Maulana Muhammad Ilyas Al Kandahlawi

Penggagas Jamaah Tabligh

Maulana Muhammad Ilyas Al-Kandahlawy lahir pada tahun 1303 H (1886) di desa Kandahlah di kawasan Muzhafar Nagar, Utar Prades, India. Ayahnya bernama Syaikh Ismail dan Ibunya bernama Shafiyah Al-Hafidzah. Keluarga Maulana Muhammad Ilyas terkenal sebagai gudang ilmu agama. Saudaranya antara lain Maulana Muhammad yang tertua, dan Maulana Muhammad Yahya.

Ayah beliau, Syaikh Muhammad Ismail adalah seorang ruhaniwan besar yang suka menjalani hidup dengan ber-uzhlah, berkhalwat dan beribadah, membaca Alquran serta mengajarkan Alquran dan ilmu-ilmu agama. Adapun ibunda beliau, Shafiyah Al-Hafidzah, adalah seorang Hafidzah Alquran. Maulana Muhammad Ilyas pertama kali belajar agama pada kakeknya, Syaikh Muhammad Yahya. Beliau adalah seorang guru agama pada madrasah di kota kelahirannya. Kakeknya adalah penganut mazhab Hanafi dan teman dari seorang ulama dan penulis Islam terkenal, Syaikh Abul Hasan Al-Hasani An-Nadwi. Sejak saat itulah beliau mulai menghafal Alquran. Dari kecil telah tampak ruh dan semangat agama dalam dirinya. Beliau memilki kerisauan terhadap umat, agama dan dakwah. Sehingga Allamah Asy-Syaikh Mahmud Hasan yang dikenal sebagai Syaikhul Hind (guru besar ilmu Hadis pada madrasah Darul Ulum Deoband) pernah mengatakan, “sesungguhnya apabila aku melihat Maulana Ilyas aku teringat kisah perjuangan para sahabat.

Pada suatu ketika saudaranya, Maulana Muhammad Yahya, pergi belajar kepada seorang alim besar dan pembaru yang ternama yakni Syaikh Rasyid Ahmad Al-Gangohi, di desa Gangoh, Utar Pradesh, India. Maulana Muhammad Yahya belajar membersihkan diri dan menyerap ilmu dengan bimbingan Syaikh Rasyid. Hal ini membuat Maulana Muhammad Ilyas tertarik untuk belajar pada Syaikh Rasyid sebagaimana kakaknya. Akhirnya Maulana Ilyas memutuskan untuk belajar agama menyertai kakaknya di Gangoh. Akan tetapi selama tinggal dan belajar di sana Maulana Ilyas selalu menderita sakit. Sakit ini ditanggungnya selama bertahun-tahun lamanya. Tabib Ustadz Mahmud Ahmad putra dari Syaikh Gangohi sendiri telah memberikan pengobatan dan perawatan pada beliau. Sakit yang dideritanya menyebabkan kegiatan belajarnya pun menurun, akan tetapi beliau tidak berputus asa. Banyak yang menyarankan agar beliau berhenti belajar untuk sementara waktu, tapi beliau menjawab, “apa gunanya aku hidup jika dalam kebodohan”.

Dengan izin Allah SWT, Maulana pun menyelesaikan pelajaran Hadis Syarif, Jami’at Tirmidzi dan Shahih Bukhari. Dan dalam jangka waktu empat bulan beliau sudah menyelesaikan Kutubus Sittah. Tubuhnya yang sering terserang sakit semakin membuat beliau bersemangat dalam menuntut ilmu. Begitu pula kerisauannya bertambah besar terhadap keadaan umat yang jauh dari syari’at Islam. Beliau akhirnya berkenalan dengan Syaikh Khalid Ahmad As-Sharanpuri penulis kitab Bajhul Majhud Fi Hilli Alfazhi Abi Dawud dan berguru kepadanya. Semakin bertambah ilmu yang dimiliki membuat beliau semakin tawaddu’ serta dihormati di kalangan para ulama dan masyaikh. Suatu ketika di Kandhla ada sebuah pertemuan yang dihadiri oleh ulama-ulama besar. Di antaranya terdapat nama Syaikh Abdurrahman Ar-Raipuri, Syaikh Khalil Ahmad As-Sharanpuri dan Syaikh Asyraf Ali At-Tanwi. Waktu itu tiba waktu shalat Ashar. Mereka meminta Maulana Ilyas untuk mengimami shalat tersebut. Setelah kematian kakaknya, Maulana Muhammad Yahya, pada 9 Agustus 1925, orang ramai meminta kepada Maulana Ilyas untuk menggantikan kakaknya di Nizamuddin. Waktu itu beliau sedang menjadi salah seorang pengajar di Madrasah Mazhahirul Ulum. Akhirnya, setelah mendapat izin dari Maulana Khalil Ahmad dengan pertimbangan jika tinggalnya di Nizamuddin membawa manfaat maka Maulana Ilyas diberi kesempatan untuk berhenti mengajar.

Beliau akhirnya pergi ke Nizamuddin, ke madarasah warisan ayahnya yang kosong akibat lama tidak dihuni. Dengan semangat mengajar yang tinggi beliau membuka kembali madrasah tersebut. Semangat yang tinggi untuk memajukan agama, beliau pun mendirikan Maktab di Mewat. Namun kondisi geografis yang agraris menyebabkan masyarakatnya lebih menyukai anak-anak mereka pergi ke kebun atau ke sawah daripada ke Madrasah atau Maktab untuk belajar agama, membaca atau menulis. Maulana Ilyas dengan terpaksa meminta orang Mewat untuk menyiapkan anak-anak mereka untuk belajar dengan biaya yang ditanggung oleh Maulana sendiri. Besarnya pengorbanan Maulana hanya untuk memajukan pendidikan agama bagi masyarakat tidak mendapatkan perhatian. Mereka enggan menuntut ilmu dan lebih senang hidup dalam kondisi yang sudah dijalani turun temurun. Melihat keadaan Mewat itu, semakin menambah kerisauan beliau akan keadaan umat Islam. Kunjungan-kunjungan diadakan bahkan madrasah-madrasah banyak didirikan, tetapi hal itu belum dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat Mewat. Dengan izin Allah timbullah keinginannya untuk mengirimkan jamaah dakwah ke Mewat.

Pada tahun 1351 H/1931 M, beliau menunaikan haji yang ketiga ke Tanah Suci Makkah. Kesempatan tersebut dipergunakan untuk menemui tokoh-tokoh India yang ada di Arab guna mengenalkan usaha dakwah. Selama di Makkah, jamaah bergerak setiap hari sejak pagi sampai petang, usaha dakwah terus dilakukan untuk mengajak orang taat kepada perintah Allah. Dalam pandangan Maulana Muhammad Ilyas, dakwah merupakan kewajiban umat Nabi Muhammad SAW. Pada prinsipnya setiap orang yang mengaku mengikuti ajaran Nabi Muhammad memiliki kewajiban mendakwahkan ajarannya, yaitu agar selalu taat kepada Allah dengan cara yang telah dicontohkan Rasulullah. Sepulang dari haji, Maulana mengadakan dua kunjungan ke Mewat, masing-masing disertai jamaah dengan jumlah sekitar seratus orang. Dalam kunjungan tersebut beliau selalu membentuk jamaah-jamaah yang dikirim ke kampung-kampung untuk ber-jaulah (berkeliling dari rumah ke rumah) guna menyampaikan pentingnya agama. Beliau sepenuhnya yakin bahwa kebodohan, kelalaian serta hilangnya semangat agama dan jiwa keislaman itulah yang menjadi sumber kerusakan. Dari Mewat inilah secara berangsur-angsur usaha tabligh meluas ke Delhi, United Province, Punjab, Khurja, Aligarh, Agra, Bulandshar, Meerut, Panipat, Sonepat, Karnal, Rohtak dan daerah lainnya. Begitu juga di bandar-bandar pelabuhan banyak jamaah yang tinggal dan terus bergerak menuju tempat-tempat yang ditargetkan sepeti halnya daerah Asia Barat. Terbentuknya jamaah ini adalah dengan izin Allah melalui kerisauan seorang Maulana Muhammad Ilyas. Kemudian menyebarlah jamaah-jamaah tabligh yang membawa misi ganda yaitu ishlah diri (perbaikan diri sendiri) dan mendakwahkan kebesaran Allah SWT kepada seluruh umat manusia. Perkembangan jamaah ini semakin hari semakin tampak. Gerakan jamaah tidak hanya tersebar di India tetapi sedikit demi sedikit telah menyebar ke barbagai negara. Hanya kekuasaan Allah yang dapat memakmurkan dan membesarkan usaha ini.

Pada hari terakhir dalam sejarah hidupnya, Maulana mengirim utusan kepada Syaikhul Hadits Maulana Zakariya, Maulana Abdul Qodir Raipuri, dan Maulana Zafar Ahmad, bahwa beliau akan mengamanahkan kepercayaan sebagai amir jamaah kepada sahabat-sahabatnya seperti Hafidz Maqbul Hasan, Qozi Dawud, Mulvi Ihtisamul Hasan, Mulvi Muhammad Yusuf, Mulvi Inamul Hasan, Mulvi Sayyid Raza Hasan. Pada saat itu terpilihlah Mulvi Muhammad Yusuf sebagai pengganti Maulana Muhammad Ilyas dalam memimpin usaha dakwah dan tabligh. Pada sekitar bulan Juli 1944 beliau jatuh sakit yang cukup parah. Kondisi tubuhnya yang lemah merupakan bukti bahwa beliau bersungguh-sungguh menghabiskan waktu mengembara dari satu tempat ke tempat lain bersama dengan jamaah untuk mendakwahkan kebesaran Allah. Akhirnya Maulana menghembuskan nafas terakhirnya, beliau pulang ke rahmatullah sebelum adzan Shubuh.

Beliau tidak banyak meninggalkan karya-karya tulisan tentang kerisauannya akan keadaan umat. Buah pikiran beliau dituang dalam lembar-lembar kertas surat yang dihimpun oleh Maulana Manzoor Nu’mani dengan judul Aur Un Ki Deeni Dawat yang ditujukan kepada para ulama dan seluruh umat Islam yang mengambil usaha dakwah ini.

(yus/berbagai sumber )

About these ads
Categories: Tokoh Dakwah | 53 Komentar

Post navigation

53 thoughts on “Maulana Muhammad Ilyas Al Kandahlawi

  1. coba ikut khuruj bersama j.tabligh,rasakan kenikmatan ibadahnya………………………………………………………………….

  2. Anonymous

    gw frm malaysia.skrg lg sedang 40hari..doakan kami sekelian.titip jg doa buat umat…

  3. Dedy iskandar

    Assamuaikum
    saya iskandar dari lampung Doakan saya istiqomah dalam dakwah
    hai amril

  4. Anonymous

    Saya muhamad gazali, doa’kan saya istiqomah dalam usaha dakwah. Pikir sesaat tentang agama lebih baik daripada ibadah 60-70 tahun.

  5. Anonymous

    Ide “Dakwah Tabligh” dijalani Maulana Ilyas Rah. A selama 13 tahun, dimulai di Mekkah saat beliau dari berhaji yang ke-3 kalinya tahun 1931 Masehi, pada umur 45 tahun. Sebelumnya beliau telah melakukan usaha di pesantren namun hasilnya tidak memuaskan. Doaku untuk beliau dan seluruh ummat Rasulullah SAW.

  6. yusuf

    yaa Allah smg kami hidup dalam dakwah,mati ketika dakwah dn istigomah keluar di jalanmu amin.salam tuk seluruh karkun

  7. harry

    insyaallah niat ikutan usaha dakwah tapi masih awam nich…

  8. Tiap hri nikmt2 turun melimpah..nkmt kshtn,pasiltias,wjh tampan,,smualah..tp smuanya tdk sbsar dgn nikmat bisa brsama2 ikt jamaah tblig tk brkorbn dlm da wa..ayo pahmi n kluar brsma kami

    • Suradi bin selamat

      Assalamualaikum,boleh tau Muhammad Rafii ni dari bandar baru bangi ke?

  9. Israt damiarto

    Dengan pengorbanan seorang yg betul2 dibarengi fikir,risau dan gerak telah membawa perubahan yg amat luar biasa,tak hanya dirasakan bangsa2 asia bahkan sekarang mulai mengguncang dataran eropa,maka pantaslah diakhir hayat beliau mengatakan “manusia mati meninggalkan nama besar,pangkat,harta,tapi sy telah meninggalkan sebuah negara(Mewat)”.semoga pahal senantiasa mengalir pada beliau.

  10. mohammad amin

    insyallah semua azam untuk jemaah tashkil…

  11. aex

    doakan saya sahabat sahabatku untuk selalu konsisten dalam usaha dakwah ini.

  12. Hanif Ipoh

    SubhanAllah.

  13. jadikan dakwah sebagai tujuan hidup,
    sesungguhnya pegorbanan maulana ilyas, bs kita jd pelajaran,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

    • Anonymous

      seorang sahabat Rah.ah berkata .. sesungguhnya apabila aku melihat Maulana Ilyas .. aku teringat kisah peruangan sahabat”

  14. Anonymous

    saya anbu .. teriakan “LAAILAHAILALLAH” KE SELURUH PENJURU ALAM SEMESTA

  15. Abdurrahman

    Ya Allah, keluarkan aku 4 bulan IPB Ya Allah…
    LAAILAHAILLAH………

  16. Anonymous

    salam ya akhi..

  17. asep badruzaman

    y di do akan sy jug doakan sbb sudah lama tidak silaturrohmi

  18. rukhan

    hidup untuk dakwah,dakwag selamanya,dakwah sampai mati

  19. Abdullah Fathur

    Asw..
    sungguh baik Maulana Ilyas, tapi ada sesuatu hal yg sedikt disayangkan pada masa sekarang ini, yaitu sulit bersatunya umat islam, kbanyakan umat awam masih menilai jemaah tabligh sbagai sesuatu yg ekslusif. maka dari itu untuk menghapus stigma ini, sy mngajak diri saya dn kita yg brjuang d jalan dkwah in,utk sama2 trlebih dahulu mncntoh Rasul sblum brdakwah,yait mndalami dlu ilmu syariah dn tasauf,dgn jalan ini diharapkn hubngan kt pd Allah smkin dkt, sbb kt prlu khalwat dlu pd Allah utk mndptkn bekal,sbgaimna Rasul sring brkhlwat dlu pd Allah sblum mnympaikn Risalah, dn utk Khalwat in,prlu ilmu syariah dn tasauf dlu.mdh2han stelh it,tgs dkwah akan dibantu oleh Allah dn dimudhkn, jg smkin mudah d trima masyarkat,sbgaimna Rasul dn pr shbat skss dlm brdkwah.

  20. M. Irwan

    Tingkatkan korban harta dan diri kita, jangan hiraukan kata orang yang belum mengerti. Pertolongan Allah SWT pasti datang asbab ada jemaah yang sampaikan agama dengan niat tulus karena Allah SWT dan demi mengamalkan Sunnah Baginda Rasulullah Muhammad SAW.

  21. dakwah bgtu nikmat bila dijalani dgn ke ikhlasn ,
    dakwah pun bisa mnjdi bencana bla mnjalankan’a dng ke tdk ikhlasan , , berpikir sesaat saja dijln allah lebih baik dri pd dunia & seisi’a , doa sy ya agr istiqomah dlm dakwah, AMIN ,
    EX ALDY

  22. t0ra

    telah berkata oleh maulana ilyas waktu sakitnya dalam cerita diatas(:apa gunanya hidup ,jika kebodohan,).maksudnya :berilmu lebih utama daripada beramal yang tanpa ilmu ,kemudian terus berdakwah sesudah dirinya punya ilmu serta amal.

    • itsme

      ente sok tau….jelas ente gak tau apa-apa / gak paham dengan perkataan maulana Ilyas. kalo paham perkataan beliau pastinya ente dah ikut usaha dakwah yang dah beliau curahkan seluruh hidup beliau dan keluarganya, usaha dakwah ini buah dari seluruh ilmu beliau, kerisauan beliau yang mendapatkan rahmat dari Allah SWT.

  23. muhammad akhirul tri putra

    Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi adalah seorang ahli bid’ah

    • Anonymous

      tabligh ada bukan dari salah satu gerakan,tapi gerakan yang dikehendaki Allah swt,seperti dalam surat AL Asr ,orang yg tidak suka,tdk berpengaruh sedikitpun dgn kerja Allah ini,dan Allah swt tdk rugi sedikitpun,orang tsb yg akan menyesal …karena kita yang perlu iman,amal,dakwah dan sabar…spy Alllah swt senantiasa bersama kita..barang siapa dpt Allah swt dapat segalanya…barang yg jauh dari Allah swt,kehilangan segalanya……

    • Anonymous

      seperti apa alasannya sehingga antum mengatakan bahwa dia itu bid’ah…?

    • itsme

      hmmm….dari namanya saya curiga anda bukan muslim. ikrarkan segera “asyhadu alaa ilaaha ilallaah, wa asyhadu anna muhammadarrosuululloh” saya bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah, dan nabi Muhammad adalah utusan Allah. ucapkan dengan lisan, tanamkan dalam hati. pelajari Islam dengan baik dan hati yang bersih sebagaimana anda masuk islam diharuskan membersihkan seluruh tubuh anda. kebencian, kedengkian, fitnah, sombong semua itu tidak diperbolehkan dalam islam (artinya semua sifat/sikap negative / buruk tersebut bukan bagian dari Islam) kalau ada sifat buruk tersebut dalam diri kita istighfarlah sebanyak-banyaknya dan bertobat dengan sebenar-benarnya tobat. hati-hati fitnah dajjal disebarkan melalui kebenciana dan sifat-sifat yang dibenci Islam. wallahualam

  24. muhammad akhirul tri putra

    Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi adalah seorang sufi

    • kamali

      masya Allah… bisanya cuma menghujat org lain.. blm tentu diri sendiri lebih baik drpd org yg dihujat

  25. Mayari

    @ Kepada : muhammad akhirul tri putra
    Jangan suka menuduh begitu saudaraku, menuduh seorang ulama dengan sebutan seorang ahli bidah adalah suatu dosa yang nyata.

    Bertobatlah , dan doakan kebaikan bagi seluruh umat muslim, dan orang-orang yang beriman.

  26. smoga anda dan saya bs istikomah,
    ,AMIN,

  27. suhail

    subhanalloh,,,,niat 4 bln tuan-tuan

  28. deddy mushari

    islam sdah brjaya,tpi kmungkaran makin mraja lela,jng mrsa sdah bnyak ibadah namun enggan memikirkan saudra muslim sndiri,jng mnuduh dng dalih bid’ah klw ilmu msih skcil biji zarrah,jng mnghujat,membenci,mnghina orng yg sedang mnyampaikan pesan islam,krn itu prbuatan syaitan n yahudi erta pra skutu-skutunya,apakah mau dsbut dmikian???

  29. deddy mushari

    islam sdah brjaya,tpi kmungkaran makin mraja lela,jng mrsa sdah bnyak ibadah namun enggan memikirkan saudra muslim sndiri,jng mnuduh dng dalih bid’ah klw ilmu msih skcil biji zarrah,jng mnghujat,membenci,mnghina orng yg sedang mnyampaikan pesan islam,krn itu prbuatan syaitan n yahudi serta pra skutu-skutunya,apakah mau dsbut dmikian???

  30. saya dari kendari, saya termasuk jamaah pelajar. Saya sudah 3 bulan ikut dalam usaha dakwah ini. Semenjak sy ikut dalam usaha dakwah ini saya merasa pertolongan Allah swt selalu datang. Teman2 mohon doa nya agar sy bisa istiqomah dan bertahan dlm usaha dakwah ini.

  31. niat 4 bulan IPB… Doa kan…!!!

  32. indah nya ukhuwah islamiyah dalam jama’ah ini. dokter,polisi,guru,dosen,pelajar,tentara,pejabat,rakyat dll, jdi satu berkumpul tanpa ada beda. meski demikian semuanya bukan apa-apa kecuali hanya secuil kebanggaan dunia yang hina. indah ketika selalu mengagungkan Alloh di manapun tempat, keadaan, dan suasana. mengamalkan sunnah Rasulullah SAW. karena landasan cinta sebagai idola dan sebaik-baik suri tauladan. dan tak patut lupa shalawat kita haturkan kepada Rasulullah SAW. karena telah mengajarkan tentang bagaimana Beliau SAW. berdakwah tidak pernah mengeluh dan membalas perbuatan buruk dengan keburukan pula. doakan saya untuk istiqomah dalam dakwah ini.

  33. ujang suhatman

    kalau tidak sekarang kapan lagi ,kalau bukan kita siapa lagi,da`wah tujuan hidupku -da`wah sampai mati dan mati dalam da`wah aminnnnnn

  34. fajar subuh

    Ali ‘Imran
    8. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).”

  35. iwan saputra

    ana dr indonesia”yakinkan dlm diri kita ini usaha yg Haq, setiap ada takazah yg di bentangkan kita smua siap ambil bagian karena ini bukan beban bagi kita, tapi adalah kemulian dan derajat yg tinggi Dr Allah SWT untuk kita, InsyaAllah…!!?

  36. rahmat

    ass,wahai saudara2ku yg sama2menghara ridho allahSWT.rosululloh SAW bersabda “barang siapa melihat kemungkaran maka dia wajib beri peringatan,bila dia mampu dengan tangannya,bila tdk mampu,maka dengan lisannya,tdk mampu jg maka yakinilah dalam hati bahwa itu suatu kemungkaran dan ini adalah selemah-lemahn ya iman”
    mohon doanya sy niat kluar tgl 5 april

    mo
    tuan yg mulia mohon doanya

  37. Adnan

    InsyaAllah

  38. Anonymous

    orang2 itu cmn bisa ngomong aja……mereka itu memang nga akan pernah suka klo islam itu jaya….makanya mereka berusaha menghujat orang yg berusaha mentablikkan islam…..

  39. Anonymous

    DA3WA YA PAS MIEUX

  40. hamba allah - umat muhammad saw

    jika tidak ada dakwah,mungkin saat ini indonesia msh kafir…bersyukurlah kpd allah kt telah di berinya hidayah,…berbahagialah kalian yg sdh mendapatkan hidayah dr allah,krn hidayah itu adalah milik allah.maka peliharalah hidayah itu baik2,maka sebarkanlah dakwah mulai dr diri kt sampai ke seluruh alam,sebagai mn para sahabat mensyiarkan islam ke seluruh alam,…wahai kwn2 bersabarlah krn sesungguhnya allah bersama org yg bersabar,dn jgn lah kt beputus asa untuk mendapat ridho dr nya, …amin..

  41. jiwa perindu syahid

    jadikan dakwah maksud hidup
    hidup untuk dakwah
    dakwah sampai mati
    mati dalam dakwah…
    LAAILAHAILALLAH MUHAMMADURRASULULLAH
    Sesiapa saja yg mngatakn jamaah tabligh sesat atw bid’ah mari qta doakn agt saudara saudara qta d karuniakan hidayab oleh Allah..
    barangsiapa diberi kebaikan maka ia akn diberi kefahaman dalam beragama..
    insyaAllah

    from akhwat indonesia

  42. Rahmat T.Karang Timur Lampung

    obsesesi hidupku bagaimana saya, isteri, anak keturunan sapai kiamat menjadikan dakwah sebagai maksud hidup, dakwah sampai mati, mati dalam dakwah. Ya Allah jangan matikan aku, sebelum aku mencapai :
    1. Ketaatan yang sempurna kepada engkau;
    2. Ampunan yang sempurna dari engkau;
    3. Pengorbanan yang sempurna untuk agama Allah;
    4. Amalan yang sempurna dan
    5. Dakwah yang sempurna untuk agama Allah Swt.
    jangan hiraukan kata-kata orang yang belum faham akan maksud dakwah Maulana Ilyas Rah.a. doakan saja mereka. dakwah itu gerak dan kerja saja ikuti tertib para orang tua kita, jangan lihat hasilnya. Wallahu’alam bissowab.

  43. Suung Kosasih

    Ente Ikut Usaha Dakwah Bukan Untuk Islah Diri Coy, Tapi Cari Kekurangan Dan Kelemahan Jt Yang Ternyata Tidak Ente Temukan Kacian DeLo Teman2 Karkun Doakan Semoga Alloh Swt Memberi Ampunan Untuk Penyebar Fitnah Murahan Ini Amiin

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 63 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: