MENGAPA HARUS KE INDIA DAN PAKISTAN BUKAN KE MEKKAH ATAU MADINAH ?
Banyak anggota mereka yang telah menghabiskan harta mereka agar dapat datang ke India dan Pakistan belajar cara kerja dakwah yang asal. Sampai-sampai orang jual rumah, kendaraan, ternak, atau kehilangan modal usaha gara-gara ingin pergi ke sana. Bahkan dalam ceramah-ceramah mereka di markaz pusat maupun daerah selalu diakhiri dengan ajakan untuk pergi ke sana. Ada apa gerangan ?
Beredar di tengah masyarakat bahwa kiblat mereka jemaah tabligh bukan ke ka’bah, mereka tak mau pergi haji, haji mereka ke India Pakistan, dsb.
Orang tua di antara mereka mengatakan kami datang ke INDIA PAKISTAN untuk belajar ke tempat yang sudah hidup amal DAKWAH, bukan untuk beribadat di sana. Ada juga yang mengatakan sebagaimana orang ingin belajar sepak bola harus ke BRAZIL dan INGGRIS karena sudah sukses menjadi juara dunia. Begitu pula belajar HADITS orang perlu ke MADINAH, belajar qiraat ke MESIR, belajar madzhab Imam Syafi’I ke negeri MELAYU, belajar WAHABY ke ARAB SAUDI, belajar madzhab Hanafy ke KHURASAN. Maka apa salah kami belajar DAKWAH ke INDIA dan PAKISTAN karena di negeri itulah hidup amal dakwah.
Masjid banyak yang hidup 24 jam tidak seperti di Negara lain masjid banyak di kunci termasuk di MAKKAH dan MADINAH jika tak musim haji terkunci. (Penyalin : Rumah Allah DIKUNCI!!?) Padahal Rasulullah saw mulai kerja dari Masjid Nabawi yang hidup dengan amal 24 jam. Di Reiwind amalan hidup 24 jam sebagaimana Masjid Nabawi dahulu di zaman Rasulullah saw.
Ada juga di antara mereka yang katakan : Kami ke INDIA mau lihat sejarah bagaimana hasil kerja dakwah yang dibuat oleh Syaikh Maulana Muhammad Ilyas Rah A terhadap orang MEWAT. Suatu kampung pemakan bangkai, tidak mengenal Allah, tak pernah ibadah, sampai menjadi kampung yang penuh kesalehan.
Yang lain mengatakan banyak orang yang menuduh kami haji ke Pakistan bukan ke Mekah terkadang mereka sendiri belum berhaji. Lihatlah di markaz kami, di sana para hujjaj tak pernah di panggil Pak Haji, bahkan mereka berkali-kali haji, ini bisa dibuktikan jika kita Tanya para AHLI SYURA mereka rata-rata lebih dari 3 kali ke haji.
Di antaranya juga katakan : Kami datang untuk Shuhbah (berteman rapat / bershahabat untuk mengambil manfaat dari ILMU maupun AMAL) dengan ulama-ulama yang telah banyak berkorban dalam kerja dakwah, dan melihat kisah nyata kehidupan mereka yang telah jadikan dakwah sebagai MAKSUD HIDUP. Sebab jika kami tidak lihat mereka hanya baca tentang dakwah maka tak akan bisa kami terapkan.
Sebagaimana penjahit yang hanya membaca buku bagaimana cara menjahit jas tetapi tak pernah lihat bagaimana jas dibuat oleh penjahit yang lebih senior maka tak mungkin bias jahit. Memang kalau kita mau jujur mengamati kepergian mereka ke India dan Pakistan tak merubah cara ibadah, dan cara mu’asyaroh mereka, artinya tidak ada misi madzhab ataupun aliran yang dibawa. Mereka malahan lebih tenggelam dalam masyarakat dan memikirkan keadaan mereka yang jauh dari agama. Mereka shalat berjamaah dengan orang banyak, cara shalat pun tak berikhtilaf dengan umat Islam lainnya hanya saja mereka lebih menekankan sholat berjamaah, di awal waktu, dan di masjid.
Jadi kebanyakan tuduhan-tuduhan orang terhadap mereka kebanyakan hanya ikut-ikutan dan mencari-cari celah kesalahan tanpa melihat perubahan yang terjadi terhadap orang yang pulang dari sana.
BEBERAPA KRITIKAN TERHADAP JEMAAH TABLIGH
Kalau kita mau jujur melihat kritikan yang beredar sejak awal usaha didirikan oleh Syaikh Maulana Muhammad Ilyas Rah A, maka kita akan dapati kritikan dengan materi yang sama. Karena usut punya usut selalu bersumber dari kitab yang sama yang selalu dijadikan topik yang berulang-ulang. Di antara kritikan yang berulang-ulang itu adalah :
1. Mereka tak memiliki Tauhid Uluhiyyah hanya membicarakan Tauhid Rubbubiyyah saja.
2. Mereka memiliki kebiasaan TAWAF di kuburan.
3. Masjid-masjid mereka di dalamnya ada kuburan.
4. Buku Fadhilah amal mengandungi hadits-hadits dhoif.
5. Mereka ahli bid’ah di dalam ibadah.
6. Dakwah mereka kepada hal yang rendah yaitu shalat bukan dakwah untuk murnikan agama yakni anti terhadap bid’ah sehingga tak beresiko seperti Rasulullah saw.
7. Mereka merupakan gerakan sufi modern.
8. Tinggalkan anak istri dan tidak mengurusnya adalah suatu kedzoliman
9. Mereka dakwah tanpa ilmu sehingga berbahaya untuk umat Islam
10. Haji mereka ke India Pakistan
11. Mereka berlebihan dalam memuji masyaikh mereka (Ghuluw)
TANGGAPAN MEREKA TERHADAP KRITIKAN
Umumnya mereka tidak menanggapi kritikan-kritikan yang beredar bahkan mereka anggap angin lalu saja sehingga semakin menambah sakit hati orang yang mencemooh mereka. Karena jika kritikan ditanggapi maka orang yang kritik merasa kritikannya berarti atau merasa menang atas mereka. Tetapi aneh! Mereka tak tanggapi kritikan sehingga banyak ahli kritik yang benci mereka stress atas sikap mereka.
Tak ada satu buku pun ditulis untuk jawab kritikan. Dakwah mereka istikhlash seperti kuda INDIA yang dipakaikan kaca mata kuda tak lihat kiri kanan, tak lihat kerja orang lain, tak lihat apa kata orang, mereka tawajjuh hanya kepada tertib yang mereka telah sepakati.
Dalam mudzakaroh enam sifat mereka ada point tentang tashihun niyat / meluruskan niat. Di sana dikatakan bahwa cirri orang ikhlash adalah Sikapnya sama saja dengan orang memuji atau orang yang membenci. Mereka telah buktikan, walaupun dihina, dicaci, tetap mereka memberi salam kepada siapapun, selalu tersenyum, bahkan justru para pengkritik banyak yang tak mau jawab salam mereka, memalingkan muka dari senyum mereka, bahkan meludah di hadapan mereka.
BETULKAH JEMAAH TABLIGH SUATU ALIRAN KESUFIAN GAYA BARU ?
Banyak yang katakan bahwa para masyaikh jemaah tabligh adalah penganut Thariqat Chistiyyah. Hal ini tak bias dipungkiri terlihat dari buku yang ditulis oleh Syaikh Zakariya Al Kandahlawi dalam bukunya “Thariqat menurut Maulana Zakariya yang diterjemahkan oleh Ustadz Qosim Timori. Thariqat mereka bersanad sampai Ali Bin Abi Thalib R A.
Tetapi keanehan terjadi di dalam kerja dakwah yang mereka sebarkan tak pernah sedikit pun perintah orang untuk amalkan thariqat tertentu, hatta kepada orang yang sudah puluhan tahun ikur kerja dakwah sekalipun. Bahkan menurut sejarah yang shahih kerja tabligh yang ada sekarang dimulai ketika Syaikh Maulana Muhammad Ilyas Rah A menganggap cara-cara taklim, pengajian, thariqat yang pernah dinuatnya atas orang Mewat mengalami kegagalan dalam merubah mereka.
Dengan keilmuan yang luas Syaik Ilyas Rah A pernah membayar orang-orang Mewat untuk duduk di majlisnya dan dengan thariqatnya beliau pernah ajarkan orang Mewat untuk bersihkan Iman mereka. Tetapi semua mengalami kegagalan, barulah Allah beri taufiq untuk kerja Tabligh ini.
Lihatlah!! Mereka di masjid bukan untuk berdzikir saja tetapi mereka bertemu manusia untuk jadikan seluruh manusia berdzikir kepada Allah. Setelah itu mereka hidupp seperti biasa punya istri dan anak, punya pekerjaan. Adakah ajaran sufi seperti ini? Perlu kejujuran dalam menjawabnya.
Anehnya mereka pencemooh mengatakan Tabligh Sufi Modern karena kesamaan ucapan antara Syaikh Yusuf Rah A dengan tokoh sufi seperti Al Busyairi Rah A, dsb. Bukankah ucapan yang baik dan haq perlu selalu disampaikan walau dari siapapun. Bahkan pepatah Arab katakan : Ambillah nasehat walaupun dari dinding.
Lihatlah dalam hadits tentang perkataan Raja Hiraclius dikutip kembali oleh para shahabat dan para perawi hadits, tidak menjadikan shahabat atau perawi hadits dikatakan sebagai orang Romawi.
Inilah kedangkalan ilmu para pencemooh yang hanya didasari hasad sehingga Allah SWT tampakkan kebodohan mereka walaupun mereka dikecam justru menjadi promosi gratis bagi mereka sehingga orang yang berhati bersih jadi tablighi karena ingin tahu yang sebenarnya.
Ketika mereka katakan Jemaah Tabligh Khawarij Modern, maka orang langsung bisa lihat siapa yang Khawarij.
Ternyata sifat Khawarij yang tak mau salah (Ali RA dan Muawiyyah RA dimata Khawarij keduanya salah yang betul dia sendiri) justru ada pada para pencemooh.
Adakah Jemaah Tabligh salahkan orang ?? Baik dalam buku maupun dalam bayan mereka ?? Tidak!!
Adakah Jemaah Tabligh membid’ahkan orang sehingga tak mau shalat berjemaah di masjid, atau mau shalat hanya di masjid tertentu ?? Tidak !!
Adakah pelarangan dari syuro mereka atau ustadz mereka yang melarang duduk di majlis taklim yang diajar oleh ustadz yang bukan karkun ?? Tidak!!
Bahkan setelah khuruj dianjurkan agar lebih dekat dengan ulama di kampung mereka masing-masing.
Dengarlah ucapan Syaikh Maulana Muhammad Saad Al Kandahlawi : Wallahi!! Doa Masnunah (Doa masuk WC, Doa makan, dsb) yang diajarkan oleh Rasulullah saw jauh lebih hebat jika dibandingkan amalan yang diajarkan mursyid-mursyid dzikir.
Inikah yang dinamakan sufi?? Tidak, bahkan mereka adalah orang yang cinta sunnah Nabi saw.
Sufi menurut Ibnu Taimiyyah berasal dari kata suf artinya wol, yakni sebagian penduduk Kufah yang ahli ibadah berpakaian wol. Lihatlah baju jemaah tabligh apakah berasal dari wol?? Capek deh…
JEMAAH TABLIGH TINGGALKAN ANAK ISTRI LI I’LAI KALIMATILLAH
Jadi perginya seorang keluar di jalan Allah bukan untuk habiskan waktu di masjid, duduk, dzikir, pegang tasbih, kalaulah ini yang dibuat maka ini adalah bentuk kedzaliman terhadap keluarga. Tetapi para shahabat dahulu tinggalkan istri berbulan-bulan bahkan ada Al Faruq ayah dari Rabi’ah Al Faruq seorang muhaddits telah tinggalkan istri 27 tahun adalah untuk meniggikan kalimat Allah dengan berdakwah.
Datang dari kampung ke kampung, Bandar ke Bandar, dengan cara membentuk Jemaah dakwah. Bahkan di zaman Rasulullah saw tak kurang dari 150 jemaah telah dihantar Rasulullah saw. Dan Nabi sendiri telah ikut tak kurang dari 25 kali. Kini orang mau tegakkan agama hanya duduk di majlis taklim dan mencela sesama muslim…Mungkinkah???
TERTIB DAKWAH JEMAAH TABLIGH ADA DALAM KITAB HAYATUSHAHABAH
Amir dakwah mereka yang kedua yakni Maulana Muhammad Yusuf Rah A telah berkata: Kalau saya tuliskan suatu kitab ushul atau tertib kerja dakwah ini maka yang membaca hanyalah orang-orang yang ikut dalam kerja dakwah saja sedangkan yang lain tak baca. Padahal dakwah ini memiliki ushul dalam kehidupan sahabat. Karena Allah jadikan shahabat sebagai contoh tauladan umat. Untuk itulah saya tuliskan kitab HAYATUSSHAHABAH.
Maulana Ahmad Lat telah berkata bahwa kitab Hayatusshahabah sudah cukup untuk dijadikan ushul dalam kerja dakwah, tak perlu tambahan apa-apa, siapa yang ikut cara mereka akan ada jaminan keselamatan baginya.
Hayatusshahabah dihimpun dalam 3 jilid. Ketiga jilid merupakan keajaiban yang besar, karena belum ada kitab hadits yang ditulis dengan cara seperti ini.
Permulaan kitab ditulis dengan ayat :
“Dari kalangan orang beriman ada laki-laki yang telah membenarkan janjinya kepada Allah yakni mereka syahid dan mencari cari jalan untukk syahid”
Seolah-olah Maulana Yusuf Rah A ingin katakan inilah kitab yang berisi kisah orang yang telah tunaikan janjinya kepada Allah SWT. Akhir dari kitab ini adalah carita tentang bantuan-bantuan Allah secara ghaib yang diberikan kepada para shahabat. Sehingga tengah-tengah antara keduanya adalah berisi cara untuk datangkan bantuan itu. Mereka menamsilkan bahwa kehidupan shahabat ibarat lautan yang mana jika orang akan berenang di dalamnya harus tanggalkan dulu pakaiannya dan diganti dengan baju renang.
Ayat pembuka seolah pakaian yang bias menyelam dalam kehidupan mereka. Selama kita tak tanggalkan pakaian kita dan diganti dengan pakaian shahabat maka kita tak akan faham kehidupan mereka. Pakaian kita yakni saya seorang dokter, seorang guru, seorang ayah, seorang suami, harus kita tanggalkan dahulu dan menggantinya dengan pakaian mereka yakni Syahid dan Bersiap-siap Syahid.
Sehingga aneh jika ada seorang ustadz yang mengkritik mereka dan menanyakan mana dalil dakwah dengan cara keluar di jalan Allah ?? Mana dalilnya tinggalkan anak istri untuk dakwah ?? Mana dalilnya 4 bulan 40 hari, karena kisah tersebut telah ada dalam kitab hayatusshahabah dengan sanad hadits yang jelas.
Hanya saja menurut mereka orang yang tak mau mujahadah untuk meniru kehidupan shahabat tak akan faham dengan kehidupan mereka. Bagaimana mungkin orang akan faham agama dengan cara satu keadaan yang tak sama. Hanya mengkajinya di majlis taklim setelah itu pulang ke rumah ngobrol sama anak istri, bahkan nonton TV, kemudian shalat, dll.
Sementara para shahabat Nabi bermujahadah dalam terik matahari, kehausan, berhadapan dengan musush, musim dingin, dsb. Sedangkan Al Quran turun kepada mereka dalam keadaan suasana yang berlainan bukan di majlis taklim. Surat At Taubah turun di musim panas, surat Al Ahzab di musim dingin dsb. Mustahil akan bias memahami Al Quran tanpa mengambil pengorbanan mereka.
JEMAAH TABLIGH BUKAN ORGANISASI TETAPI DALAM KERJA DAKWAHNYA TERORGANISIR
Di mulai dari penanggung jawab mereka untuk seluruh dunia yang dikenal dengan Ahli Syura di Nizamuddin, New Delhi, INDIA. Kemudian di bawahnya ada syura Negara, misalnya : SYura Indonesia, Malaysia, Amerika, dll. Menurut pengakuan mereka ada lebih dari 250 negara yang memiliki markaz seperti Masjid Kebon Jeruk Jakarta.
Kemudian ada penanggung jawab propinsi, untuk Indonesia sudah ada di semua propinsi. Di bawahnya ada peannggungjawab Kabupaten, seperti : penanggung jawab Solo, Purwokerto, dll. Di bawahnya ada Halaqah yang terdiri dari banyak mahalah yang minimal 10 mahalah yakni masjid yang hidup amal dakwah dan masing-masing mereka ada penanggungjawab yang dipilih oleh musyawarah tempatan masing-masing.
Di India ada masjid yang menjadi Muhallah sekaligus halaqah dimana di dalam masjid hidup 10 kelompok kerja (jemaah yang dihantar tiap bulan 3 hari). Semua permasalahan diputus dalam musyawarah sehingga tak ada perselisihan di antara mereka dan mereka punya sifat taat kepada hasil musyawarah.
Walaupun mereka tak pernah katakan bentuk mereka kekhalifahan seperti harakah lain yang mempropagandakan Khilafatul Muslimin, tetapi system jemaah tabligh terlihat begitu rapi sehingga mereka saling kenal satu sama lain karena jumlah orang yang pernah keluar di jalan Allah tercatat dan terdaftar di markaz dunia.
Setiap 4 bulan mereka berkumpul musyawarah Negara masing-masing kemuadian dibawa ke musyawarah dunia di Nizamuddin.
Musyawarah harian ada di mahalah masing-masing untuk memikirkan orang kampung mereka masing-masing sehingga biarpun ada yang pergi tasykiil tetaplah ada orang di maqami yang garap dakwah di sana. Orang yang suka dakwah sendiri-sendiri / penceramah suka kritik mereka katanya kenapa harus dakwah jauh-jauh ke luar negeri kalau tempat tinggal sendiri aja belum beres. Hal ini karena dakwah jemaah tabligh berjamaah sehingga walaupun mereka pergi tasykiil di maqami ada orang yang tetap jalankan dakwah.
Yang jelas mereka telah amalkan ayat :
“Hendaklah ada di antara kamu umat (Ibnu Abbas mengartikan jemaah) yang mengajak kepada kebaikan, memerintah kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang yang mendapat kejayaan.” (QS Ali Imran)
PANDANGAN JEMAAH TABLIGH TENTANG KEKHALIFAHAN
Kekhalifahan adalah janji Allah dalam AlQuran, artinya pasti Allah beri sebagaimana dalam surat An Nuur :
Allah berjanji kepada orang yang beriman di antara kalian dan beramal shalih pasti sungguh mereka akan dijadikan khalifah di muka bumi.
Syura mereka beri bayan : Dua orang anak dijanjikan ayahnya : Nak, jika kamu lulus dan nilai kamu baik maka ayah akan beri kalian mobil. Anak yang pertama sibuk memenuhi syaratnya, belajar semakin rajin, siang dan malam, tak fikir mobil, maka pada waktunya akhirnya ia lulus dengan nilai yang baik. Anak yang kedua sibuk pergi ke showroom mobil, lihat-lihat, Tanya harga, duduk-duduk di joknya, dll. Setiap hari tidak pernah belajar hanya sibuk bicarakan mobil. Maka pada waktunya akhirnya ia tak lulus, karena nilainya jelek.
Tuan-tuan begitulah kekhalifahan, ada orang yang sibuk propagandakan, bicarakan, diskusikan tetapi lupa penuhi syaratnya. Bahwa syarat kekhalifahan diberikan Allah SWT adalah karena Iman dan Amal Shalih.
JEMAAH TABLIGH ALIRAN MASYAIKH MANIA / BERLEBIHAN DALAM IKUT MASYAIKH (GHULLUW), BENARKAH ???
Datanglah ke markaz Nizamuddin, dengarkan ceramah masyaikh mereka, Syaikh Maulana Muhammad Saad Alkandahlawi : Seandainya Maulana Ilyas Rah A hidup kembali dan beliau mengatakan wahai manusia dengar !! Jangan jalani kerja tabligh yang saya ajarkan kepada kalian, karena saya keliru dan ini kesesatan.” Maka kita jangan percayai Maulan Ilyas Rah A karena kerja ini adalah kerja Anbiya, kerja yang haq di sisi Allah SWT.
Bahkan orang-orang yang pergi ke Nizamuddin tak ada satupun yang menziarahi Makam Syaikh Ilyas Rah A, tak ada targhib / anjuran, apalagi diharuskan untuk ziarah ke makam Syaikh Ilyas Rah A. Kebanyakan mereka pergi ke Nizamuddin 40 hari tetapi selama itu tak ada program ziarah makam seperti kebanyakan orang yang adakan ziarah ke wali-wali. Bahkan banyak yang pergi ke sana sampai pulang tak tahu tempat makam Syaikh Ilyas Rah A termasuk penulis yang pernah datang ke sana tak ada yang mau tunjuki dimana makam itu. Wallahi!!
Tuan-tuan buktikanlah!! Datang ke sana, kalian akan tahu jawabannya bahwa mereka bukan kepada masyaikh mereka tetapi mereka taat kepada Rasulullah saw untuk meneruskan kerja mereka. Berbeda dengan para pencemooh yang suka menggunakan lisan Syaikh mereka dalam keburukan akhlaq. Menurut Syaikh anu, anu…jemaah tabligh sesat. Jadi mereka kutip omongan syaikh bukan dalam kebaikan, sedang jemaah tabligh ikut dalam kebaikan kepada masyaikh mereka.

32 comments
Comments feed for this article
13 Agustus 2008 pada 6:00 pm
tjbayu
Alhamdulillah….
Setelah nunggu, akhirnya diposting juga ‘episode’ 5.
makasih Ustad/syekh atas artikelnya, sangat bermanfaat buat saya yang masih awalun…
baru bisa keluar 3 hari. mohon doanya tuk 40 hari -> 4bulan ya…
14 Agustus 2008 pada 2:37 am
iwan anugraha
Alhamdulillah….. ada pemahaman- pemahaman…bagi awalun seperti saya,,,mari kita berdoa u/ u/ yg blum paham…/ keras hatinya….u/ bersilaturohim…..kadang2…kepahaman itu bukan hanya milik org pintar…Ustad…Presiden…Ahli Agama…..tp orang yg Iklas………..Insya Allah
sy tutup dg doa …kebenaran hanya milik Allah…kesalahan adalah milik saya…was
14 Agustus 2008 pada 4:35 am
sulthon
semoga Allah istiqomahkan kita dalam usaha dakwah, amiin
16 Agustus 2008 pada 4:17 pm
Yetendra
Thank artikelnya. sangat bermanfaat
http://bayu-dharmasraya.blogspot.com
19 Agustus 2008 pada 5:57 am
Agus Taufiq Hidayat
semoga jadi asbab hidayah
20 Agustus 2008 pada 12:24 am
Anonim
Ya Allah..rahmatila kami.kekalkan kami dlm usha dakwah.permudahkan jemaah yg sedang bergerak d sekelian alam. Dan jadikanlah kasih sayang sesama kami asbab hidayah kepada umat manusia sekelian alam.YA ALLAH, kasihanilah umat yg masih belum mengerti.seperti mana kami,berikanlah mereka juga kefahaman dan pengertian usha ini.sesungguhnya kami tidak punya apa2 ya ALLAH, Melainkan apa yg ENGKAU berikan kepada kami.. – jamaah muhala al-kautsar tawau sabah malaysia
20 Agustus 2008 pada 6:21 am
a8501ution
Alhamdulillah…
Thank artikelnya, sangat bermanfaat, bisa menginsafkan eden drpd apa yg eden habak (gune akal tanpa dilintaskan ilmu yg benar) mase ikut Tabligh…
http://al-islam.proboards84.com/index.cgi?board=aqidah
Asy‐Syaikh Muhammad Nawawi bin Umar al‐Bantani rahimahullah taala, di dalam kitabnya, Nasha‐ihul Ibad fi bayani al‐Faadzi al‐Munabbihaat ‘alal Isti’daadi Li Yaumil Ma’adi membawakan
sepotong hadits:
“Akan datang satu zaman atas umatku dimana mereka lari (menjauhkan diri) daripada (ajaran dan nasihat) ulama’ dan fuqaha’, maka (akibatnya) Allah Taala menimpakan tiga bencana atas mereka, iaitu yang pertama, Allah mengangkat (menghilangkan) keberkatan dari usaha mereka, kedua, dikuasakan penguasa yang zalim atas mereka dan ketiga, mereka keluar dari dunia (mati) tanpa membawa iman)”.
ayuh karkun2 sekalian!!, ayuh kite mantapkan aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah al-Asyairah dan Maturidiyyah…mari kita dampingi para ulama’….bisa mantapkan aqidah sebelum keluar lagi dan lagi!
30 Agustus 2008 pada 3:24 am
dik
mudah2an menjadi asbab hidayah ya,tapi yang penting istiqomah dalam usaha da’wah,usaha ini adalah usaha Alloh,terus bergerak,amal maqomi dan keluar di jalan Alloh,jangan hiraukan para pencela yang mencela,terus bergerak lagi dan lagi,minta supaya kita dipilih oleh Alloh,usaha nabi ini berada langsung dalam perlindungan Alloh jangan takut
1 September 2008 pada 6:09 am
faisol
terima kasih sharing info/ilmunya…
saya membuat tulisan tentang “Mengapa Pahala Tidak Berbentuk Harta Saja, Ya?”
silakan berkunjung ke:
http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/mengapa-pahala-tidak-berbentuk-harta.html
salam,
achmad faisol
http://achmadfaisol.blogspot.com/
2 September 2008 pada 8:56 am
Dian Suhandi/H. Usman
Tulisannya sangat bermanfaat Ustadz bagi kami yang awalun bergabung apalagi jemaah kami separuhnya khuruj 40 hari sambil tetap bekerja (dunia) karena hak cuti habis. Insya Allah kami semakin yakin & confirm bahwa ini kerja Rasulullah dan sahabatnya dimana kamia hendak belajar memahami agama dengan cara menduplikasi/menyamakan keadaan kami seperti mereka (yakni bermujahadah)
Wass,
3 September 2008 pada 5:03 am
andy fathurrahman
wahai karkun sedunia !!! mari murnikan tauhid dan jauhi perbuatan syirik. agama takkan cukup hanya dengan membaca fadhilah amal dan muntakhab ahadist. mari berjuang atas agama dengan semangat membara dan tak sekedar ikut-ikutan sahaja
17 September 2008 pada 6:11 am
allukmani
kepada andy fathurrahman….. apakah yang syirik dalam tabligh itu? Cuba jelaskan..kerana saya sudah terlibat dalam tabligh ini 24 tahun…namun belum melihat yang dikatakan syirik dalam tabligh itu…kalau dimaksudkan dengan bomoh dan dukun…itu tidak pernah dianjurkan dalam tabligh..cuba jelaskan agar saya dapat memahami dan berhenti darinya…jawab dengan ikhlas…
24 September 2008 pada 5:53 am
ABU IHSAN
ehm…susah ya!
dalil ke pakistan mana ya? harus 40 hari…
khuruj 3 hari…
sanadnya?
atau kah bid’ah?
rasulullah ga pernah memerintahkan khuruj 3 hari..
atau 40 hari….
adakah jihad di JT? (perang maksudnya?)
ataukah ketika diserang orang2 kuffar kalian hanya diam dan brdoa..tanpa melawan..(ikhwan2 poso tahu jawabnya….)
Admin :
Jazakallah Khair, antum telah datang bersilaturrahmi ke blog saya.
“dalil ke pakistan mana ya? harus 40 hari…
khuruj 3 hari…”
Ini juga salah satu ungkapan yang sering dilontarkan oleh saudara muslim yang memperhatikan kegiatan dakwah JT.
Kalo saya tanya balik : Mana dalilnya belajar agama ke Yaman, Mesir, Atau Saudi selama 1 tahun, 3 tahun, 6 tahun??? Apakah ini bidah juga???
Tholabul ilmu adalah fardhu bagi tiap muslim, dari pangkuan ibu sampai meninggl dunia begitu pula dakwah adalah jalan hidup Nabi Muhammad dan jalan hidup seluruh ummat muhammad saw. Namun kita masih lemah iman dan hubbud dunia sehingga perlu belajar untuk membiasakan diri dengan usaha yang mulia ini. 3 hari, 40 hari, dan 4 bulan adalah alif, ba, ta, tsa nya dakwah. (Juka antum ahlul hadits, maka antum akan menemukan 3 hari, 40 hari, 4 bulan di catatan sejarah Islam atau antum bisa rujuk kitab Hayatusshahabah yang disusun oleh Maulana Muhammad Yusuf Al Kandahlawi)
Atau saya tanya : Tujuan Para Nabi dan Rasul diutus Allah ke muka bumi untuk menyelamatkan manusia atau membinasakan manusia???
Atau apakah Nabi Muhammad berjihad dengan senjata tanpa didahului dakwah (mengajak kaumnya untuk menerima Islam)??? Antum pasti pernah mendengar bahwa setiap jemaah yang dikirim oleh Nabi maka diberi arahan untuk mengajak kaum yang didatangi untuk memeluk Islam selama 3 hari, kalau mereka tidak mau maka harus membayar jizyah, tetap dalam agamanya semula, namun tidak memerangi kaum muslimin, kalau tidak mau juga maka baru diperkenankan jihad dan hal ini berlaku ketika telah sampai fase Madinah. Sebelumnya (fase Mekkah) maka jika ada intimidasi dari kuffar kepada kaum muslimin maka Rasulullah menasehati mereka untuk bersabar dan terus menapaki jalan dakwah.
Di Al Quran juga dikisahkan kisah Nabi Musa as dan kaumnya, ketika mereka ditindas oleh rezim Firaun, dan Musa baru memulai dakwahnya, ada sebagian kaumnya yang TERGESA-GESA dan bertanya / meminta kepada Nabi Musa untuk berperang dengan Firaun dengan senjata, namun Allah dan Rasulnya belum mengizinkan hal tersebut, namun ketika Jihad diwajibkan orang-orang yang dahulu ingin cepat-cepat perang pun mukanya berubah ketakutan (karena imannya lemah) dan berkata kepada Musa as, Wahai Musa berperanglah engkau dan Tuhan mu sedangkan kami duduk-duduk disini sampai engkau kembali.
Adapun amal jihad yang anda lakukan, semoga diterima Allah SWT sebagai pemberat timbangan amal di MIZAN nanti.
Di dalam jemaah ada musyawarah di muhallah (masjid lingkungan), musyawarah halaqah, musyawarah propinsi, negara dan dunia.. Segala sesuatunya dimusyawarahkan.. Ketika ada konflik di Ambon, Poso, Afghan, dll. Banyak teman-teman yang ushul agar diizinkan mengangkat senjata, namun diputuskan tidak dan dianjurkan untuk banyak mengirim jemaah-jemaah dakwah sebanyak2nya ke daerah konflik. Dan mereka belajar taat atas keputusan tersebut. Jika ada orang yang aktif di dakwah namun ia ikut jihad dengan senjata, maka hal tersebut ia lakukan bukan atas nama jemaah.
25 September 2008 pada 7:22 am
Abu Fadhlan
Cacing saja diinjak menggeiat koq, masa diserang orang kafir diam saja.
Memang orang da’wah bukan manusia?
Dalil ke Pakistan ya bikin paspor, urus visa, urus transportasi, bawa harta dan diri insya Allah nggak tersesat. Disana insya Allah ada dalil orang tempatan.
Admin:
Hal tersebut telah dilakukan oleh :
1. Bilal Bin Rabbah RA
2. Sumayyah RHA
3. Khabab Bin Al Arrat RA
4. Yasir RA
5. Amar Bin Yassir RA
6. Dan Masih banyak shahabat Muhajirin Yang miskin di awal DAKWAH ISLAM, dan Rasulullah memerintahkan mereka bersabar.
Tidak diam tapi TERUS BERDAKWAH……………..
27 September 2008 pada 3:55 am
penyokong tabligh
Salam Abu Fadhlan….kamu pernah berjihad (berperang di Ambun? Poso? Afghan? Palestin? Iraq? atau di mana-mana? Kalau ya…bagus. Kalau belum.. jangan menuding jari kepada orang dakwah tabligh… kamu dakwah tanpa perang juga belum pergi… masa dakwah dengan perang kamu berani.!!!!
29 September 2008 pada 12:27 am
Pilot737
“Jamaah Tabligh” mungkin asal sebutan ini keluar dari orang-orang yang melihat aktivitas mereka “Jamaah” sedangkan Jamaahnya sendiri tidak pernah merasa bahwa meraka adalah “Jamaah Tabligh”. Mereka “Jamaah” adalah orang-orang yang selalu mencari atau memperbaiki iman…layaknya HP pasti ada masa “low bat” dan pasti harus dicharge lagi… begitu juga dengan iman, iman juga mengalami fluktuasi kadang naik kadang turun…saya pribadi mengenal “Jamaah” ini dari kawan dan setelah saya ikuti Alhamdulillah hati ini tentram rasanya…saya ada orang yang memiliki sindrom penyakit “takut akan datangnya kematian” saya adalah orang yang dahulunya sekali mendayung 100-1000 dosa terlampaui
Sesama muslim itu adalah saudara…mari kita hentikan perdebatan atau penghujatan mari kita berdoa untuk saudara” kita mensupport mereka kearah yang lebih baik sesungguhnya kita akan terkena hisab apabila kita menzhalimi atau mentelantarkan atau tidak memperhatikan saudara dalam seiman…sebagaimana Rasul S.A.W menangis ketika Beliau melihat iringan jenazah seorang yahudi…Belia bersabda “Aku belum menyampaikan kalimat Tiada Tuhan Selain Allah dan Aku Muhammad Adalah Utusan Allah dan aku takut aku akan terkena hisab atasnya diakhirat kelak”
NB: Doakan saya saudaraku “menjadi seorang mantan pendosa bukan mantan pentobat” karena saya adalah orang yang sekali mendayung 100-1000 dosa terlampaui…doakan semoga saya selalu istiqomah dan selalu memperbaiki iman dalam setiap tarikan nafas selama nafas ini belum sampai ditenggorakan.
by Pilot737
Orang Yang Telah Menikmati Berbagai Macam Dosa…insya Allah tidak ada terbesik dalam hati ini untuk menyekutukan-NYA
3 Oktober 2008 pada 1:27 am
Moren
Salam semuanya…
Saya seorang pengamat, tapi bukan pengamat JT ataupun lainnya, tapi pengamat dari Polemik dari Tulisan-tulisan mengenai JT. Begini pak…..Dari Tulisan ini, tersirat bahwa penulis adalah pengikut JT yang pura-pura sebagai pengamat. Dengan demikian Tulisan ini tidak terkesan sebagai sebuah Pembelaan yang dilakukan oleh unsur JT. Sehingga harapan penulis agar orang-orang yang menasihati JT menjadi Stress terwujud. Kalau boleh pula saya menilai, bahwa nasihat2 dari terhadap JT yang dimuat di Internet, bukanlah suatu kebencian, iri atau dengki. Melainkan suatu ketulusan dari orang-orang yang ahli di bidangnya agar saudara2 mereka membuka hati dan fikiran terhadap nasihat-nasihat tersebut dan tidak larut dalam keyakinan yang dikritik itu. Malahan saya lihat justru penanggap penanggap dari pihak JT yang sepertinya kebakaran jenggot menanggapi kritikan/nasihat-nasihat itu. Tks
Admin :
Wa alaikum salaam
Tulisan Melepas Kedok Jemaah Tabligh memang mengesankan demikian tapi bukan untuk tujuan negatif. Hal ini terjadi karena :
1. Tulisan ini memang bukan PEMBELAAN dari JT
2. Penulis tidak mengatasnamakan tulisannya sebagai tulisan JT
3. Penulis telah mengetahui kritikan2 terhadap JT dan akhirnya dia membuktikan sendiri benar tidaknya tulisan itu dan penulis menulis semua yang ia lihat, dengar, dan rasakan.
4. Tulus tidaknya pengkritik hanya Allah yang tahu, tapi yang disayangkan jika seseorang mengulas sesuatu yang ia sendiri tidak tahu banyak mengenai topik yang ia ulas.
5. Dan tidak ada permohonan maaf setelah dibuktikan bahwa tulisannya tersebut ternyata tidak benar (fitnah).
5. Pemilik blog ini hanya menuliskan kembali apa adanya, dengan harapan ada manfaat yang didapat dari pengunjung.
6. Memang budaya siap menerima kritikan yang harus mesti di budayakan lagi. Mudah-mudahan tidak mengendurkan kita untuk terus belajar usaha Dakwah yang mulia ini.
3 Oktober 2008 pada 1:41 am
Moren
Assalamu’alaikum.
Pak…saya mohon dibantu bagaimana cara mencari Tulisan bapak ini yang bagian ketiga-nya. Yang saya temukan hanya bagian 1,2,4 dan 5. Tks
3 Oktober 2008 pada 11:32 am
Ahmad Kamal Othman
Pada pandangan saya usaha dakwah Tabligh adalah satu usaha untuk membentuk perasaan ummat. Bagi membentuk perasaan ummat ini, semua orang Islam perlu dibawa kepada satu fikir, bahawa saya bukan orang Indonesia @ Malaysia @ Saudi @ Pakistan @ England @ lain-lain, bahkan saya adalah ummat Islam. Saya dilahirkan untuk membawa manusia kepada kebaikan dan mencegah mereka daripada kemungkaran. Untuk merealisasikan maksud ini, setiap orang Islam perlu mempunyai sifat kasih kepada sesama Islam. Melihat kebaikan saudara seagama lalu mengambilnya sebagai panduan. Apabila melihat keburukannya, tutup dan tegur dengan kasih sayang supaya teguran itu diikuti. Jika teguran dibuat tanpa rasa kasih, pasti mengundang permusuhan. Buangkan dari hati sifat cinta dunia dan cinta kemasyhuran kerana dua sifat ini menjadi punca wujudnya sifat hasad dengki kepada saudara Islam yang lain. Untuk mewujudkan sifat kasih kepada ummat, setiap lepas sembahyang, doakan kesejahteraan seluruh ummat, mohon Allah ampunkan seluruh ummat Islam dan mohon dimasukkan kesemua mereka ke dalam syurga. Sebarang kesalahan yang dilakukan oleh saudara seagama, mohon Allah ampunkan. Jika selalu berdoa begitu, perasaan sayang dan kasih kepada ummat akan dianugerahkan oleh Allah. Seterusnya ummat akan terbentuk. Apabila ummat terbentuk, bantuan Allah akan sentiasa bersama ummat Islam. Apabila Allah telah membantu kita, siapakah lagi yang dapat mengalahkan kita. Amal dan sebarkan perkara ini kepada orang lain.
9 Oktober 2008 pada 7:06 am
Abdul Ghofur
Dalam Usaha dakwah Allah juga banyak memberikan contoh-contoh cara-cara dakwah baik yang sukses maupun yang tidak sukses semuanya Allah ceritakan dalam Al Qur’an. Tuntunan dakwah ini sebagai bahan pertimbangan kita mau ikut dan dalam kondisi mana. Contoh Dakwah nabi Adam AS adalah dakwah seorang ayah kepada anak-anaknya dan dakwah seorang kakek kepada cucu-cucunya. Dakwah nabi Nuh AS adalah dakwah untuk keluarga dan lingkungan sekitarnya. Dakwah nabi Ibrahim AS adalah dakwah seorang anak kepada bapaknya, setelah IA menjadi seorang bapak mendidik dan mendakwahi anak-anaknya sehingga anak-anaknya menjadi Da’i2 yang handal yaitu nabi Ismail AS yang anak keturunannya adalah Rasulullah SAW. Kemudian Nabi Ya’kub AS yang anak keturunannya samapai pada nabi ISA AS. . Dakwah nabi Musa AS dakwahnya seorang kepada sukunya dan mendakwah raja penguasa yang jahat yaitu Fir’aun. Dakwah nabi Isa AS kepada murid-muridnya. Kemudian da’wah Rasulullah SAW adalah kepada seluruh manusia di seluruh alam ini. Tuntunan dakwah rasulullah adalah semua kisah perjuangan beliau sampai beliau wafat. Setelah Beliau wafat perjuangan diteruskan oleh para sahabat sampai bisa mengislamkan hampir 2/3 bagian dunia. Jadi kesimpulannya jika kita ikuti dan contoh dakwah Rasulullah dalilnya adalah berdakwah sampai mati.
20 Oktober 2008 pada 7:20 am
Slamet ahmad Citayam
Alhamdulillah kita dikenalkan dengan usaha dawah yang mulia ini, saya dilahirkan dikalangan/lingkungan yang kurang agamis berkat ada jamaah yang gerak dari rumah-rumah, kampung-kampung, dor to dor dan fist to fist maka hidayah telah menyentuh hati saya, pada awal masa keluar kuruj saya tahun 1986 sd sekarang mudah2 Alloh SWT tetapkan dalam usaha mulia ini dan sampai mati dan sampai anak cucu, usaha atas agama adalah satu keniscayaan karena iman kita senantiasa siang dan malam dirongrong oleh berbagai maksiat dan godaan syetan serta hawa nafsu ini perlu dikendalikan dan dilawan sehingga kita tidak terjerat tipu daya syetan dan nafsu yang membawa kita pada dosa2. Alhamdulillah dengan keluar lagi dan lagi iman jadi semakin kuat dan ibadah meningkat teruskan perjuangan jangan takut akan jadi miskin karena kemiskinan sebenarnya adalah ketika kita mati tanpa membawa iman/agama yang sempurna…Jazakallohu
27 Oktober 2008 pada 9:30 am
doddy
Assalamualaikum wr.wb
Kemualiaan hanya milik Allah…Semoga Allah s.w.t selalu memberikan hidayah ke seluruh alam ini atas adanya jemaah bergerak…saya seorang karyawan yang sudah mengenal jemaah ini….subhanallah saya merasakan kenyamanan dan alhamdulillah diberikan pemahaman atas pentingnya agama,disamping itu kami tidak pernah membicarakan perbedaan yang justru akan memecah belah umat..kalaupun ada orang yang berilmu tidak sombong dan merasa diri yang terbaik, karena ilmu akan menjadi amal apabila bermanfaat bagi orang lain, bukan untuk menghujat atau bahkan mengkafiri …Semoga Allah mengistiqomahkan kita dalam usaha yang mulia ini…Amien.
3 November 2008 pada 5:22 am
Muhamad Nazri
Assalamualaikum wr.wb…..
Allah maha kuasa,makhluk langsung tidak ada kuasa…saya suka sangat dengan budi bicara tuan…saya salah seorang jemaah dari malaysia…saya harap tuan gunakan aplikasi moden ini untuk terangkan kepada mereka-mereka yang x faham tentang usaha ini..doakan saya untuk sentiasa kekal dalam usha ini…saya sentiasa memberi sokongan tuan untuk penerangan ini..jazakaAllah..
11 Desember 2008 pada 7:11 am
Umati
Assalamualaikumwrtb,
Kapada semua,,,semoga Allah SWT kurniakan kita keikhlasan & istiqamah dalam usha agama yg sangat mulia ini.Usol utama usha agama ialah Islah diri bagaimana hakikat agama yg sempurna dtng pada diri saya, isteri, anak2, ahli keluarga, jiran2, tempat kita, daerah kita, negeri kita, negara jiran kita & seluroh umat Nabi SAW akan dtng pada Agama Allah SWT. Untuk itu, kita perlu buat pengorbanan diri,masa & harta supaya sifat2 mulia Rasul SAW dapat kita amalkan dlm diri kita dan menjadi asbab hidayat pada manusaia yg lain.
Pada org yg belum datng kapada usha agama ini, kita perlu sabar.Orng yg paling kuat menentang pada usha agama, sekiranya dapat hidayat , dia akan jadi org yg banyak buat korban utk agama,sepertimana Umar ra, Ikrimah ra.InsyaAllah, saya sedia & tuan2 kena sedia jadikan dakwah maksud hidup kita
18 Desember 2008 pada 12:15 pm
hudaya organization
Artikel yang sangat bermanfaat dan menambah wawasan. Thanks.
Saya jadi lebih tau banyak tentang Jamaah tablig
19 Desember 2008 pada 8:07 am
sulthon
keep posting gan, moga kita semua di beri hidayah oleh Allah, dan istiqomah dalam usaha Rasulullah yang mulia ini, amiin
8 Januari 2009 pada 11:17 am
sukri
saya bru blajar2 bt usaha,dan kdg diuji tuhan apabila mmbabitkn ilmu pngetahuan..
boleh saya tahu mngapa jemaah tabligh bgitu brat dalam phubungan antara llaki prempuan,shingga dikatakn,
1.prempuan lebih baik solat di bilik suaminya…
2.bayan masturoh yg dilapisi tabir antara pembayan dan pendengar(hadirat)
3.nama suami shj diberi bila ditasykil
4.tiada msyuarat khusus antara masturoh dan syura..
moga boleh bri jwp,dan hrp faham dgn bahasa Melayu saya.
mohon boleh siarkn web2bkaitan jmaah tabligh di internet..
jazakallah
Admin :
Kerja masturat dibuat atas GARIS TAQWA bukan GARIS FATWA.
Oleh karena itu keluar harus dengan MAHRAM HAKIKI (Suami); adanya HIJAB DUA LAPIS (agar jika terbuka satu lapis masih ada lapis kedua); Pemberi Bayan tidak terlihat agar kebesaran si Mubayyin tidak masuk kehati para masturah sehingga ia hanya taat mutlak kepada suaminya. Bila mereka ada masalah, maka masturah harus beri tahu kepada suami dan suaminyalah yang bertanya kepada ulama atau bermusyawarah kepada syura.
Ada baiknya ditanya kepada syura di malaysia di masjid Sri Petaling. Wallahu A’lam.
18 Januari 2009 pada 9:28 pm
qomaruzzaman ar-rifa'i
iman itu penting tapi yang lebih penting lagi usaha atas iman,
saudara2ku jangan lupa bulan juli indonesia akan mempunyai hajatan besar,yaitu akan mengadakan pertemuan umat islam yang di hadiri oleh maulana sa’ad dan ulama2seluruh dunia,hadir ya….. dan ambil takaza se….jauh2nya,ana azam keluarke india pakistan bangladesh,doakan ya…yang membaca tulisan ini…..amin….
semoga ALLAHmengabulkan niat kami yang mulia ini ami……………….en.
1 Maret 2009 pada 10:17 pm
Farid
Alhamdulillah, banyak sekali yang saya dapatkan dari membaca tulisan2 diatas. Apabila ada tulisan yang berupa cemoohan, itu ujian bagi kita ihlas atau tidak. Apabila diuraikan hujjah2 maka bertambahlah semangat kita untuk terus lanjutkan usaha ini.
Mudah – mudahan Allah terus bimbing kita baik dalam memberi kritikan maupun menerima kritikan.
15 Agustus 2009 pada 3:59 pm
girl
Assalamualaikum….apakah benar para jemaah tabligh itu sholatnya kiblatnya bukan ke BaitulMaqhdis(ka’bah) mekah??tetapi ke india pakistan ato mana?/ mohon penjalasannya makasih
wassalam
4 November 2009 pada 10:23 pm
sayid husen
Assalamu’alaikum……..
Semoga Alloh menutupi keaiban kita semua sampai yaumil hisab.
Saudara2 apa yang dicari?… Saya bukan dari kelompok Jama’ah tablig, kebetulan lewat aja. Saya kebetulan dari keluarga ahlul bait. Saya penasaran dengan tulisan2 yang menghujat saudara kita seiman jamaah tablig. Begitu saya baca tulisan2 anda di media ini. selama satu bulan saya mencari yang bagaimana sih mereka???? Alhamdulillah ternyata Alloh mempertemukan saya dengan mereka. Lalu saya selidiki, saya tanya benarkah kiblat mereka ke India, ternyata tidak! Apakah mereka tidak menunaikan Ibadah haji??? Ternyata banyak dari mereka yang berangkat jiarah utnuk menunaikan rukun Islam tersebut. Cuma yang saya salut! begitu banyak mereka menggiring manusia utk kembali ke habitat muslim… yaitu di MASJID. Mereka begitu konsen sholat 5 waktu berjamaah di masjid seperti yang di contohkan Rosululloh kakek saya. Saudara2 yang mengorek jamaah tablig… saya yang belajar mengenai kewajiban umat islam sebagai KHALIFAH (pengelola bumi) adalah yang di lakukan oleh jamaah tablig.
Manusia yang beriman adalah abdi (tidak mempunyai hak untuk memiliki dirinya di depan Alloh) jadi seorang abdi harus ta’at 100% kepada Alloh sebagai pemilik, penguasa dan pengatur. Lalu manusia sebagai abdi ditugaskan oleh Alloh untuk menjadi khalifah (pengelola)di muka bumi ini. Tugas nya sebagai khalifah adalah menjaga keteraturan makhluk2 yang berdikir atas irodat Alloh, juga manusia agar bersosialisasi sesuai dengan petunjuk Alloh yaitu Al Qur’an (semua yang beriman WAJIB HUKUMNYA MENJALANKAN PETUNJUK AL QUR’AN) yang di contohkan oleh Rosululloh dan di terangkan oleh beliau dalam hadist2, sebagai penjelasan petunjuk yang tersirat.
Lalu manusia sebagi khalifah berkewajiban da’wah untuk meneruskan da’wah Alloh kepada manusia. Karena di era Rosululloh Muhammad SAW, semua umat berkewajiban da’wah sampai akhir jaman. Manusia harus bisa mempertahankan statusnya sebagai makhluk mulia yang tawadu, saling menghargai, saling menghormati, tidak membuka aib sesamanya, saling bantu untuk menyelamatkan saudaranya agar tidak terjerumus ke jurang neraka. Tapi manusia ahli neraka adalah yang sifat2nya seperti iblis yang dari awal menggoda , menjerumuskan Nabi Adam dan ibu Hawa, karena Iblis dengki, iri, ingin bapak Adam dan ibu Hawa malu…
Jadi saudara2ku… segera sadar…segera bersatu…. lawan bisikan syetan dalam hatimu… janganlah merasa paling benar dan paling pintar…karena itu sifat IBLIS…. Mari gotong royong menarik saudara2 kita yang berduyun2 menuju neraka…. karena di Yaumil hisab akan ditanya oleh Alloh… Apakah yang kamu kerjakan untuk menyelamatkan sudaramu yang tersessat?????????
Semoga tulisan ini menjadi hidayah bagi saya dan kita semua…
Amiiin
Wassalam…..
5 November 2009 pada 11:11 am
Abu Alkayyis
Wa alaikum salaam wa RahmatuLLAHI wa Barakatuh
Salam Ta’dzim dan Hormat saya kepada Rasulullah saw dan seluruh anak cucu keturunannya…. Dengan harapan mendapatkan safaat Beliau di akhirat kelak.