sahaja.

    Disini cuba fahami dan halusi diantara kata-kata pujangga dengan kata-kata para munafik. Kata-kata pujangga ( bukanlah P Ramlee sorang sahaja ) tersusun cantik dengan kata-kata Allah tetapi kata-kata orang munafik banyak menghina dan memperlekehkan Allah.

    Dan kejadian manusia selepas Adam;

    Kejadianmu dari nikmat ibubapa…
    “Kejadian mu berasal dari nikmat kedua ibu bapa mu yang mana disebalik nikmat itu adalah jiwa yang ghaib dan daku sampul jiwa yang ghaib itu dengan roh dan ku sampul roh itu dengan jasad yang nyata “kejadian ku”. Maka daku sempurnakan segalanya dengan sifat ku iaitu berakal fikiran , berkata-kata, mampu bergerak tanpa disuruh dan yang lain-lainnya. Maka duduk darjat seperti ku yang mana daku maha mulia dan dikau insan dimuliakan . Adakah masih tidak jelas atau masih keraguan? Buangkan lah sifat-sifat persangka dan berimanlah dengan sebenar-benar kepada ku . Usah lah merasa jemu terhadap apa yang disampaikan, sesungguhnya daku ialah yang maha memberi kebaikan…sungguh daku ini yang maha berkuasa lalu daku ciptakan segala ciptaan ku semuanya berkuasa dan ingin berkuasa kerana ia berasal dari ku yang maha berkuasa . Dari sebesar kejadian hingga ia sekecil kejadian. Semuanya mempunyai sifat berkuasa namun segala kuasa yang ada terhadap ciptaan ku tidak ia boleh melampaui batas kerana ia hanya sifat kuasa kejadian yang mana ia terhad bergantung akan bentuk kejadian nya . Kiranya ia melebihi maka kuasa itu bertukar kepada kuasa kebinasaan. Begitu juga insan yang merasa dirinya berkuasa sudah pasti ia menuju kebinasaan dirinya sendiri, maka dengan itu berkuasa ia bersama-sama ku namun akan membawa segala kebaikan pada diri dan yang lainnya. Beringat ia sentiasa kepada ku yang mencipta segala yang ada dilangit dan dibumi dan seisi alamnya. Usahlah menjadi insan yang leka akan segala pemberian nikmat yang daku ciptakan tanpa sia-sia walaupun sehalus angin namun ia juga nikmat dari diri ku…( Kalamullah 11 )

    Fahamilah sewaktu jasad masih sempurna
    “Dan kiranya difahami diwaktu masih sempurna daku yang nyata bersama mu,, iaitu dimana jasad masih ada, dikau telah memahami bahawa jasad ini adalah penghubung nikmat yang nyata, lalu disedari menyatakan daku yang nyata ” ya Allah, dengan nyatanya dikau dapat lah daku merasai terhadap segala yang dikau nyatakan dari yang ghaib,, maka daku yang ghaib ini dapat merasai dengan nyatanya dikau bersama ku, terima kasih ya Allah “, maka akan bermula roh menyampul nyawa, jasad dan jiwa,, yang mana roh keluar dari jasad dan menyampulnya lalu terbentuk jasad yang mampu ghaib dan nyata dan hidup berpanjangan,, bertapa penting memahami segala yang daku sampaikan agar segalanya menjadi baik,, memati kan nikmat dengan berterima kasih lalu dipulangkan kepada ku dengan kata-kata segalanya nikmat mu jua ya Allah,, sebelum daku mengambil nya dengan kata-kata,” ini nikmat ku, dikau tidak layak menggunakannya kerana dikau bukan dari kalangan yang berterima kasih kepada ku”…( Kalamullah 64 )

    Perihal insan dan jiwa
    “Pada hal insan itu adalah jiwa yang mana sifatnya hanya merasai,, ia hanya mampu berkehendak tidak lebih dari itu,, namun sifat lupa disebabkan nafsu kehendak yang melampaui batas,, maka ia mula tidak sedarkan akan dirinya,, walaupun dia tahu sekelip mata ia akan mati,, namun dengan rasa kuatnya untuk berkuasa lantas kematian itu tidak lagi menjadi masaalah buatnya,, namun setelah kematian itu terjadi pada dirinya,, barulah ia terlihat kemurkaan ku,, maka menangis lah ia tanpa air mata memohon keampunan dari ku,, namun tidak daku perdengarkan rintihannya,, biar lah ia terus merasai apa yang telah mereka kehendaki,, kerana semuanya hanya kemahuannya sendiri…( Kalamullah 66 )

    Cinta itu adalah jawapan atau kehendak jiwa kerana jiwa itu sifatnya hanya merasa, jiwa itu buta dan ingat pada jiwa juga ada sifat melampau yang dikawal nafsu, kalau cinta sudah malampaui batas itu bukan cinta buta tetapi cinta membabi buta dan cinta sebegini dimurkai Allah.

    Cinta Sesama Insan
    Apabila jiwa bertemu jiwa atau insan bertemu insan, melalui peranan roh yang duduk dijasad menghubungkan segala maklumat kepada jiwa masing-masing, maka jiwa Adam dam Hawa sudah berkenan maka timbullah rasa kasih sayang atau cinta. Roh memainkan peranan, bukan sahaja melalui mata tetapi seluruh pancaindera, kalau bukan begitu kesihanlah pada orang buta, walaupun dia buta tetapi mereka juga tidak buta cinta.

    Cinta buta dengan buta cinta tidak sama. Cinta buta sebab jiwa/insan yang buta, ia cuma merasa, tetapi buta cinta adalah kerana insan sudah hilang jiwanya menjadi nafsu, jiwanya telah ditunggang oleh iblis, hilang jiwa bermakna ia bukan insan tetapi manusia. Manusialah
    yang banyak melakukan kerosakan dibumi ini. ( …dengan izin Allah di topik lain kita akan bincangkan manusia iblis ini).

    Cinta sesama insan, kena ingat jiwa itu adalah pemberian mutlak daripada Allah, bermakna ia barang Allah, jadi kalau kita cintakan pasangan kita, kita tidak boleh menzaliminya kerana jiwanya juga pemberian daripada Allah jua. Seseorang lelaki tidak boleh menzalimi jiwa seorang wanita terutama dengan berkahwin lebih sebab Allah telah jadikan setiap kejadian Nya berpasangan, dan yang berkahwin lebih itu adalah kehendak jiwa yang melampaui batas iaitu nafsu. Kata Allah, seorang lelaki yang baik adalah untuk seorang perempuan yang baik, takkan disini juga Allah boleh tersilap, maka jauhilah sifat orang-orang munafik.

    Cinta songsang bukan cinta murni, dia dirajai oleh nafsu dan bukan cinta insan kerana ia adalah kehendak yang melampaui batas, malah hanya perbuatan manusia danoleh kerana setiap perbuatan mereka yang sia-sia maka mereka layaklah digelar manusia sia, dan janji Allah hanya menunggu masa untuk dibinasa. Cerita sejarah dalam Al Quran kan sudah ada.

    Cinta Kepada Allah.
    Kesemuanya daripada Allah, daripada Allah kita datang kepada Allah lah kita akan kembali.

    Daripada cerita Allah di atas, perasaan cinta adalah nikmat rasa jiwa, jiwa itu pemberian daripada Allah, Allah lah bapa segala jiwa, maka perasaan cinta itu adalah perasaan Allah jua kepada seluruh kejadian Nya. Jadi yang mana hak kita, tidak ada.

    Kerana sifat Kasih dan Sayang Allah itulah ujudnya kita semua ini, waimah seluruh alam maya sekeliannya. Cinta kita kepada Allah tak payalah nak dimegah atau diheboh-hebohkan, lebih-lebih sebab barang itu semua adalah Allah yang punya.
    Allah berfirman.” Tidak aku jadikan manusia dan jin itu melainkan untuk beriman kepada ku”. Tak sebut pun suruh cinta tetapi Dia suruh beriman, bermakna kena fahamlah apa makna beriman dengan sebenar-benar iman kepada Allah.

    Cinta kepada Allah hanya prasangka manusia sahaja.
    Baiklah saya nak tunjukkan betapa buruknya orang yang mengaku cintakan Allah.

    1. Tak kenal maka tak cinta. Macamana mereka kata mereka cintakan Allah kalau tidak atau belum mendalami bab mengenal. Kita ini ciptaan Nya ( makhluk ), maka layak ke kita nak bercinta dengan yang menciptakan kita ?

    2. Ada cerita yang mengatakan seorang wanita berkata, sebagai bukti cinta aku kepada Allah, jikalau kutahu ada cinta yang lain selain cinta aku kepada Allah dihati ini, akan ku ambil pisau, ku robekkan hati jantung ini. Inilah yang dikatakan cinta membabi buta. Tidakkah dia sedar bahawa jasad dia itu adalah kejadian Allah yang nyata, bukan hak dia boleh suka-suka hati nak robek. Kalau dia cinta kepada Allah sewajarnyalah barang milik Allah ini di jaga dengan baik sebab Allah tidak menjadikan sesuatu itu dengan sia-sia. Sebab itu jugalah Allah melarang kita membunuh diri kita sendiri.

    3. Bab yang paling popular tapi ramai orang tak sedar ialah bab syirik kepada Allah. Walaupun banyak buku dah ditulis tetapi huraiannya masih tak menepati walhal bab syirik ini sangatlah penting sehinggakan Allah sendiri pun tak dapat ampunkan dosanya, sedangkan Allah itu lagi maha pengampun.

    Fahaman lama tentang syirik ini difaham dan ditulis oleh mereka untuk ditujukan kepada orang lain sahaja, almaklumlah mereka memang tak buat benda-benda macam tu, pergi kubur, telek nasib dan sebagainya tetapi yang mereka lupa dan tak nampak ialah mereka sendiri pun selama ini mensyirikkan Allah apabila menyamakan Allah dengan tuhan seperti dalam berdoa,” ya Allah ya tuhanku atau ya Allah ya rabbi”. Bukankah itu juga bermakna mensekutukan Allah atau menganggap Allah itu tuhan. Allah bukan tuhan, Allah itu Allah dan Dia tetap Allah pada bila-bila masa pun, tak perlu gantinama sebab nama yang lain-lain itu tak setanding dengan nama ALLAH, nama Allah tetap Allah tiada gandingannya.

    Ada yang mengatakan nama Allah itu adalah salah satu nama-nama tuhan yang banyak seperti dalam 99nama Allah,…astaufirrullah….yang 99nama atau banyak lagi itu hanylah nama sifat-sifat Allah bukan nama Allah, sebagai bukti, kesemua nama-nama itu ada maknanya tersendiri seperti ar Rahman beerti pengasih, ar Rahim beerti penyayang, al Wahid beerti yang satu, al Latif beerti yang halus dan seterusnya…tetapi nama Allah siapa boleh adakan maknanya. Allah tiada makna dan tiada yang setanding dengannya..itu baru nama belum lagi kita bicarakan yang empunyai nama, tentunya lah lagi hebat.

    Inilah perkara pokok dalam bab syirik, tak boleh buat sambil lewa, kalau setakat pergi kubur dan segala macam, itu semua perkara kecil sahaja dan takkan lah sehingga Allah jadi murka sebegitu sekali sehingga tak beleh diampunkan, bukankah Allah itu maha pengampun.

    Inilah temberang yang dilakukan oleh orang-orang munafik dan kita terus percaya dari dulu hingga sekarang kerana terlalu taksub dengan kitab-kitab dan kepercayaan lama yang beribu tahun lamanya seolah-olah otak kita hari ini dah tak berfungsi untuk menilai yang sebenar betul atau bidaah walhal barang yang sudah lama tentu sekali sudah berubah apabila melalui zamannya dan tak mustahil sudah diubah. Sebagai dalilnya telah diubah, tak kanlah Allah sampai menurunkan 4 kitab, kalau yang datang dari Allah itu tak diubah tentunya cukup dengan satu kitab sahaja. Sememangnya perangai buruk manusia ini ialah suka merubah ciptaan Allah kerana nafsu atau cinta membabi buta untuk menunjukkan hebat diri sendiri, waimah rupa wajah mereka sendiri pun diubah.

    Baiklah, balik kepada pokok asas syirik, Allah bukan tuhan, Allah itu Allah dan tetap Allah setiap masa. Jangan kita menghina Allah dengan menyamakanNya dengan tuhan sebab tuhan itu hanya ciptaan manusia sahaja, ia juga makhluk yang mana apabila datangnya kiamat nanti, baik orang-orang yang derhaka dengan tuhan-tuhan itu sekali pun Allah akan binasakan.

    (…dengan izin Allah bab menghalusi mengenal Allah ini juga akan penulis huraikan dicoretan akan datang).

    4. Terlalu banyak perbuatan manusia hari ini yang mempersendakan Allah. Contoh yang paling kecil seperti bacaan ‘bismillah hirrahman nirrahim’. Kalau ditulis dalam tulisan arab, memang terang dan jelas perkataan Allah itu di tulis tetapi kalau didengar dengan teliti bacaannya, tidak adapun sebutan nama Allah itu dibunyikan dengan terang dan jelas. Yang ada hanyalah sebutan ‘millah’, dan sebutan millah tak sama maknanya dengan Allah, malah millah bukan merujuk kepada Allah. Maka itu yang selama ini dah berkurun kita diajarkan dengan doa bismillah ini sebenarnya tidak menuju kepada Allah, maka menjadi sia-sialah sahaja malah mendapat dosa kerana mempersendakan nama Allah itu.

    Apa pun alasan seperti sebab nakkan sedab bunyi, senang nak lagukan itu semua tak boleh diterima. Kata kita nak cinta Allah, masakan perkara sekecil ini nak dibuat main-main.

    Seperti firman Allah dalam surah yassin ayat 69, ” Dan kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al Quran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan.”

    Jelas itu adalah ayat al Quran yang melarang kita melagu-lagukan ayat-ayat Allah tetapi sampai hari ini negara mana yang dengan bangga dan senang hati menganjurkan pertandingan (musabaqah) al Quran dan didalam negara hari ini tumbuh macam cendawan kelas-kelas tarannum, hafis dan sebagainya walhal yang disuruh adalah belajar memahami terjemahan dan maksud, itulah pelajaran sepatutnya kerana disitulah letaknya rahsia al Quran.

    5. Sebagai manusia yang mahu cintakan Allah, jangan lupa cinta itu perlu dilafaskan, jadi macamana nak cinta kalau kita tak reti nak berbicara dengan Allah. Cuba lihat adakah apabila kita hendak berbuat sesuatu kita minta izin dulu daripada Allah..dan setelah melakukannya kita ucapkanlah terima kasih Allah.

    Sebagai satu contoh berapa ramai diantara kita yang mengucapkan salam kepada Allah, salam itu ialah doa ucap selamat, walhal kita tahu sesiapa yang menerima salam, sipenerima wajib membalasnya. Jadi kalau kita hendakkan Allah mengucapkan selamat kepada kita maka perbanyakkan lah kita memberi salam kepada Allah maka akan dijawabalas oleh Allah dengan ‘ selamatlah kamu wahai insan yang dimuliakan..’ kerana Allah itu mulia dan insan itu dimulikan.

    6. Hari ini ramainya manusia yang dengan sifat sombong dan angkuhnya mengaku dirinya yang nyata, mereka kata Allah itu ghaib, sedangkan sekiranya Allah itu ghaib bagaimana pula Allah hendak mentadbirkan alam ini. Ayat-ayat yang awal diatas mengajarkan bahawa insan itulah yang ghaib dan yang nyata itu Allah, sebab insan itu ghaiblah maka Allah pinjamkan jasad kejadianNya yang nyata untuk ditunggang oleh insan. Insan itu hanya jiwa yang sifatnya hanya merasa, duduk di hati dalam jasad kepunyaan Allah. Selagi insan mengaku dirinya yang nyata maka Allah tiada bersamanya, yang ada hanya kuasa Allah. Jadi apabila hanya kuasa Allah maka sedikit demi sedikit jasad itu akan binasa samada dengan berbagai penyakit, kemalangan dan sebagainya tetapi begitulah kalau disebaliknya pula, kalau kita mengaku jasad kita itu KEJADIAN Allah yang nyata ( tetapi jangan mengaku jasad itu Allah kerana segala-galanya Allah ) maka kalau dah diakaui barang itu kepunyaan Allah takkan beranilah makhluk perosak hendak membinasakannya, barulah kita pun sedar bahawa kita ini telah diberikan amanah untuk sama menjaga barang Allah tadi, bukan pula untuk membunuhnya.

    7. Lebih dasyat lagi apabila manusia itu mendahului Allah dengan perasangka, mempersenda agama dengan yang bukan-bukan seperti menganggap perempuan dalam haid itu kotor, lihat bicara Allah ini,

    Jalan yang lurus…
    “Jalan yang lurus itu adalah jalan yang benar,, yang mana tiada halangan didalam urusan solat dan ibadahnya,, segalanya mudah mengikut apa jua keadaan perbuatan,, adakah dikau terfikir akan agama anjuran mereka,, bilamana wanita yang datang haid,, tidak boleh langsung berurusan beribadah dan solat pada ku,, kerana dianggap ia telah pun kotor,, itu katanya,, dan diwaktu kiranya ajal menjemput wanita yang sedang haid,, bagaimana kah untuk daku mengira amalnya,, kerana ia sedang kotor dalam haid,, bukan kah ini menyusahkan,, sedangkan urusan solat dan ibadah kepada ku itu tiada halangan walau apa jua keadaan,, kerana yang daku pandang adalah jiwa yang suci,, maka bebas lah ia untuk beribadah dan solat,, walau apa jua keadaan mereka,, maka ini lah jalan yang lurus yang tiada halangan didalam soal ibadah dan solat segalanya mudah,, yang susah itu adalah jalan yang tidak benar, maka berliku lah kefahaman yang penuh kesulitan… ( Kalamullah 254 )

    Hukum wanita haid..
    “Bagi wanita yang datang haid,, kemudian ia mencuci kotoran haidnya,, ini adalah ibadah yang mulia lalu ia berkata,”Ya Allah terima kasih dengan kotoran darah yang hebat ini, maka hadirkan lah jua darah bersih yang hebat untuk jasad yang hebat,,menjadi nyawa yang hebat dan kesihatan yang hebat,,terima kasih ya Allah”. Ini adalah ibadah dan solat yang sempurna,, teramat mulia disisi ku…( Kalamullah 255 )

    8. Bagi kaum lelaki pula yang bersetuju dan suka berkahwin lebih daripada satu kononya mahu ikut sunnah nabi, bagaimanakah mahu membuktikan cintanya kepada Allah kalau dah sibuk dengan isteri-isterinya dan yang jelasnya telah melanggar saranan Allah yang mengatakan “seorang lelaki yang baik adalah untuk seorang wanita yang baik…” dan bicara Allah sebagaimana berikut;

    Pasal kahwin 4..
    Kaum Adam yang memerlukan 4 kaum hawa hanya semata-mata untuk melengkapkan kesempurnaan satu nafsunya yang mana 4 kaum hawa baru lengkap jiwa nafsunya,, ini adalah tanda tidak sempurna kaum Adam itu berkenaan soal nafsunya,, nafsunya lebih berbanding keimanannya terhadap ku,, dan kaum Hawa pula yang memerlukan 4 kaum Hawa agar membentuk seperti satu kaum Hawa,, iaitu nisbah 4 membentuk 1,, ini adalah kaum Hawa yang benar-benar lemah,, kerana ia memerlukan 4 kaum hawa membahgiakan satu kaum Adam,, pada hal kiranya kaum Hawa itu benar-benar beriman pada ku ia akan menjadi satu kaum Hawa yang cukup menjadi satu pasangan kaum Adam,, namun semua ini yang terjadi dalam golongannya adalah golongan yang sama-sama belum sempurna dalam soal keimanan yang sebenar-benar, maka segalanya menjadi nyata berlaku,, namun nampaknya seperti benar sempurna,, tapi sebaliknya ini lah tanda-tanda insan yang leka terhadap ku…( Kalamullah 343 )

    9. Dan kaum Hawa pula tanpa menyedari dan dibimbing dengan betul lantas terusan menyalahkan takdir diri mereka;

    Keluhan kaum hawa…
    “Lalu kaum Hawa akan meluahkan dengan hampa nya dengan kata-kata “Ini lah takdir aku hidup dimadu” dan kaum Adam pula dengan bangganya berkata “Aku ikut sunnah” pada hal kaum Adam itu sedang menyembunyikan nafsunya dengan benteng sunnah dan kaum Hawa menyembunyi kan kelekaannya dengan kata-kata takdir sebagai bentengnya. Ini lah sifat bagi mereka yang angkuh,, tidak akan tunduk terhadap kelemahan diri sendiri, ia akan menegakkan dengan berbagai alasan,, maka sunnah itu menjadi jalan musnah,, dan takdir itu melengkap kata-kata takdir musnah akhirnya,, jiwa insan tidak boleh dibohongi. Tidak ada sesiapa yang suka berkongsi kasih dan sayang, ini kan pula insan yang ada berbagai jiwa,, maka berterusan lah ia hidup didalam kepura-puraan,, dan banyak melahirkan jiwa-jiwa kacau dari generasi kegenerasi hingga lenyap keimanan terhadap ku. Semuanya hanya disebab kan insan yang dianggap sempurna lalu menjadi ikutan kelakunya dan terus menuju kearah kelekaan didalam kebaikan…( Kalamullah 344 )

    10. Mari kita lihat bagaimana manusia mengaturkan urusan kehidupan berpasangan mereka yang kononnya atas dasar cinta;

    Hidup pasangan temui kehancuran
    “Perhatikan kehidupan sendiri dulu hingga kini,, bagaimana kehidupan berpasangan yang banyak menemui kehancuran hidup, pasangan yang bercerai-berai,, sebahagiannya kekal hanya dengan ehsan ku,, adakah daku terlalu lemah didalam soal memberi jodoh pasangan hidupnya? Sehingga jodoh tidak berpanjangan,, sebenarnya bukan lah daku yang memberi jodoh,, malahan hawa-nafsunya sendiri yang menginginkannya,, Ramainya insan leka kepada ku didalam urusan pasangan,, berapa ramaikah mereka yang bermohon pada ku didalam soal jodohnya,, dan bilamana ia bertemu jodohnya untuk disatukan,, disitu mereka telah melupakan ku, tanpa berkata “ YA ALLAH MOHON IZIN DARI MU UNTUK SENTIASA MENDAPAT KEREDAAN, KEBERKATAN DAN KERAHMATAN MU TERHADAP PASANGAN INI—“DENGAN INI DAKU NIKAHKAN SIPULAN DAN SIPULAN DENGAN KESYUKURAN PADA MU YA ALLAH”, Lalu dijawap “DAKU TERIMA JODOH KU INI DENGAN KESYUKURAN PADA MU YA ALLAH “….( Kalamullah 102 )

    11. Dan bagaimana pula mereka menguruskan soal jodoh mereka;

    Perihal jodoh
    “Dengan ini terlaksana didalam soal hubungan jodoh ini dengan kesyukuran pada mu ya Allah ,, dengan ini terlaksana lah didalam soal hubungan jodoh yang mana tidak insan melupakan ku,, didalam soal kehidupan berpasangan yang mana keimanan terhadap ku tidak terpisah didalam apa jua urusan,, maka disudahi dengan terima kasih ya Allah, dan doa-doa yang lain yang baik-baik, usah lah merasa malu berterima kasih pada ku walau pun disuarakan didepan insan yang ramai,, percaya lah daku sentiasa ada,, lafaskan selepas urusan mempersatukan jodoh,, didalam soal jodoh tidak lah ada mas kahwin,, melainkan hadiah tanda pemberian iklas,, tidak ada paksaan. Bukan kah daku ini yang menguruskan soal jodoh insan dan bilamana insan membelakangkan ku, maka terzahir lah zuriat yang bersifat lawan dan jodoh yang tidak berpanjangan,, kiranya tiada ehsan ku sudah lama dunia ini hancur,, kerana sikap insan yang suka leka terhadap ku…( Kalamullah 103 )

    12. Erti pernikahan ialah memperikat dengan kata janji diantara dua jiwa yang mana dalam adat umat Melayu Islam hari sangat jauh terkeluar dari jalan Allah, lihat pula pesan Allah;

    Bab nikah
    “Sebenarnya didalam pernikahan adalah upacara memohon doa yang mana berlangsungnya diwaktu itu,, adalah untuk mendapatkan keredaan ku,, disitu lah bermula jiwa bertemu jiwa untuk melahirkan jiwa,, bagaimana mungkin daku dilupakan sedangkan dengan memohon keredaan ku diawal urusan nikah kahwin itukan lebih baik,, lihat lah betapa insan menunjukkan kuasanya seolah-olah dia berkuasa,, dengan angkuh dan bangga nya,, lalu berkata lah ia “aku nikahkan dikau” seolah-olah dialah yang menghalalkan hubungan dan dialah yang punya kuasa jaminan,, pada hal daku lah yang punya kuasa jaminan,, begitulah insan dalam masa percaya pada ku dan dimasa yang sama jua ia menidakkan ku didalam urusannya… ( Kalamullah 104 )

    13. Banyak lagi keburukan manusia yang terang-terang mencabar dan memperlekehkan kedudukan Allah malah langsung melupakan Allah dalam urusan harian mereka, jadi bagaimana nak sampai tahap cinta Allah sehingga Allah mencabar dengan kata-kata begini;

    Insan pendusta…..
    “Mahu melihat kah dikau bersama pandangan ku,, betapa ramainya insan pendusta dengan bangga melaungkan beriman lah pada Allah dengan sebenar-benar, takuti lah akan azab api nerakanya,, mereka ini ramainya hanya pendusta seperti singa yang jinak dan apabila lapar ia akan memakan tuannya,, sejauh mana mereka beriman pada ku hanya sejauh najisnya sendiri,, apa yang mereka fikirkan tentang najisnya sendiri,, meraka memandang jijik dan berbau,, lalu mencacinya bilamana ia terbau najis insan lain,, pada hal najisnya sendiri pun berbau,, apa yang ada dipandangan mereka tentang najis yang berbau itu,, sudah pasti jawapnya jijik dan meloyakan,, bukankah itu nikmat pemberian dari ku,, bahkan ramainya mereka tidak menyukurinya,, itu kah tandanya mereka beriman pada ku,, mereka kalah dengan najisnya sendiri,, mana mungkin mereka itu beriman pada ku,, sedangkan nikmat ku yang hampir pun mereka buta untuk mensyukurinya…( Kalamullah 159 )

    Maka dimanakah yang dikatakan cinta apa lagi cinta Allah, sedangkan manusia itu sendiri masih bercelaru dan tidak kenal cinta sesama insan. Kebanyakan cinta mereka adalah cinta nafsu, cinta pada kecantikan, cinta pada body, cinta pada kekayaan wang ringgit dan macam-macam, maka terjadilah kezaliman sehingga cinta itu menjadi cinta tragis, berbunuhan, simbah asid, gantung tek bertali, keluar masuk mahkamah dan segala macam cerita buruk manusia.

    Cinta Murni cinta kepada Allah hujungnya mesti berakhir jumpa dengan Allah, bukan berakhir dengan nafsu atau mata duitan dan sebagainya. Cinta Allah mestilah ingin bertemu dengan Allah bukan sahaja perlu nanti hari akhirat bahkan selagi masih berjasad lagi sudah boleh nampak Allah sebab Allah itu ada dua sifat iaitu Sifat Ghaib dan Sifat Nyata, seperti kata Allah,”..kemana sahaja kau menghadap disitu ada wajahKu”. Semasa ada hayat lagi kalau kita tak boleh jumpa cinta Allah ( yang nyata ) belum tentu di akhirat nanti kita dapat bertemu Allah ( yang ghaib ).

    Bagi mereka yang ingin bertemu Allah, perhati dan patuhilah panduan pesan dari Allah dibawah ini;

    Ingin bertemu Allah..
    1. “Kiranya dikau benar-benar ingin bertemu dengan ku,, maka perbanyakkan bicara dijiwa mu dengan kata-kata kebaikan dan pujian mu terhadap ku dengan rendah hati,, sehingga hidup jiwa mu berbicara dengan ku maka disitu dikau akan kenali diri mu yang ghaib,, dan dikau akan merasakan dengan nyata bahawa dikau tersembunyi didalam jasad,, dari situ dikau akan merasakan segala pandangan, pendengaran, kata-kata dan pemikiran mula terasa terasing dengan mu,, seumpama dikau seperti berdiam diri,, namun dikau berkata-kata, tetapi dikau tidak berkata-kata,, dan daku akan membuka pemikiran mu kerana dari pemikiran mu itu akan hadir kata-kata ku yang tidak bersuara namun dikau akan mampu menterjemahkannya,, bersambung dijiwa mu untuk membentuk kata-kata ku,, sehingga dikau mampu mengeluarkan kata-kata ku dengan jelas,, untuk difahami oleh diri mu sendiri,, dari susunan itu maka dikau mampu melihat ku tanpa mengugat jiwa mu,, agar dikau tidak keliru…( Kalamullah 221 )

    Bahasa Allah teramat lembut…
    2. “Bahasa ku teramat lembut dengan bermadah sehingga daku tidak mampu berdepan dengan jiwa yang kasar,, walaupun segala peringatan ku amat lah keras namun semuanya hanya sekadar peringatan,, kerana daku tidak mahu insan membinasakan dirinya,, daku ini maha pengasih penyayang,, bahkan segala ciptaan ku daku ciptakan dengan teliti,, walau pun sekecil kuman yang mampu hidup..maka dengan itu berbicara lah dengan jiwa mu dalam keadaan rendah diri penuh keimanan terhadap ku,, percayalah daku tidak akan menemui insan yang berjiwa keras dan kasar,, daku Allah yang wajar insan melihat ku agar bertambah keimanannya, namun siapakah yang mampu sampai kepada ku dengan nyata,, melainkan penyampai ku itu,, maka dengan ini daku berpesan cara agar dikau memahaminya bahawa daku ini tidak lah sombong,, hanya insan yang kebanyakan nya mempunyai jiwa yang sombong bagaimana mereka untuk menemui ku dengan nyata,, kerana mereka nyatanya bersifat angkuh belaka…( Kalamullah 222 )

    Allah tak mendengar insan jiwa kotor,
    3. “Dan sesungguhnya daku ini maha mendengar,, namun tidak lah daku mendengarkan kata-kata insan yang jiwanya masih kotor,, maka berkata-katalah ia seperti kata-kata kosong yang mana ia hanya berkata pada dirinya sendiri,, tidak daku perdengarkannya walau sedikit pun,, dan apabila ia berdoa pada ku,, tanda beriman namun kiranya diakhir doa ia tidak berterima kasih pada ku,, nyata lah ia hanya sekadar beriman namun masih belum yakin imannya terhadap ku,, itu lah yang dipanggil keimanan yang sia-sia dan wajarlah ia dianggap masih belum beriman dengan sebenar-benarnya,, begitu lah yang terjadi terhadap Muhammad,, sehingga terputusnya segala wahyu dari ku,, maka disitu hadirlah ayat fatiha, doa rayuan agar daku memberi pertunjuk semula jalan yang lurus untuk menuju kepada ku,, maka berterusanlah ayat fatiha itu sehingga kehari ini,, segala ayat yang terbit semuanya tersembunyi akan kisah nya tersendiri,, maka usah lah dikau mengikuti jejak mereka itu… ( Kalamullah 234 )

    Allah punya jiwa utk rasa sedih..
    4. “Daku maha pencipta segala jiwa, maka dengan itu daku mempunyai jiwa untuk merasa sedih,, walaupun daku tidak merasa rugi dan untung didalam apa jua kelaku seluruh insan,, bahkan insan jua yang merasa untung dan ruginya,, kerana telah ramai insan yang telah semakin ghaib dari jasad ku yang nyata,, dan kian menyerlah tuhan iblis, setan dan jin,, dan ada jua binatang yang kian nyata pada sifat jasad ku,, dipergunakan dengan nyata, seakan lenyap insan yang sebenar,, namun teramat sedikit yang memahami akan daku,, sehingga jiwa insan yang menjadi aras ku bertahta telah pun menjadi tempat iblis, setan dan jin bertahta sehingga ia menjadi tuhan yang nyata,, mampu membuat apa jua kejahatan,, kerana ia telah berkuasa dengan sifat tuhan yang nyata,, namun tidak ramai yang menyedarinya walaupun adakalanya berlaku pada diri sendiri,, kerana ia jua terlalu halus sehingga terleka akan kehadirannya… ( Kalamullah 272 )

    Semoga dengan coretan ini dapat memberikan tambahan pemahaman kepada kita semua sedikit tentang cinta, sementara CINTA yang terbesarnya masih menjadi rahsia Allah…Ya Allah, semoga Dikau terus memberikan petunjuk dan hidayah Mu dan membangkitkan kami semua dari kelekaan ini… Terima Kasih Allah…(bersambung).

  12. Karkun Lemah

    Pak Trang Iman,

    Tulisan antum terlalu Filsafat

    Kita ini mau belajar menyampaikan perintah Allah dengan cara Nabi dengan cara yang mudah dipahami dan dimengerti bukan dengan cara yang BIKIN PENING membacanya.

    terus terang saya PENING dengan tulisan bapak.

    Untung para Masyaikh kalau menjelaskan TIDAK MENGGUNAKAN bahasa yang bikin pening kepala, mungkin kalau itu terjadi bisa-bisa selepas Bayan keluar dari Markaz Kebon Jeruk atau Markaz Sri Petaling banyak KARKUN yang pakai KOYO di kepalanya.

    Walhamdulillah

    • Saya amat setuju dengan pertuturan tuan mengenai perbahasan Pak Trangiman yang tunggal. Saya juga turut mendengar beberapa siri kuliah mengenai Rukun Islam (5) perkara dan Rukun Iman (6) perkara. Jika membahsakan diluar kotak pemikiran dari berlandaskan kitab2 muktabar dibimbangai tergelincir landasan. Beberapa siri penerangan dari ajaran2 yang meragukan, kebanyakkan mereka tampil meyampaikan hujah hanya dengan pemikiran dan pemahaman logik akal. Tanpa merujuk kitab2 muktabar dari hadith2 Rasulullah samada hadith2 itu diriwayatkan. Kebanyakan penyampai2 sedemikian apabila ditanya mereka terus menjelaskan dengan panjang lebar hanya logik akal, kadang2 dimajlis berkenaan menjadi tempat perbahasan dan bukan lagi menjadi tempat menimba ilmu. Wallhualambisawob…

  13. Salam buat semua. . .maaf ya saudara KARKUN, pada mulanya saya tidak pasti siapa dan tahap mana penulisan ini. Sekarang saya agak ngerti, maka nya pada yang kurang jelas, bisa disoal balik bahagian mana, topik yang mana dan apa saje yang kurang jelas, nanti bisa saya tuliskan semula dengan lebih mudah. . . teruskan membaca. Terima Kasih Allah.

  14. Anonymous

    maaf klao bleh tau anda dapat ini dari
    mana

  15. subhanallah ana berterimakasi untuk blog ini, al hamdululillah, menmbah ilmu ana, untuk saudaraku yang komennya banyak (trangiman),ana mo menegaskan aja bahwa kebenaran adalah milik oarang yang punya ilmu,,dan wawasan sesuai dgan dalil qur,an dan hadits…utuk memahami agama kita harus belajar fiqih,,kalo sdh memahi fiqih,,insya allah faham agama,,kalo sudah faham agama,,ga ada komentar sepanjang itu..
    saa yakin jidat anda hitam..

  16. SI TrANGIMAN NGACO PARAH..BACA ARTIKEL NYA AJA KETAWA2 GUA..HAHAHA..KASIAN LO TRANGIMAN.

  17. Ping-balik: 77 cabang iman | gatot9budi

  18. Anonymous

    krng lengkap

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 63 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: